|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Penggunaan Bahasa Vulgar dalam Quran
Oleh Pod-Rock (Faithfreedom)
Penggunaan bahasa
vulgar dalam Quran
Author: Mumin Salih on Wednesday, May 23, 2007 - 12:19 AM
http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid=
1304
Kita tidak seharusnya menganggap remeh kekuatan kepercayaan religius
dalam menumpulkan akal sehat para pengikutnya. Pikiran seseorang
dibentuk dan dicetak hanya untuk disesuaikan dgn kepercayaan religiusnya
saja. Dibawah pengaruh semacam “opium” ini, persepsi orang akan apa yg
baik dan benar menjadi tersesat dan kabur.
Selama bertahun-tahun sebagai seorang muslim, saya bertanya-tanya,
kenapa saya begitu mudah menelan kegilaan2 Islam. Sekarang setelah saya
bebas dari Islam, saya sungguh2 tidak menemukan alasan kenapa saya bisa
menerima banyaknya kemustahilan ayat2 Quran ketika itu, baik secara
moral maupun secara logika, meskipun telah membaca Quran selama
bertahun-tahun.
Lewat Quran sudah terbukti bahwa, persis seperti orang2 Arab yg sedang
marah, Allah sering kehilangan temperamennya dan menggunakan kata2 kasar
dan cabul terhadap mahluk2 ciptaanNya ! Allah berpihak pada Muhamad
melawan musuh2Nya dan memperlakukan mereka sebagai Musuh PribadiNya. Dia
menyumpahi mereka dg kalimat2 penghinaan dan mengancam mereka dg janji
siksa mengerikan dan bersumpah bahwa Dia dan nabiNya akan menang.
Utk membuktikan kelakuan jelek Allah ini, saya akan mendiskusikan kasus2
dari dua orang Arab yg mana, melalui penolakan mereka terhadap klaim
Muhamad, menyebabkan Allah naik darah dan mencela mereka dg menggunakan
bahasa kasar dalam Quran:
Abul Uzza Ibn Abdulmuttalib
Abul Uzza Ibn Abdul Muttalib adalah paman Muhamad. Dia orang kaya dan
berpengaruh, tapi tidak percaya pada keponakannya yg mengaku sebagai
nabi. Meskipun hal itu tidak membuatnya berhenti memberi perlindungan
padake ponakannya itu, yg semata-mata hanya didasarkan pada hubungan
kekerabatan. Sekali waktu dia diberitahu bahwa
Muhamad menyatakan bahwa mendiang Abdul Mutalib, ayah Abul Uzza, akan
dibakar di api neraka karena dia mati sebagai non-Muslim. Ini saja aneh
karena ketika Abdul Muttalib meninggal, belum ada Islam dan Muhamad
masih kecil. Ini jadi bahan tertawaan; namun, itulah logikanya sang nabi
Muhamad. Mendengar hal itu, Abu Uzza menjadi sebal akan kekurangajaran
Muhamad pada mendiang kakeknya sendiri, yg nota bene memelihara Muhamad
ketika kecil. Abul Uzza lalu mengambil sikap utk memusuhinya secara
terbuka dan melepas perlindungan ataupun dukungan keuangan apapun bagi
Muhamad.
Surat Al Masad adalah sebuah
surat yg pendek, yg semata-mata didedikasikan utk menyumpahi sang paman
ini, Abul Uzza, yg belakangan dijuluki
Abu Lahab sebagai ejekan oleh Muhamad, dan juga didedikasikan
bagi istri Abu Uzza.
Mari kita baca Surat ini:
111 AL LAHAB
[111.1] Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan
binasa.
[111.2] Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia
usahakan.
[111.3] Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
[111.4] Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
[111.5] Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Di jalan2 umum di sebuah kota Arab manapun, biasa kita dengar orang2
berteriak dan menyumpahi orang lainnya menggunakan kata2 seperti
'yukassir ideek.' Hal ini umumnya dianggap kasar sekali dan hanya
digunakan terhdp orang2 yg berkelakuan jahat. Tapi inilah persisnya yg
dimaksudkan kalimat “Binasalah kedua tangan ... “ yg digunakan dalam
Quran 1400 tahun lalu. Yg lebih mengagetkan adalah bahwa, tiap ayat dari
ayat2 diatas sebenarnya adalah ayat penyumpahan/kutukan!
Surat diatas adalah satu dari surat2 yg sering dibacakan dalam Quran,
hampir semua Muslim hapal surat ini diluar kepala, meskipun tidak punya
fungsi religius/keagamaan apapun. Orang lalu jadi bertanya-tanya kenapa
Allah, dg segala kebesarannya, bisa begitu mengamuk dgn satu orang dan
mendedikasikan satu bab khusus dalam kitab suciNya hanya utk menyumpahi
dia dan istrinya. Kenapa Allah tidak mencoba menghukum mereka ketika
mereka hidup? Tidak ada bukti dari sejarah Islam bahwa Abu Lahab dan
istrinya menderita atau mendapat kesukaran ketika mereka tinggal di
Mekah.
Surat Al Masad adalah bukti lain bahwa Quran adalah cerminan dari
seorang yg sakit jiwa. Surat ini seharusnya mengingatkan para pembacanya
akan kepalsuan kitab ini. Tapi apakah para muslim melihatnya demikian?
Tidak sama sekali !!! Para muslim hanya dapat melihat mukjijat2 dalam
Quran, termasuk dlm surat inipun.
Strategi para akademisi muslim adalah selalu terus menerus mengubah
kesalahan2 Quran menjadi kemukjijatan2 ! Dalam hal ini mereka bilang
bahwa Abu Lahab mati sebagai seorang kafir dan dia bisa saja masuk Islam
hanya untuk membuktikan ayat ini tidak akurat. Tapi dia tidak. Dg
membuat klaim semacam ini, akademisi Muslim dg sengaja mengabaikan
prinsip2 nasakh/penggantian/pembatalan dalam Quran yg mana ayat2 Quran
yg lebih baru membatalkan ayat2 yg lebih lama. Jika mau, Muhamad bisa
saja dg mudah “menurunkan” ayat2 lain utk memuji2 pamannya ini, atau
bahkan bisa saja berkata bahwa Allah telah memerintahkannya utk membuang
seluruh surat ini.
Alwalid Ibn Almugheera, the son of a
b*tch!
Alwalid Ibn Almugheera adalah salah seorang pemimpin Quraish. Dikatakan
bahwa dia adalah seorang yg paling fasih berbahasa Arab. Muslim sering
mengutip bahwa suatu waktu dia pernah memuji tata bahasa Quran. Kutipan
dari orang inilah yg diakui oleh Muslim sebagai bukti bahwa Quran berisi
keajaiban bahasa. Tapi kenyataannya, tidak ada bukti sejarah yg valid
bahwa Alwalid pernah memuji Quran. Kenyataannya, yg benar adalah
sebaliknya ! Al Walid tidak pernah percaya pada Muhamad ataupun menerima
Quran. Muhamad mestinya menyimpan dengki yg dalam terhadap Alwalid.
Ayat2 kotor dalam Surat Al Qalam
(juga dikenal sebagai surat Nun) mengungkapkan kebencian kesumat Muhamad
akan penolakan dari Alwalid terhadap Quran.
Mari kita baca ayat2 dari surat Al Qalam:
Q. 68 Ayat 10-13
But yield not to the man of oaths, a despicable person,
Defamer, going about with slander,
Hinderer of the good, transgressor, criminal,
Harsh--beside this, impure by
birth,
10. “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi
hina,
11. yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,
12. yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak
dosa,
13. yang kaku kasar, selain dari itu,
yang terkenal kejahatannya,”
Semua ayat2 diatas isinya sangat menghina. Sebagai contoh, mari kita
fokuskan pada ayat 13 dimana kata arab zaneem telah dg sopannya
diterjemahkan menjadi ‘impure by birth’ (yg terkenal kejahatannya). Arti
sebenarnya adalah anak dari
perempuan yg melakukan zinah. Bagi mereka yg tahu bahasa Arab,
ini adalah kata2 paling hina dan kotor yg bisa diucapkan dalam bahasa
Arab. Terjemahan Inggris paling dekat adalah “Son
of a b*tch”.
Quran, khususnya ayat2 Mekah, seperti yg dikutip diatas, menggunakan
bahasa yg lebih tua. Gaya dan kata2 yg digunakannya banyak yg sekarang
sudah tidak terpakai. Kekurangjelasan ini memberikan cangkang pelindung
bagi sebuah buku, yg sebenarnya tidak lain adalah sebuah kumpulan mitos2
kuno. Quran semakin tersaring karena diterjemahkan kedalam bahasa
Inggris yg dihaluskan dan disesuaikan dng konsumen Barat oleh para
penerjemah apologis (pembelanya). Para penerjemah ini sering melunakkan
kekasaran dari kalimat2 kotor Quran, dg tidak malu-malu menambahkan
kalimat2 sopan sebagai ganti kata2 vulgar.
Mari kita asumsikan bahwa ibu Alwalid benar2 melakukan zinah dan bahwa
Alwalid dg itu adalah hasil dari perzinahan. Apa ini kesalahan
Alwalid? Kenapa Allah menyalahkan Alwalid yg bahkan belum ada ketika
zinah itu terjadi? Lagipula adalah takdirNyalah maka Alwalid terlahir dg
cara itu !
Bagaimana cara Muslim membela bahasa2 kasar tsb? Lagi2, Muslim hanya
dapat melihat mukjijat ! Muslim mengklaim bahwa Alwalid bertanya pada
ibunya dan dia (ibunya) mengakui bahwa dia benar hasil zinah, jadi
mestinya ini adalah sebuah keajaiban! Jika tidak begitu, darimana Quran
tahu?
Ini cocok dengan ciri khas kemustahilan islam, karena tidak mungkin kita
bisa percaya seorang wanita Arab akan mengakui ke anaknya bahwa dia
melakukan perzinahan. Ini sangat amat tidak bisa dipercaya. Disamping
itu, tingkah laku Alwalid terhadap sang ibu tetap tidak berubah atau
Alwalid jadi memeluk islam, malahan dia terus menerus menolak dan
membuka borok klaim2 Muhamad. Allahnya Muhamad lagi2 harus ikut campur
utk meyakinkan kembali nabi tercintaNya bahwa Dia akan menyiksa Alwalid.
Allah meminta para pembaca Quran utk membiarkan Dia sendirian dg Alwalid
dan amati saja apa yg akan terjadi! Beginilah caranya Allah menjelaskan
rencananya berurusan dg Alwalid:
Q.74
11. Leave Me alone, (to deal) with the (creature) whom I created (bare
and) alone!
12. To whom I granted resources in abundance,
13. And sons to be by his side!
14. To whom I made (life) smooth and comfortable!
Then:
26. Soon will I cast him into Hell-Fire!
27. And what will explain to thee what Hell-Fire is?
28. Naught doth it permit to endure, and naught doth it leave alone
[74.11] Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah
menciptakannya sendirian.
[74.12] Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,
[74.13] dan anak-anak yang selalu bersama dia,
[74.14] dan Ku lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan
selapang-lapangnya,
[74.26] Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
[74.27] Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
[74.28] Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
Setiap saya baca ayat2 diatas, timbul dalam pikiran saya gambaran sebuah
skenario klise, dimana dua orang Arab yg sama2 kasar saling memaki dan
berkelahi di jalanan, tapi berhasil ditahan oleh orang2 lewat, dan
masing2 pihak saling berteriak ‘Lepaskan!! Biarin gua urus dia sendiri’.
Quran dg konsisten menggunakan kalimat2 penghinaan ketika menyebut2 non
muslim. Quran menjelaskan non-Muslim sebagai binatang Q.7: 179, Q.25:
44, Q.47: 12). Lalu orang yahudi disebut sebagai keledai Q. 62.5 lalu
sebagai monyet dan babi (Q.2: 65, Q. 5:60, Q. 7:166).
Pencelaan orang sebagai binatang adalah sebuah penghinaan yg sangat
hebat dalam budaya Arab, tapi sebutan babi, monyet dan keledai adalah
sebutan paling superhina.
Kalimat2 penyumpahan/kutukan dalam Quran yg seabreg2 itu telah lolos
dari kritikan selama ratusan tahun, padahal buku lain manapun, kalau
menggunakan bahasa vulgar macam itu sudah pasti akan dibredel dari
penerbitan.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |