|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Sejarah Masuknya Islam ke Cina
Jihad vs Cina 751M
http://www.historyofjihad.org/china.html
JIHAD DI CINA
Banyak orang heran mendengar ttg Jihad Muslim di Cina. Tetapi ini jelas
terjadi.
Dawat-ul-Islam (undangan utk memeluk Islam) yg dikirim ke negara2 spt
Persia yg Zoroastrian, Bizantin yg Kristen dan raja2 Kerala Hindu, juga
dikirim ke kaisar Cina. Cuma kaisar Cina tidak mengerti ultimatum itu
dan menyangka bahwa para ini merupakan pesan spiritual. Satu abad
kemudian pd thn 751, baru orang Cina bertatapan muka dgn bahaya Islam.
Selama thn 700-an, dibawah dinasti T'ang kekaisaran Cina sukses dlm
politik luar negerinya. Mereka merebut kembali wilayah2 mereka dan
menstabilisasi frontier Tibet. Mereka mengamankan rute dagang melewati
Asia Tengah dan membungkam ancaman2 dari orang2 Khitan dan Hsi. Akhir th
740an, pasukan Cina menyatakan kepemilikan atas Kabul dan Kashmir di
India. Tetapi kemenangan ini tidak berlangsung lama.
Mereka harus berhadapan dgn agresi Islam yg datang dari Persia. Kedua
kekuatan ekspansionis itu akhirnya bertatapan di Asia Tengah dan
pecahlah perang di Sungai Talas, satu2nya perang antara pasukan Muslim
Arab dgn tentara Kekaisaran Cina. Cina dipimpin Kao Hsien-chih dgn
pasukan 100,000 orang Cina, Muslim dipimpin Ziyad ibn Salih, wakil Abu
Muslim (orang Persia yg memeluk Islam), dgn gerombolan 40,000 Ghazi
(orang2 yg haus akan janji2 Islam berupa kekayaan rampasan perang,
wanita ataupun ke 72 huri di surga nanti).
Tgl 10 Juli 751M, tentara2 Arab dan Cina mengambil tempat di Aulie-Ata
di belakang sungai Talas. Kavalri Cina nampak lebih besar dari kavalri
Arab, tetapi pihak Arab diam2 bersekongkol dgn kontingen Turki (kaum
Qarluq) dalam tentara Cina, dgn menjanjikan mereka kekayaan dan
kebebasan kalau memeluk Islam dan mengelabui jendral Cina mereka. Pihak
Qarluq yg memang tidak suka dgn majikan Cina mereka, menganggapnya sbg
kesempatan utk mengalahkan Cina sambil merencanakan utk nantinya
mendepak Arab juga.
Pada perang Sungai Talas, kaum Qarluq memfitnah rakyat mereka sendiri
dan membelot ke pihak Arab. Ini meningkatkan kekuatan tentara Arab,
alhasil mereka mengepung tentara infanteri Cina dgn mudah dan membantai
mereka sampai tidak ada lagi tentara Cina yg bernafas.
Para pemanah Qarluq mengepung Jendral Cina, Kao, dan menembakinya dgn
panah berkali2. Dan pihak Arabpun melanjutkan tradisi mereka dgn
memotong kepala musuh dan mempertontonkannya didepan tentara musuh.
Pihak Cina yg tidak biasa dgn taktik perang biadab macam ini
morat marit dan bingung, tidak tahu siapa yg memerangkap mereka.
Pihak Arab menawan puluhan ribu Cina dan sekutu2 non-Qarluq Turki mereka
dan membawa mereka ke Samarqand dan kemudian ke Baghdad dan Damaskus utk
dijual sbg budak. Salah seorang tawanan Cina menyebut perlakuan di kamp2
penjara Arab mirip perlakuan terhdp ternak. Abu Muslim dan Ziyad
mendapatkan kekayaan besar dari perdagangan budak ini dan menggunakannya
utk membayar tentara mereka. Lebih penting lagi, Arab memaksa tawanan
Turki dan Cina utk mengajarkan mereka seni membuat mesin2 katapul dan
kereta2 penyerang, yg oleh Muslim2 Turki dimanfaatkan secara sukses dlm
serangan melawan kota2 Bizantin.
Kaum Qarluq Turki menginginkan kemerdekaan dari Cina shg mereka berpura2
memeluk Islam agar mendapatkan dukungan Arab. Namun mereka tidak sadar
bahwa sekali mereka memeluk Islam, mereka tidak boleh meninggalkannya.
Pihak Qarluq dipaksa utk tetap memeluk Islam dan mereka yg menolak
dihukum mati atau diperbudak.
Sejarah kaum Qarluq kemudian menunjukkan bahwa setelah bebas dari Cina
mereka tetap sbg satelit Arab tanpa kemungkinan membebasakan diri dari
Islam. Konversi licik terhdp kaum Qarluq ini mengakibatkan konversi
bangsa2 Turki kedlm Islam dlm abad 750 sampai 1050. Perjanjian ini
mengakibatkan Turki diperbudak Islam selama2nya.
Dampak pertempuran ini sangat penting. Arab kehilangan kesempatan utk
mengIslamkan Cina, sementara itu, dinasti T'ang kehilangan kekuasaan
karena ekspansi ke wilayah barat terhenti. Walau Muslim menang dlm
pertempuran ini, mereka mendptkan lebih banyak musuh. Kebencian dari
pihak Turki-Mongol-Cina --yg semakin besar sejak serangan Muslim pertama
terhdp wilayah2 Turki di pertengahan abad 7, yg dibawa ke perbatasan
Cina th 751 di Pertempuran Sungai Talas-- memprovokasi balasan keras
Mongol melawan Muslim. Setelah kemenangan di Talas, perlawanan Cina dan
sekutu2 Turko-Mongol mereka terhdp Muslim semakin meningkat. Akhirnya
Muslim memutuskan utk berkonsentrasi bagi pemusatan kekuatan di Asia
Tengah dan memaksa orang Turki memeluk Islam.
Oleh karena itu mereka menunda invasi mereka ke Cina. Keputusan inilah
yg melindungi Cina dari Islam. Di abad2 berikutnya, pihak Mongol
mengumpulkan kekuatan utk membalas serangan Muslim yg akhirnya berakibat
pd penjarahan dan penghancuran Baghdad oleh Hulagu Khan, pemimpin
Mongol.
Namun kemenangan Muslim di sungai Talas sayangnya berakibat pemaksaan
Islam terhdp kaum Qarluq Turki, yg kemudian disusul dng kaum Ughir dan
Hui (saudara kaum Han). Orang Cina yg memeluk Islam secara bertahap
meninggalkan warisan budaya kaya Cina mereka dan mengalami Arabisasi,
walaupun tetap berwajah Mongoloid.
Kini, keturunan Hui, Ughir, dan Qarluq menduduki provinsi Cina paling
barat, Xinjiang dan menginginkan negara Islam terpisah bernama
Turkestan, yg sejauh ini berhasil dibendung Cina. Banyak dari mereka
mendukung Al Qaeda.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |