Diterjemahkan
dari: Confessions of a Former Islamist
http://www.faithfreedom.org/Testimonials/AhmedShalakamy50521.htm
Cerita yang berikut ini sungguh merenggut hati. Saya menantang
anda untuk membacanya dan tidak menangis. Jika anda berhasil,
maka Anda boleh memberi diri Anda medali karena menjadi monster
yang buta hati nurani.
Ini adalah kesaksian sampai fakta bahwa kepercayaan jahat
memaksa manusia melakukan kekejaman yang tak masuk akal. Anwar
Shaikh, anti Islamist yang terkenal, mengaku bahwa selama
Partition, ketika dia muda, dia begitu diisi dengan kebencian
bahwa dia keluar dengan belati dan membunuh dua Sikh yang tidak
bersalah, seorang bapak dan seorang anak lelaki dan Hindu. Dia
tidak mengenal korbannya yang mana pun. Dia membunuh mereka
karena mereka adalah yang pertama orang non-Muslim yg dia lihat di
jalan. Kenangan kejahatannya menghantuinya sampai hari ini.
Tetapi pikiran orang yang percaya seperti pikiran dalam pengaruh
obat. Dia betul-betul tak manusiawi.
Bangladeshi Hindu ini ditangkap di jalan. Dia dibawa ke mesjid
dan dikalahkan sampai mati. Dia meminta dengan sangat karena
kemurahan hati, tetapi tidak mempunyai efek di hati pemuja Satan
Muslim yang membatu. Mereka meneriakkan, "bunuh kafir, bunuh
kafir" dan meneriakkan Allah u Akbar sedangkan Vimal Patak
bertemunya agonizing kematian.
Manusia tidak dilahirkan jahat, mereka menjadi jahat lewat
indoktrinasi.
h: Ahmed Awny Shalakamy
Saya dibesarkan di Giza, Mesir. Bapak saya adalah seorang
kontraktor gedung dan terlibat dalam aktivitas Islam. Dia adalah
ketua salah satu perkumpulan-perkumpulan Islam lokal dan
bertanggung jawab karena untuk mengumandangkan adzan. Dia juga
memberi pelajaran Islam dan beberapa kali berpidato di mesjid
pada sholat Jumat.
Bapak saya membenci orang Kristen. Dia mengajarkan kepada saya
bahwa mereka adalah kafir yang membantah diri sendiri dengan
mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sedangkan Kitab
mereka yang sudah diubah mempunyai ayat yang membuktikan dia
adalah seorang nabi. Ini semua adalah bagian dari retorik yang
biasa kami dengar dari pengeras suara mesjid, dan dari radio dan
audio kaset di jalan. Di suasana seperti itu, seorang anak
Muslim di Mesir disusui kebencian bersamaan dengan air susu
ibunya.
Perkumpulan ayah saya aktif dalam banyak bidang. Menyediakan
asrama bagi gadis, bengkel, klinik, toko tanaman, madrassah
untuk belajar Quran dan bagian untuk berkhotbah agama Islam.
Kepentingan utama perkumpulannya seharusnya menyebarkan agama
Islam dengan segala cara.
Selama peraturan mendiang Presiden Anwar El Sadat, Grand Imam of
El Azhar Mohamed Abdel Halim Mahmoud dilibatkan dalam
bersekongkol bersama dengan Wakil Presiden Sadat’s Mr Hussein el
Shafei. Syekh Keshk juga dilibatkan di perencanaan ini bersama
dengan Mohamed Osman Ismail, Assiut’s sebelumnya gubernur, dan
Mohamed Abdel Mohsen Saleh. Baik Ismail maupun Saleh adalah
bapak pendiri berbagai perkumpulan penyebaran Islam yang muncul, dan di antaranya bapak saya terlibat.
Tujuan dari kelompok-kelompok ini adalah untuk mengubah Mesir
menjadi negara Islam dalam waktu 50 tahun. Anggota keluarga
kerajaan Arab Saudi, yang terkait dengan paham Wahabi dan
pangeran minyak dari teluk, membiayai rencana ini. Uang
dikeluarkan dengan boros untuk merayu wanita dan gadis Kristen
dengan cara apapun yang dimungkinkan. Biaya di tahun 70-an dan
awal 80-an adalah sekitar lima ribu Pound Mesir untuk menjebak
masing-masing gadis. Uang dibagi sehingga laki-laki Muslim yang
menjebak wanita Kristen ke dalam konversi menjadi Islam
mendapatkan separuh, dan anggota polisi dan
perkumpulan-perkumpulan yang terkait akan mendapat setengah yang
lain.
Kerja perkumpulan-perkumpulan dakwah di Mesir ini terus terjadi
dan bayaran untuk mengkonversi dengan cara menipu gadis Kristen
sekarang ini menjadi lebih tinggi. Dewasa ini bayaran rata-rata
bagi seorang gadis kebanyakan adalah sepuluh ribu Pound Mesir
dan bayaran bisa menjadi dua ratus ribu Pound Mesir jika gadis
tsb dari keluarga Kristen yang terkenal, atau anak perempuan
seorang profesor universitas, seorang wakil menteri, atau
berhubungan dengan seseorang dari kependetaan.
Seperti bapak saya, saya juga dilibatkan dengan perkumpulan
pendakwahan. Sesudah kami berhasil mengubah seorang wanita
Kristen, kami akan menghina orang Kristen dengan mengarak gadis
yang telah di tipu masuk Islam di jalan. Kami memainkan musik
keras dan bendera yang dilambaikan sambil meneriakkan “Allahu
Akbar” untuk mengumumkan kemenangan agama Islam. Kami juga akan
menyanyi semboyan untuk memalukan orang Kristen. Tak ada orang
Kristen yang akan menghalangi pawai ini yang dilindungi oleh
polisi.
Ini adalah hal yang umum sampai tahun 1985 ketika pawai seperti
itu dilarang. Namun, kami tetap meneruskan kampanye kami untuk
mengubah wanita Kristen bagaimanapun juga. Kami tetap fokus
untuk mengkonversi gadis dan wanita karena kami percaya ini
adalah bentuk penghinaan yang lebih luar biasa bagi orang
Kristen. Di timur, kehormatan seorang pria ada pada anak
perempuan, saudara perempuan atau istrinya, dan oleh sebab itu
memalukan yang mana pun di antara mereka adalah penghinaan
tertinggi baginya
Kami mempergunakan bermacam-macam trik untuk menjebak wanita
Kristen. Kami terutama mencari cara untuk mempengaruhi emosi dan
gerak hati mereka. Kami juga akan membuat wanita ini dilibatkan
di skandal moril dan menggunakannya untuk memaksa mereka untuk
melakukan yang mana pun kami inginkan. Ini adalah apa yang saya
lakukan, selama saya dilibatkan dengan perkumpulan dakwah ini.
Selain menerima bayaran untuk kerja ini, saya yakin bahwa saya
mendapat hadiah tambahan karena setiap waktu saya membuat
seorang wanita Kristen memeluk Islam, saya akan mendapat hadiah
sebidang tanah di surga.
N.M.A.
NMA semula dari Kairo dan pergi ke perguruan di kota di mana
keluarga saya tinggal. Saya masih dalam tahun pertama saya di
perguruan tsb pada saat itu, dan ini adalah kasus pertama saya
menyebarkan Islam.
Dia sangat cantik. Dia mempunyai beberapa teman gadis Muslim
yang memberi tahu saya bahwa dia adalah sasaran yang mudah.
Mereka mengatur saya untuk menemuinya dan saya berlatih
berpura-pura bahwa saya benar2 jatuh cinta padanya, menatapnya
dengan nafsu dan memalsukan suara menggigil.
Ketika NMA dan saya pertama kali mulai berbicara, saya
menanyakan beberapa pertanyaan mengenai kepercayaan Kristen
kepadanya. Saya tersadar bahwa saya mesti mengubah taktik saya
jika saya bermaksud menjebaknya. Saya mulai meyakinkannya bahwa
saya mencintainya dan saya mengerjakannya sampai dia jatuh cinta
pada saya. Teman gadisnya mengetahui apa yang terjadi dan
menolong saya dengan berbicara dengannya tentang cinta saya
baginya. Saya memberi tahunya bahwa kami bisa menikah dan tetap
menjaga kepercayaan kami yang berbeda, karena agama Islam
membolehkan orang Muslim menikah dengan orang yang diberi Kitab
karena mereka percaya pada Tuhan. Saya bebas melakukan apa saja
dengannya dan dia menjadi hamil.
Saya diam-diam pergi ke gereja dengannya beberapa kali dan saya
malah membelikan buku2 Kristen, ikon dan roti persahabatan untuk
meyakinkannya bahwa saya adalah seorang pengagum agama Kristen.
Saya memberi tahunya bahwa saya dengan girang sudah akan
mengubah agama saya menjadi Kristen, tetapi tidak bisa
melakukannya karena saya akan dibunuh oleh keluarga saya. Saya
kemudian memberi tahunya bahwa saya mencintainya dan tidak bisa
hidup tanpa dia dan jika dia mengubah agamanya menjadi Islam,
dia tidak akan dibunuh, karena dia mengandung bayi kami -- buah
cinta kami.
Dia takut dan tidak mengetahui apa yang mesti dilakukan. Pada
waktu itu, saya memintanya untuk tidak memutuskan hubungannya
dengan Gereja, untuk bertindak sebagai dia biasanya dan sebagai
kamuflase untuk tetap ke gereja pada hari Kamis selama
pengakuan, pada hari Jumat selama komuni dan lagi pada hari
Minggu selama Misa. Dia mengikuti perintah saya dan suatu hari
sesuai dengan perintah saya, dia tiba dengan kopor dan
barang-barang perhiasan emasnya, dan kami bermalam di rumah saya
di Gameat El Dewal El Arabia Street. Pada hari Sabtu pagi, dia
mempunyai janji dengan orang yang bertanggung jawab di El Azhar.
Saya mengatur pelariannya ke kota di mana dia menghadiri
perguruan dan di mana saya hidup sampai dia menyelesaikan
studinya. Saya kemudian membuat namanya diganti menjadi Fatima
El Zahra Mohamed Ali El Mahdi.
Usaha keluarganya dan orang Kristen lain untuk mengambilnya
kembali sia-sia. Saya pastikan bahwa dia sendiri yang dengan
tekat bulat menolak untuk kembali, sesudah kolega saya dan saya
mengindoktrinasinya. Usaha saya berhasil sehingga dia menjadi
betul-betul diyakinkan bahwa dia sekarang menyembah Tuhan sejati
agama Islam.
Sesudah lima minggu mencapai kemenangan ini untuk agama Islam
dan mendapat hadiah keuangan saya, saya menentukan bahwa saya
tidak mau menyimpan pelacur durhaka ini sebagai istri saya. Dia
murah bagi saya dan hanyalah alat pemuasan kesenangan seks.
Bagaimana saya bisa mempunyai seorang anak lelaki dengannya yang
mempunyai darah kafir Kristen itu? Saya beralasan. Saya
menyuruhnya melakukan aborsi dan saya mempergunakan hak sah saya
untuk memukulnya. Saya juga mengharuskannya bekerja untuk
makanannya. Saya memberi tahunya dia mesti melayani tuan
Muslimnya yang menaruh atap di atas kepalanya dan dia mesti
berterima kasih karena saya menikahinya dan menyelamatkannya
dari rasa malunya.
Saya mulai berpikir untuk mengulangi yang sama lagi dengan
wanita lain, agar saya bisa melayani hidup saya, agama saya dan
di akhirat. Saya percaya dengan melakukan ini saya akan melayani
agama saya dengan memaksa kafir memeluk agama Islam; saya akan
melayani hidup saya dengan mendapat hadiah keuangan; dan saya
akan melayani hidup saya di akhirat dengan mendapatkan banyak
hektar tanah tertulis atas nama saya di surga. Saya juga akan
mempunyai seorang tukang pembersih rumah secara gratis. Dia akan
bekerja untuk makanannya dan ketika saya mau memakainya untuk
kesenangan, dia akan menjadi budak seks saya.
Saya menikmati menyakiti, memukul dan mempermalukan Fatima
(NMA).
Saya positif dia tidak sungguh2 memeluk agama Islam dan bahwa
dia hanya menyerah pada naluri kewanitaannya. Semua ini membuat
saya lebih tak segan untuk melakukan balas dendam terhadapnya.
Fatima tinggal dengan saya selama tiga tahun, tujuh bulan dan
dua belas hari sampai satu Minggu pada 1998 ketika saya memeluk
agama Kristen. Saya adalah seorang ateis dan menghindari tiap
orang, sebelum menjadi orang Kristen. Tetapi sewaktu saya
meneruskan pencarian saya, saya percaya Yesus Kristus
menampakkan diri Nya kepada saya.
Saya mengatakan kepada istri saya tentang perubahan kepercayaan
saya. Dia tidak percaya kepada saya pada mulanya. Selama tiga
tahun tujuh bulan dan dua belas hari Fatima tinggal dengan saya,
saya telah memaksa delapan orang gadis mengubah keyakinan mereka
menjadi Islam. Sesudah saya menjadi orang Kristen, saya mencari
untuk memulihkan masing-masing sembilan wanita yang mengubah
agama mereka karena saya, demikian juga yang oleh bapak saya.
Saya sekarang berdoa untuk mereka dan saya terus mendapat berita
baik tentang pemulihan kembali satu per satu dari mereka.
D.B.A
Ketika saya menemui DBA, dia belajar di perguruan yang jaraknya
satu setengah jam dari rumahnya. Dia berasal dari keluarga kaya.
Bapak dan ibunya adalah dokter dan saudara laki-lakinya adalah
dokter di angkatan bersenjata Mesir. Meskipun dia adalah orang
yang rajin ke gereja, dia tidak terlalu taat beragama. DBA
sangat ramah dalam persahabatannya baik dengan orang Muslim dan
orang Kristen. Meskipun ada keserasiannya, kami tidak merasa itu
mudah dan kami memutuskan untuk menggunakan permainan kotor.
Sebagai seorang muslim laki-laki, kami percaya kami sedang
berperang terus-menerus dengan “Kafir Najis" dan oleh karena itu
tidaklah menjadi masalah untuk memperdayakan mereka.
Suatu hari saya mendapat kunjungan dari seorang laki-laki muda
Muslim yang memberi tahu saya dia ingin menikah dengan DBA dan
meminta saya menolongnya meyakinkan dia untuk masuk Islam.
Setelah melalui banyak perencanaan, saya mendapatkan bahwa teman
baiknya adalah adalah orang muslimah yang taat beragama. Tetapi
dia masih menganggap gadis Kristen itu sebagai saudara
perempuannya dan saya terganggu oleh ini.
Oleh sebab itu saya mengunjungi gadis Muslim dan berbicara
dengannya tentang kepercayaannya yang salah mengenai agama
Kristen dan mengingatkannya pada Allah yang mana mengatakan di
Quran (orang Yahudi dan orang Kristen tidak akan menyetujui anda
sampai anda mengikuti agama mereka) dan juga (Kamu orang-orang
percaya, tidak boleh mengambil orang Yahudi dan orang Kristen
sebagai teman dan yang orang yang berteman dengan mereka adalah
dari mereka, karena Allah tidak menunjukkan jalan yang benar
kepada orang yang tak adil).
Saya mengatakan kepadanya bahwa jihad melawan mereka adalah
kewajiban setiap orang Muslim dan dia sebaiknya membantu
menyumbang pada kemenangan agama Islam. Gadis Muslim itu
akhirnya yakin bahwa saya benar dan menanyakan apa yang
dikehendaki darinya. Saya menyuruhnya untuk tidak memperlihatkan
kebencian kepada teman Kristennya, tetapi tetap memperlakukannya
seperti biasa dan malah mencoba memperkuat persahabatan mereka
dan mengikuti semua perintah saya .
Saya kemudian pergi bertemu seorang apoteker Muslim yang adalah
seorang anggota perkumpulan kami dan meminta kepadanya obat
untuk menyebabkan halusinasi. Saya mengatakan kepadanya mengapa
saya memerlukan obat. Dia memberi tahu saya dia mau membantu
menghasilkan kemenangan bagi agama Islam dan oleh karena itu dia
menyetujui menyediakannya. Saya kemudian memberikan obat kepada
gadis Muslim dan menyuruhnya melarutkan dua biji tablet di gelas
susu dan memberikannya kepada DBA untuk diminum, dan lalu
menelpon kami begitu dia melihat ada perubahan pada gadis
Kristen itu.
Gadis muslim itu menelpon kami begitu DBA mulai berhalusinasi
dan kehilangan kontrol di apartemennya. Ketika teman saya dan
saya tiba, kami mempunyai kamera dan camcoder. Kami memulai
bergurau dengan DBA dan dia menjawab, tidak menyadari apa yang
sedang kami lakukan sampai teman saya berhasil menelanjangi
pakaiannya dan membawanya ke kamar tidur.
Saya merekam segalanya di video dan mengambil gambar selama
sekitar tiga jam. Ketika DBA sadar kembali, dia menyadari apa
yang telah terjadi dan mulai menjerit dan menangis. Dia menghina
kami, agama Islam dan nabi agama Islam, dan mencoba
merobek-robek Quran, milik teman perempuan dia. Saya
memperlihatkan kepadanya rekaman video dan foto dan mengancam
membuat tiruan dan menyebarkan mereka kepada keluarganya, juga
kepada keluarga Kristen lainnya. Saya mengingatkannya bahwa dia
akan dipermalukan dengan skandal ini. Dia menangis dan
tersungkur untuk mencium sepatu kami yang meminta dengan sangat
kepada kami untuk tidak melakukan ini, tetapi kami mendesak
bahwa dia mesti melakukan apa pun yang kami perintahkan
kepadanya, karena dia tahu bahwa saudara laki-laki dan
keluarganya pasti akan membunuhnya jika mereka melihat rekaman
video itu.
Dia akhirnya menyerah. Air matanya dan keputus asaannya membuat
saya gembira luar biasa. Selama beberapa minggu berikutnya, dia
menemani kami kepada perkumpulan di mana dia diindoktrinasi oleh
para syekh. Dia tidak bisa membantah dengan apa yang mereka
katakan. Dia merana dan tidak pernah berhenti menangis.
Kami mengajarkan kepadanya apa yang mesti dikatakan sebelum
waktunya untuk pergi ke polisi. Dia mengikuti perintah kami
ketika dia diwawancarai oleh polisi. Dan waktu ditanya seorang
polisi, mengapa dia mau masuk Islam, dia mengatakan bahwa nabi
Mohammad datang kepadanya dalam mimpi dan menyambutnya dengan
sapaan Islam dan memanggilnya Aisha. Yesus juga ada dalam
mimpinya, menyambutnya dengan sapaan Islam dan mencela semua
orang Kristen dan mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
Dia mengatakan bahwa Yesus memberi tahunya bahwa dia adalah
hamba Allah dan nabi Allah dan Mohamed adalah nabi Allah. Lalu,
dia mengatakan, Yesus mencium kepala Muhammmad dan menyuruh dia
untuk mengulangin kata2 Allah dari Quran (yang percaya pada
agama lain selain Islam, Allah tidak akan menerimanya dari
mereka pada akhir jaman, dan mereka akan menjadi pecundang).
Dia tak hanya mengatakan ini di depan polisi, tetapi juga kepada
anggota keluarganya dan pendeta yang datang mengunjunginya.
Reaksinya selama kunjungan ini, yang dinamakan sesi
"counselling", sudah kami rencanakan dan disetuju oleh polisi
sebelum pertemuan. Semua ini adalah penipuan dan meskipun dia
dikunjungi oleh pendeta yang berbeda, dia hanya bisa mengatakan
kepada mereka apa yang sudah kami ajarkan kepadanya untuk
mengatakannya.
Sesudah semua prosedur hukum selesai, kami membuatkannya ID baru
dan nama Islam baru: Aisha Abdalla Elmahdy. Kami sudah mencapai
rencana kami dan laki-laki Muslim itu, Yasser, seorang Mujahid,
mendapat gadis yang dia inginkan serta hadiah uangnya, yang
cukup besar karena dia dari keluarga Kristen yang terkenal. Saya
mendapat 25% dari bagiannya, ditambah bagian saya yang saya
bayarkan kepada orang terlibat dalam kerjasama ini.
Keluarga Aisha menjadi tak dihormati dan dipermalukan
sebagaimana sudah diharapkan. Akibatnya, ibunya menjual
apoteknya dan bapaknya menjual kliniknya. Mereka pindah
ke tempat di mana mereka bisa hilang jauh dari orang banyak
untuk melarikan diri dari skandal.
Kemudian Aisha menikah dengan Yasser dan hidup sebagai seorang
yang terbuang, karena dia dipandang rendah olehnya mertuanya.
Dia dinikahi selama dua bulan ketika Yasser mengatakan dia sudah
cukup dengannya dan tidak mau memeliharanya lagi. Dia
menceraikannya dan mengusirnya ke jalanan.
Karena dia telah menjadi saudara perempuan kami di dalam Islam
dan tidak bisa dibiarkan menjadi tunawisma, saya membawanya ke
perkumpulan di mana dia hidup dan bekerja sebagai seorang
pembantu, membersihkan klinik untuk makanan dan penginapannya.
Dia tinggal di sana selama tiga bulan sampai dia secara sah
boleh menikah lagi.
Calon pengantin laki-lakinya adalah orang Muslim yang mengetahui
ceritanya. Dia adalah seorang kuli dan sudah menikah dengan enam
orang anak. Siang hari, dia berkerja di bengkel pemeliharaan di
bagian administrasi pemerintahan. Aisha tidak mau menikah dengannya
dan memohon kami untuk tidak melaksanakannya. Kami
mengabaikannya, dan dia terpaksa untuk menikah dengan seorang
laki-laki yg dia tidak suka.
Dia hidup dalam kesengsaraan. Dia bekerja sebagai seorang
pembantu untuk membersihkan rumah dan menjual sayur untuk
memberi makan suaminya dan anaknya. Mustahil membayangkan bahwa
dia dulu adalah seorang gadis dari keluarga dokter yang kaya dan
seorang mahasiswi. Hidupnya rusak. Suami keduanya menceraikannya
sesudah lima bulan.
Karena dia sudah menikah dua kali dia tidak menikah lagi
dan karena banyak sudah mengetahui mengenai rekaman video dan
foto yang diambil ketika dia terbius, dia dianggap tak bersih.
Dia menjadi tunawisma dan mesti bermalam di perkemahan darurat
di mana dia hidup di kondisi yang di bawah standar kemanusiaan.
Ketika dia sudah mencapai dasar, dia menangis: Tuhan bermurah
hatilah kepada saya. Tuhan memperlihatkan kemurahan hati dan
mengabulkan doanya.
Selama waktu dia menjadi tunawisma, saya menjadi seorang Kristen
yang sedang mencari gadis yang pernah saya perdayakan untuk
masuk agama Islam. Saya mengetahui apa yang sudah terjadi
dengannya dan bermaksud mengunjunginya dengan istri saya yang
sudah kembali ke gereja. Istri saya dan saya menawarkan diri
untuk memeliharanya di rumah kami. Kami mencoba memberitahukan
orang-tuanya tentang situasinya, oleh sebab itu saya
memberangkatkan seorang keluarga istri saya bersama dengan
seorang pendeta yang berbicara dengan mereka.
Semuanya menangis mendengar berita itu dan mereka ingin
melihatnya.
Reuni keluarga diadakan di salah satu gereja di Kairo. Adalah
reuni yang sangat mengesankan. Meskipun saya mengira
orang-tuanya akan menghukumnya, ternyata mereka tidak dan sangat
bahagia melihatnya.
Sewaktu keluarganya memeluk dan menciumnya, saya begitu
tersentuh oleh cinta yang saya saksikan sehingga saya
bertanya-tanya mengapa kami menyakiti orang Kristen seperti yang
kami lakukan itu. Saya selalu memandang rendah senyum di wajah
mereka ketika kami mencela, menyakiti atau mempermalukan mereka.
Saya dulu biasa memberi tahu diri sendiri bahwa senyum mereka
adalah senyum kedengkian karena mereka adalah minoritas dan
tidak bisa menghadapi kami orang-orang muslim dengan berani.
Sekarang saya mengetahui sebab untuk senyum mereka. Adalah cinta
mereka, pengampunan dan toleransi mereka terhadap musuh mereka.
Itu adalah sifat Kristen untuk membuat perdamaian.
Sesudah DBA menemui keluarganya, dia kembali ke rumah dengan
mereka dan mereka menyambutnya dengan cinta dan kebaikan
sebagaimana Alkitab mengatakan ttg cerita seorang anak lelaki
yang sadar dan kembali. Ibunya membelikannya pakaian yang indah
dan bapaknya membelikan barang-barang perhiasannya. Mereka
merayakan kepulangannya dan mengulangi kata Alkitab (anak
perempuan Kami telah meninggal dan sekarang hidup kembali, dan
hilang dan sekarang ditemukan).
Permintaan diajukan kepada Dewan Tata Usaha untuk mengesahkan
kembalinya dia pada agama Kristen, yang kemudian disetujui.
Seorang pengacara Kristen bersedia untuk mengajukan permohonan
ke pengadilan untuk memberikannya kembali nama dan kartu
pengenalnya.
Pengadilan memutuskan sesuai dengan permohonannya. Dia sekarang
tinggal di Perancis di mana dia melayani di Gereja Koptik dengan
suami dan anak perempuannya.
NMM
NMM masih murid menengah atas dan tinggal di sebuah desa. Ia
dari keluarga kelas menengah dan lebih dekat kepada bapaknya
ketimbang ibunya. Dulunya ia suka ke gereja, menghadiri
konferensi2 agama dan membeli rekaman ceramah. Ia juga senang
menonton film tentang para martyr dan orang2 suci. Santo yang
paling disukainya adalah St George.
NMM jatuh cinta kpd seorang lelaki Kristen yang kerja di tempat
turis. Lelaki tsb berhasil menarik keluarganya dari kemiskinan,
mengawinkan adik2 perempuannya dan menyekolahkan adik2 laki2nya.
Ia juga aktif sebagai pemimpin gereja. Ia berhasil membeli rumah
kecil dan tinggal di sebuah desa dimana jumlah penduduk Kristen
seperempat dari total penduduk.
Ibu NMM ternyata tidak puas dengan pilihan puterinya dan
menghalangi anaknya bertemu dengan pacarnya. Ia sering memukuli
puterinya dan menghinanya didepan teman2nya. Ia bahkan mencoba
menjodohkan puterinya dengan saudara sepupunya, namun puterinya
menolak dan meminta ayahnya untuk campur tangan, hal yang tidak
disukai sang ibu.
Para pamannya pun ikut campur, memukulinya dengan sabuk kulit di
jalanan sambil menampar mukanya. Ketika ia sadar dari shock ia
lari dan berjerit minta tolong. Rumah pertama yang dimasukinya
adalah rumah salah satu teman muslimnya. Teman wanita ini lalu
menyiraminya dengan kata2 manis. NMM lalu senang terhadap sikap
temannya ini.
Teman wanita ini memiliki saudara lelaki bernama Hasan Abu Zeid
yang bekerja sebagai pekerja bangunan. Hasan datang kepada saya
dan menceritakan kejadian tersebut. Saya mengatakan bahwa
perempuan ini mudah dibujuk dan jika ia ingin meraup kemenangan
bagi Islam dan mencintai Rasulullah ia harus melamar perempuan
tsb. Ia setuju dan saya menemaninya menemui perempuan tsb dan
bercerita bagaimana Islam penuh maaf dan adanya problem2 dalam
Injil. Saya mengisi otaknya bahwa cara terbaik membalas dendam
terhadap keluarganya adalah dengan masuk Islam dan menikahi
seseorang yang akan menghormatinya. Saya mengatakan bahwa saya
akan memberikan mereka tempat tinggal lengkap dengan perabotan,
juga pekerjaan begitu ia menerima ijazah.
Pada akhirnya, kami berhasil menyelundupkan NMM dari rumahnya
dan
dengan Hasan pergi ke kantor polisi dan menemui kepala detektif.
Ia meminta agar surat2 ganti agamanya disiapkan. Namun ini tidak
mudah karena ia masih dibawah umur dan harus tunggu sampai
berusia 18. Tetapi kalau tidak sabar, kata sang kepala detektif,
mudah saja memalsukan sertifikat lahir degnan bantuan Al-Azhar.
Saya meminta Sheik Abu El-Yazeed di Tanta agar menyembunyikan
NMM. Sheik segera membantu. Kami membawa gadis tsb ke rumahnya
dimana ia menetap selama 3 minggu dan selama waktu itu kami
memberinya obat penenang agar memudahkan proses pencucian otak.
Pada saat itu, desanya yang dulunya tenang kini tegang dan penuh
ancaman kekerasan antar suku, karena sang kepala detektif
mengancam penduduk Kristen. Ia mengatakan bahwa NMM telah masuk
Islam dan jika mereka protes mereka akan dipenjara.
Ini membuat golongan Kristen semakin resah. Bentrokan sektarian
terjadi ketika salah satu dari mereka menyerang rumah milik
keluarga muslim yang menolongnya sembunyi. Desa tsb sampai
dikelilingi Pasukan Keamanan selama 45 hari. Kami sampai harus
memindahkan NMM dari rumah Sheik El Yazeed ke Sheik Mohamad
selama 10 hari. Kami juga meneruskan program pencucian otaknya
dengan obat2an selama program dengan para sheik tsb.
Sekali lagi kami harus memindahkanya, kali ini ke daerah
Mohandessin di Giza Square, Kairo. Dengan bantuan Sheik Nagui
Yadem di Beheira, kami berhasil memalsukan sertifikat lahirnya,
mengakui bahwa ia berusia 22 tahun. Ini memang keahlian Sheik
Yadem dalam membantu orang ganti agama ke Islam.
Kami lalu pergi ke Al-Azhar, mempercepat prosedur penggantian
nama dan agama. Sementara itu, kami dengar bahwa situasi
sektarian di desa asal NMM menjadi semakin panas, karena
golongan Kristen menyebarkan selebaran menentang Islam dan
menyerang muslimin. Ketika saya pergi solat Jumat, saya dan
teman2 saya dikenali oleh lelaki2 Kristen dan diserang. Saya
luka2 dan masih memiliki bekas luka2 hari itu di jidat saya.
Seorang anggota partai oposisi dan anggota parlemen berbicara
atas nama keluarga NMM. Hasilnya, masalah ini diajukan kepada
Menteri Dalam Negeri yang memerintahkan investigasi. Sementara
itu kami mentransfer NMM ke rumah Sheik Yasser di Samalout dan
kemudian ke Insinyur Ibrahim Abdul Aziz. Aziz juga temah Sheikh
Yousry dan Sheik Khaled.
Kami ditekan dari berbagai sudut agar memenangkan masalah ini
bagi Islam, khususnya dengan intervensi badan hak azasi manusia
dan aksi mogok makan oleh adik perempuan NMM.
Selama ini kami terus memberikan NMM obat2an dan membuatnya
mendengarkan ceramah sheik dan guru2 agama selama beberapa jam
setiap hari.
Instruksi dari polisi jelas : NMM akan ditanyai seberapa dalam
kepercayaannya kepada Islam. Jika jawabannya positif, ia akan
diserahkan kepada gereja yang akan memberinya counselling.
Konversinya ke Islam hanya akan disahkan setelah ia mencapai
umur 18 sesuai sertifikat lahir aslinya dan bukan sertifikat
palsunya. Jika jawabannya negatif, maka ia akan dikembalikan
kepada keluarganya dan tindakan hukum akan dikenakan kepada
kepala detektif yang terlibat. Orang yang dimaksudkan ini adalah
Letnan Ismail Adham Elberkawi, kepala detektif setempat. Ia
dihukum dengan dimutasi ke daerah terpencil dan dilepaskan dari
tugas2 detektif.
Kami kini mempersiapkan NMM untuk menemui wakil dari Departemen
dalam Negeri. Ia mengatakan akan memberi jawaban yang sudah kami
persiapkan, tetapi ternyata ia membohongi kami. Dengan
mengenakan hijab penuh, ia dibawa ke Markas Polisi untuk menemui
Bapak dan pendetanya, tetapi begitu ia melihat ayahnya ia
menangis dan meratap ke lantai untuk mencium kakinya. Ia minta
agar dibawa menemui adiknya yang sedang mengadakan aksi mogok
makan. Walaupun ia takut kepada kami, NMM rupanya sangat
mengkhawatirkan adiknya. Ia segera menemui wakil Depdagri dan
ketika ditanya tentang Islam, sang wakil kaget akan hinaan yang
keluar dari mulut NMM terhadap Islam dan Muslimin. Ia juga
menuntut agar mereka semua dihukum. Sang wakil Depdagri tsb
langsung memulangkannya ke keluarganya dan membatalkan
sertifikat ganti agama yang dikeluarkan Al-Azhar. Ini merupakan
pukulan bagi kami dan kami merasa bahwa kaum Muslimin
dipermalukan gadis ini dan semua penduduk Kristen yang
memprotes.
Segera setelah ia kembali kepada keluarganya, mereka pindah ke
Kaliub, tempat kerja ayahnya. Saya mencoba untuk merayunya
kembali ke dalam Islam dan berpura2 jatuh cinta padanya dan
bersedia masuk Kristen demi cintanya, tetapi percuma saja karena
pacarnya akan membunuh saya. Ia kini ibu 3 anak dan bekerja di
kantor pengacara Kristen.
|