|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Isra Miraj: Sejarah dan Kejanggalan
ISRA MIRAJ ANTARA DOGMA DAN KHAYALAN
Author : Andy Saputra. M
Translator : Salib Ahmeed Al Banjari
Islam pada hakekatnya menyatakan dirinya sebagai “Rahmatan lil ‘Alam”
melalui Muhammad, via Jibril di Gua Hira. Islam berasal dari kata
“Salaama” (السَّلْم) yang berarti damai (?? ada yg meragukan ini !),
sesuai dan seturut dengan pernyatan Qur’an, saya berikan kutipannya:
021.107 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
021.107 We sent thee not, but as a Mercy for all creatures.1
Islam juga memberikan penghargaan (penghormatan) kepada para Nabi
terdahulu dan juga mengajarkan syari’at yang telah diturunkan oleh Allah
kepada nabi atau rasul terdahulu2, dan Islam juga dengan (Qur’an)nya
merupakan suatu petunjuk dan pembanding kitab – kitab sebelumnya3, tapi
walhasil Qur’an gagal membuktikan kebenarannya yang berasal dari Allah
dan juga gugurlah pernyataan Allah bahwa Qur’an adalah kitab yang
mulia4, dan juga Qur’an gagal sebagai Nurul Alam seperti yang dikatakan
Allah5, serta Qur’an juga gagal memberikan bukti – bukti yang shahih dan
rahmat bagi kaum beriman seperti yang dikatakan Allah6, serta juga
Qur’an gagal memberikan penjelasan yang sejelas – jelasnya bagi kaum
beriman seperti yang dikatakan Allah7, serta Allah gagal memelihara
kebenaran Qur’an8, serta Qur’an juga gagal agar orang dapat berolah
pikir yang benar9, lagi – lgi Qur’an juga gagal memberikan hal – hal
secara terperinci10 serta lagi Qur’an juga gagal yang konon katanya
tidak ada hal – hal yang membengkokkan didalamnya11 dan juga memberikan
kesaksian bahwa terdapat banyak pertentangan didalamnya dan juga
memperkuat bahwa Qur’an buatan Muhammad12 dan Qur’an juga bukan berasal
dari ilmu Allah melainkan dari pengetahuan Muhammad yang “copy paste”
dari kitab sebelumnya13.
Wahyu yang diberikan Allah kepada Muhammad via Jibril banyak sekali
mengandung “ historical errors”, yang mana perlu dikaji ulang dan
dianalisa lagi tentang kebenaran dan keabsahan Al – Qur’an agar banyak
orang tidak terpengaruh oleh buaian “nina bobo” dari sang Nabi tercinta.
Maka marilah kita menguji kebenaran Al – Qur’an mulai dari sejarahnya
hingga tentang sejarah yang lain, yang mana konon merupakan Ilmu Allah,
yang seharusnya terperinci, tidak bengkok, dan tidak ada “crush” di
dalamnya. Atas nama kejujuran yang dilimpahkan oleh Allah dan atas idzin
Sayidinia Al Maseeh Al Mukhallish Al ‘alam marilah kita telaah kebenaran
Qur’an.
BAB I : SEJARAH ISRA MI’RAJ MUHAMMAD
Islam yang merupakan agama 'damai' (السَّلْم) yang mana sumber segala
rahmat Allah yang Ilmu – Nya menurunkan Qur’an sebagai petunjuk bagi
seluruh Ummat, dalam buku Allah (Qur’an) yang mana sangat terperinci
dalam mediktekannya kepada Muhammad via Jibril.
Pada hakekatnya umat Islam mengakui secara lisan, tulisan, dan hati
bahwa Allah telah menurunkan (Nazil) Al – Qur’an kepada Muhammad via
Jibril, dan tidak satupun yang diubah, dan umat Islam percaya bahwa
pengajaran (As – Sunnah) yang diajarkan oleh Muhammad benar – benar
merupakan suatu petunjuk serta penuntun dalam kehidupan umat Islam
hingga akhir zaman, sesuai dan seturut dengan pernyataan Muhammad yang
tercatit dalam suatu Hadith, saya berikan kutipannya:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ
أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ
وَسُنَّةَ نَبِيِهِ
(وراه مالمك)
‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang
kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada
keduanya; yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’
(HR. Imam Malik)
Baiklah, kita ambilkan saja suatu contoh tentang Isra Mi’raj Muhammad
untuk menguji keterperincian Qur’an serta ke tidak bertentangan antara
ayat yang satu dengan yang lain. Umat Islam meng – claim bahwa Muhammad
dihantarkan oleh Allah dalam suatu peristiwa yang amat sakral antara
Allah dan mahluqnya (Muhammad), yakni Isra Mi’raj, yang mana Isra Mi'raj
Muhammad merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena
pada peristiwa ini Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan Shalat
lima waktu sehari semalam.
Isra Mi'raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah. Pada
peristiwa Isra Mi'raj dapat dikatakan terbagi dalam 2 peristiwa yang
berbeda. Dalam Isra, Muhammad "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari
Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Muhammad
dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat
tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT
untuk menunaikan Shalat lima waktu.
Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga,
karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi
lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini.
Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal
yang membuat Muhammad sedih.
Isra Mi’raj ini di-record serta dicatat dalam sebuah Qur’an yakni TQS
17:1, yang mana mengisahkan bahwa Allah mengangkat Muhammad kehadirat –
Nya. Berikut saya berikan ayatnya dalam tiga versi yakni Arab, Inggris,
dan Indonesia:
17:01 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ
لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ14)
17:01 Glory to (Allah) Who did take His servant for a Journey by night
from the Sacred Mosque to the farthest Mosque, whose precincts We did
bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the
One Who heareth and seeth (all things).15)
17:01 Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami
berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari
tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui.16)
Marilah kita uji pandangan para Islamic Scholar ini yang mana sambil
menunjukkan hujah – hujah yang kebudak – budakan, tetapi Saya TEKANKAN
disini bahwa saya tidak pernah menghina Muhammad dan Qur’an, tetapi
sebagai pembanding dan penguji keterperincian antara Qur’an dan Hadith.
Saya tampilkan beberapa pendapat para Mullah dari Agama Islam tentang
Isra Mi’raj Muhammad, diantaranya adalah Syed Abu Ala Maududi, saya
berikan kutipannya:
“This sura (verse) is a wonderful combination of warning, admonition,
and instruction which have been blended together in a balanced
proportion……..Accordingly convincing arguments have been put forward to
prove that the Koran is the book of Allah and its teachings are
true……..Besides these Muhammad the prophet has been instructed to sticks
firmly to his stands without minding the opposition and difficulties
which he was encountering and should never think of a making a
compromise with unbelief (Christians and Jews) ……. Moreover salat was
prescribed in order to reform and purify their souls as if to say (this
is the thing) which will produce in you to those high qualities of
character which are essential for everyone who intends to struggle in
righteous way incidentally we learn from tradition in Hadith Shahih
Buchari and Muslim that Mi’raj was the first occasion on which the five
daily prayers were prescribed to be offered at fixed time.”
[At Tafsir (exegesis) Syed Abu Ala Maududi, Sura Al Isra]15)
Dalam dalil yang dikemukakan oleh Pemikir Islam ini akan saya tarik
benang merah yang mana akan menunjukkan ketidak mampuan pemikir Islam
ini dalam menganalisa dan berolah pikir tentang bukti – bukti ketidak
benaran cerita tentang Isra Mi’raj Muhammad ini, berdasakan sumber
mereka sendiri, yang mana dalam hal ini para Islamic Scholar melancarkan
teknik “taqiyya” untuk membela ketidak benaran cerita ini (TQS 17:01).
Marilah kita buka dengan hati yang ikhlas dan ridho, serta menggunakan
akal sehat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita untuk menguji
kebenaran Qur’an tanpa ada paksaan dan caci – maki. Apabila kita
analogikan antara Qur’an dan tafsir diatas maka kita akan menemukan
kejanggalan yang ada diantaranya adalah:
1.Bagaimana mungkin Allah lupa mencatatkan dan menyampaikan kepada
Muhammad via Jibril kedalam Kalam Allah (Qur’an) tentang satu halpun
dalam tata cara salat?
2.Kenapa harus mencari tata cara salat kedalam Hadith Shahih Buchari, ra
dan Muslim yang jaraknya sangat jauh setelah kematian Muhammad?
Ini merupakan hal yang sangat luar biasa, serta mengandung takhayul
(tathayyur) dan perlu direnungkan kembali oleh Islamic Scholar yang ada
diseluruh dunia sebelum mereka membual tentang kebenaran Qur’an sebagai
Kalam (firman) Allah yang kekal.
BAB II : KEJANGGALAN ISRA MI’RAJ
MUHAMMAD
Pada Bab I diatas kita telah menyinggung tentang asal usul Isra Miraj
Muhammad yakni 27 Rajab 11 H dari Masijidl Aqsa ke Masjdil Haram lalu ke
Sidratul Muntaha dengan menggunakan Buraq (bukan nama pesawat).
Marilah kita menelaah pemahaman budak – budak Muhammad ini (pemikir
Islam) yakni Armansyah (sila clic di
http://www.geocities.com/arman_syah/) apabila anda membacanya maka
akan tertawa terbahak – bahak karena sangat lucunya pemahaman budak
Muhammad yang satu ini.
Saya ambilkan kutipan pemahaman dari budak yang satu ini:
“Kalimat ini memberi pengertian bahwa Nabi Muhammad Saw itu di Asraa kan
dalam pengertian di mi'rajkan oleh Allah, bukan Asraa dengan sendirinya
alias kehendak Muhammad sendiri dan juga bukan atas kepintaran yang ada
pada diri Nabi Muhammad, tetapi dengan keilmuan dan kekuasaan Allah yang
memperjalankannya. Disamping itu, kata-kata "Bi'abdihi" ini dapat
dipakai untuk memberikan jawaban penolakan atas orang yang berpendapat
bahwa perjalanan malam Nabi Muhammad Saw ini hanya terjadi dengan ruhnya
saja tanpa dengan jasadnya, sebab kata-kata "abd" (hamba) itu dipakai
untuk ruh beserta jasadnya sekaligus, bukan untuk ruh saja atau jasad
saja, sehingga tidak ada orang yang mengatakan ruh itu sebagai "abd"
atau jasad yang tidak ber-ruh sebagai 'abd. Setelah sekian lama saya
mencoba menyelidiki, mendalami, dan menganalisa serta mempertimbangkan
dari beberapa sudut keilmuan modern dan pendapat para alim ulama,
akhirnya saya berkesimpulan bahwa Masjidil Aqsha tempat Nabi Muhammad
Saw melakukan "kunjungan" itu TIDAK TERLETAK DIBUMI. Cukup logis saya
rasa penjelasan saya ini, dan jauh dari sifat yang mengada-ada serta
tidak jelas.”
Pada kutipan yang saya ambil diatas nyatalah budak Muhammad yang satu
ini tiada pernah membaca satu halpun dalam Hadith baik Buchari maupun
Muslim. Nyatalah bahwa antara Mullah Agama Damai telah tertipu oleh
heresy yang diajarkan oleh Muhammad. Analisa budak Muhammad yang satu
ini telah heterodox (meyimpang) dari fakta real yang ada dilapangan.
Budak yang satu ini telah menafsirkan cerita tathayyur (khayalan) ini
menjadi sebuah yang real, yang lebih memalukan lagi budak ini menghayal
bahwa Muhammad telah di Mirajkan ke langit ke -7 yang bukan dari bumi,
sungguh sangat memalukan bagi Islamic Scholar yang satu ini yang tiada
mengerti lagi tiada mengetahui seluk beluk cerita ini, hanya Syaikh
Maududi lah yang mengakui kebobrokan cerita ini bahwa tata cara shalat
dan Isra Miraj sebagian besar berasal dari Hadith Sahih Buchari dan
Muslim.
Maka baiklah saya memaparkan sedikit ulasan tentang Masjidil Aqsa yang
sebenarnya berdasarkan sumber mereka sendiri dan fakta real di lapangan,
tanpa ada paksaan, caci maki, dan hinaan kepada Agama lain tetapi
memberikan sedikit ulasan dan pencerahan agar tidak tersesat oleh heresy
yang namanya Islam. Maka bi – Idzin Al Maseeh dan perlindungan dari Roh
Kudus akan saya paparkan dan ulaskan secara terperinci, Amien.
Masjidil Aqsa merupakan kawasan bagian dari kompleks bangunan suci yang
berada di Yerusalem dikenal dengan nama Al Haram asy Syarif bagi umat
Muslim. Literature Islam menyatakan bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul
Muntaha dari lokasi ini pada tahun 621 dan menjadikan Masjid ini sebagai
tempat suci Islam yang ketiga.
Menurut keterangan diatas hal tentang Isra Miraj ini sangat rancu,
kenapa saya bilang begitu??? Karena Masjidil Aqsa tiada pernah ada pada
zaman Muhammad, karena Masjidil Aqsa yang sebenarnya dibangun oleh
Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah pada tahun 66 H
selesai hingga 73 H. Hal ini sangat rancu lagi absurd tentang cerita
ini, dapatkah ummat Islam menjawabnya????
Hal aneh lagi terus datang seputar Isra Miraj Muhammad, saya pernah
membaca di HS Buchari Vol 004 Book 055 No 636, saya ambil kutipannya:
“Volumn 004, Book 055, Hadith Number 636.
Narated By Abu Dhaar : I said, "O Allah's Apostle! Which mosque was
built first?" He replied, "Al-Masjid-ul-Haram." I asked, "Which (was
built) next?" He replied, "Al-Masjid-ul-Aqs-a (i.e. Jerusalem)." I
asked, "What was the period in between them?" He replied, "Forty
(years)." He then added, "Wherever the time for the prayer comes upon
you, perform the prayer, for all the earth is a place of worshipping for
you."”
Hal yang sangat janggal dan penuh kekarutan terjadi dikarenakan cerita
ini, bahwa kita dapat menarik suatu kesimpulan dari ajaran Muhammad ini
bahwa Masjidil Aqsa berada di Jerusalem.
Kita dapat melihat dan menguji serta mengkalkulasikan hitungan dari Nabi
tercinta ini, Muhammad bersabda bahwa jarak kedua Masjid ini adalah 40
tahun. Maka baiklah kita mengujinya.
Menurut Islam bahwa Masjidil haram dibangun oleh Sayidina Abraham yang
pernah hidup di bumi ini 2000 BC, serta Masjidil Aqsa ini merupakan
masjid yang dibangun diatas reruntuhan bangunan Haeekal (Bait Allah)
oleh Salomo, yakni 958 – 951 AD, maka kalkulasi yang benar adalah 1040
tahun. Menurut Muhammad bangunan ini jaraknya adalah 40 tahun jadi telah
meleset 1000 tahun. Kenapa Nabi suci ini meleset dalam perhitungan yang
segampang ini, kemungkinan besar Muhammad mengarang dan mengalami
disorientasi waktu dalam perhitungannya, sungguh memalukan bagi Nabi
yang satu ini yang tiada pernah berhitung dan lagi penuh dengan
kekarutan dan absurd.
Pertanyaan saya bagi Islamic Scholar adalah:
1.Bagaimana mungkin Allah lupa mencatitkan dan menyampaikan kepada
Muhammad via Jibril kedalam Kalam Allah (Qur’an) tentang satu halpun
dalam tata cara salat?
2.Kenapa harus mencari tata cara salat kedalam Hadith Shahih Buchari, ra
dan Muslim yang jaraknya sangat jauh setelah kematian Muhammad?
3.Lalu dimana letak Masjidil Aqsa yang sebenarnya, kalau menurut Nabi
anda jelas – jelas menunjukkan letaknya di Yerusalem????
4.Kalau memang letaknya adalah di Yerusalem sesuai dengan ucapan nabi
anda, kenapa para Scholar baik orientalis maupun zaman dulu tidak pernah
mencatitkan tentang Masjid ini???
5.Setau saya Masji Aqsa ini tiada pernah dibangun sebelum atau pada
waktu zaman Muhammad, kenapa Islam mengarangnya???
6.Kenapa terjadi kesalahan dalam pengkalkulasian tentang rentang waktu
pembangunam kedua masjid ini oleh Muhammad???
ISRA
MIRAJ : menutup bukti zinah Muhamad dgn Umm Hani
PERJALANAN KE
SURGA KETUJUH DARI RUMAH JANDA (baca : Muhamad berzinah lagi !)
Thn 620M, saat Muhamad masih menjaga 'low profile' di Mekah, dikatakan
bahwa-karena alasan tidak jelas-ia suatu malam tidak di rumah saudara
sepupunya, Umm Hani.
Ia janda yg suaminya mati saat pasangan itu tinggal di Abyssinia. Pd
tengah malam, malaikat Jibril datang dan "mendepaknya dgn kakinya"
(Martin Lings, op. cit. p. 101). Muhamadpun bangun dan ia langsung
ditranspor ke Yerusalem menaiki "kuda bersayap dgn wajah wanita dan ekor
burung merak," yg diseut dgn Buraq. Saat disana, Muhamad mengikat sang
Burraq disebuah tiang dan setelah itu memimpin doa dgn nabi2 jaman dulu,
termasuk Adam, di tempat suci yg dinamakan the "Dome of the Rock."
Para penafsir Islam mengatakan bahwa tempat suci itu masih dlm bentuk
puing2 sejak 40 tahun naiknya Kristen ke surga sampai jaman Kalif Omar
(634-644) yg merestorasinya kedalam bentuk aslinya. Bgm Omar memiliki
design orisinal tempat suci itu merupakan sebuah misteri yg belum
terjawab.
Ttg masalah moralitas, para pengritik mempertanyakan tujuan Muhamad
sampai saat tengah malam masih berada disebuah rumah seorang janda,
yg tinggal sendiri, dan keputusan TUhan utk mengudangnya ke surgaNya
dari rumah sang janda, dan bukan dari rumahnya sendiri. Nampaknya
Muhamad menciptakan cerita Isra Miraj itu utk mengalihkan perhatian dari
kehadirannya di rumahnya Umm Hani.
Walau orang Mekah dulu pemeluk polytheis, mereka sangat menghormati
rekan2 mereka yg mati dan tidak akan melakukan hal2 yg akan membuat
sakit hati jiwa2 yg sudah berangkat ke akhirat, spt suaminya Umm Hani,
misalnya.
Berzinahpun dianggap hal terlarang saat itu. Tapi Muhamad gagal mematuhi
standar moral tsb dan segera setelah kematian Khadijah, ia kelihatannya
blingsatan memenuhi nafsu seksualnya dng Umm Hani.
Keesokan harinya, penduduk ingin tahu dimana gerangannya malam
sebelumnya. Karena tidak mau membocorkan rahasia indehoynya, ia
mengatakan bahwa ia sedang jalan2 ke dunia lain. Mengingat perjalanan
itu tidak melibatkan keikutsertaan manusia lain, maka tidak ada manusia
lain yg ditanyakan kebenarannya, hal yg bisa menghancurkan karir
kenabiannya.
Pendahuluan.
Enoch di Bibel ada di Genesis 5:21-24, di Quran di sebut dengan nama
nabi Idris, yang diangkat ke surga.
Menurut Genesis 5:24, Enoch diangkat kelangit. Berdasarkan ayat itu
dibuat buku berjudul 1 dan 2 Enoch. Buku enoch penuh dengan kejadian
spektakuler, dan berbeda dengan Bibel Perjanjuan Lama (Tanakh) yang
tidak akrab dengan Neraka dan Sorga yang bertingkat-tingkat.
Buku 2 Enoch ditulis antara 150-80 Sebelum Masehi, yang copynya juga
ditemukan di kumpulan naskah Qumran, adalah kitab Apocrypha Yahudi atau
Pseudogrypha atau Kitab yang tidak diakui oleh orang Yahudi (juga
Kristen), yang isinya menceritakan kenaikan nabi Idris (Enoch)
Sebagai bacaan dan cerita cukup digemari oleh orang Kristen abad-abad
pertama sampai ke empat.
ISRA MIRAJ MUHAMMAD.
Muhammad didatangi Jibril. Kemudian dengan menaiki Buraq Muhammad di
bawake ke Bayt Al-Maqdis (Jerusalem). Dari situ Muhammad di ajak ke
Surga.
Muhammad dibawa ke surga yang pertama. Di sana Muhammad bertemu dengan
Adam.
Kemudian Nabi dibawa ke surga kedua, bertemu dengan Yahya dan Isa dan
berdoa bersama.
Kemudian Nabi dibawa ke surga ketiga.Nabi bertemu dengan Nabi Yusuf.
Di surga keempat nabi bertemu dengan nabi Idris.
Di surga keempat nabi bertemu dengan nabi Harun.
Di surga keenam Muhammad disambut dan didoakan oleh Nabi Musa.
Di surga terakhir dalam mi'raj Nabi, surga ketujuh, bertemu Ibrahim dan
70 ribu malaikat.
Setelah itu Nabi dibawa ke Sidrat Al-Muntaha, yang dibatasi oleh pohon
khuldi, dan tak seorangpun boleh melewati batas ini.
Di Sidrat Al-Muntaha Muhammad menerima perintah shalat langsung dari
Allah Mula-muladiperintahkan untuk menjalankan 50 kali sehari ibadah
shalat wajib.
Nabi turun sampai ke surga keenam, dan bertemu Nabi Musa. Setelah
konsultasi dengan Musa, nabi minta pengurangan Shalat menjadi 5 kali.
Yang setiap shalatnya diberi reward 10 point (kayak citi bank aja).
ISRA MIRAJ DENGAN KISAH NABI HENOKH
KENAIKAN ENOCH (IDRIS)
Perbedaannya dengan Muhammad, Surga Enoch terdiri dari sepuluh tingkat.
dan tidak bertemu dengan nabi, kerena belum ada nabi selain Adam.
Pasal 1 : Enoch didatangi sepasang malaikat, yang sangat besar, dan
berbaju putih dan bersayap,
Pasal 3 : Enoch dibawa ke Surga tingkat pertama, dan menempatkannya
diawan.
Pasal 4 : Melihat 200 malaikat bersayap mengatur bintang dan melayani
sorga.
Pasal 7 : Enoch dibawa ke surga tingkat ke dua,melihat kegelapan,
tawanan tawanan yang sedang disiksa. Enoch bertanya jawab mengenai hal
tsb.
Pasal 8 : Enoch dibawa ke surga tingkat tiga, melihat taman Eden, dan
neraka
Pasal 11 : Enoch dibawa ke surga tingkat empat, mempelajari matahari dan
bulan.
Pasal 18 : Enoch dibawa ke surga tingkat lima.
Pasal 19 : Enoch dibawa ke surga tingkat enam.
Pasal 20 : Enoch dibawa ke surga tingkat tujuh.
Pasal 20 : Enoch melewati dan
melihat surga tingkat delapan dan sembilan.
Pasal 22 : Enoch sampai ke surga tingkat sepuluh bertemu muka dengan
Tuhan
(dalam versi Muhammad, Sidrat Al-Muntaha). Enoch menerima wahyu dan
perintah dari Allah. Tentu saja tidak berkonsultasi dengan Musa, kerena
Musa belum ada.
Selama perjalanan, Enoch juga berbicara dengan Jibril.
PENUTUP.
Kita tidak tahu, apakah perjalanan Muhammad itu, mimpi, atau kisah
perumpamaan.
Yang jelas Muhammad kelihatannya terobsesi oleh cerita Enoch. Entah
mimpi atau hayalan, yang jelas shalat wajib didasarkan pada cerita di
atas.
Wallahualam bishawab.
http://www.thenazareneway.com/book_of_the_secrets_of_enoch.htm
http://www.newadvent.org/cathen/01602a.htm
PENDAPAT-PENDAPAT PARA AHLI TENTANG ISRA MIRAJ
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan fenomena
yang telah mengundang kontroversial bagi semua orang sampai pada
sekarang ini, termasuk umat Islam.
Kontroversi tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa Isra’ dan
Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke-11 dari kerasulan Nabi
Muhammad SAW. Lihat :
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam
dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui”.
(Q.S. Al-Israa’: 1).
Kelompok ‘Aqlaniyyah telah menguji kebenaran peristiwa tersebut yang
diawali langsung oleh Abu Jahal . Abu Jahal menyuruh Nabi untuk
mengangkat kedua-dua belah kakinya, namun Nabi tidak melakukannya
sebagimana yang disuruh oleh Abu Jahal. Hal ini telah memperkuat
keyakinan mereka untuk terus mengingkari ajaran yang telah dibawa oleh
Rasulullah selama-lamanya. Bagaimana mungkin mereka bisa percaya
terhadap peristiwa Isra’ dan Mi’raj, sedangkan Rasul tidak mampu untuk
mengangkat kedua-dua belah kakinya. Sebenarnya peristiwa Isra’ dan
Mi’raj merupakan bagian dari manuver politik untuk meyakinkan
pengikutnya.
Maka Abu Jahal mengklaim bahwa Nabi telah melakukan pembohongan terhadap
masyarakat karena bagi mereka peristiwa Isra’ dan Mi’raj terjadi sudah
diluar batas kemampuan logika dan tidak sesuai dengan fakta sejarah.
Isra ialah perjalanan Nabi secara mendatar Nabi dari Mekah ke Masjidil
Aqsa di Jerusalem. Dari sana Nabi terus di Mi'raj ke langit dengan
menaiki hewan yg dikenali sebagai Buraq dan sebelum malam berakhir Nabi
telah kembali ke Mekah. Tapi masalahnya Buraq tidak ada dalam Quran.
Ketidak konsistennya antara Al Qur'an dgn peristiwa ini adalah : Nabi
Muhammad menerima Quran sekitar umur 40 tahun dan menerima perintah
solat pada umur Nabi 50 tahun sehingga timbul pertanyaan kok begitu lama
perbedaan waktunya.
Hingga Muhammad SAW wafat yaitu 12 Rabiul awwal tahun 11 Hijriah atau 8
Juni 632 Masehi, Masjidil Aqsa belum pernah ada, baru kemudian Masjidil
Aqsa itu mulai dibangun oleh Kalifah Umayah pada tahun 691 Masehi. Dan
diselesaikan oleh pembangunannya oleh Kalifah Walid pada tahun 715
Masehi. Jadi Masjidil Aqsa mulai dibangun setelah 59 th wafatnya Nabi.
Sehingga banyak aliran Aliran yang berpendapat Israa Miraj adalah mimpi
belaka.
Mengapa nama masjidil Aqsa bisa tercantum dalam
alquran padahal pada masa Moh hidup, masjidil aqsa belum ada.....
Aquran baru di munculkan "di kumpulkan" jauh setelah Mohammad wafat.
Di kumpulkan oleh penerus mohammad.
Al aqsa di bangun oleh penerus Mohammad jauh setelah Mohammad wafat.
Bisa di duga dengan jelas bahwa nama mohammad atau segala sesuatu yang
berhubungan dengan Moh dipakai sebagai alat politik oleh para penerusnya
untuk memperkuat kekuasaan dengan cara menguatkan fanatisme
rakyatnya(umat) terhadap islam.
Fanatisme adalah cara yang cukup efektif untuk memperkuat kekuasaan
kerajaan. Yang dimunculkan adalah fanatisme islam.
Katanya perintah sholat turun dalam isra miraj
melalui masjidil aqsa.
Kalo ternyata masjidil aqsa itu sendiri tidak pernah ada semasa Mohammad
hidup, berarti isra miraj itu tidak pernah terjadi.
Dan kalo isra miraj itu tidak pernah terjadi, berarti perinta sholat itu
sebenarnya tidak pernah ada.
Jadi ngapain muslim selama ini nungging-nungging 5 kali sehari?
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/masjidalaqsa.htm
MASJIDIL AQSA
Muslim benar-benar percaya bahwa Allah
memberikan Quran secara langsung kepada Muhammad
melalui Gabriel, dan tidak ada satupun yang
diubah.
OK, mari kita uji pernyataan di atas. Ada Hadith
yang menceritakan Muhammad pada suatu malam,
menaiki seekor kuda bersayap yang membawa dia ke
Masjidil Haram kemudian ke Masjidil Aqsa (di
Yerusalem) dan kemudian ke langit tingkat 7,
dimana kepadanya diperlihatkan surga dan neraka,
dan kemudian dibawa kehadapan Allah. Cerita ini
diterima oleh semua Muslim dan disebut dengan
Mi’raj, yang juga tercatat dalam Quran.
Quote:
|
Quote: |
| 17:1. Maha Suci Allah,
yang telah memperjalankan hamba-Nya pada
suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al
Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan
kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia
adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. |
Ok-lah, mari kita berbaik hati dengan menganggap
kalau kuda-poni bersayap milik Muhammad bisa
terbang dengan kecepatan cahaya (kecepatan yang
tercepat di jagad raya ini). Maka menurut
perhitungan ilmuwan dibutuhkan waktu 8 tahun
untuk mencapai tata surya terdekat dan 30 juta
tahun untuk mencapai batas alam semesta yang
dikenal manusia saat ini. Padahal Muhammad hanya
punya 1 malam, jadi menurut Quran,surga jaraknya
tidak akan lebih dari 0.03% dari tata surya
terdekat. Jadi lumayan dekat-kan jarak
surga-bumi. Apalagi kalau kita tinjau lebih
jauh, bahwa tidak mungkin kuda poni bisa terbang
di luar atmosphere bumi, tentu jarak surga
sebenarnya menurut Quran adalah lebih dekat
lagi. Saya sangat heran, mengapa dengan
teknologi yang sekarang kita punya tidak
seorangpun yang menemukan dimana surga itu,
walaupun jaraknya sangat dekat? Hal yang lain
yang janggal adalah, mengapa Muhammad harus
pergi dulu ke Yerusalem (Masijidil Aqsa) sebelum
pergi ke surga, apakah pintu gerbang surga ada
di Yerusalem?
Hal
yang paling aneh dari cerita ini adalah,
Masjidil Aqsa yang menjadi spot penting di
cerita ini, sebenarnya dibangun sesudah Muhammad
wafat.
Ketika Omar menaklukan Yerusalem, maka kemudian
ia sholat di suatu tempat yang dulunya adalah
Bait Sulaiman. Bangsa Roma menghancurkan kuil
ini pada 70 Masehi. Sejak saat itu, tidak ada
kuil, gereja, atau masjid di tempat itu. Tapi
kemudian Calif Abd-Malik ibn Marwan yang
akhirnya membangun Dome of the Rock pada tahun
691 masehi, atau 72 tahun sesudah hijrah. Dan
Masjidil Aqsa dibangun di atas reruntuhan Temple
Mount pada akhir abad 7. Hal ini dilaporkan oleh
“The Concise Encyclopedia od Islam” karangan
Harper & Row, 1989, halaman 46-102.
Muhammad menyatakan bahwa Mi’raj terjadi pada
tahun 622 masehi. Padahal pada saat itu
Yerusalem ada di tangan orang Kristen. Tidak ada
Muslim yang tinggal di sana, dan jelas tidak ada
masjid di Yerusalem. 53 tahun setelah Muhammad
wafat, Muslim membangun “Dome of the Rock” dan
“Al Aqsa” di tempat yang dulunya Salomo
membangun bait bagi Tuhan-nya..
Tentunya ini cukup mengherankan, sama seperti
Alkitab, Quran juga telah dimanipulasi dan
diubah setelah beberapa tahun pengarang aslinya
meninggal dunia, dengan demikian ada beberapa
kisah yang tidak original yang dimasukkan. Jadi
siapapun yang menjadi pengarang ayat 17:1 ini,
tidak tahu bahwa Masjidil Aqsa tidak ada pada
jaman-nya Muhammad, dan tidak mungkin Muhammad
mengadakan perjalanan ke tempat yang tidak ada.
Jadi jelaslah ini tambahan yang dibuat “sesuatu”
pada ayat Quran yang asli.
Tentunya ini adalah kesalahan besar dari oknum
yang menciptakan Quran, sedemikian sehingga kaum
terpelajar Islam, seperti Yusuf Ali, terpaksa
akhirnya mengatakan bahwa Masijidil Aqsa yang
dimaksudkan di Quran adalah hanyalah TEMPAT yang
nantinya akan dibangun Masjidil Aqsa, bukan
masjid yang sesungguhnya.
Tentunya pengumpamaan yang dibuat Yusuf Ali itu
bisa saja benar, jika hadith yang berikut tidak
ada. Karena pada hadith yang akan diberikan di
bawah ini, JELAS-JELAS DITULIS bahwa Masjidil
Aqsa yang dikunjungi Muhammad pada saat Mi’raj
adalah bangunan yang sesungguhnya, bukan hanya
tempatnya saja.
Quote:
Sahih Bukhari, Volume 4, Book 55, Nomor 636:
|
Quote: |
Dinarasikan oleh Abu
Dhaar:
Aku berkata,”Ya Nabi Allah! Masjid
manakah yang pertama kali dibangun?”.
Jawabnya,”Al-Masjid-ul-Haram.”
Lalu tanyaku lagi,”Masjid manakah yang
dibangun sesudahnya
?”Jawabnya,”Al-Masjid-Aqsa (yang
dimaksud tentunya yang ada di
Yerusalem).”
Lanjutku,”Berapa tahun jarak pembangunan
masjid-masjid itu ?”, Jawabnya,”40
tahun.” Lalu tambahnya,”Kalau waktu
sembahyang bagimu sudah tiba, maka
sembahyanglah, seluruh tempat di dunia
ini bisa menjadi tempat sembahyang
kamu.” |
Ok-lah Muslim bisa saja mengemukakan alasan
lebih lanjut bahwa Masjid adalah tempat apa saja
yang digunakan untuk sembahnya (sujud), tidak
selalu harus mengacu pada bangunan. Jadi bait
Salomo (yang kemudian diklaim Muslim sebagai
Masjidil Aqsa) juga bisa dikatakan sebagai
Masjid, karena Muhammad menggunakan tempat itu
untuk sembahyang. Jadi bila hal itu benar
demikian. Maka dengan alasan ini, sama saja
mengatakan bahwa semua gereja, sinagog, dan kuil
Zoroastrian juga adalah Masjid .
Disinilah ada kesalahan lagi. Karena pada
jamannya Muhammad ada banyak sekali “Masjid”
(yang hanya berati tempat sembahyang bukan hanya
untuk kaum Muslim) yang dibangun lebih jauh dari
Yerusalem (bahkan lebih jauh dari Mekah atau
Medinah) dengan demikian Masjidil Aqsa bukanlah
masjid yang terjauh.
Masalah akibat adanya Hadith ini adalah:
Masjidil Haram (Kabah) terbukti dibangun oleh
Abraham. Abraham hidup sekitar tahun 2000
sebelum masehi. Dan Bait Salomo (tempat yang
sekarang ditempati Masjidil Aqsa) dibangun pada
tahun 958-951 sebelum masehi. Dengan demikian
kira-kira ada selisih waktu sekitar 1040 tahun
antara pembangunan 2 bangunan ini. Jadi yang
mulia Muhammad telah membuat kesalahan, karena
perhitungannya meleset sekitar 1000 tahun. |
|
|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |