|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Islam bukan agama
Sejak awal pendiriannya, Islam dimaksudkan untuk menyatukan suku-suku
Arab yang tercerai-berai, membangkitkan semangat nasionalisme Arab dan
mendirikan kerajaan padang pasir yang berhaluan teokratis dan
imperialis.
Sebelum kerajaan Islam didirikan oleh Khottam Halaby, jazirah Arab tidak
memiliki pemerintahan. Setiap wilayah dipimpin oleh kepala-kepala suku,
dan kerap kali antar suku terjadi peperangan untuk mendapatkan wilayah
atau bentrok karena suatu perselisihan atau karena sebab-musabab lain.
Khottam Halaby, adalah orang Arab asli, dari suku Quraish, yang
menyembah 360 berhala dengan ratunya bernama Allah.
Khottam Halaby, sejak berhubungan dengan Khadijah, dia sering bepergian
ke Siria mengantarkan barang dagangan. Tentu saja dia sering mendengar
cerita-cerita peperangan besar antar bangsa beserta kemenangannya yang
luar biasa, seperti bangsa Goth (Jerman) melawan Romawi, bangsa Romawi
melawan Persia, atau bangsa Hun yang ganas melawan bangsa Goth. Dia
sangat ingin bangsa Arab bisa menjadi seperti bangsa-bangsa besar itu,
yang menurutnya PERKASA dan PENUH KEJAYAAN itu dengan dipimpin oleh
raja-rajanya. Arab tidak bisa maju dan berdiri menjadi sebuah bangsa
yang besar, bila tidak mempunyai pemerintahan, dan antar suku-nya
berperang melulu.
Khottam mulai berpikir, bagaimana caranya dia bisa menyatukan bangsa
Arab.
Pada abad ke-6 dan ke-7 Masehi, suasana Timur Tengah diwarnai oleh
fanatisme agama, terutama agama Katolik. Para Paus yang mendapat
dukungan kekuasaan dari pemerintah yang sedang berkuasa, kerap melakukan
pemaksaan dan penindasan terhadap kaum bidah. Acapkali perbedaan yang
ada, selalu diselesaikan dengan jalan kekerasan, hal mana dalam ajaran
aslinya, hal itu tidak pernah diajarkan. Pembantaian terjadi di
sana-sini, dan pengejaran terhadap kaum bidah dilakukan oleh pihak
penguasa atas perintah pemimpin gereja.
Orang-orang pada zaman itu, sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip
relijius. Mereka sangat percaya pada mistik dan hal-hal yang berbau
keagamaan. Mereka bahkan menjadikan patung-patung para santo/santa
sebagai rujukan permohonan doa-doa mereka agar sampai kepada Sang Ilahi.
Begitu relijiusnya kehidupan masyarakat kala itu, tentu cukup membawa
pengaruh besar bagi Khottam Halaby.
Hal inipun terimbas ke Arab. Beberapa orang Arab bahkan ada yang mengaku
nabi, di antaranya yang paling terkenal adalah Musailama, seorang nabi
perempuan. Jadi, Khottam Halaby bukanlah yang satu-satunya.
Demi cita-cita yang luhur itu, menaikkan derajat bangsa Arab dan agar
bangsa Arab tidak lagi dilecehkan oleh bangsa-bangsa lain, sebagai
bangsa yang bodoh dan tidak memiliki sejarah, tidak punya nabi sendiri,
dan tidak punya kitab suci sendiri, maka ia mengaku dirinya nabi di kota
Mekkah.
Ia ingin semua orang Mekkah mau mengakuinya nabi, sebagaimana nabi Musa
diakui oleh seluruh umat Yahudi. Untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya
benar-benar nabi, dia mengangkat isu "KEESAAN TUHAN". Ia harus berani
menentang keyakinan pagan orang-orang Quraish itu, dan ia harus berani
mempromosikan "TAUHID" kepada kalayak, agar dia tidak dituduh
macam-macam, hanya mempromosikan dirinya sendiri saja selaku nabi.
Ternyata, langkah yang diambilnya ini tidak bisa dibilang berhasil,
karena walaupun ada puluhan orang yang bersedia menjadi pengikutnya,
sebagian besar masyarakat Quraish menolaknya. Sampai dia hijrah, jumlah
pengikutnya tidak lebih dari 80 orang. Kegagalan Khottam ini dapat
dimaklumi, karena ia
tidak bisa
membuktikannya. Seorang nabi asli, akan dibekali BUKTI-BUKTI yang
sifatnya ADIKODRATI oleh Tuhan. Tetapi, seorang yang ngaku-ngaku nabi,
sudah barang tentu tidak ada sesuatu pun yang bisa dia tunjukkan. Ini di
luar dugaannya, sebab semula, dia tidak menyangka bahwa dirinya bakal
diminta menunjukkan bukti-bukti mujizat untuk membuktikan kenabiannya.
Akhirnya, dengan cara KEKERASAN-lah ia bisa sukses menggapai cita-cita
luhurnya.
Setelah hijrah ke Medinah, Khottam mendapat dukungan dari gerombolan
preman, para pengangguran, pencopet dan perampok yang selama ini mereka
memang suka mengganggu para pedagang Yahudi di kota itu. Orang-orang
Yahudi di kota Medinah tergolong orang-orang sukses, yang ulet dan rajin
bekerja. Itulah sebabnya, orang Yahudi di Medinah kaya-kaya dan banyak
hartanya, hal mana membuat orang-orang badui Arab Medinah merasa iri dan
timbullah kesenjangan sosial.
Dengan jalan KEKERASAN, memaksakan kehendak, merampok, menjarah dan
membunuh musuh-musuhnya secara kejam, hanya itu satu-satunya cara, agar
Khottam dapat sukses menjadikan bangsa Arab menjadi sebuah KERAJAAN
(NEGARA) yang PERKASA di antara bangsa-bangsa lain.
Setelah di Medinah itu, Khottam mengganti namanya sendiri dengan
"YANG MULIA", dalam bahasa
Arabnya AHMAD atau
MUHAMMAD.
Jadi, pada prinsipnya, ISLAM bukanlah
AGAMA. Muhammad alias Khottam Halaby ini merasa perlu melapisi
niat kebangsaannya itu dengan dalih AGAMA, sebab SUASANA KEAGAMAAN
MASYARAKAT TIMUR TENGAH ketika itu yang mempengaruhinya.
Begitu kuatnya pengaruh reliji dalam kehidupan masyarakat kala itu, maka
tidak ada cara lain yang lebih lihai kecuali memakai jurus reliji pula
untuk mempengaruhi orang lain agar bersedia ikut dengannya.
Muhammad telah berhasil membuat bangsa Arab yang semula diasingkan dan
disepelekan oleh bangsa-bangsa lain itu, merasa bangga, sebab kini Arab
punya AGAMA SENDIRI, punya NABI SENDIRI, dan bahkan punya TUHAN SENDIRI.
Tidak hanya itu, nasionalisme Arab menjadi bangkit berkobar-kobar dengan
penuh semangatnya sejak Muhammad sukses menguasai seluruh jazirah.
Bahkan setelah ia mati pun, para pengikutnya tetap meneruskan ambisi dan
cita-cita luhurnya itu, yaitu
MENAKLUKKAN DUNIA di bawah kekuasaan Arab.
ISLAM bukan agama. Islam adalah NEGARA ARAB.
Jadi, setiap orang yang mengaku beragama Islam, berarti dia telah
memilih menjadi WARGA NEGARA ARAB (dalam pengertian rohani).
Walau secara lahiriah, muslim adalah orang Indonesia, tapi secara jiwa,
ia bukan lagi orang Indonesia, tapi orang Arab.
Dan untuk membuktikan kesetiaan "para warga negara Arab" itu, mereka
diwajibkan untuk SUJUD MENYEMBAH ke arah NEGARA ARAB, dengan kota Mekkah
sebagai pusatnya. SUJUD MENYEMBAH
ke arah Negara Arab, sebagai tanda diri tunduk dan patuh pada PEMIMPIN
MEREKA yang ada di Arab, dengan Muhammad sebagai simbolnya, walau
Muhammad sudah digantikan oleh pemimpin Arab yang lain.
SUJUD TANDA KESETIAAN sebagai
WARGA NEGARA ARAB ini dilakukan
sesuai jadwal yang sudah ditentukan Muhammad, yaitu dimulai dari saat
Subuh, saat Duhur, Azhar, Maghrib dan Isyak. Jadi, sebanyak 5 kali
sehari (mulai pagi bangun tidur, hingga malam menjelang tidur) mereka
harus melakukan SEMBAH SUJUD itu kepada NEGARA ARAB.
Kita memang tidak menyadarinya, karena Arab dengan cerdiknya, membungkus
ritual sholat itu sebagai bentuk ritual relijius, AGAMA. Untuk OWO, kata
mereka. Untuk tanda ketaatan kita kepada OWO, "tuhan sang pencipta".
Padahal, sebenarnya semua ritual itu adalah untuk
TANDA
KESETIAAN MUSLIM sebagai BUDAK MUHAMMAD kepada NEGARA ARAB.
Sekali lagi, ISLAM
bukan
AGAMA. ISLAM adalah NEGARA ARAB.
Setiap orang yang mengaku Islam, berarti dia telah memilih untuk menjadi
"singkek", secara lahiriah ia orang Indonesia, tapi secara rohani, ia
adalah WARGA NEGARA ARAB.
Seringkali sahabat-sahabat saya yang Tionghoa mengadu pada saya,
"Pak, saya sering dikatain singkek oleh
orang Islam. Sebenarnya apa sih maksudnya, kok orang Islam suka mengatai
kami begitu? Bapak Duladi khan juga muslim, jangan-jangan bapak dalam
hati mengejek kami singkek pula."
Saya jawab, "Singkek itu
artinya orang yang secara lahiriah bangsa A, tapi hatinya bangsa B. Nah,
orang Islam itu menyadari kalau dirinya itu SINGKEK SEJATI, itulah
sebabnya mereka suka MALING TERIAK MALING. Karena muslim itu SINGKEK.
Kenapa mereka singkek sejati? Sebab secara lahiriah mereka orang
Indonesia, tapi hatinya Arab. Jadi, mereka itu singkek. Itulah sebabnya,
agar mereka tidak merasa singkek, mereka menuduh kalian lebih dulu
sebagai singkek. Persis sama seperti yang diperbuat Muhammad dahulu. Dia
ngarang-ngarang ayat dan bikin kitab suci sendiri, lalu mengklaimnya
"INI DARI ALLAH", tapi agar dia tidak dituduh, dia menuduh orang Yahudi
lebih dulu. Ini bisa kalian baca di Surat Al-Baqoroh ayat 79 kalau
kalian punya Alquran."
Mereka heran lalu bertanya, "Lho,
berarti singkek itu artinya negatif dong, Pak."
Saya tertawa, "Singkek-nya Tionghoa itu baik. Sebab apa? Secara lahiriah
orang Tionghoa itu khan berasal dari etnis bangsa Tiongkok. Tapi, orang
Tionghoa yang lahir dan dibesarkan di bumi Nusantara ini, hatinya sudah
tidak lagi tertuju pada daratan Tiongkok, tapi hatinya untuk bangsa
Indonesia yang tercinta ini. Jadi, kalau kalian dijuluki singkek oleh
orang muslim, kalian harusnya malah bangga. Ini khan berarti BAGUS dan
BAIK untuk negara dan bangsa kita, bangsa Indonesia. Tidak seperti
muslim, mereka lahiriahnya Indonesia, tapi hatinya Arab. Justru mereka
itulah yang mesti dikeplaki
kepalanya pakai sandal biar nyadar. Mereka itu goblok."
Salah seorang dari mereka, bernama Pak Hui, menyela sambil tertawa,
"Lho, sampeyan iki wong muslim kok
njelek-jelekkan agama sendiri, wah, jangan-jangan sampeyan iki bunglon."
Saya jawab singkat saja, "Memang saya
muslim di KTP, tapi hati saya sudah bukan muslim. Tapi tolong jangan
disiarkan ke mana-mana, lho, orang Islam itu berbahaya."
Sudah hampir 30 tahun ini saya merasa Kristen, walau secara lahiriah
saya kelihatan Islam tulen karena waktu sore hari sehabis mandi, saya
suka sekali pakai sarung dan kopya (untuk menutupi rambut saya yang
sudah banyak uban) sewaktu santai di rumah. Tapi dibilang Kristen sejati
pun tidak bisa, karena saya juga tidak pernah pergi ke gereja.
Hahaha..... Saya banyak mengenal Kristen dari teman-teman dan dari
membaca buku-buku serta literatur di internet.

PEMAKSAAN MASUK ISLAM, sama dengan MEMAKSA ORANG AGAR MENJADI WARGA
NEGARA ARAB, cinta pada Arab dengan segala budayanya, dan hidupnya
diabdikan untuk Arab
Kita lihat Persia, sekarang jadi Arab.
Mesir, sudah kehilangan jati dirinya, kini menjadi Arab.
Turki, Pakistan, Afghanistan, Irak, Sudan semuanya sudah jadi Arab.
Masih ingat dengan GERAKAN WAHABI? GERAKAN WAHABI adalah CITA-CITA
MUHAMMAD.
Sungguh bodoh, para ulama kita yang menampik hal itu dan menganggap
WAHABISME bukanlah cita-cita Islam. Wahabisme memang cita-cita Muhammad.
Dengan mencintai Islam, berarti Anda mencintai Arab.
Karena Muhammad sendiri sudah berkata:
Hadits Mishkat Vol. 3, no. 5751 melaporkan bahwa rasul berkata:
“Cintailah Arab karena tiga alasan karena
(1) Aku orang Arab (2) Quran dalam Bahasa Arab dan (3) lidah para
penghuni surga akan juga berbahasa Arab.”
Islam, identik dengan PENGUASAAN ARAB atas dunia:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1,
Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk
memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut
disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan
sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka
melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali
dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
HR. Ibnu Abbas:
''Barang siapa menukar agamanya (murtad),
maka bunuhlah dia!''
HR. Bukhari Muslim:
Dari Ibnu Mas'ud ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda, "Tidak halal darah seorang muslim yang bersyahadat bahwa
tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah,
kecuali
dengan salah satu dari tiga hal: [1] Seorang yang telah menikah namun
berzina, [2] Membunuh nyawa dengan tidak hak dan [3]
Orang yang meninggalkan agamanya (Islam)
serta meninggalkan jamaah.
Muhammad mengklaim, kerajaan Islam Arab diprediksi muhammad akan
menguasai seluruh dunia dengan 12 kalifah yang semuanya dari Arab!
Lihat, betapa hebatnya Arab khan?
MUSLIM, Book 020, Number 4483:
Dinarasikan oleh Amir b. Sa'd b. Abu
Waqqas yang berkata: Aku menulis (sebuah surat) untuk Jabir b. Samura
dan mengirimkannya lewat perantaraan budakku Nafi', memintanya untuk
memberitahu aku tentang sesuatu yang dia dengar dari Rasulullah SAW. Dia
menulis untukku (sebagai jawaban): Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda
pada Jumat malam, hari di mana al-Aslami dirajam sampai mati (atas
perbuatan zinah):
"agama Islam akan terus berlanjut sampai waktu hari kiamat, atau kamu
telah dipimpin secara penuh oleh 12 kalifah, mereka semua berasal dari
bani Quraish (Arab)".
MUSLIM, Book 020, Number 4480:
Dinarasikan oleh Jabir b. Samura yang
berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Islam akan terus berlanjut untuk
mencapai kejayaan hingga dipimpin 12 orang kalifah. Kemudian
Rasulullah SAW mengatakan sesuatu di mana aku susah memahaminya. Aku
bertanya pada ayahku: "Apa yang dia katakan?" Dia berkata:
"Dia bersabda bahwa semua dari mereka (12 kalifah) akan berasal dari
bani Quraish (Arab)."
Muhammad menegaskan kembali bahwa kekalifahan akan tetap di tangan Arab
meski penduduk dunia tinggal 2 orang saja! Luar biasa sekali.... Arab!
semuanya pasti jatuh ke tangan Arab...!
MUSLIM, Book 020, Number 4476:
Dinarasikan oleh Abdullah bahwa Rasulullah
SAW bersabda: "Kalifah akan tetap ada di
antara bani Quraisy sekalipun apabila tinggal 2 orang saja yang tersisa
di bumi."
Jadi jelaslah sudah, kalau menjadi Muslim berarti menjadi ANJING ARAB.
Salah satu bukti Islam bukan agama, tapi SEBUAH
NEGARA, yaitu ARAB, sebuah NEGARA dengan pemerintahan otoriter dan
diktator, serta berpaham IMPERIALIS, dapat dibaca dari pernyataan muslim
sejati, Pembawa Pedang:
3 in 1 Versi Quran
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=14250
JIHAD demi MEMBELA ISLAM
Seringkali muslim bangga, bila mendengar kata JIHAD. Mereka berpikir,
JIHAD adalah BERPERANG MEMBELA TUHAN. Atau, berperang membela agama.
Padahal,
Jihad membela Islam artinya sama dengan
JIHAD
MEMBELA NEGARA ARAB.
JIHAD itu artinya BERPERANG.
Jadi, kalau ada orang muslim berkata,
"Mari kita jihad,
setiap orang yang mengaku muslim wajib membela agama Islam."
Itu artinya sama dengan,
"Mari kita berperang
untuk membantu melanggengkan IMPERIALISME ARAB atas dunia."
Kenapa saya suka sekali menyebut NEGARA ARAB dan bukan ARAB saja? Karena
ajaran-ajaran Islam identik dengan aturan-aturan kenegaraan yang
otoriter dan diktator, sama sekali tidak mirip sebagai sebuah ajaran
agama, gak blass.
TUJUAN ISLAM jelas,
ingin
menguasai seluruh dunia.
Dengan jalan bagaimana? Dengan jalan memaksa, yaitu
PERANG.
Mengislamkan seluruh dunia, berarti sama dengan meng-Arabisasi-kan
seluruh dunia.
Mereka dipaksa untuk menjadi WARGA NEGARA ARAB (walau bukan warga kelas
satu, tapi warga negara kelas dua, sebab mereka secara lahiriah bukan
dari ras Arab berjenggot).
Bila Islam itu benar sebuah agama, tentu tidak seperti itu tujuannya,
dan cara-cara yang ditempuhnya akan jauh dari cara-cara iblis.
Tapi rupanya orang sudah telanjur percaya, bahwa Islam itu agama,
sehingga mereka dengan mudahnya ditipu dan diajak untuk BERBAKTI kepada
NEGARA ARAB.
Nanti, bila seluruh negara di dunia sudah berhasil DI-ARABISASI
semuanya, maksudnya sudah ISLAM TOTAL, maka tinggal KERAJAAN ARAB SAUDI
menuai hasilnya. Negara non-Arab yang berani membangkang, akan ditusuk
dari belakang seperti halnya Turki. Arab Saudi cuma menginginkan satu,
yaitu NEGARA ISLAM yang benar-benar TUNDUK pada pimpinan 1 KILAFAH, yang
berasal dari RAS ARAB asli, yaitu rasnya Muhammad, dari suku Quraish.
Ingat hadist-hadist di atas!
Apakah yang disebut KEJAYAAN (ZAMAN KEEMASAN) ISLAM pada abad
pertengahan itu dapat benar-benar disebut KEJAYAAN bagi umat manusia?
TIDAK!
Kejayaan bagi NEGARA & BANGSA ARAB, iya! Tapi bagi orang yang non-Arab,
adalah suatu penderitaan lahir batin. Sebab pada masa keemasan Islam
itu, peperangan terjadi di mana-mana, pembantaian dan perbudakan
merajalela.
Bayangkan, bila istrimu yang cantik dilirik oleh seorang EMIR ARAB, lalu
ia memintanya secara paksa darimu. Atau karena kamu tidak sanggup
membayar pajak, baik berupa zakat maupun jizyah, anak-anakmu yang
perempuan mesti dikorbankan, diambil dan dijual sebagai budak. Mereka
biasanya dijadikan pelacur atau gundik yang dihinakan.
Betapa malangnya dunia
ini, bila ISLAM (NEGARA ARAB) kembali berkuasa.
ISLAM bukanlah agama, ingat itu! ISLAM adalah SEBUAH KERAJAAN, SEBUAH
KERAJAAN ARAB.
Orang yang mengaku Islam, berarti ia sudah memilih untuk menjadi warga
negara kerajaan Arab.
Dan ia mau tidak mau, secara sadar maupun tidak sadar, ia akan dipaksa
atau pun sukarela, menjadi BABU-nya ARAB.
Pernyataan seorang "singkek" (=muslim) di
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=26652:
|
n1kko wrote: |
kalo kami rela
jadi budak arab... so what?
|
Kamu adalah PENGKHIANAT BANGSA.
Silakan kamu minggat, tidak usah hidup di Tanah Negeri Indonesia. Buat
apa kamu meneguk air Indonesia, makan hasil bumi Indonesia, tapi hatimu
condong pada ARAB? Goblok!
|
Nikko wrote: |
semoga arab menjadi bangsa makmur, kita
sebagai bangsa indonesia menunggu2 kejayaan arab seperti masa
daulah Abasiyah... menerangi dunia dengan obor ilmu
HIDUP ARAB...HIDUP ARAB... ARAB BERJAYALAH |
ARAB jaya, Indonesia akan dilindas.
Sudah banyak contohnya di depan mata, kau lihat negara-negara Arab di
Timur Tengah sana. Apakah mereka menjadi semakin makmur, DAMAI, dan
kebudayaan mereka semakin berkembang?
Apakah kamu senang Indonesia ini MENJADI ARAB seperti Irak, Iran,
Pakistan dan Mesir? Di manakah budaya warisan leluhur kita?
Muslim-muslim seperti NIKKO inilah yang mestinya disadarkan. Bila tetap
tidak mau sadar, mending mereka minggat saja dan tidak usah tinggal di
bumi Indonesia.
SHOLAT & PENGAJIAN, menempah pribadi-pribadi yang BERPIHAK PADA ARAB
Banyak di antara kita tidak menyadari, betapa liciknya Arab.
Lewat Islam-nya, kita sedang dibentuk dan dicetak menjadi orang-orang
"ARAB" blesteran.
Secara lahir, ia Indonesia, tapi secara batiniah, ia adalah WARGA NEGARA
ARAB.
Sejak masih kecil, mereka sudah didoktrin dan dicuci otak lewat
kegiatan-kegiatan sekolah mengaji dan ritual sholat, agar mereka menjadi
PECINTA ARAB, PEMIHAK ARAB, dan PEMBELA ARAB.
Itulah kenapa, doa-doa dalam sholat dilarang memakai bahasa kita
sendiri, tetapi HARUS memakai bahasa Arab.
Kita disuruh menghafal kata-kata Arab lewat pengajian-pengajian, agar
secara tidak disadari, proses Arabisasi itu meresap masuk ke dalam
sanubari kita. Kita akan kehilangan jati diri kita sebagai bangsa
Indonesia.
Saya lihat rumah-rumah tidak lagi dihiasai dengan hiasan pemandangan
alam Indonesia, tapi diganti oleh lukisan-lukisan Arab, seperti
gambar-gambar KOTAK HITAM Ka'bah, gambar masjidil Haram, dan
tulisan-tulisan kaligrafi Arab, yang justru memberi nuansa SETAN
(angker).
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |