|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Muhammad Menikahi Aisyah
Muhammad (53th) kawin dengan bocah imut Aisyah (6th).
Dalam kalangan islam sendiri pendapat mengenai
masalah ini terbagi menjadi tiga:
1. Kelompok yang Mempercayai dan mengamini tindakan muhammad yang
menikahi aisah pada usia 6 tahun dan mengaulinya pada usia 9 tahun
2. Kelompok yang melakukan pembelaan bahwa aisah sudah haid dan boleh
"digauli"
3. Kelompok yang menganggap cerita itu hanya Dongeng belaka (tidak ada
pernikahan antara aisah dan muhammad)
Menurut Hadist (Sahih al Bukhari) yg saya
kutip ini:
Volume 7, Book 62, Number 64:
Narrated 'Aisha:
that the Prophet married her when she was six years old and he
consummated his marriage when she was nine years old, and then she
remained with him for nine years (i.e., till his death).
---- terjemahan:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan
suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi
istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )
Bukhari vol. 7, #88:
"Narrated Urwa: "The prophet wrote the (marriage contract) with Aisha
while she was six years old and consummated his marriage with her while
she was nine years old and she remained with him for nine years (i.e.
till his death).""
Bukhari vol. 5, #234 says:
"Narrated Aisha: The prophet engaged me when I was a girl of six. We
went to Medina and stayed at the home of Harith Kharzraj. Then I got ill
and my hair fell down. Later on my hair grew (again) and my mother, Um
Ruman, came to me while I was playing in a swing with some of my girl
friends. She called me, and I went to her, not knowing what she wanted
to do to me. She caught me by the hand and made me stand at the door of
the house. I was breathless then, and when my breathing became all
right, she took some water and rubbed my face and head with it. Then she
took me into the house. There in the house I saw some Ansari women who
said, "Best wishes and Allah's blessing and a good luck." Then she
entrusted me to them and they prepared me (for the marriage).
Unexpectedly Allah's messenger came to me in the forenoon and my mother
handed me over to him, and at that time I was a girl of nine years of
age."
FROM THE HADITH OF SAHIH MUSLIM VOLUME 2, #3309
Aisha reported: Allah’s Messenger
married me when I was six years old, and I was admitted to his
house at the age of nine….
Ingat bahwa 'nabi' Muhamad dikatakan sbg:
"And surely thou hast sublime morals"
(Q.68:4).
“Indeed in the Messenger of Allah you have
a good example to follow"(Q.33:21).
We sent thee not, but as a Mercy for all creatures.Wammaa arsalnaaka
illaa rahmatal lil- aalameen! (Q.21:107).
Verily this is the word of a most
honorable Messenger, (Q.81.19)
Nah, apakah patut seseorang yg dikatakan 'contoh yang paling bagus dan
paling terhormat utk segala jaman' mau saja mengikuti tradisi yg tidak
pantas 'utk segala jaman' ?
Ingat bahwa Abu Bakr, ayah Aisha, sempat protes pada Muhamad. Tapi
langsung di fait accomply
oleh Muhamad. Kata Muhamad, wong Allah yang nyuruh gua.
Menyedihkan bahwa Muslim tidak lagi bisa
membedakan mana yg baik dan mana yg buruk. Gua rasa kalau si Muhamad
meniduri kambingpun, Muslim akan OK-OK saja. Apa kata nabi deh.
Muslim = YESMEN TOTAL !!
Terjemahan Ali Audah, Cetakan keduapuluh
delapan terbitan Litera AntarNusa, ISBN:979-8100-02-6)
Halaman 151:
Muhammad Melamar Aisyah
......
Masa berkabung terhadap Khadijah itu pun sudah pula berlalu. Terpikir
olehnya akan beristri, kalau-kalu istrinya itu kelak akan dapat juga
menghiburnya, dalam mengobati luka dalam hatinya, seperti dilakukan
Khadijah dulu. Tetapi dalam hal ini ia melihat pertaliannya dengan
orang-orang Islam yang mula-mula itu harus makin dekat dan perlu
dipererat lagi. Itu sebabnya ia segera melamar putri Abu Bakr, Aisyah.
Oleh karena waktu itu ia masih gadis kecil yang baru berumur tujuh
tahun, maka yang dilangsungkan baru akad nikah,
sedang perkawinan berlangsung dua tahun
kemudian, ketika usianya mencapai sembilan tahun.
Halaman 206:
Perkawinan Nabi dengan Aisyah:
......
Ketika itulah Muhammad menyelesaikan perkawinannya dengan Aisyah bt. Abu
Bakr, yang waktu itu baru berusia sepuluh atau sebelas tahun
[note: ini orang membual kok nggak
cross check dulu ya. di hal 151 dia bilang sendiri umur 9, terus malu
barangkali mengakui yang sebenarnya, diganti umur 11]. Ia adalah
seorang gadis yang lemah-lembut dengan air muka yang manis dan sangat
disukai dalam pergaulan. Ketika itu ia sedang menjenjang remaja putri,
mempunyai kegemaran bermain-main dan bersukaria. Pertumbuhan badannya
baik sekali.
Pertama ia pindah ke tempatnya yang sekarang di samping tempat Sauda di
sisi mesjid, ia melihat Muhammad adalah seorang ayah yang penuh
kasih-sayang, seorang suami yang penuh cinta-kasih. Ia tidak keberatan
ikut bermain-main dengan barang-barang mainannya itu.....
Kesimpulan:
Alasan perkawinan: MENGHIBUR HATI
Usia Aisyah: 9 Tahun - masih anak kecil, masih main boneka.
Kalangan umat muslim
sendiri terpecah dua dalam hal perkawinan
Muhammad (54 th) dengan Aisha (6 th).
Satu kalangan dengan gagah mengatakan bahwa
memang benar Muhammad mengawini Aisha pada umur
6 th menidurinya pada umur 9 th karena memang
tercatat demikian dalam beberapa hadist Sahih
(Bukhari dan Muslim) dan berupaya membela
habis-habisan alasan Muhammad meniduri Aisha
pada usia 9 th dengan mengesampingkan seluruh
nilai moral dan hati nurani yang ada, misalnya
umur 9 th sudah matang secara fisik atau sudah
mens yang artinya sudah siap utk ditiduri tanpa
memperhatikan sisi psikologisnya sama sekali.
Kalangan lain, mungkin karena lebih
memperhatikan nilai2 moral dan hati nurani,
berupaya mati-matian menyanggah bahwa Muhammad
menikahi Aisha pada usia 6 th dengan mengajukan
hipotesa2 bahwa Aisha waktu itu sudah berumur
paling tidak 16 th, dan dengan sendirinya
menyanggah kesahihan hadist yang sudah
dinyatakan sahih.
Kedua pendapat tersebut di atas sama2 merupakan
upaya untuk membersihkan "cacat" yang ada,
tetapi upaya kedua kalangan tsb tidak menolong.
Jika memang benar Muhammad mendiuri anak 9 th
yang masih bermain dengan bonekanya, maka nilai
moral yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad sangat
"menjijikan" dan tidak bisa diterima oleh siapa
saja yang masih bermoral dan berhati nurani.
Seorang Nabi selayaknya memberikan standard nila
moral yang tinggi dan bukan terbawa arus pada
saat itu.
Jika ternyata Muhammad mengawini Aisha bukan
pada umur 6 th spt yang tercatat dalam hadist2
sahih, maka bagaimana kesahihan hadist2 tsb
dapat dipertanggunjawabkan. Dengan sendirinya Al
Quran juga layak dipertanyakan kesahihan,
keaslian, dan keabsahannya.
Tetapi untuk topik ini, kita akan mempertanyakan
nilai2 moral apa yang hendak diajarkan oleh Nabi
Besar kepada umat muslim dengan:
- Mencontohkan mengawini anak ingusan berusia 6 th dan menidurinya pada
usia 9 th.
Sahih
Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage
(Nikaah). Hadith 065.
Narrated By 'Aisha:
That the Prophet
married her when she was six years old and
he consummated his marriage when she was
nine years old. Hisham said: I have
been informed that 'Aisha remained with the
Prophet for nine years (i.e. till his
death)."
Sahih
Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3310.
'Aisha (Allah be pleased with her) reported:
Allah's Apostle
(may peace be upon him) married me when I
was six years old, and I was admitted to his
house when I was nine years old.
- Menyatakan bahwa "legitnya" Aisha yang
berumur 9 th secara fisik, seperti tharid
(hidangan roti dan daging), tidak ada
bandingannya.
Sahih
Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623:
Narrated Abu Musa:
Allah's Apostle said, "Many amongst men
reached (the level of) perfection but none
amongst the women reached this level except
Asia, Pharaoh's wife, and Mary, the daughter
of 'Imran. And no
doubt, the superiority of 'Aisha to other
women is like the superiority of Tharid
(i.e. a meat and bread dish) to other
meals."
- Menganjurkan untuk mengawini anak2 gadis
perawan yang masih ingusan sehingga bisa
meraba2 mereka dan bermain2 dengan mereka.
Sahih
Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage
(Nikaah). Hadith 017.
Narrated By Jabir bin 'Abdullah :
When I got married, Allah's Apostle said to
me, "What type of lady have you married?" I
replied, "I have married a matron'
He said, "Why,
don't you have a liking for the virgins and
for fondling them?" Jabir also said:
Allah's Apostle said,
"Why didn't you
marry a young girl so that you might play
with her and she with you?'
|
|
|
Jika kita
telusuri diskusi tentang ini biasanya Muslim tanggung akan berdalih
bahwa pada Usia 9 th Aisah sudah besar dan sudah menstruasi (alias sudah
matang untuk digauli secara seksual tanpa melihat pribadi yg masih
kekanak kanakan yg dibuktikan pula dalam Haditz bahwa Aishah masih
senang bermain boneka. Jadi jelas Aimnya hanyalah pada Sexual
Intercourse yg dirasionalkan Halal. Dan
bagi mereka yg tidak mengerti Bahasa Inggris dan hanya bisa Bahasa
Indonesia dn ARAB bisa membuka resources tentang ISLAM di
http://hadith.al-islam.com/bayan/ind
Menurut hadist2 SAHIH berikut ini, Aisah dinikahi Muhammad pada usia 6
tahun dan ditiduri/digauli pada usia 9 th.
Sunan
Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years
old." (The narrator Sulaiman said: "Or six years.").
"He had intercourse with me when I was 9 years
old."
Sahih
Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt.html#007.062.064
Narrated 'Aisha: that the Prophet married her when she was six years old
and he consummated his marriage when she was
nine years old, and then she remained with him for nine years
(i.e., till his death).
Sahih
Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt.html#007.062.065
Narrated 'Aisha: that the Prophet married her when she was six years old
and he consummated his marriage when she was
nine years old. Hisham said: I have been informed that 'Aisha
remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death)." what
you know of the Quran (by heart)'
Sahih
Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt.html#007.062.088
Narrated 'Ursa:
The Prophet wrote the (marriage contract) with 'Aisha while she was six
years old and consummated his marriage with her
while she was nine years old and she remained with him for nine
years (i.e. till his death).
Sahih
Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/058.sbt.html#005.058.236
Narrated Hisham's father:
Khadija died three years before the Prophet departed to Medina. He
stayed there for two years or so and then he married 'Aisha when she was
a girl of six years of age, and he consumed
(sic – consummated) that marriage when she was nine years old.
Apakah "consummated the marriage" berarti melakukan hubungan intim?
Jawabnya YA.
Argumentasi dari Muslim bahwa pada usia 9 th
Aisha sudah haid juga tidak tepat karena menurut hadist2 yang sahih pada
usia tsb Aisha masih belum haid.
Dari sumber hadist yang sahih, kita bisa melihat bahwa pada usia 9 th
saat digauli, Aisha masih belum akil baliq. Bahkan dari hadis2 tsb pada
usia sekitar 14-15 saat perang Khaybar, Aisha masih belum haid karena
masih bermain dengan boneka. Dalam aturan hukum Islam yang ketat pada
jaman Nabi, bermain boneka hanya diperbolehkan bagi anak2 kecil yang
belum akil baliq. Kesimpulannya, Aisha belum akil baliq pada usia 9 th
saat digauli, bahkan pada usia 14-15 pun saat perang Khaybar dia belum
haid.
Sunan
Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years
old." (The narrator Sulaiman said: "Or six years.").
"He had
intercourse with me when I was 9 years old."
Sahih
Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/073.sbt.html#008.073.151
Narrated 'Aisha:
I used to play with the dolls in the presence of the Prophet, and my
girl friends also used to play with me. When Allah's Apostle used to
enter (my dwelling place) they used to hide themselves, but the Prophet
would call them to join and play with me. (The
playing with the dolls and similar images is forbidden,
but it was allowed for 'Aisha at that
time, as she was a little girl, not yet reached the age of puberty.)
(Fateh-al-Bari page 143, Vol.13)
Sunan
Abu Dawud. Book 36. General Behavior. Hadith 4914.
Narrated By 'Aisha, Ummul Mu'minin : When the Apostle of Allah (pbuh)
arrived after the expedition to Tabuk or
Khaybar (the narrator is doubtful), the draught raised an end of
a curtain which was hung in front of her store-room, revealing some
dolls which belonged to her.
He asked: What is this? She replied: My dolls.
Among them he saw a horse with wings made of rags, and asked:
What is this I see among them? She replied: A horse. He asked: What is
this that it has on it? She replied: Two wings. He asked: A horse with
two wings? She replied: Have you not heard that Solomon had horses with
wings? She said: Thereupon the Apostle of Allah (pbuh) laughed so
heartily that I could see his molar teeth.
Alasan bahwa Muhammad mengawini Aisha adalah untuk memperkuat tali
persaudaraan dengan "suadara angkatnya" Abu Bakr juga tidak valid karena
Abu Bakar jelas keberatan karena mereka adalah saudara angkat. Tetapi
Muhammad tetap memaksa dan mengatakan tidak menjadi masalah padahal dia
pernah menolak tawaran dari Hamza, saudara angkatnya juga, untuk
menikasih puterinya:
Menurut hadist berikut Abu Bakr keberatan saat Muhammad melamar Aisah.
Sahih
Bukhari. Volume 7. Book 62. No. 18
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt.html#007.062.018
Narrated 'Ursa:
The Prophet asked Abu Bakr for 'Aisha's hand in marriage.
Abu Bakr said "But I am your brother."
The Prophet said, "You are my brother in Allah's religion and His Book,
but she (Aisha) is lawful for me to marry."
Abu Bakr sebenarnya tidak salah karena dalam tradisi bangsa Arab
persaudaran walaupun saudara angkat sama artinya dengan saudara kandung.
Demikian juga dengan anak angkat. Adalah tabu mengawini anak saudara
angkat atau isteri anak angkat menurut moral bangsa2 Arab pada waktu
itu.
Muhammad sendiri pun menolak saat di tawarin untuk menikah dengan anak
Hamza (yang juga adalah saudara angkat spt halnya Abu Bakr) dengan
alasan bahwa anak Hamza adalah keponakan angkatnya (seperti halnya Aisha
juga adalah keponakannya):
Sahih
Bukhari. Volume 7, Book 62, Number 37:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt.html#007.062.037
Narrated Ibn 'Abbas:
It was said to the Prophet, "Won't you marry
the daughter of Hamza?" He said, "She is my foster niece (brother's
daughter). "
Memang ada kontroversi mengenai berapa usia Aisha waktu dinikahi
Muhammad.
Tapi secara tradisi, umumnya menerima bahwa usia Aisha waktu dinikahi
Muhammad
adalah 9 th.
Khomeini membuat peraturan usia minimal pernikahan adalah 9 th, kerena
ingin meng
"imitasi" Muhammad. Dan bagi dia, sah-sah saja.
Tapi sebenarnya, berapapun usia Aisha, serang kakek yang jadi panutan,
apapun motif
nya, tidaklah etis menikahi gadis se usia cucunya(bahkan cicit?). Kalo
tujuannya
mau menolong, bukankah lebih baik diangkat anak.
Muhammad mirip oom-oom yang doyan ABG.
Plus perkara Aisya tidak protes :
-kalau protes keluarganya akan dipermalukan atau dimusuhi atau Abu Bakr
kehilangan jabatan atau : Aisya dibunuh (ingat bahwa nabi paling nggak
tahan kritik) !
-kalau Aisya protes, tidak ada Sahabat nabi yg berani mencatatnya dlm
hadis, nanti mereka yang akan dibunuh
- Aisya mengalami stockholm syndrome,
ingat kasus2 korban sandera jadi suka sama sang penyandera (contoh :
Yvonne Ridley)
- Aisya demen juga kekuasaan nabi ... kenapa kagak ? Jadi RATU !
Gua aja mau kalau ada puteri Brunei (yg
punya 100 milyar dolar) ngelamar gua dan dunia akan nunduk2 pada gua dan
menyebut gua yg Dipertuan Agung Ali5196.
Kalau anda denger berita pastor nidurin anak (dewasa sekalipun), anda
akan marah, merasa jijik dan merasa nggak pantas.
Nah, kenapa kalau nabi--- yg moralnya harus 1000 kali lebih mulia dari
pastor---naksir anak umur 6 thn malah dibenarkan ? Bahkan kalau AIsya
umur 24 tahunpun, NGGAK PANTES TAHU, KAWIN GONTA GANTI dan ORGY SEGALA
...
Anda seorang Muslim mengelak: Nabi
Muhammad tidak menikah dengan anak umur 9 thn.
Jawabanmu kok tidak sama dengan isi hadis
sahih?
Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer
4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia
tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa
wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya
sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan
mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku
sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman)
menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.
Dan biasa bermain dengan boneka2nya.
Sahih Bukhari Volume 8, Buku
73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2
perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya
masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang
Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
(Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi
dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil,
belum mencapai usia pubertas)
(Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)
Sahih Muslim Buku 008, Nomer
3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan
bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia
tujuh tahun, dan ia (Muhammad)
membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia
sembilan tahun, dan
boneka2nya dibawanya, dan ketika
ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.
Kagak kuat menerima kenyataan yah bahwa nabimu memang seorang fedofil
alias punya selera seksual yang menyimpang gara2 kelainan jiwa? Mana ada
orang dewasa yang doyan menyetubuhi anak2 di bawah umur yang masih doyan
main boneka? Jangan bilang hadis2 di atas bohong kalau tidak bisa
membuktikan. Lagipula kita sudah tahu bagaimana menilai kesahihan hadis
berdasarkan ilmu pengetahuan agama Islam:
Ilmu pengetahuan tentang Hadist
Ada lagi Muslim yang berkata:
Muslim sama sekali tidak mempermasalahkan kenapa Nabi Muhammad SAW
menikah dengan Aisyah.
Bohong. Mungkin elo yang sama2 fedofil kayak
si Mo memang tidak mempermasalahkan penyimpangan seksual menjijikan
seperti ini. Tapi Muslim2 lain yang masih normal merasa sangat terganggu
bathinnya. Mereka tahu memperkosa anak ingusan adalah dosa besoar sekali
segede gajah purba. Karena itu pula thread ini (Anda
tahu Muhamad (umur 53) menikah dgn anak umur 9 tahun? - Faithfreedom)
dikunjungi sampai (so far) 4890 kali dan thread lain yang serupa (Nilai
Moral Nabi Yg Meniduri Gadis 9 Th
- Faithfreedom) dikunjungi sampai
(so far) 36406 kali.
Orang yang masih memiliki hati nurani pasti merasa gundah mengetahui
kakek2 usia 53 tahun menggenjoti anak ingusan usia 9 tahun. Hanya Muslim
yang membutakan mata hati dan pikiran saja seperti elo yang sanggup
untuk tidak mempersalahkan hal ini. Pokoknya bagi Muslim kayak elo semua
yang dilakukan si Mo HALALALAL saja. Mau memperkosa, merampok,
membunuhi, menipu, bohong, menyiksa, dll, pokoknya semua halal karena
yang melakukannya si Mo.
Baca Mujizat
Terbesar Muhammad adalah Sex
Ada Muslim yang nyeletuk: Muhammad menikahi
gadis usia 9th tidak melanggar hukum!
Kalau gitu pakai UU anti pornografi dari RI aja.
http://www.lbh-apik.or.id/ruu-pornografi.htm
Pasal 11
(1) Setiap orang dilarang membuat tulisan, suara atau rekaman suara,
film atau yang dapat disamakan dengan film, syair lagu, puisi, gambar,
foto, dan/atau lukisan yang
mengeksploitasi daya tarik aktivitas anak-anak yang melakukan
masturbasi, onani dan/atau hubungan seks.
Baru bikin tulisan yang merangsang anak secara seksual aja sudah
dilarang, apalagi kegiatan menyetubuhi anak itu sekalian.
Pasal 29
(3) Setiap orang dilarang menyuruh anak-anak untuk melakukan masturbasi,
onani,atau gerakan tubuh yang menyerupai kegiatan masturbasi atau onani.
Baru menyuruh anak melakukan onani saja sudah dilarang, apalagi
menyetubuhi anak itu sekalian.
Berapakah batasan usia anak menurut Pemerintah Indonesia?
16. Anak-anak adalah seseorang yang belum
berusia 12 (dua belas) tahun
17. Dewasa adalah seseorang yang telah berusia 12 (dua betas) tahun
keatas.
Sekarang bandingkan dengan hukum dari negara kafir USA:
Child Sexual Molestation Law and Legal Definition
The National Center on Child Abuse and
Neglect defines child sexual assault as: "Contacts or interactions
between a child and an adult when the child is being used for sexual
stimulation of the perpetrator or another person when the perpetrator or
another person is in a position of power or control over the victim."
Sexual abuse has been defined to include inappropriate physical contact,
making a child view sexual acts or pornography, using a child in making
pornography, or exposing an adult's genitals to a child.
terjemahan:
Definisi Resmi dan Hukum tentang
Pelecehan Seksual terhadap Anak
Pusat Nasional Pelecehan dan Pelantaran
Anak menjabarkan penyerangan seksual terhadap anak sebagai berikut:
"Hubungan fisik dan interaksi antara seorang anak dan orang dewasa di
mana anak itu digunakan untuk rangsangan seksual oleh pelaku atau orang
lain pada saat pelaku atau orang lain menguasai sang korban." Penjabaran
pelecehan seksual termasuk kontak fisik yang tidak senonoh, membuat anak
melihat tindakan seksual atau pornografi, menggunakan anak untuk membuat
pornografi, atau mempertontonkan alat kelamin orang dewasa kepada
seorang anak.
Jadi sudah jelas, jika si Mamat (53 tahun) hidup di Indonesia dan
menyetubuhi Aisyah (9 tahun), maka dia sudah melanggar UU anti porno dan
layak dijebloskan penjara. Sebaiknya dirajam sekalian sampai mampus.
Mulai merajamnya dari alat kelaminnya dulu, yaa?
Sahih Bukhari Volume 8, Buku
73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2
perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya
masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang
Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
(Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi
dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil,
belum mencapai usia pubertas)
(Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)
Sahih Muslim Buku 008, Nomer
3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan
bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia
(Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia
sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati,
ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.
Ngga usah nanya dasar hukum....!!! Gimana kalo
menurut hukum loe sendiri,..??
Kalo anak loe umur 9 tahun di lamar ama bandot tua umur 53 tahun...trus
udah punya istri pula....?????
Loe restui,...loe tolak....apa loe maki-2 si bandot tua yg horny and
maniac
Ada lagi celetukan: Baru bangun tidur ya...cuci muka dulu bos...
UUD pornografi RI tahun berapa bos..Ngga mungkin elo menyalahkan orang
yg ngga pake helm ditahun 70an...sedang UU helm tahun 80an...
Mikir dikit bos...
Hukum itu dibuat oleh manusia biasa yang tahu
bahaya pedofilia dan pentingnya memberikan perlindungan pada anak2
terhadap orang2 dewasa yang punya kelainan jiwa dan selera seksual yang
menyimpang terutama pedofilia. Hukum
buatan manusia biasa Indonesia yang waras saja ternyata lebih ampuh
dalam melindungi keamanan anak2 kecil daripada hukum Sharia Islam.
Jika hukum Sharia diterapkan, entah berapa banyak anak2 perempuan kecil
Indonesia yang bakal jadi korban pelecehan seksual dikawinkan dengan
orang dewasa. Ribuan? Ratusan ribu?
Karena kamu ngotot tidak melihat kesalahan apapun dari hubungan seksual
pria dewasa dengan anak perempuan kecil, maka hanya ada dua penjelasan
atas sikapmu ini:
1. Kamu sendiri adalah pedofil.
Hanya orang yang mengidap penyakit kelainan jiwa dan penyimpangan
seksual pedofilia saja yang dapat terangsang secara seksual kalau
melihat anak kecil.
2. Islam adalah agama sesat pembunuh
hati nurani. Cara memeriksa hati nurani sudah dijelaskan oleh
netter Islambuster: gimana rasanya kalo anak
loe umur 9 tahun di lamar ama bandot tua umur 53 tahun...trus udah punya
istri pula....?????
Orang seperti kamu ini seharusnya dikurung dalam penjara agar anak2
orang lain, termasuk anak2mu sendiri, aman dari incaran nafsu seksual
yang menyimpang. Sungguh menjijikan.
Sahih Muslim Book 008, Number 3310: 'A'isha
mengatakan: rasulullah (saw) menikahi saya ketika saya berusia ENAM
TAHUN dan saya masuk rumahnya ketika saya SEMBILAN TAHUN.
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64 Diriwayahkan 'Aisha: bahwa
nabi menikahi saya ketika saya berumur ENAM dan ia melaksanakan
perkawinan itu saat saya SEMBILAN TAHUN, dan kemudian ia tinggal bersama
nabi selama sembilan tahun (yi sampai kematiannya)-.
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65 Diriwayahkan 'Aisha: bahwa
nabi menikahinya saat ia ENAM TAHUN dan ia melaksanakan perkawinan saat
ia SEMBILAN TAHUN. Hisham mengatakan : Saya diberitahu bahwa 'Aisha
tinggal bersama nabi selama 9 tahun ...'
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88 Diriwayahkan 'Ursa: Nabi
menulis kontrak perkawinan dengan 'Aisha saat ia ENAM TAHUN dan
melangsungkan perkawinan dengannya saat ia SEMBILAN TAHUN dan ia tinggal
dengan nabi selama 9 tahun ...
Ini hadis yang secara eksplisit menunjukkan umur Aisha pada saat
perkawinannya.
Sahih Bukhari 5.236. Diriwayatkan ayah Hisham: Khadijah wafat 3 tahun
sebelum nabi berangkat ke Medinah. Ia tinggal disana selama 2 tahun dan
ia menikahi 'Aisha ketika ia gadis ENAM TAHUN dan ia melangsungkan
perkawinan ketika ia SEMBILAN TAHUN.
Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4915 and Number 4915
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Rasulullah (saw) menikahi saya saat
saya tujuh atau enam. Ketika ia tiba ke Medinah, beberapa wanita
mendatangi. Menurut versi Bishr: Umm Ruman datang kepada saya saat saya
bermain di ayunan. Mereka membawa saya, mempersiapkan dan mendandani
saya. Saya lalu dibawa ke Rasulullah (saw) dan ia tinggal bersama saya
ketika saya SEMBILAN ....
NIH bukti lagi bahwa Syariah memang mengijinkan
SEX DGN ANAK KECIL.
Ghada Jamshir,
pejuang hak2 wanita asal Bahrain menyerang fatwa mullah utk sex dgn anak
kecil :
http://www.memritv.org/Search.asp?ACT=S9&P1=978
" ...Dgn kata lain, QURAN BERPIHAK PADA KESENANGAN LELAKI DAN MELECEHKAN
HAK WANITA DAN ANAK2
... "Bukannya Shari'ah Islam mensahkan perkawinan mut'ah ? Bukannya
Shari'a mensahkan mut'ah berdasarkan prinsip2 : ‘Kenikmatan dari
sentuhan seksual dgn pahanya’ ? Dianjurkan agar lelaki mendapat :
‘Kenikmatan dari sentuhan sexual. Kenikmatan dari sentuhan sexual dgn
dadanya. KENIKMATAN DARI
GADIS KECIL !!!’
Anda tahu artinya ‘kenikmatan dari gadis kecil’ ? Ini berarti bahwa
mereka bisa mendptkan kenikmatan seksual dari anak2 perempuan berumur
DUA, TIGA ATAU EMPAT
TAHUN !!!
"Mari saya jelaskan apa yg dimaksud dgn "Kenikmatan sentuhan sexual dgn
pahanya". INI SAMA DGN
PELECEHAN HAK AZASI ANAK2 !! Ini berarti penyerangan sexual terhdp
perempuan.
Apa lagi arti ‘kenikmatan dari sentuhan sexual dgn pahanya’ ? Ini berart
kenikmatan seksual DARI ANAK2. Berapa umur anak2 itu ? SATU TAHUN, SATU
TAHUN SETENGAH ATAU BEBERAPA BULAN ??
"Bisakah anda bayangkan seorang lelaki dewasa mengadakan sex dgn gadis2
balita ? Dan bukannya kalian yg
mengatakan kpd saya bahwa Shari'ah mensahkan perbuatan2 ini ?
Naskah lengkapnya di :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1209
Dari mana yah kira2 para mullah mendapatkan dasar peraturan Syariah ini
kalau nggak dari Muhamad sendiri ? Atau mungkin .... hmmmmm ... dari
YAHUDIIIIIiiiii pastinya !! Yah, YAHUDI yg menyuruh Muhamad kawin dgn
anak kecil !!
D6.
From Ibn Hisham page 682:
....that he heard Aisha [one of Muhammad's wives] say: "The apostle died
in my bosom during my turn: [the
night Muhammad was to spend sleeping with her] I had wronged none
in regard to him. It was due to my ignorance and extreme youth that the
apostle died in my arms."
Muhammad telah mengambil hidup kekanakan dari Aisha dan berachir
ditangannya Aisha waktu giliran bersetubuh.
Ternyata Muhammad kena double kualat, karena perbuatannya terhadap
wanita dan Yahudi.
1. mati diracun oleh wanita Yahudi membuktikan bahwa dia adalah Nabi
palsu
2. Mati ditangan anak dara yang telah disetubuhi. membuktikan dia
sebagai nabi palsu yang paling immoral/bejat.
( Its a classical case of an old man died of heart attack while having
sex )
I feel sorry for Muslims yang engga sadar betapa mereka sudah tertipu
oleh Islam ajaran ciptaan seseorang yang bejat/immoral ngaku nabi.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |