|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Mengulas Ayat Bertentangan antara Makiyah dan
Madaniyah
Dari Gelandangan menjadi Kaya, dari Khatib menjadi
Lalim
By Ali Sina
Ada banyak ayat2 yg bertentangan dalam Quran yg dapat memusingkan. Dua
arti ini membuat muslim bisa mengartikan masing2 ?petunjuk ilahinya?
sesuai dg kepentingan mereka sendiri. Mereka yg suka toleransi atau
ingin menampilkan islam sebagai agama toleran dapat mengutip bagian2
Quran yg menganjurkan toleransi, sementara islam garis keras,
fundamentalis dan bahkan teroris dapat mengutip bagian dari Quran yg
menimbulkan kebencian dan pembunuhan orang2 kafir. Oleh karena itu
secara ironis setiap orang dapat mencari apa yg dia inginkan dalam buku
itu. Dan mereka menyebutnya 'Keajaiban' dari Quran!
Mari kita bandingkan kedua sisi Quran ini:
Dalam Surat 73:10 tuhan bilang pada Muhammad agar sabar terhadap
musuh2nya, "Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan
jauhilah mereka dengan cara yang baik." Sementara dalam Surat 2:191
tuhan memerintahkannya utk membunuh musuhnya, "Dan bunuhlah mereka di
mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka
telah mengusir kamu". Dalam Surat 2:256 tuhan bilang pada Muhammad
agar jangan menyebarkan Islam dg kekerasan, "Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam)", kemudian lagi dalam ayat 193 ia
mengatakan pada rasulnya utk membunuh siapapun yg menolak islam, "Dan
perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga)
ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah" Dalam Surat 29:46 tuhan
bilang pada Muhammad utk bicara baik2 pada "orang2 yg diberikan kitab
(kristen dan yahudi)", "Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli
Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan
orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman
kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan
kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya
berserah diri". Tapi di Surat 9.29 tuhan menyuruh Muhammad utk
melawan "ahli2 kitab" itu, "Perangilah orang-orang yang tidak beriman
kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak
mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan
tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu
orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka
membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk".
Muhammad tidak memberi pembenaran utk
ketidaksesuaian dalam Quran ini dan dalam perubahan suasana hati Allah
dari damai ke militan dan dari berserah ke berperang.
Para pembela muslim di negeri barat
menampilkan ayat2 yg lunak dari Quran atau apa yang disebut sebagai
Wahyu awal (ayat Makiyah).
Sementara para ulama Islam, karena hanya
dihadiri oleh muslim saja, mengatakan bahwa ayat2 lembek tersebut telah
dibatalkan dan diganti oleh yg lebih keras. Alasan yg diberikan adalah,
seperti yg dikatakan oleh Al-Maudoody, "Muhammad menjadi cukup kuat utk
bergerak dari taraf lemah ke taraf Jihad."
Selama 13 tahun Muhammad berkhutbah di Mekah
tapi kurang dari 100 orang yg menerima dia. Orang2 mekah lebih menyukai
Al Nadir, tukang cerita yg lain dibandingkan dia. Sikap kurang sopan
Muhammad terhadap tuhan2 mereka membuat mereka marah. Jadi dia kabur dan
menetap di Medinah. Mereka biasa memberikan sebagian makanannya pada
Muhammad, yg sering tidak makan apa2 selain beberapa kurma. Setelah satu
tahun dalam pengasingan, Muhammad tidak tahan lagi dan mulai merampok
karavan2 pedagang yg membawa barang2 dari Damaskus ke Mekah. Salah satu
sukses besar perampokannya terjadi dekat Badar dan sang nabi mendapat
harta yg cukup banyak dari situ. Kemudian dia merencanakan perampokan
jalanan lain. Dia membagikan barang rampasan, termasuk wanita, kepada
mereka yg membantunya dan menyimpan 20% utk dirinya sendiri. Dia bahkan
mendapat uang dari penculikan penumpang karavan dan meminta tebusan pada
keluarganya. Dia meyakinkan para pengikutnya bahwa jika mereka mati
dalam pertempuran, mereka akan mendapat hadiah yg lebih besar lagi di
surga. Secara perlahan keberuntungannya berubah. Dia tidak lagi seorang
pengkhotbah lemah yg diabaikan tapi pemimpin sebuah "negara" yg
memerintah dg kekuasaan absolut atas para pengikutnya. Dg perubahan
nasib ini, pesan2 Muhammad juga berubah. Di bawah ini adalah
perbandingan antara beberapa ayat2 awal yg dia tulis di Mekah ketika
masih lemah dan beberapa yg ditulis di Medinah setelah menjadi berkuasa.
| Ayat Awal di Mekah |
Ayat
berikutnya di Medinah |
| 2:256
Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam) |
9:123
Hai orang-orang yang
beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu,
dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu |
| 73:10 Dan bersabarlah
terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara
yang baik. |
8:12 Kelak
akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang
kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap
ujung jari mereka |
| 109:6 Untukmulah agamamu
dan untukkulah agamaku |
3:85 Barang
siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi. |
| 20:130 Maka sabarlah
kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan
memuji Tuhanmu |
2:191 Dan
bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah
mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu |
| 2:83 ucapkanlah
kata-kata yang baik kepada manusia. |
9:5 bunuhlah
orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka |
| 10:99 Dan jika Tuhanmu
menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi
seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya
mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? |
2:193 Dan
perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan
(sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah
|
| 50:45 Kami lebih
mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali
bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka |
9:14
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan
(perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan
mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati
orang-orang yang beriman |
29:45 Dan janganlah kamu
berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling
baik, kecuali dengan orang-
orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah
beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan
yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu;
dan kami hanya kepada-Nya berserah diri |
9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak
(pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa
yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak
beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu
orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai
mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan
tunduk. |
2:62 Sesungguhnya
orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani
dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang
benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal
saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada
kekhawatiran
terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka
bersedih hati. |
9:30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang
Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah
ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan
orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;
bagaimana mereka sampai berpaling? |
| 7:199 Jadilah engkau
pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta
berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. |
9:28 Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik
itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah
tahun ini |
| 15:85 maka maafkanlah
(mereka) dengan cara yang baik.... |
14:16 di
hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air
nanah. |
6:108 Dan janganlah kamu
memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena
mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa
pengetahuan.
Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan
mereka.
Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia
memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan
|
3:61 Siapa
yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang
meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah
kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri
kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian
marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya
laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. |
| 43:88,89 Ya Tuhanku,
sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman". Maka
berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam
(selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka
yang buruk) |
47:4 Apabila
kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka
pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah
mengalahkan mereka maka tawanlah mereka. |
| 50:45 Kami lebih
mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali
bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka |
8:65, Hai
Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika
ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya
mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada
seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan
seribu daripada orang-orang kafir |
| 16:90 Sesungguhnya Allah
menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi
kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,
kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar
kamu dapat mengambil pelajaran. |
3:28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi
teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari
pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari
sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah
memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada
Allah kembali (mu). |
| 45.14 Katakanlah kepada
orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang
yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas
sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. |
8:60 Dan
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang
dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu.
|
Dikotomi (pemikiran bercabang) ini dijelaskan oleh beberapa ulama
Muslim.
Dr. M. Khan, penerjemah Sahih Bukhari dan Quran ke dalam bahasa Inggris
menulis:
Allah menunjukkan dalam Surat Bara'at (Ultimatum/Repentance, Surat 9),
Perintah utk membuang (semua) kewajiban (perjanjian dll), dan
memerintahkan para muslim utk melawan semua Pagan termasuk melawan
orang2 yg diberikan alkitab (Yahudi dan kristen) jika mereka tidak
memeluk islam, sampai mereka membayar Jizia (Sebuah pajak yg diadakan
utk orang Yahudi dan Kristen) dan patuh secara sukarela dan merasa diri
mereka tunduk (seperti yg dinyatakan dalam 9:29). Jadi para muslim tidak
diijinkan utk mengabaikan 'pertempuran' melawan mereka (Pagan, Yahudi
dan Kristen) dan utk rukun dg mereka dan agar tetap bersikap memusuhi
mereka hingga perioda waktu tidak terhingga jika mereka masih KUAT dan
hingga muslim punya kemampuan utk melawan mereka. Jadi pada awalnya
'pertempuran' dilarang, kemudian diijinkan, dan setelah itu dibuat
'wajib'. (Pengenalan utk Terjemahan Inggris dari Sahih Bukhari, halaman
xxiv).
Q9.5 bilang: "maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja
kamu jumpai mereka."
Jadi menurut Dr. M. Khan dalam Quran 9:5 Allah memerintahkan
Muhammad utk membatalkan semua perjanjian dan melawan kaum Pagan, Yahudi
dan bahkan Kristen. Ini bertentangan dg apa yg ditulis Muhammad
sebelumnya.
"Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya
dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya kami ini orang Nasrani" (Q 5.82)
Dr. Khan melanjutkan:
Mujahidin yg bertempur melawan musuh2 Allah dg maksud membuat semua
pemujaan hanya utk Allah (saja dan tidak utk tuhan lain) dan bahwa
perintahnya adalah Allah (yakni tidak ada yg lain yg berhak utk dipuja
kecuali Allah dan agamanya, Islam), harus yang paling ditinggikan.
Jadi pertamanya adalah "Tidak ada paksaan
untuk (memasuki) agama (Islam)" (Q 2:256) dan kemudian "Hai
orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan
jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,
niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke
tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang
besar." (Q 61:10-12).
Dr. Sobhy as-Saleh, seoran akademik jaman ini,
tidak melihat dalam Q 2:256 dan Q 9:73 kasus penggantian tapi sebuah
kasus penundaan atau penangguhan perintah utk melawan para kafir. Utk
mendukung pandangannya dia mengutip Imam Suyuti, Penulis Itqan Fi'Ulum
al-Quran yg menulis:
Perintah utk melawan para kafir DITUNDA HINGGA
PARA MUSLIM MENJADI KUAT, tapi dikala mereka lemah mereka diperintahkan
utk bertahan dan bersabar. [ Sobhy as_Saleh, Mabaheth Fi 'Ulum al-
Qur'an, Dar al-'Ilm Lel-Malayeen, Beirut , 1983, p. 269.]
Dr. Sobhy, dalam catatan kaki, menulis pendapat seorang ulama bernama
Zarkashi yg berkata:
"Allah yg paling tinggi dan bijaksana menunjukkan pada Muhammad dalam
kondisi lemahnya apa yg cocok utk situasi itu, karena rahmat padanya dan
para pengikutnya. Karena jika Dia memberi perintah utk melawan ketika
mereka lemah akan sangat memalukan dan sangat sulit, tapi ketika kuat
dan akan membuat Islam berjaya Dia memerintahkan padanya apa yg cocok dg
situasi tersebut, yaitu meminta orang2 yg diberi alkitab utk menjadi
muslim atau membayar pajak dan pada para kafir utk menjadi muslim atau
mati. Dua pilihan ini, bertempur atau damai dikembalikan menurut kondisi
kekuatan atau kelemahan dari para muslim." [ibid p.270].
Dan Nahas menulis;
Para ulama berbeda pendapat mengenai Q 2:256 (Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam)) Ada yg bilang: "Itu telah digantikan
(dibatalkan) karena sang nabi memaksa orang Arab utk memeluk Islam dan
melawan mereka dan tidak menerima alternatif lain kecuali menyerah pada
Islam. Ayat yg digantikan adalah Q 9.73 "Hai Nabi, berjihadlah
(melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap
keraslah terhadap mereka." Muhammad meminta ijin Allah utk melawan
mereka dan dikabulkan. Ulama lain berkata Q 2.256 tidak digantikan, tapi
mendapat penerapan khusus. Ayat ini muncul karena mengenai "orang2
kitab" (Yahudi dan kristen); mereka tidak dapat dipaksa utk memeluk
islam jika mereka membayar pajak Jizia (Pajak utk nonmuslim dibawah
undang2 muslim). Hanya pemuja patung yg dipaksa utk memeluk agama Islam
dan pada merekalah Q 9.73 diterapkan. Ini pendapat dari Ibnu Abbas yg
merupakan pendapat terbaik karena dari kesahihan otoritasnya [ al-Nahas,
An-Nasikh wal-Mansukh, p.80. See also Ibn Hazm al-Andalusi, A-Nnasikh
wal-Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute, 1986, p.42.]
Ibnu Hazm al-Andalusi menulis:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi)
janganlah kamu menyerangnya, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
para penyerang?. Dalam wewenang Ga'far ar-Razi dari Rabi Ibnu Ons, dari
Abil-Aliyah yg berkata: Ini ayat pertama yg diucapkan dalam Quran
mengenai pertempuran di Medinah. Waktu diucapkan, nabi biasa melawan
mereka yg melawannya dan menghindari mereka yg menghindarinya, sampai
Surat 9 diucapkan. Dan begitu juga dg pendapat Abd ar-Rahman Ibn Zayd
Ibn Aslam yg berkata ayat ini dibatalkan oleh 9.5 "maka bunuhlah
orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka" [ bn Hazm
al-Andalusi, An-Nasikh wal- Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute,
1986, P.27]
Utk lebih jelas lagi dalam hal subjek ini, lihat
http://www.debate.domini.org/newton/tolerance.html,
Muhammad menuntut para pengikutnya utk berperang thd kaum kerabatnya
sendiri dan utk membenarkan pesta pembunuhan ini, ia berkata,
"Penekanan/penindasan itu lebih buruk dari pembunuhan". Ayat berikut
diucapkan utk menghasut para imigran agar membunuh teman2 Mekahnya
karena mereka menekan mereka utk meninggalkan Mekah.
Q 2.191 "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan
usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan
penindasan itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu
memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di
tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah
mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir."
Kenyataannya kaum Quraish tidaklah bersimpatik
terhadap kaum muslim. Mereka mengejek dan menggoda mereka tapi tidak
pernah membunuh seorangpun dari mereka karena alasan mereka memeluk
Islam. Alasan tidak adanya rasa suka ini karena kenyataan bahwa Muhammad
melakukan pelanggaran terhadap tuhan2 mereka dan tidak menghormati
kepercayaan mereka. Reaksi dari orang2 Mekah ini normal dan dapat
dibenarkan.
Apa yg Muhammad lakukan pada mereka yg mengejeknya? Dia bukan seorang yg
sabar menghadapi kritik. Abu Afak, yg berumur 120 dan Asma Binti Marwan
ibu yg sedang menyusui dan mempunyai 5 anak dibunuh atas perintah
Muhammad karena membuat puisi yg isinya menyerang Muhammad, setidaknya
itu yg Muhammad pikir. Cuma karena itu saja ia mengambil nyawa mereka.
Muhammad bilang penindasan/penekanan lebih buruk dari pembunuhan.
Meskipun pernyataannya ini menggelikan, dia sendiri menyuruh para
pengikutnya utk bersikap keras dan menekan ketika berurusan dg orang2
kafir.
Q 9.123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir
yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan
daripadamu
Tapi bagaimanapun, kenyataannya tetap terbukti bahwa orang2 kafir itu
tidak menyerang kaum muslim. Adalah orang2 muslimlah yg menyerang Mekah,
Khaibar dan tempat2 tinggal orang Yahudi di Medinah. Apakah orang Persia
yg merampok Muslim? Apakah India yg mencegah orang2 Arab menyembah
Allah? Apakah Spanyol datang utk berperang dg muslim? Jika Allah itu
tuhan, kita mestinya dapat mengharap setitik kejujuran dari sang utusan
dan pujaannya.
Muhammad bilang siapapun yg tidak percaya
padanya harus dibunuh. Tapi dia tidak membunuh Kristen dan Yahudi kalau
mereka membayar pajak hukuman (Jizyah). Di Keibar dia memeras 50%
seluruh produksi panen Yahudi dari tanah mereka sendiri yg disita utk
diambil olehnya. Apa ini bukan penindasan? Tentu saja ketika Muhammad
mati Umar membasmi semua Yahudi malang itu dari Keibar seluruhnya. Quran
tidak ragu-ragu dalam hal penindasan kafir.
Q 9.29 "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan
tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang
telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan
agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al
Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang
mereka dalam keadaan tunduk."
Muslim2 yg menyatakan bahwa Islam adalah agama
damai dan mengutip ayat2 Quran di mana Muhammad terus mengingatkan bahwa
Allah maha pengampun dan pemaaf, ketika ditunjukkan ayat2 Quran ini dan
warisan berdarah dari perang2 dan penjarahan2 nabinya mengubah taktik
mereka dan berkata "Ya, Islam menyetujui penggunaan kekerasan di bawah
situasi tertentu", seperti yg ditulis oleh seorang pembela islam pada
saya.
Apakah itu "situasi tertentu"?
Mari kita buat jelas bahwa kita tidak membicarakan tentang penggunaan
kekerasan terhadap kriminal biasa, pembunuh atau pemerkosa. Kita bicara
tentang kekerasan terhadap orang2 tak bersalah yg tidak menerima
pernyataan kenabian Muhammad dan lebih memilih utk memuja tuhan mereka
sendiri, dg cara mereka sendiri atau tidak memuja siapapun jika mereka
memilihnya.
Hukuman mati telah dihilangkan pada banyak dunia beradab. Tapi bahkan
negara yg masih mempraktekannya membunuh terdakwa dg suntikan mati atau
cara yg tidak menyakitkan dan lebih manusiawi. Mereka tidak pernah
menyiksa mereka atau membuntungi mereka. Tapi Muhammad menerangkan
siksaan keji bagi mereka yg tidak menerima agama omong kosongnya.
Q 5.33 "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi
Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka
dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan
bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang
demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di
akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,"
Jenis tuhan sadis apakah Allah itu?!
Satu pertanyaan yg tidak pernah saya dapat jawabannya adalah: jika Allah
ingin membunuh orang kafir, kenapa dia tidak melakukannya sendiri? Akan
mudah sekali baginya membunuh mereka, membuntungi mereka, membakar
mereka dan memukul mereka dg segala macam bencana dan malapetaka utk
memuaskan sifat balas dendam dan keinginan haus darahnya.
Kenapa dia malah meminta utusannya dan para
pengikut fanatiknya utk melakukan pekerjaan kotornya? Apa mungkin karena
dia tidak mampu melakukannya sendiri? Atau apakah karena dia bukan tuhan
sama sekali melainkan hanya khayalan dalam pikiran Muhammad, orang2an
sawah yg cocok yg dapat memberikan alasan sang nabi utk mendapat kuasa
tak terhingga bagi penjarahan, pemerkosaan dan kuasa atas hidup dan
pikiran para barbarian dungu yg percaya akan kebohongannya ini?
Muhammad menyatakan bahwa ketidakpercayaan
pada Allah adalah kejahatan terbesar yg dapat dihukum dg kematian. Siapa
yg mendapat keuntungan dari ini? Dia adalah satu-satunya kontak antara
Allah dan para pengikutnya yg dungu. Tidak patuh padanya berarti tidak
patuh pada tuhan. Apa tuhan peduli jika manusia percaya dia atau tidak?
Apa yg dia dapat dari ini? Apa harga diri tuhan terluka jika primata2
bumi tidak mengenal dan memujinya? Apa dia akan begitu marah hingga dia
akan membakar manusia selamanya? Ini betul2 sebuah pemikiran yg takhyul.
Tapi ini memberi Muhammad kuasa yg sama seperti tuhan utk melakukan
apapun dia inginkan tanpa ada yg bertanya-tanya. Dia punya kuasa utk
membunuh siapapun, utk menuntut pengikutnya berperang, bahkan jika itu
utk memerangi sekutu mereka sendiri, kerabat dan teman2 dan membawa 20%
dari jarahan padanya. Ini memberi dia hak utk meniduri banyak perempuan
dan memilih yg termuda dan tercantik dari perempuan2 yg ditangkap.
Semakin dia mengagungkan tuhan semakin kekuasaannya bertambah. Allah
cuma alasan utk memberi kuasa pada seorang yg lapar akan kekuasaan utk
bangkit dari kemiskinan menuju kekuasaan absolut dan membuatnya makin
bermimpi utk menaklukan kerajaan besar Persia dan Byzantine.
"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak,
saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah
tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah
dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai
Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang fasik." Q 9.24
Dia bukan guru moral. Kebaikan atau sifat baik
tidak punya arti baginya. Keasyikannya hanyalah membuat orang2 tunduk
pada kehendak Allahnya, yg siapapun tidak punya akses kecuali dia
sendiri. Semakin keji dia lukiskan tuhannya, semakin banyak kendali yg
dapat dia lakukan pada pengikutnya. Allah adalah sebuah alter ego utk
seorang narsisis gila kuasa yg haus akan kekuasaan dan seks. Obsesinya
utk menundukan orang2 agar menerima tuhannya sedemikian hingga dia
menjanjikan para pezina dan perampok sebuah tempat di surga jika mereka
menerimanya. Sementara bagi mereka yg tidak menerimanya akan dia bakar
di neraka meskipun jika mereka hidup bagai orang suci.
Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 445
Diceritakan oleh Abu Dhar:
Nabi berkata, "Gabriel berkata padaku, 'Siapapun di antara para
pengikutmu yg mati tanpa menyembah tuhan lain selain Allah, akan masuk
surga (atau tidak akan mesuk neraka).' Nabi bertanya, 'Bahkan jika dia
telah melakukan hubungan seks tak lazim atau pencurian'? Jawabnya, 'Ya,
bahkan merekapun.'"
Ini bahkan dipastikan oleh Quran:
4.48 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh
ia telah berbuat dosa yang besar."
Tentu saja tidak dikatakan bahwa mereka yg
membunuh orang2 tak bersalah bagi dia dalam nama allah akan langsung
masuk Surga.
Bagaimana bisa orang yg berpikiran normal
menerima omong kosong ini? Bagaimana mungkin bahwa orang2 tidak berhenti
sejenak utk berpikir tentang semua ini? Kenapa kita tidak bertanya pada
diri sendiri pertanyaan sederhana ini, seperti:
Kenapa tuhan PERLU diketahui?
Jika dia begitu ingin diketahui, kenapa dia
tidak menampakkan dirinya pada setiap orang seperti dia menampakan
dirinya pada si nabi?
Kenapa dia main petak umpet dan kemudian menghukum mereka yg gagal
menemukannya?
Kenapa utusannya bertindak begitu kejam dan hidup begitu tidak bermoral
seakan membuat keraguan akan integritas dan kejujurannya?
Kenapa kata2 dalam Quran begitu bertentangan
terhadap sains, logika dan akal sehat?
Ini adalah pertanyaan yg sederhana tapi penting, setiap muslim harus
bertanya pada dirinya sendiri. Kita bukan kambing, Kita manusia yg
diberi sebuah otak dan tergantung kita apa akan kita gunakan atau tidak.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |