Kisah-Kisah Teladan
Muhammad
Selama ini
muslim diajarkan bahwa Muhammad SAW adalah laki-laki
yang paling mulia, paling agung dan paling baik
sepanjang segala masa. Tidak ada kecacatan sama sekali
dalam dirinya. Ini menjadikan Muhammad SAW adalah contoh
bagi muslim dimana saja, dan perbuatan-perbuatan nya
menjadi teladan bagi muslim untuk diikuti. Harus diakui
bahwa Muhammad SAW adalah seorang pemimpin besar yang
telah banyak menanamkan hal-hal baik bagi masyarakat
Arab dan muslim pada umumnya.
Kita akan melihat dari satu sisi untuk mengevaluasi
karakter dari Muhammad SAW ini. Yang akan kita lihat
adalah bagaimana Muhammad SAW menghadapi musuh-musuh
pribadinya. Bagaimana saat seseorang ditentang dan
dipertanyakan. Pada saat menghadapi tentangan
tersebutlah biasanya karakter asli seseorang akan
terlihat.
Sebelum
mengevaluasi kita akan lihat dulu karakter dari 2 tokoh
dalam Perjanjian Baru sebagai perbandingan.
1. Yesus
Kristus
Saat Dicela dan Ditentang :
Pada saat berada diatas kayu salib, Yesus Kristus TIDAK
MEMAKI-MAKI mereka yang telah menyalibkannya, namun
justru BERDOA BAGI KESELAMATAN MEREKA.
Lukas 23 : 34 :
Yesus berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka
tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Tentang
Pembunuhan :
Yesus melarang pembunuhan.
Matius 19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang
mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah,
jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
2. Rasul
Paulus
Saat Dicela dan Ditentang :
Rasul Paulus yang selalu dituduh rasul PALSU oleh muslim
memberikan contoh yang sangat baik. Saat berada di
Korintus, RASUL PAULUSPUN MENERIMA FITNAHAN, CELAAN DAN
HINAAN dari penduduk Korintus.
1 Korintus 4:11 :
Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang,
dipukul dan hidup mengembara,
Rasul Paulus
TIDAK MEMBALAS MEREKA, MELAINKAN TETAP BERLAKU SABAR
1 Korintus 4 : 12 13 :
kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. KALAU KAMI
DIMAKI, KAMI MEMBERKATI; KALAU KAMI DIANIAYA, KAMI
SABAR;
KALAU KAMI DIFITNAH, KAMI TETAP MENJAWAB DENGAN RAMAH;
kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan
kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Tindakan yang
dilakukan adalah MENEGOR DENGAN KASIH.
1 Korintus 4 : 14 :
Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi
untuk MENEGOR KAMU SEBAGAI ANAK-ANAKKU YANG KUKASIHI.
Tentang
Pembunuhan :
Roma 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan
membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman
lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini,
yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia,
karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat
Jadi karakter
yang ditunjukkan keduanya adalah :
1. Tidak mendendam
2. Menegor dengan kasih
3. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan lainnya
4. Mendoakan agar mereka diberi keselamatan
5. Tidak melakukan pembunuhan
Berikut ini
akan diberikan beberapa kisah Muhammad SAW dan tindakan
yang diambilnya terhadap mereka yang pernah melukai hati
Muhammad SAW, yaitu :
1. Al-Nadr
bin al-Harith (ayat serupa al-qur'an)
2. Uqba bin Abi Mu`ayt (2 pertanyaan jebakan)
3. Ka`b bin al-Ashraf (puisi yang mengkritik)
4. Ibn Sunayna (kebencian ras)
5. Sallam Ibn Abu'l-Huqaiq (Pembunuhan untuk kepuasan)
6. Umaiya bin Khalaf Abi Safwan (Benci karena gagal
merampok)
7. Amir bin Jihash (Pembunuhan karena curiga - 1)
8. Seorang yang tidak dikenal (Pembunuhan karena curiga
- 2)
9. Abu Afak (Pembunuhan karena syair)
10. Asma Binti Marwan (Nasib Munir wanita)
11. Abdullah bin Khatal (Nasib seorang yang berpaling
dari Islam 1
12. Miqyah bin Hubabah (Nasib seorang yang berpaling
dari Islam 2)
13. Fartanah (Kisah sedih seorang biduanita)
14. Huwairits bin Nuqaith (Anak terjatuh, nyawa
melayang)
15. Sarah (Pengantar surat yang malang)
Sumber
kutipan utama adalah dari buku karya Muhammad bin Yassar
bin Ishaq yang merupakan buku BIOGRAFI TERTUA tentang
Muhamamad SAW. Buku ini SELESAI DITULIS SEKITAR TAHUN
150 HIJRAH, dan setelah meninggalnya Ibn Ishaq kemudian
direvisi oleh Ibn Hisham
Siapa
Muhammad ibn Ishaq ibn Yasar.
Dia lahir di Madinah tahun 85 H, meninggal di Baghdad
151 H. Kakeknya yang bernama Yasar jatuh ke tangan
Khalid bin al Walid di tahun 12 H dan kemudian memeluk
Islam. Ayah Muhammad ibn Ishaq banyak berhubungan dengan
para ahli hadis generasi ke 2, terutama Zuhri, Qatada
dan Abdullah bin Abu Bakar. Sementara Ibn Ishaq sendiri
belajar agama hingga ke Mesir kepada Yazid bin abu
Habib. Setelah kembali ke Madinah, ia terus mengkoleksi
hadisnya.
Jadi
sumber-sumber Muhamamad bin Ishaq adalah SANGAT DEKAT
DENGAN MASA HIDUP GENERASI PERTAMA MUSLIM. Bandingkan
dengan pengumpul Hadis seperti Bukhari, Muslim dll yang
hidup sekitar 200 270 tahun setelah H.
Banyak pakar-pakar kuno Islam yang mengakui otoritas
dari Muhammad ibn Ishaq, diantaranya :
1. al Zuhri : "Orang yang paling baik pengetahuannya
mengenai maghazi adalah Ibn Ishaq, ilmu masih tetap ada
di Medinah selama Ibn Ishaq masih hidup.
2. Syu'bah (85 160 M) : "Terpercaya dalam hadis,
pemuka para ahli hadis karena kehebatan ingatannya"
3. Abu Hatim : "Hadis yang diriwayatkannya banyak
dikutip orang"
1. AL-NADR
BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL-QUR'AN)
Nadr bin Al
Harits pertama disebutkan sebagai wakil Quraish yang
berunding dengan Rasulullah.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 196
para pemimpin dari semua kelompok Quraish Utbah bin
Rabi'ah dan Sahiba
.. NADR BIN HARITS saudara dari bani
Abdudar
.
Dikisahkan
pemuka Quraish menawarkan uang, kemuliaan dan kedudukan
jika itu memang yang diminta Muhammad SAW. Muhammad SAW
menyatakan bukanlah itu yang dia inginkan melainkan
pengakuan bahwa dia adalah Rasul yang diutus oleh Allah
SWT.
Atas pernyataan tersebut, pemuka Quraish meminta bukti
yaitu :
1. Menyingkirkan gunung-gunung
2. Mengalirkan ke tanah Arab sungai-sungai
3. Menghidupkan kembali nenek moyang mereka.
Atas
permintaan pembuktian itu Muhammad SAW menyatakan
ketidakmampuannya.
Akhirnya pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa-apa.
Sumber :
Ibid
Halaman 198 199 :
Abdullah bin abu Umayyah mendekati Rasulullah dan
berkata, "Wahai Muhammad, MEREKA TELAH MEMBERIKAN
TAWARAN YANG BAIK KEPADAMU YANG TERNYATA KAMU TOLAK.
Pertama mereka meminta sesuatu darimu untuk mereka agar
mereka mengetahu bahwa kedudukanmu disisi Tuhan adalah
seperti apa yang kamu katakan sehingga mereka dapat
mempercayaimu dan mengikutimu, DAN KAMU TIDAK MELAKUKAN
APA-APA. Kemudian mereka memintamu untuk melakukan
sesuatu untuk dirimu sendiri, agar mereka tahu
kelebihanmu atas mereka dan kedudukanmu disisi Tuhan,
DAN KAMU TIDAK MAU MELAKUKANNYA. Kemudian mereka
memintamu untuk mendatangkan hukuman atas mereka agar
mereka menjadi takut, dan KAMU TIDAK MELAKUKANNYA
..
Karena
ketidakmampuan Muhammad SAW meyakinkan Quraish, maka
pertentangan terhadap Muhammadpun berlanjut. Salah
satunya dilakukan oleh Nadr bin al Harits
Sumber : Ibid
Halaman 200 201
Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu setan
dari Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah dan
menunjukkan sikap bermusuhan. Dia pernah pergi ke al
Hira dan belajar di sana tentang hikayat raja-raja
Persia, hikayat tentang Rustum dan Isbandiyar. Ketika
Rasullulah mengadakan pertemuan dimana dia mengingatkan
mereka tentang Tuhan, dan mengingatkan umatnya tentang
apa yang telah terjadi pada banyak generasi yang telah
lalu akan pembalasan yang ditimpakan Tuhan atas
kelaliman mereka, AL NADR MENGATAKAN KEPADA MEREKA, "AKU
MEMILIKI KISAH DAN CERITA YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH
MENARIK DARI YANG DIA MILIKI, IKUTLAH AKU". Kemudian dia
mulai menceritakan kepada mereka kisah tentang raja-raja
Persia, Rustum dan Isbandiya, dan kemudian dia berkata,
"Atas dasar apa kalian menganggap Muhammad adalah
seorang penutur kisah yang lebih baik dari aku?".
Jadi
kesalahan Nadr bin Al Harits adalah karena dia berani
menyaingi Muhammad SAW dalam menceritakan kisah-kisah
umat terdahulu. NADR BERANI MELAYANI TANTANGAN UNTUK
MEMBUAT AYAT-AYAT YANG SERUPA AL-QUR'AN, DAN AKIBATNYA
ADALAH HUKUMAN MATI.
Sumber :Ibid
jilid 2, halaman 122
Ketika Rasulullah sedang berada di al Safira, NADR
DIBUNUH OLEH ALI, sebagaimana yang diceritakan oleh
seorang penduduk dari Mekah kepada saya.
Sungguh
ironis, Muhammad SAW sendiri yang menantang orang-orang
untuk mendatangkan ayat-ayat serupa Al-Qur'an, dan SAAT
ADA YANG MELADENI TERNYATA TIDAK BISA DITERIMA OLEH
MUHAMMAD SAW. Dan akibatnya adalah hukuman mati.
KOMENTAR DARI AL-QUR'AN
Dengan perbuatannya ini Muhammad SAW melanggar
perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an yaitu :
QS 42 : 37 :
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan
perbuatan-perbuatan keji, dan APABILA MEREKA MARAH
MEREKA MEMBERI MAAF.
Bagi Muhammad
adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada
mengikuti perintah Allah SWT untuk memberi maaf.
Lagi-lagi,
ironi terbesar muncul. Muhammad SAW yang gemar mencaci
maki Yahudi and Nasrani ternyata TIDAK LEBIH BAIK DARI
YANG DICACI MAKINYA.
QS 2 : 59 :
Lalu orang-orang yang zalim MENGGANTI PERINTAH dengan
(mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka.
Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu
siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.
Jadi daripada
mengikuti perintah untuk memaafkan, lebih baik bagi
Muhammad SAW untuk mengganti perintah tersebut dengan
pembunuhan.
Tampaknya
bagi Muhammad SAW berlakulah hukuman sesuai ayat
Al-Qur'an berikut:
QS 29 : 68 :
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang
mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau MENDUSTAKAN
YANG HAK [1160] TATKALA YANG HAK ITU DATANG KEPADANYA?
BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANNAM itu ada tempat bagi
orang-orang yang kafir?
Perintah
datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah
yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya
karena MENURUT AL-QUR'AN, sikap begini diganjar menjadi
PENGHUNI NERAKA JAHANAM.
2. UQBAH BIN ABI
MUAIT (2 PERTANYAAN JEBAKAN)
Uqbah adalah
satu sahabat dekat dari Nadr bin al Harits. Dia diutus
oleh Quraish bersama Nadr untuk menemui rabi Yahudi yang
memberikan 3 pertanyaan untuk mengetest Muhamamad SAW.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 201
Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka,
mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada
pendeta Yahudi di Medinah
. Sang pendeta berkata,
"Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang akan
kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban
yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika
dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia
adalah seorang bajingan
Tanyakan kepadanya tentang
ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu
.. kedua,
tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG
yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat.
TANYAKANLAH KEPADANYA TENTANG ROH. Jika mampu menjawab
dengan benar maka ikutlah dia
..
Ketiga
pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh
Nadr dan Uqbah, dan Muhammad menjawab, "Aku akan
memberikan jawabannya besok" (hal 202).
Ternyata
Muhammad SAW tidak dapat menjawab sesuai waktu yang
dijanjikannya sendiri dan baru dapat menjawab SETELAH
LEBIH DARI 15 HARI.
Jawaban Muhammad adalah :
1. Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu
terjawab dengan sura Al-Kahfi yang menceritakan beberapa
pemuda tertidur selama ratusan tahun (QS 18 : 9 26)
2. Tentang pengembara terjawab dengan ayat-ayat tentang
Zulkarnain yang mencapai tempat matahari terbenam di
lumpur hitam (QS 18 : 83 101).
3. Sementara tentang roh, Muhammad SAW tidak dapat
menjawab dan hanya mendapatkan wahyu bahwa roh adalah
diluar jangkauan pikiran manusia.
QS 17 : 85 : Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.
Katakanlah : "Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan
tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".
Satu hal yang
tidak disadari oleh Muhammad SAW adalah bahwa pendeta
YAHUDI MENJEBAK MUHAMMAD SAW dengan 3 pertanyaan. Dari 3
pertanyaan, 2 pertanyaan yaitu tentang pemuda yang
tertidur di gua dan Zulkarnain ADALAH PERTANYAAN JEBAKAN
KARENA CERITA INI JELAS ADALAH LEGENDA TIDAK ADA NILAI
TEOLOGISNYA SAMA SEKALI.
* Kisah pengembara yang mencapai tempat matahari adalah
LEGENDA TENTANG KAISAR KAFIR Alexander Agung.
* Sedangkan cerita tentang pemuda yang tertidur ADALAH
LEGENDA THE SEVEN SLEEPERS OF EFESSUS. Cerita ini
diterjemahkan dalam bahasa Syria oleh James dari Sarug
(w. 521 M).
Lucunya untuk
2 PERTANYAAN JEBAKAN INI MUHAMMAD JUSTRU BISA MENJAWAB
BAHKAN MASUK DALAM AL-QUR'AN. Sementara untuk pertanyaan
yang sesungguhnya yaitu tentang roh tidak mampu dijawab.
Akibatnya celaan terhadap Muhammad tidaklah surut, malah
semakin keras.
Dan nasib Uqbah yang mengajukan pertanyaan menjadi
jelas, yaitu harus dihukum mati.
Sumber :Ibid
jilid 2, halaman 122
Disaat Rasulullah sedang berada di Irqul Zabya, Uqbah
terbunuh. Dia ditangkap oleh Abdullah bin Salimah, salah
seorang keluarga bani Ajlan.
Ketika RASULULLAH MEMERINTAHKAN UNTUK MEMBUNUHNYA, dia
berkata, "Tetapi siapa yang akan mengasuh anakku wahai
Muhammad?". "NERAKA, "JAWAB RASULULLAH, dan Asim bin
Thabit bin Abul Aqlah al Anshari membunuhnya
..
Kesalahan
Uqbah adalah karena dia mengajukan 3 pertanyaan yang
menjebak Muhammad SAW. Dan sangat ironis karena Muhammad
SAW ternyata memang terjebak.
Dendam Muhammad SAW bahkan terlihat saat dia menjawab
bahwa anak-anak Uqbah akan disuh oleh neraka. Anak-anak
yang belum tahu apa-apa ikut menjadi korban dendam
Muhammad SAW.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang
lain lagi.
QS 45 : 14 :
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah
mereka MEMAAFKAN ORANG-ORANG YANG TIADA TAKUT HARI-HARI
ALLAH [1384] karena Dia akan membalas sesuatu kaum
terhadap apa yang telah mereka kerjakan
Bagi Muhammad
adalah lebih baik menuntaskan dendamnya karena terjebak
memberi jawaban salah daripada mengikuti perintah Allah
SWT untuk memberi maaf.
3.
KAAB IBN ASHRAF (PUISI YANG MENGKRITIK)
Setelah
pindah ke Medinah, Muhammad SAW mulai menghimpun
kekuatan. Pada waktu itu golongan Yahudi menolak ajakan
Muhammad SAW untuk memeluk Islam. Salah satu dari
antaranya adalah Kaab bin Al Ashraf yang tidak
mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan mendukung
Quraish. Namun Kaab tidaklah pernah mengangkat senjata
terhadap Muhammad SAW ataupun muslim lainnya. Yang
dilakukannya hanyalah MENGARANG LIRIK-LIRIK DIMANA DIA
MERATAPI ORANG-ORANG QURAISH YANG TERBUNUH saat perang
Badar dan lirik yang dianggap menghina wanita muslim.
Dan karena tulisannya, Kaab harus dibunuh atas perintah
Muhammad SAW.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 188
191
Kaab mulai mencaci maki Rasulullah dan menyusun
baris-baris dimana DIA MERATAPI KAUM QURAISH YANG
DILEMPARKAN KEDALAM LUBANG SETELAH TERBUNUH di perang
Badar. Ia berkata :
Perang Badar
telah menumpahkan darah manusia
Melihat Badar air matamu pasti meleleh dan menangis
Orang-orang terbaik dibantai di sekeliling kantung air
mereka
..
Aku mendengar Harits ibnu Hisyam (cat : dia adalah
seorang pembesar Quraish)
Melakukan hal yang benar dan mengumpulkan pasukan
Menuju Yatsrib dengan tentara-tentaranya
Karena hanya mereka yang mulia
Yang rupawan yang akan melindungi reputasi mereka yang
tinggi
Lalu dia menulis puisi cinta yang MENGEJEK KEADAAN
WANITA-WANITA ISLAM. (cat vivaldi : tidak dituliskan
lirik yang yang dimaksud). RASULULLAH BERKATA, "SIAPA
YANG AKAN MENYINGKIRKAN IBN ASHRAF UNTUKKU?. Muhammad
bin Maslamah
. berkata , "Aku yang akan melakukannya
untukmu wahai Rasulullah. Aku akan membunuhnya" . Beliau
berkata, "Kerjakanlah jika kamu sanggup".
.
KUTUSUKKAN BELATI KE BAGIAN BAWAH TUBUHNYA, LALU AKU
TERUS MENUSUK HINGGA KE KEMALUANNYA, dan diapun jatuh
ketanah.
..
Kami mengucapkan salam ketika beliau sedang shalat dan
ketika beliau keluar kami mengatakan bahwa kami telah
membunuh musuh Allah.
Sdr No Mind
pernah menuliskan lebih lanjut tentang pembunuhan Kaab
bin Al Ashraf ini.
Sumber :
Sahih Bukhari Volume 5 # 369
Dikisahkan oleh Jabir Abdullah :
RASULULLAH BERSABDA, "SIAPA YANG BERSEDIA MEMBUNUH KA`B
BIN AL-ASHRAF YANG TELAH MENYAKITI ALLAH DAN RASULNYA?"
Dari situ Maslama berdiri dan berkata, "Oh, Rasulullah!
Apakah kamu suka kalo saya membunuhnya? " Nabi bersabda,
"Ya". Maslama berkata, "Kalo begitu BIARKAN SAYA
MEMFITNAH (dengan kata lain menipu Ka`. NABI BERSABA,
"ANDA BOLEH MENGATAKAN DEMIKIAN."
Maslama pergi
ke Ka`b dan berkata, "Orang itu (i.e Muhammad) meminta
Sadakah (i.e Zakat, pajak) dari kita, dan dia
menyebabkan masalah pada kita, dan saya dating untuk
meminjam sesuatu dari mu." Untuk itu, Ka`b berkata,
"Oleh Allah, kamu akan cape (bosan) menghadapi dia
(Muhammad)!" Maslama berkata, "Sekarang sejak kami sudah
mengikutinya, kami tidak mau meninggalkan dia dan sampai
kami melihat bagaimana dia akhirnya. Sekarang kami mau
kamu meminjamkan kepada kami satu atau dua truk onta
penuh dengan makanan." Ka`b berkata, "Ya, tapi kamu
mesti memberikan jamiman pada saya." Maslama dan
temannya berkata, "Apa yang kamu mau?" Ka`b menjawab,
"Jaminkan perempuan anda pada saya". Mereka berkata,
"Bagaimana mungkin kami menjaminkan perempuan kami pada
anda dan anda adalah yang terganteng daripada semua
orang Arab?" Ka`b berkata, "Kalau begitu jaminkan anak
anda kepada saya." Mereka berkata, "Bagaimana mungkin
kami menjaminkan anak-anak kami kepada mu? Di waktu yang
akan datang, mereka akan dihina oleh orang-orang bahwa
si anu telah dijaminkan untuk satu truk onta penuh
makanan. Hal itu akan membuat kami malu, tapi kami akan
menjaminkan senjata kami kepadamu."
Maslama dan
temannya menjanjikan pada Ka`b bahwa Maslama akan
kembali padanya. Dia datang ke Ka`b pada malam harinya
bersama dengan saudara lelaki angkat Ka`b, Abu Na`ila.
Ka`b mengundang mereak untuk masuk kedalam rumahnya dan
pergi bersama dengan mereka. Isterinya menanyakan
padanya, "Kemana engkau akan pergi di waktu malam
demikian?" Ka`b menjawab, "Tidak lain tetepai Maslama
dan saudara angakat saya abu Na`ila yang datang."
Isterinya berkata, "Saya mendengar suara seakan-akan
darah bercucuran darinya." Ka`b berkata, "Mereka tidak
lain tetapi saudara saya Maslama dan saudara angkat saya
Abu Na`la. Seorang yang murah hati selayaknya memenuhi
undangan untuk melewatakan malam hari walaupun jika
diundang untuk dibunuh."
Maslama pergi
dengan kedua lelaki tersebut. Jadi Maslama masuk bersama
dengan dua orang, dan berkata kepada mereka, "Ketika
Ka`b datang, saya akan menyentuh rambutnya dan
menciumnya, dan ketika kamu melihat bahwa saya telah
memegang kepalanya, pukulah dia. Saya akan membiarkan
anda mencium kepalanya."
Ka`b bin
al-Ashraf turun dan menghampiri mereka dalam pakaiannya,
dan menyebarkan bau parfum. Maslama berkata, "Saya belum
pernah mencium wangi yang lebih baik dari pada ini."
Ka`b menjawab, "Saya mempunyai wanita Arab terbaik yang
mengetahui cara penggunaan parfum kelas tinggi." Maslaam
meminta Ka`b, "Bolehkan saya mencium kepala anda?" Ka`b
berkata, "Boleh." Maslama menciumnya dan membuat temanya
menciumnya juga. Kemudian dia meminta Ka`b lagi, "Apakah
saya boleh (mencium kepala anda)?" Ka`b berkata,
"Boleh." Ketika Maslama berhasil memegangnya erat, dai
berkata (kepada teman-temannya) , "Tangkap dia!"
KEMUDIAN MEREKA MEMBUNUHNYA dan pergi kepada nabi untuk
memberitahukan kepadanya.
Atau sumber
kuno lainnya :
Dari Ibn Sa'd,
Kitab Al Tabaqat Al Kabir, volume 1, halaman 37 :
Mereka (Maslama dan teman-temannya) memotong kepalanya
(Ka` dan membawanya
. MEREKA MENYUGUHKAN KEPALA KA`B
DIHADAPAN MUHAMMAD. DIA (NABI) MEMUJI ALLAH ATAS
KEMATIANNYA (KA`.
Jadi
seseorang bisa dengan mudah dibunuh hanya karena
tulisannya. Padahal apa yang ditulis oleh Kaab hanyalah
lirik yang menyesalkan banyaknya orang Quraish yang
meninggal. Tuduhan bahwa Kaab menulis lirik yang
menghina muslimah tidak pernah dibuktikan terbukti
dengan tidak adanya dalam kutipan Ibn Ishaq diatas.
Jadi karena Muhammad SAW tidak senang dengan tulisan
Kaab bin Al Ashraf, MAKA DIBUNUHNYALAH ORANG TERSEBUT
DENGAN CARA YANG LICIK, DIMALAM HARI DAN DENGAN
PENIPUAN.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Tampaknya Muhammad SAW memang adalah orang yang tidak
bisa memaafkan orang lain. Dan ironis sekali karena
Muhammad SAW sendiri ternyata melanggar apa yang sudah
diperintahkan oleh Allah SWT.
QS 5 : 13 :
dan kamu (Muhammad) senantiasa akan
melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara
mereka (yang tidak berkhianat), maka MAAFKANLAH MEREKA
DAN BIARKAN MEREKA, sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik
Jadi bagi
Muhammad SAW adalah LEBIH BAIK MEMUASKAN DENDAMNYA
DARIPADA MENGIKUTI PERINTAH ALLAH SWT untuk memaafkan
dan membiarkan dan menjadi orang baik-baik.
4. IBN
SUNAYNA (KEBENCIAN RAS)
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 194
Rasulullah berkata, "BUNUH SETIAP YAHUDI yang jatuh
kedalam kekuasaanmu" . Setelah itu Muhayyisa bin Mas'ud
menyergap dan menyerang Ibnu Sunayna seorang pedagang
Yahudi yang sebenarnya mempunyai hubungan sosial dan
bisnis dengan mereka dan dia membunuhnya.
SUNNAH NABI
YANG SANGAT KEJI. Membunuh setiap Yahudi hanya karena
dia terlahir sebagai Yahudi. Tidak perduli apakah si
Yahudi benar atau salah. Sungguh ironis, muslim
senantiasa menuduh Yahudi membenci Islam, namun sunah
nabi diatas jelas menunjukkan sebaliknya, Muhammad
SAWlah yang sangat membenci Yahudi.
Pembunuhan ini dikecam oleh saudara Muhayyisa yang
bernama Huwayissa yang menyatakan, "Kamu membunuhnya
sedangkan banyak lemak diperutmu berasal dari
kekayaannya" (halaman 194)
Cerita
kemudian berkembang dimana Huwayyisa tertarik dengan
Islam karena kepatuhan Muhayyisa untuk mentaati Muhammad
SAW.
Sumber :
Ibid, halaman 194
"Demi Allah, jika Muhammad memerintahkanmu untuk
membunuhku, apakah engkau akan melakukannya" . Dia
(Muhayyisa) berkata, "Ya, demi Allah, seandainya dia
memerintahkan aku untuk membunuhmu aku akan
melakukannya" . Dia (Huwayyisa) berkata, "Sungguh
menakjubkan agama yang dapat membuatmu menjadi seperti
ini!". Dan mulai saat itu dia (Huwayyisa) masuk Islam.
Kisah yang
sangat ironis. Huwayyisa tertarik dengan Islam karena
kepatuhan saudaranya terhadap apa yang diperintahkan
Muhammad SAW. TERMASUK KEPATUHAN UNTUK MEMBUNUH
SAUDARANYA SENDIRI.
KOMENTAR DARI
ALKITAB
Sangat berbeda dengan pengajaran Yesus.
Matius 19:18
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata
Yesus: "JANGAN MEMBUNUH, jangan berzinah, jangan
mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
Jadi
bagaimana mungkin muslim MENGAKU beriman kepada nabi Isa
sementara pengajaran Isa dengan sunnah Muhammad SAW
adalah jauh bertolak belakang.
Bahkan Rasul Paulus, YANG DENGAN KEJI DITUDUH OLEH
MUSLIM sebagai rasul palsupun mangajarkan hal yang sama
dengan Yesus, yaitu :
Roma 13 : 9 :
Karena firman: jangan berzinah, JANGAN MEMBUNUH, jangan
mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga,
sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
Jadi dalam
hal ini rasul Paulus adalah pengikut setia dan benar
dari nabi Isa, sementara Muhammad SAW justru menentang
apa yang diajarkan oleh nabi Isa.
5. SALLAM IBN ABUL-HUQAIQ
(PEMBUNUHAN UNTUK KEPUASAN)
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 324
325
., muncullah masalah Sallam ibn Abdul Huqaiq yang
dikenal sebagai Abu Rafi berkaitan dengan mereka yang
telah mengumpulkan orang-orang dari berbagai suku untuk
bersama-sama melawan Rasulullah
. Maka Khazraj meminta
kepada Rasulullah dan DIIJINKAN OLEH BELIAU UNTUK
MEMBUNUH SALLAM yang saat itu sedang berada di Khaibar.
..
Ketika Aus telah membunuh Kaab karena sikap
permusuhannya terhadap Rasulullah, segera Khazraj
mengucapkan kata-kata itu dan bertanya kepada kaumnya
sendiri siapakah yang begitu memusuhi rasulullah
sebagaimana Kaab?. Merekapun segera ingat kepada Sallam
yang berada di Khaibar dan meminta izin Rasulullah untuk
membunuhnya dan merekapun diijinkan.
..
Saat mereka telah sampai di Khaibar segera mereka
mendatangi rumah Sallam di malam hari
. ISTRI SALLAM
KELUAR DAN MENANYAKAN SIAPAKAH MEREKA DAN DIJAWABLAH
BAHWA MEREKA ADALAH ORANG-ORANG ARAB YANG MENCARI
MAKANAN. MAKA MEREKAPUN DIPERBOLEHKAN MASUK. Ketika kami
masuk kami segera mengunci pintu kamarnya karena kami
khawatir akan ada yang menghalangi kami.
Setelah kami menebaskan pedang padanya, ABDULLAH BIN
UNAIS MENUSUK PERUTNYA SAMPAI TEMBUS
.
MUHAMMAD SAW
MEMBUNUH SALLAM HANYA UNTUK MEMUASKAN KEINGINAN BANI
KHAZRAJ yang ingin berjasa seperti bani Aus yang telah
membunuh Kaab bin Al Ashraf.
Pembunuhan diatas ditambah lagi dengan KEBOHONGAN DENGAN
MEMANFAATKAN KEBAIKAN HATI KELUARGA SALLAM yang mau
menerima mereka untuk memberi makan.
Sungguh ironis sekali.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang
lain lagi.
QS 15 : 85 :
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang
ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan
sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, MAKA
MAAFKANLAH (MEREKA) DENGAN CARA YANG BAIK.
Bagi Muhammad
adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada
mengikuti perintah Allah SWT untuk memaafkan dengan cara
yang baik.
6. UMAIYA BIN KHALAF ABI
SAFWAN (BENCI KARENA GAGAL MERAMPOK)
Sumber :
Bukhari Volume 4, buku 56, Nomor 826:
Dikisahkan oleh 'Abdullah bin Mas'ud:
Sad bin Muadh datang ke Madinah dengan tujuan untuk
melakukan umrah dan dia tinggal di rumah Umaiya bin
Khalaf Abi Safwan
... Umaiya berkata kepada Sa'd,
"Tunggulah hingga siang hari saat orang-orang berada
dirumah mereka, baru kamu pergi melakukan tawaf
mengelilingi Kabah". Saat Sad sedang mengelilingi Kabah,
Abu Jahl mendatanginya dan berkata, "Siapa itu yang
sedang bertawaf?" Sad menjawab, "Aku Sad". Abu Jahl
berkata, "Apakah kamu aman sekalipun kamu pernah
memberikan perlindungan kepada Muhammad dan
sahabat-sahabatnya. ?" Sad berkata, "Ya", dan mereka
mulai bertengkar. Umaiya berkata kepada Sad, "Jangan
bertengkar dengan Abu Jahl karena dia adalah pemimpin
Mekkah". Sad kemudian berkata kepada Abu Jahl, "Demi
Allah, jika kamu menghalangi aku bertawaf, Aku akan
menghancurkan perdaganganmu dengan Syam". Umaiya terus
berusaha menenangkan Sad. Sad menjadi marah dan BERKATA
KEPADA UMAIYA, "PERGILAH DARIKU KARENA AKU MENDENGAR
MUHAMMAD AKAN MEMBUNUHMU". Umaiya bertanya, "Apakah
Muhammad benar akan membunuhku?" . Sad berkata, "Ya!".
Umaiya berkata, "Demi Allah, jika Muhammad berkata
sesuatu, dia tidak akan berbohong".
. Maka ketika
kaum Quraish menuju ke Badar dan menyatakan perang,
..istri Umaiya berkata, Tidaklah kamu mengingat apa
yang dikatakan saudaramu yaitu Sad". (cat : bahwa
Muhammad akan membunuh Umaiya) Umaiya memutuskan tidak
berperang tetapi Abu Jahl berkata kepadanya, "Kamu aalah
dari keluarga bangsawan di Mekah, maka kamu harus ikut
kami untuk satu atau dua hari." UMAIYA PERGI BERSAMA
MEREKA DAN ALLAH KEMUDIAN MEMBUNUHNYA.
Kebencian
Muhammad SAW tampaknya dipicu karena KEGAGALANNYA UNTUK
MERAMPOK BARANG DAGANGAN UMAYYA BIN KHALAF. Namun siapa
sih orang yang mau barang dagangannya dirampok,
sekalipun yang merampok mengaku sebagai utusan Allah SWT
dan mungkin kegiatannya merampok atas wahyu Allah SWT.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
BAGIAN KEDUABELAS: SATUAN-SATUAN DAN BENTROKAN-BENTROKAN
PERTAMA
Lalu ia mengadakan persekutuan dengan pihak Banu Dzamra;
bahwa sebulan sesudah itu ia pergi lagi mengepalai 200
orang dari Muhajirin dan Anshar - menuju Buwat dengan
SASARAN SEBUAH KAFILAH YANG DIPIMPIN O]EH UMAYYA B.
KHALAF yang terdiri dari 2.500 ekor unta dikawal oleh
100 orang pasukan perang. Tapi juga sudah tidak bertemu
lagi, sebab mereka sudah MENGAMBIL HALUAN LAIN, bukan
jalan kafilah
Jadi setelah
berada di Medinah, Muhamamd SAW sering malakukan
penyerangan terhadap kafilah-kafilah Quraish untuk
merampok mereka.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 97,
121
Ekspedisi Besar ke Lembah Badar
Kemudian Rasulullah mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb
datang dari Syria dengan sebuah kereta besar kaum
Quraish yang membawa uang dan barang dagangan
beliau
memanggil orang-orang Islam dan berkata, "INI ADALAH
KERETA QURAISH YANG BERISIKAN HARTA KEKAYAAN MEREKA.
BERANGKATLAH UNTUK MELAKUKAN PENYERANGAN, semoga Allah
memberikan keberhasilan kepada kita."
.
.
Kemudian Rasulullah memerintahkan agar semua BARANG
RAMPASAN PERANG yang telah dikumpulkan didalam tenda
dibawa bersama-sama
Akibat
perampokan inilah yang kemudian memicu terjadinya perang
Badar yang merenggut sangat banyak korban jiwa dari
kedua belah pihak.
Umayya sendiri akhirnya mati karena dibunuh oleh Bilal
yang mendendam karena pernah disiksa oleh Umayya.
Tampaknya agama Islam yang dipeluknya tidak
dijalankannya dengan benar.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
BAGIAN KETIGABELAS : PERANG BADR
Bilal melihat Umayya b. Khalaf dan anaknya, begitu juga
beberapa orang Islam melihat mereka yang dikenalnya di
Mekah dulu. Umayya ini adalah orang yang pernah menyiksa
Bilal dulu, ketika ia dibawanya ketengah-tengah padang
pasir yang paling panas di Mekah. Ditelentangkannya ia
di tempat itu lalu ditindihkannya batu besar di dadanya,
dengan maksud supaya ia meninggalkan Islam. Tetapi Bilal
hanya berkata: "Ahad, Ahad. (Yang Satu, Yang Satu.)"
Ketika dilihatnya Umayya, Bilal berkata : "Umayya,
moyang kafir. Takkan selamat aku, kalau kau lolos!"
Beberapa orang dari kalangan Muslimin mengelilingi
Umayya dengan tujuan jangan sampai ia terbunuh dan akan
dibawanya sebagai tawanan.
Tetapi Bilal di tengah-tengah orang banyak itu berteriak
sekeras-kerasnya:
"Sekalian tentara Tuhan! Ini Umayya b. Khalaf kepala
kafir. Takkan selamat aku kalau ia lolos."
Orang banyak berkumpul. Tetapi Bilal tak dapat diredakan
lagi, DAN UMAYYA DIBUNUHNYA.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
MUHAMMAD SAW SENDIRI MENCURI dan ironisnya dalam salah
satu perintahnya Allah SWT memberikan syarat untuk bisa
diampuni Allah SWT adalah TIDAK MENCURI.
QS 60 : 12 :
Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan
yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka
tiada akan menyekutukan Allah, TIDAK AKAN MENCURI, tidak
akan berzina,
. maka terimalah janji setia mereka dan
mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka.
Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kegiatan
rampok merampok bahkan DIKECAM OLEH ALLAH SWT. NAMUN TOH
TETAP DILAKUKAN OLEH MUHAMMAD SAW.
QS 29 : 67 :
Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa
sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah
suci yang aman, SEDANG MANUSIA SEKITARNYA
RAMPOK-MERAMPOK. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran)
mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar
kepada nikmat Allah?
Kegiatan
merampok dan mencuri bahkan diancam hukuman potong
tangan. Namun hukuman potong tangan ini tampaknya tidak
berlaku bagi Muhammad SAW dan pengikut-pengikutny a.
Jadi perintah ini dilanggar sendiri oleh Muhammad SAW.
QS 5 : 38 :
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang MENCURI,
POTONGLAH TANGAN KEDUANYA (sebagai) pembalasan bagi apa
yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sangat jelas
bahwa Muhammad SAW dan pengikut-pengikutny a telah
mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an sendiri, dan Al-Qur'an
memang sudah memperingatkan hal ini.
QS 6 : 49 :
Dan orang-orang yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI, mereka
akan ditimpa SIKSA disebabkan mereka selalu BERBUAT
FASIK.
Jadi sikap
mendengar tapi tidak mau melaksanakan adalah sikap dari
orang-orang fasik. Pengertian fasik sendiri adalah :
Sumber :
Kamus Umum Bahasa Indonesia
WJS Poerwadarminta
PN Balai Pustaka, Jakarta 1976
Fasik : tidak pedulikan perintah Tuhan (berarti : buruk
kelakuan, jahat, berdosa besar)
Karena
bersikap fasik, maka ada siksaan yang harus dialami :
1. Muhammad SAW meninggal sebagai akibat racun yang
diberikan oleh seorang wanita Yahudi di Khaibar
2. Umar meninggal karena dibunuh didalam masjid
3. Usman meninggal dihajar ramai-ramai dan ditikam di
rumah kediamannya.
4. 4 Desember 1974 : 191 jemaah haji asal Indonesia
meninggal ketika pesawat Dutch DC-8 yang membawa pulang
ke tanah air mengalami kecelakaan di Srilanka
5. Juli 1987 : 400 jemaah haji meninggal, terutama
berasal dari jemaah Shiah Iran, setelah mereka terlibat
pertempuran dengan tentara Kerajaan Arab Saudi
6. 2 Juli 1990 : 1.426 jemaah haji meninggal akibat
saling injak di Haratul Lisan (terowongan Mina), dari
jumlah tsb. 649 orang berasal dari Indonesia.
7. Juli 1991 : 261 jemaah haji asal Nigeria meninggal
setelah pesawat yang mengangkut mereka pulang mengalami
kecelakaan.
8. 23 Mei 1994 : 270 jemaah haji meninggal akibat
berdesak-desakan saat melempar jumrah di Mina. Dari
jumlah tsb, 6 orang berasal dari Indoensia.
9. 15 April 1997 : 340 jemaah meninggal dan 1.500
lainnya luka-luka akibat kebakaran yang menimpa
tenda-tenda jemaah di Mina. Sejak peristiwa itu, mulai
digunakan tenda antiapi.
10. 9 April 1998 : 180 jemaah haji meninggal akibat
berdesak-desakan di dekat Mekah saat menjelang akhir
pelaksanaan ibadah haji.
11. Maret 2001 : 35 orang jemaah haji meninggal, juga
dalam ritual melempar jumrah di Mina.
12. Februari 2003 : 35 jemaah haji meninggal saat
melempar jumrah di Mina.
13. 1 Februari 2004 : 244 jemaah haji meninggal dan 244
lainnya luka- akibat berdesak-desakan saat melempar
jumrah di Jamarat Mina.
Selain
bersifat fasik, tindakan mendustakan ayat-ayat Allah
disamakan dengan kaum kafir dan penghuni neraka.
QS 2 : 39 :
Adapun orang-orang yang KAFIR DAN MENDUSTAKAN AYAT-AYAT
KAMI, mereka itu PENGHUNI NERAKA; mereka kekal di
dalamnya.
KOMENTAR DARI
ALKITAB
Tindakan fasik seperti inilah yang sudah diingatkan oleh
Rasul Paulus yaitu mengucapkan perintah tapi tidak
melaksanakan atau hanya sekedar omong kosong.
2 Timotius 2 : 16 :
tetapi hindarilah OMONGAN YANG KOSONG dan yang tak suci
yang hanya menambah KEFASIKAN.
Dan Rasul
Paulus sudah mengajarkan agar tindakan fasik ini
ditinggalkan.
Titus 2 : 12 :
Ia mendidik kita supaya KITA MENINGGALKAN KEFASIKAN DAN
KEINGINAN-KEINGINA DUNIAWI dan supaya kita hidup
bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang
ini
Apa itu
keinginan duniawi?
Ya antara lain adalah kawin mawin sebanyak-banyaknya,
bebas menggauli budak-budak, merampok, membunuh,
memfitnah, curiga, tidak mau memaafkan dll.
7. AMIR BIN JIHASY BIN KAAB
(PEMBUNUHAN KARENA CURIGA - 1)
Dikisahkan bahwa sat Muhammad SAW mengunjungi bani
Nadhir, seorang dari mereka yaitu Amir bin Jihasy bin
Kaab BERMAKSUD menjatuhkan batu keatas Muhammad SAW saat
sedang duduk.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 270
Rasulullah duduk disebelah dinding rumah salah seorang
diantara mereka pada saat itu. Amir bin Jihasy bin Kaab
mengajukan diri untuk melakukannya dan NAIK KE ATAS
UNTUK MENJATUHKAN BATUNYA. Ketika rasulullah sedang
berada bersama sejumlah pengikutnya yang diantaranya
adalah Abu Bakar, Umar dan Ali, DATANGLAH KABAR UNTUKNYA
DARI SURGA mengenai orang-orang yang dimaksud dan
kemudian beliau berdiri dan berkata kepada rombongannya,
"Jangan kemana-mana sampai aku kembali kesini lagi". Dan
beliau kembali ke Madinah.
Jadi Muhammad
SAW mendapatkan pemberitahuan dari langit bahwa Amir bin
Jihasy akan membunuhnya. TUDUHAN YANG TIDAK PERNAH
DIBUKTIKAN. Bahkan sahabat-sahabat Muhammad sendiri
tidak mengetahui alasan Muhammad SAW meninggalkan mereka
di bani Nadhir.
Sumber :
Ibid, halman 270 - 271
Ketika para sahabat itu merasa telah lama menunggu
Rasulullah, maka BANGKITLAH MEREKA UNTUK MENCARINYA dan
menjumpai seseorang yang baru tiba dari Medinah dan
menanyakan kepadanya mengenai beliau. Dikatakannya bahwa
dia telah melihat beliau masuk Madinah, dan berangkatlah
mereka, dan ketika mereka menemukan beliau, oleh
Rasulullah MEREKA DIBERITAHU tentang penghianatan
orang-orang Yahudi (cat : bani Nadhir) yang ditujukan
pada beliau. Rasulullah memerintahkan mereka untuk
menyiapkan diri untuk berperang
. Untuk mendatangi
mereka.
Bani Nadhir
yang memang tidak memiliki kekuatan bersenjata, akhirnya
menyerah dan harus merelakan hartanya dirampok oleh
Muhammad SAW.
Sumber :
Ibid, halaman 271
Mereka meninggalkan harta bendanya kepada Rasulullah
yang dapat digunakan menurut kehendak dan kebijakan
beliau.
Namun
Muhammad tidak dapat melupakan dendam pribadinya karena
pernah MERASA AKAN dilempar batu oleh Amir bin Jihasy,
dan hukuman matilah yang dijatuhkan.
Sumber :
Ibid, halaman 272
Salah seorang keluarga Yamin mengatakan kepada saya
bahwa Rasulullah mengatakan kepada Yamin, "Pernahkan
kamu melihat bagaimana sepupumu menerimaku dan apakah
yang ingin dia lakukan ?". Maka kemudian Yamin memberi
uang kepada seseorang dan menyuruhnya membunuh Amir bin
Jihasy dan diapun membunuhnya.
Luar biasa,
nyawa seseorang harus melayang KARENA KECURIGAAN
MUHAMMAD SAW yang MERASA akan ditimpa batu. Kecurigaan
yang tidak pernah diklarifikasi dan dibuktikan.
Melihat dari kisah diatas sangat mungkin bahwa Muhammad
SAW memang MENYEBAR FITNAH bahwa dia akan ditimpa batu
oleh Amir bin Jihasy agar mendapatkan legitimasi untuk
menyerang dan merampok kekayaan bani Nadhir.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Apa yang dikatakan tentang fitnah.
QS 68 : 10 11 :
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang BANYAK
BERSUMPAH lagi hina,
yang banyak mencela, yang kian ke mari MENGHAMBUR FITNAH
Ayat diatas
tampaknya mengena bagi Muhammad SAW karena beliau
sendiri gemar bersumpah.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
Bagian keenambelas : Pengaruh Uhud
Tetapi Muhammad jadi marah karena sikap lemah dan mau
surut itu. IA BERSUMPAH mengatakan kepada mereka, bahwa
ia akan pergi juga ke Badr walaupun seorang diri.
Begitupula
saat Muhamamad SAW bersumpah kepada istri-istrinya dan
kemudian harus dibatalkan dengan bantuan ayat Al-Qur'an.
Sumber :
Ibid
Bagian keduapuluh enam : Ibrahim dan Istri-Istri Nabi
Muhammad segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang
telah mendorong Hafsha menyatakan apa yang telah
disaksikannya itu serta membicarakannya kembali dengan
Aisyah atau isteri-isterinya yang lain. Dengan maksud
hendak menyenangkan perasaan Hafsha, ia bermaksud HENDAK
BERSUMPAH MENGHARAMKAN MARIA BUAT DIRINYA kalau Hafsha
tidak akan menceritakan apa yang telah disaksikannya
itu.
.
Ia pergi ke mesjid, dan dengan suara keras ia berkata
kepada mereka: "Rasulullah - s.a.w. - tidak menceraikan
isterinya." Sehubungan dengan peristiwa inilah ayat-ayat
suci ini turun:
"Wahai Nabi!
Mengapa engkau mengharamkan sesuatu yang oleh Tuhan
dihalalkan untukmu; hanya karena engkau ingin memenuhi
segala yang disenangi para isterimu? Dan Allah jua Maha
Pengampun dan Penyayang. Tuhan telah MEWAJIBKAN KAMU
MELEPASKAN SUMPAH KAMU ITU. Dan Tuhan jua Pelindungmu,
Dia mengetahui dan Bijaksana."
8. SEORANG YANG TIDAK DIKENAL
(PEMBUNUHAN KARENA CURIGA - 2)
Tampaknya
Muhammad SAW memang memiliki tingkat kecurigaan yang
sangat tinggi. Kisah berikut ini membuktikan dimana
nyawa seseorang sungguh tidak berarti dimata Muhammad
SAW.
Sumber :
Bukhari Volume 4, Buku 52, Nomor 286:
Dikisahkan oleh Salama bin Al-Akwa :
Seorang mata-mata kafir datang kepada Rasulullah saat
dalam satu perjalanannya. Mata-mata tersebut duduk
bersama sahabat-sahabat nabi dan bercakap-cakap kemudian
pergi. Rasulullah berkata kepada sahabat-sahabatnya,
"KEJAR ORANG TADI DAN BUNUH DIA". Maka aku membunuhnya.
Bahkan siapa
nama orang yang dituduh mata-mata itupun tidak
diketahui. Tidak juga ada usaha klarifikasi atas tuduhan
Muhammad SAW.
Betapa tidak berharganya nyawa orang tersebut. Tidakkah
terpikir bagaimana nasib istri dan anak-anaknya?
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah berikut yaitu
agar tidak kebanyakan purba sangka.
QS 49 : 12 :
Hai orang-orang yang beriman, JAUHILAH KEBANYAKAN
PURBA-SANGKA (kecurigaan) , karena sebagian dari
purba-sangka itu DOSA
9. ABU AFAK (PEMBUNUHAN
KARENA SYAIR)
Salah satu pembunuhan yang paling tidak pandang bulu
adalah pembunuhan seorang KAKEK TUA RENTA YANG TELAH
BERUMUR 120 TAHUN yaitu Abu Afak hanya karena Abu Afak
menuliskan syair mengecam Muhammad SAW.
Sumber
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233
- 234
Abu Afak adalah salah seorang dari bani Amr bin Auf dari
kelompok bani Ubaidah. Dia menunjukkan kemunafikannya
ketika Rasulullah membunuh Harits bin Suwaid bin Samit
dan berkata :
Aku telah
hidup lama tetapi aku tidak pernah menemui
Sebuah kelompok atau perkumpulan orang
Yang lebih setia kepada tanggungjawab mereka
Dan sekutu-sekutu mereka ketika memanggil mereka
Daripada keturunan Qaila ketika mereka sedang berkumpul
Orang-orang yang melempar gunung dan tidak pernah
menyerah
Penunggang kuda yang datang kepada mereka memecah mereka
menjadi dua (mengtakan)
"Izinkan", "Jangan izinkan" segala amalan dan tindakan
Jika engkau percaya akan kejayaan atau kerajaan
Engkau akan mengikuti Tuba
Rasulullah
berkata, "SIAPA YANG BERSEDIA MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAN
BAJINGAN INI UNTUKKU?" Kemudian Salim bin Umair dari
bani Amr bin Auf salah satu dari para penangis berangkat
dan membunuh dia
Atau menurut
sumber kuno berikut :
Kitab Al Tabaqat Al Kabir Volume 2,
Ibn Sa`d, halaman 32 :
(terjemahan oleh sdr. Nomind)
Kemudian terjadi serangan ("sariyyah") oleh Salim Ibn
Umayr al-Amri terhadap Abu Adak, orang Yahudi pada
(bulan) Shawwal dipermulaan dari bulan ke duapuluh dari
hijrah Rasulullah. Abu Afak adalah dari Bani Amr Ibn Awf
dan seorang yang sudah tua yang telah mencapai umur 120
tahun. Dia seorang Yahudi, dan dulunya pernah menghasut
orang-orang untuk menentang Rasulullah, dan menyusun
bait-bait puisi yang bersifat menyindir (Muhammad).
Salim Ibn Umayr yang adalah salah seorang yang paling
berduka yang berpartisipasi dalam perang Badr berkata,
"Saya bersumpah bahwa saya harus membunuh abu Afak atau
mati dihadapannya. " Dia menunggu kesempatannya sampai
suata malam yang panas datang, dan Abu Afak tidur di
ruang terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal ini,
sehingga dia MENUSUKKAN PEDANGNYA PADA HATI ABU AFAK DAN
MENEKANNYA SAMPAI TEMBUS KE KASURNYA. Musuh Allah
berteriak dan orang-orang yang menjadi pengikutnya
segera datang kepadanya, membawa dia ke rumahnya dan
menguburkannya.
Abu Afak
menuliskan syair-syairnya di Medinah yang mengkritisi
Muhammad SAW. Abu Afak menilai bahwa pengajaran Muhammad
SAW sering diubah-ubah, tercermin dari kritikannya
"Izinkan" dan "Jangan izinkan". Selain itu Abu Afak
menyerukan untuk mengikuti Tuba yang adalah seorang raja
dari Yaman yang beragama Yahudi.
Namun tidak ada satu catatanpun dimana Abu Afak membujuk
kaumnya untuk melakukan kekerasan fisik terhadap
Muhammad SAW. Seorang yang berumur 120 tahun, sudah
barang tentu bukanlah ancaman bagi Muhammad SAW secara
fisik.
Namun karena Abu Afak telah berani mengkritik Muhammad
SAW dan karena dia adalah keturunan Yahudi, maka nasib
sudah ditentukan yaitu Abu Afak harus mati apapun
penyebabnya.
Tidakakah Anda melihat bahwa pembunuhan terhadap Abu
Afak seorang tua renta oleh Salim seorang pejuang Muslim
dengan cara mencuri-curi pada saat Abu Afak tertidur
lelap sebagai perbutaan yang sangat pegecut?
Apakah ada yang berani mempertanyakan kediktatoran
Muhmmad dan para sahabat? Adakah yang berani vokal pada
jaman Orba? Adakah rakyat Irak yang berani menentang
Saddam Hussein sebelum jatuh? Apakah yang akan terjadi
pada mereka yang berani menentang para diktator?
Jawabnya, jelas akan dibunuh dengan keji.
Apakah hanya karena sindrian dari puisi dan kata-kata
Abu Afak yang tidak berkenan dihati Muhammad, nyawanya
bisa diambil oleh Muhammad begitu saja? Apakah ini
standard moral Muhammad sebagai seorang utusan Allah?
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Tampaknya bagi Muhammad SAW membunuh seorang kakek tua
renta yang sudah ompong hanyalah hal kecil saja dan
tidak ada artinya.
Kekejian ini bisa jadi adalah inspirasi dari syaitan
sesuai peringatan ayat berikut :
QS 2 : 169 :
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat
jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui.
10. ASMA BINTI MARWAN (NASIB
MUNIR WANITA)
[I](by
Nomind)
Begitulah yang terjadi sesudah pembunuhan Abu Afak yang
tua renta yang sudah tidak bergigi itu. Asma bint Marwan
menyuarakan ketidakpuasan atas kekejaman dan
ketidakadilan Muhammad dalam memerintahkan pembunuhan
Abu Afak. Karena berani mempertanyakan perbuatan keji
Muhammad, nyawa Asma bint Marwan pun melayang sia-sia
tanpa bekas. Kambing pun tidak akan peduli, begitulah
kira-kira pernyataan Muhammad setelah Asma dibunuh.[/I]
Sumber
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233
- 234
Asma adalah dari bani Umayyah bin Zaid. Ketika Abu Afak
terbunuh dia menunjukkan kemunafikannya. Abdullah bin
Harits bin Fudail dari ayahnya mengatakan bahwa di
dinikahi seseorang dari bani Khatma yang bernama Yazid
bin Zaid. Dia mencaci-maki Islam dan para pengikutnya
dengan mengatakan :
Aku memangdang rendah Bani Malik dan Al Nabit
Dan auf dan bani Khazeaj
Engkau mematuhi orang asing yang bukan golonganmu
Dia bukan Murad atau Madhhij
Apakah yang engkau harapkan darinya setelah kematian
pemimpinmu
Seperti orang yang kelaparan yang menantikan kaldu
Tidak adakah orang yang berani menyerang dia dengan
kejutan
Dan mematahkan harapan mereka yang menantikan sesuatu
darinya
.
Ketika Rasulullah mendengar apa yang dia katakan, beliau
berkata, "SIAPA YANG AKAN BERANGKAT UNTUK MEMBEBASKAN
AKU DARI PUTRI MARWAN ITU?" Umair bin Adiy al Khatami
yang saat bersama beliau mendengarnya dan pada tengah
malam dia pergi kerumah Asma dan membunuhnya. Dia
menemui Rasulullah esok harinya dan menceritakan kepada
beliau apa yang telah terjadi dan beliau berkata, "Wahai
Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasulullah".
Ketika dia berkata bagaimana jika dia mendapat
ancamanatau akibat buruk, beliau menjawab, "dua ekor
kambing tidak akan menandukkan kepala mereka karena
kematiannya" .
..
Atau sumber
kuno berikut :
Kitab al-Tabaqat al-Kabir, terjemahan S. Moinul Haq,
Vol. 2, hal. 31
Ibn Sa'd
SERANGAN
(SARIYYAH) UMAYR IBN ADI
Kemudian terjadilah serangan (sariyyah) Umayr ibn Adi
Ibn Kharashah al-Khatmi terhadap Asma Bint Marwan dari
Bani Umayyah Ibn Zayd, ketika lima malam sebelum bulan
suci Ramadhan, dipermulaan bulan keduapuluh sejak hijrah
Rasulullah. Asma adalah isteri Yazid Ibn Zayd Ibn Hisn
al-Khatmi. Dia sebelumnya pernah mencerca Islam,
menyakiti hati nabi (Muhammad) dan mempengaruhi
orang-orang menentang dia. Dia membuat bait-bait puisi.
UMAYR IBN ADI MENDATANGINYA PADA MALAM HARI DAN MASUK KE
RUMAHNYA. ANAK-ANAKNYA SEDANG TIDUR DI SEKITARNYA. ADA
SATU YANG SEDANG DIA SUSUI. DIA (UMAYR) MENCARINYA
DENGAN TANGANYA KARENA DIA BUTA, DAN MEMISAHKAN ANAK ITU
DARINYA. DIA MENGHUJAMKAN PEDANGNYA DI DADANYA HINGGA
TEMBUS KE PUNGGUNGNYA. Kemudian dia melakukan sholat
pagi bersama dengan nabi (Muhammad) di al-Madina.
Rasulullah bersabda padanya: "Apakah kamu sudah
membantai anak perempuan Marwan?" Dia berkata: "Sudah.
Apakah adalah hal lain yang perlu saya lakukan?" Dia
(Muhammad) bersabda: "Tidak ada. DUA KAMBING TIDAK AKAN
MENGADU KEPALA MENGENAI DIA (Asma)." Inilah adalah
kata-kata yang pertama kali didengar dari Rasulullah.
Rasulullah memberi julukan kepadanya Umayr, "basir"
(yang melihat).
Lagi-lagi suatu pembunuhan keji dan pengecut yang
dilakukan oleh pengikut setia Muhammad. Pembunuhan
terhadap Abu Afak dan Asma bint Marwan dilakukan dengan
sangat pengecut secara diam-diam pada malam hari saat
korban sedang tidur lelap. Pembunuhan Asma seorang
WANITA YANG SEDANG MENYUSUI ANAKNYA YANG MASIH BALITA
adalah sangat kejam. Hanya karena puisinya dan
pembelaannya atas kematian Abu Afak yang tua renta, Asma
dihabisi oleh Muhammad secara kejam dan keji. Begitu
teganya Muhammad menghabisi nyawa seorang perempuan tak
berdaya yang mempunyai lima anak dan satu diantaranya
masih menyusui. Bisa dibayangkan penderitaan keluarga
Asma.
Yang lebih parah lagi, Muhammad mengatakan bahwa
kambingpun tidak akan beradu kepala mengenai hal ini.
Yang artinya tidak akan ada yang peduli. Memang Muhammad
dan pengiktunya tidaklah akan peduli, tapi lima anak
Asma yang masih kecil dan keluraganya tentunya sangat
peduli
Asma yang
memprotes pembunuhan adalah gambaran seorang pembela HAM
seperti MUNIR. Dan karena memprotes pembunuhan makanya
Asma harus disingkirkan. Betapa miripnya dengan nasib
Munir yang memprotes penghilangan aktivis, hidupnya
harus berakhir tewas dibunuh dengan diracun
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN :
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Al-Qur'an yang
menyuruh untuk memberikan harta bagi anak-anak yatim.
Bukannya mengasihi anak yatim, Muhammad SAW justru
membuat anak-anak menjadi yatim. Ironis sekali.
QS 2 : 177 :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat
itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya KEBAJIKAN
ITU IALAH beriman kepada Allah, hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan
harta yang dicintainya kepada kerabatnya, ANAK-ANAK
YATIM,
11. ABDULLAH BIN KHATAL
(NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM - 1)
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54
55
Seorang lagi yang harus dibunuh adalah Abdullah bin
Khatal dari bani Taim bin Ghalib. Dia pernah menjadi
muslim dan diutus Rasulullah untuk mengumpulkan zakat
bersama seorang Anshar dengan dibantu seorang bekas
budak yang telah merdeka. Ketika mereka beristirahat,
Abdullah memerintahkan si bekas budak itu untuk
menyembelih kambing dan memasaknya lalu dia menunggunya
sambil tidur. Ketika bangun perintahnya ternyata belum
dilaksanakan, maka bekas budak itu dibunuhnya dan lalu
DIA MENJADI KAFIR
Abdullah bin Khatal dibunuh oleh
Said bin Huraits al Makhzumi dan Abu Barzah al Aslami
Atau menurut
sumber hadis berikut :
Sahih Bukhari, volume 5 nomor 582 :
Dikisahkan oleh Anas bin Malik :
Pada hari penaklukan, Rasulullah memasuki Mekah,
menggunakan penutup kepala. Ketika Rasulullah melepas
penutup kepalanya, seseorang datang dan berkata, "Ibn
Khatal sedang memanjat dinding Kabah". RASULULLAH
BERKATA, "BUNUH DIA!"
Ibn Khatal
akhirnya dibunuh di Kabah.
Sumber :
Kitab al Tabaqat al Kabir, volume 2, halaman 174 :
Ibn Sa'd
Sungguh, Rasullah memerintahkan pengikutnya pada hari
kemenangan untuk membunuh Ibn Abi Sarh, Fartana Ibn
al-Zibr'ra and Ibn Khatal. Abu Barzah datang dan melihat
[B]Ibn Khatal memegang erat dinding Kabah. ABU BARZAH
KEMUDIAN MEROBEK PERUT IBN KHATAL.[/B]
Ibn Khatal
dibunuh tampaknya karena dia berpaling dari Islam.
Itulah hukuman bagi orang yang pindah agama dari Islam,
bunuh!!
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Ibn Khatal telah berusaha untuk berlindung di Kabah,
namun tetap dibunuh oleh pengikut Muhammad SAW, padahal
katanya Kabah adalah tempat yang diberkahi dan siapapun
yang memasukinya akan menjadi aman.
QS 3 : 96 97 :
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat
beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah
(Mekah) yang DIBERKAHI dan menjadi petunjuk bagi semua
manusia [214]. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata,
(di antaranya) maqam Ibrahim [215]; BARANGSIAPA
MEMASUKINYA (BAITULLAH ITU) MENJADI AMANLAH DIA
Dengan
perintah pembunuhan ini maka Muhammad SAW TELAH
MENGINGKARI AL-QUR'ANNYA SENDIRI dan menjadikan apa yang
ditulis oleh ALQUR'AN SALAH.
12. MIQYAS BIN HUBABAH (NASIB
ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM - 2)
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54,
55
Rasulullah telah memerintahkan semua komandan pasukannya
untuk hanya menyerang mereka yang melawan, kecuali
beberapa orang yang beliau perintahkan untuk dibunuh
.
Kemudian juga Miqyas bin Hubabah yang pernah membunuh
seorang Anshar yang membunuh saudaranya secara tidak
sengaja, dan setelah itu KEMBALI KEPADA QURAISH SEBAGAI
KAFIR
sedangkan Miqyas dibunuh oleh Numailah bin
Abdullah, seorang pengikutnya sendiri. Saudara perempuan
Miqyas berturur :
Demi hidupku, Numaila telah membuat malu kaumnya
Dan mengejutkan orang-orang dikala dia membunuh Miqyas
Siapapun pasti pernah menemui seorang seperti Miqyas
YANG MENYEDIAKAN MAKANAN BAGI PARA IBU MUDA DISAAT-SAAT
SULIT.
Miqyas adalah
seorang yang murah hati, dia menyediakan makanan bagi
para ibu muda dikala sulit. Namun karena DIA TELAH
BERPALING DARI ISLAM MAKA NASIBNYA SUDAH JELAS, HARUS
DIBUNUH.
13. FARTANAH (KISAH SEDIH
SEORANG BIDUANITA)
Bahkan seorang budak wanita yang hanya bisa menyanyipun
tidak luput dari perintah pembunuhan.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55
Beliau juga memerintahkan untuk MEMBUNUH DUA PENYANYI
WANITA MILIK ABDULLAH, salah satunya bernama Fartanah,
karena mereka biasa menyanyikan lagu sindiran terhadap
Rasulullah
Sedangkan dua orang penyanyi Ibn Khatal,
SEORANG TELAH DIBUNUH dan seorang lagi melarikan diri
sampai kemudian dia meminta ampunan kepada Rasulullah
dan dikabulkan.
Luar biasa,
apa yang dimiliki oleh budak wanita yang bernama Fartana
itu?.
Kekayaan?? Tidak!
Kekuatan?? Tidak!
Pasukan??? Tidak!
Apakah Fartana merupakan ancaman bagi Muhammad SAW????
Tidak!
Seorang budak
wanita yang miskin harus dibunuh karena pernah menyanyi
lagu yang membuat Muhammad SAW tersinggung.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Terlihat bagaimana lagi-lagi Muhammad SAW melanggar
perintah untuk memperlakukan kaum miskin.
QS 4 : 8 :
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat [270],
anak yatim dan ORANG MISKIN, MAKA BERILAH MEREKA DARI
HARTA ITU [271] (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada
mereka PERKATAAN YANG BAIK.
Jadi bukannya
santunan dan perkataan baik yang diterima Fartana,
melainkan perkataan "BUNUH" yang dia terima.
Dimana rasa
memaafkan orang tidak berdaya itu??
Sementara Muhammad SAW sendiri mengajarkan dalam ayat
Al-Qur'an untuk memaafkan :
QS 4 : 149 :
Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau
menyembunyikan atau MEMAAFKAN SESUATU KESALAHAN (ORANG
LAIN), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha
Kuasa.
KOMENTAR DARI
ALKITAB
Bandingkan dengan pengajaran Rasul Paulus yang dengan
keji dituduh Rasul Palsu oleh muslim.
Kolose 3 : 11 :
dalam hal ini TIADA LAGI orang Yunani atau orang Yahudi,
orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar
atau orang Skit, BUDAK ATAU ORANG MERDEKA, tetapi
Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
Seorang Rasul
yang dituduh palsu saja bisa menganggap BUDAK ADALAH
SAMA BERHARGANYA DALAM KASIH KRISTUS dan rasul Paulus
setelah bertobat tidak pernah memerintahkan pembunuhan
seorang budakpun.
14. HUWAIRITS BIN NUQAITS
(ANAK JATUH, NYAWA MELAYANG)
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55
Juga ada Huwairits bin Nuqaits bin Wahab binAbdul bin
Qusayi YANG DIBUNUH karena sering menghina Rasulullah di
Mekah.
Apa
penghinaan yang dilakukan Huwairits?.
Ibid, halaman
357
Menurut catatan Ibn Hisham no. 804 :
Pada suatu hari Abbas menaikkan Fatimah dan Ummi Khultum
dua putrid Rasulullah pada seekor unta untuk membawa
mereka dari Mekah menuju Madinah dan tiba-tiba
al-Huwairits menghalau unta itu sehingga Fatimah dan Umi
Kulhum terlempar dan jatuh dari atas unta itu.
Jadi hanya
karena kedua putrid Muhammad SAW terjatuh dari unta maka
Huwairits harus dibunuh. Padahal bisa saja Huwairits
tidak sengaja menghalau unta tersebut, atau bahkan
mungkin kedua putri Muhammad SAW tidak berpegangan
dengan kencang sehingga terjatuh. Jadi karena anak
terjatuh, orang lain harus dibunuh.
15. SARAH (PENGANTAR SURAT
YANG MALANG)
SARAH JUGA
SEORANG BEKAS BUDAK YANG TIDAK MEMILIKI KEKUATAN APAPUN.
Dia pernah membawa surat yang memperingatkan Quraish
bahwa Muhammad hendak menyerbu Mekah.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 46
- 47
.. ketika Rasulullah memutuskan untuk menyerbu Mekah,
Hatib bin abu Balta'ah menulis sebuah surat kepada
Quraish mengatakan kepada mereka bahwa Rasulullah
bermaksud mendatangi mereka. Dia memberikan surat
tersebut kepada seorang wanita
.. adalah Sarah, seorang
bekas budak
. Wanita tersebut menyembunyikan surat
tersebut diatas kepalanya. Rasulullah mendapatkan kabar
dari langit tentang apa yang telah dilakukan Hatib dan
saat itu juga mengutus Ali dan Zubair bin Awwam untuk
mengejar wanita itu
Merasa terdesak akhirnya wanita
itu mengeluarkan surat tersebut dan memberikannya kepada
Ali dan kemudian memberikannya kepada Rasulullah
.
Sarah
tampaknya berhasil menyelamatkan dirinya. Namun vonis
mati tampaknya memang sudah diberikan dan akhirnya
dilaksanakan pada saat Umar berkuasa.
Sumber :
Ibid,halaman 56 :
Sementara itu Sarah yang hidup hingga masa kepemimpinan
UMAR, DIA DIBUNUH oleh seorang prajurit di satu lembah
di Mekah.
Bahkan hingga
Muhammad SAW meninggalpun tampaknya hukuman mati kepada
Sarah tidak dicabut. Bayangkan Sarah yang miskin,
seorang diri dan terlunta-lunta bersembunyi pada
akhirnya harus juga menerima kematiannya.
KOMENTAR DARI
AL-QUR'AN
Tampaknya ayat berikut ini berlalu bagitu saja :
QS 2 : 177 :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat
itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya KEBAJIKAN
ITU IALAH beriman kepada Allah, hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan
harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak
yatim, ORANG-ORANG MISKIN, MUSAFIR (YANG MEMERLUKAN
PERTOLONGAN) dan orang-orang yang meminta-minta
Jadi dari penuturan
sumber-sumber Islam sendiri terlihat bagaimana sikap
Muhammad SAW terhadap mereka yang pernah "mengkritisi"
dirinya.
Terlihat
sekali adanya perbedaan sikap antara Muhammad SAW dengan
Rasul Paulus.
1. Muhammad
SAW
Pada saat Muhammad SAW belum berkuasa, beliau adalah
orang yang tidak pernah menyakiti orang lain. Namun
begitu kekuasaan dan legitimasi rasul Allah SWT
dipegangnya, tindakan balas dendam berupa
pembunuhan-pembunuh anlah yang dilakukannya.
2. Rasul
Paulus
Pada waktu belum menjadi rasul, beliau adalah orang yang
kejam yang bermaksud menganiaya orang-orang Kristen.
Namun begitu berjumpa dengan Yesus Kristus semua
kekerasan dalam dirinya lenyap dan berganti dengan kasih
dan pengajaran.
Ironi paling
besar adalah bagaimana SIKAP MUNAFIK yang diperlihatkan
:
Perintah-perintah Al-qur'an yang jelas dan gamblang yang
DIKLAIM DIHAFAL LUAR KEPALA OLEH RIBUAN MUSLIM
sahabat-sahabat Muhammad SAW ternyata dilanggar begitu
saja.
Perintah
datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah
yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya
karena menurut Al-Qur'an, sikap seperti ini diganjar
menjadi PENGHUNI NERAKA JAHANAM.
QS 29 : 68 :
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang
mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau MENDUSTAKAN
YANG HAK [1160] TATKALA YANG HAK ITU DATANG KEPADANYA?
BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANNAM itu ada tempat bagi
orang-orang yang kafir?
Atau
jangan-jangan ayat-ayat tentang memaafkan itu dikarang
kemudian setelah Muhammad SAW meninggal?? Mungkin saja.