|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Kisah Muhammad dengan Hafsah putri Umar
Oleh Ali Sina
Muhammad dalam banyak hal telah melakukan hal2 yg
tidak saja bertentangan dg prinsip etika yg diakui secara umum, bahkan
dalam masyarakat ketika dia tinggalpun, tapi juga dia bertentangan dg
aturan2 yg telah dia tetapkan sendiri. Pada dasarnya dia melakukan apa
yg dia suka dan ketika hal itu mengagetkan para pengikutnya, dia
keluarkan ayat dari Allah khayalannya utk membenarkan tindakan2nya dan
membuat semua kritikan terdiam.Dg ayat2 dikantungnya, siapapun yg
membisikan kata2 menentang ketidak sopanan dia, dituduh menyangkal tuhan
dan tentu saja, sebagai penyangkal tuhan situasinya sudah jelas. Hal itu
menjadi Faslul-khitab (Akhir dari diskusi). Contoh2nya banyak sekali.
Ini salah satunya:
Quran membatasi empat istri bagi para pengikutnya. Tapi Muhammad pikir
dia tidak perlu mengikuti aturan yg dibuatnya sendiri dan dg begitu
dibuatnya Allah menurunkan ayat 33:49-50 yg memberitahunya bahwa dia
sebuah perkecualian dan boleh punya wanita sebanyak mungkin sebagai
istri, selir, budak atau ‘pemberian’ (Habba) semau dia suka. Lalu
ditambahkannya “sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang
mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada
mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki
supaya tidak menjadi kesempitan/kesulitan bagimu. Dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Kesulitan/kesempitan apa? Kesulitan mengontrol birahinya, kesulitan
karena menjadi manusia yg sopan, yg setia pada satu perempuan! Apa kita
harus percaya pada orang yg kesulitan mengontrol insting binatangnya dan
menyebutnya sebagai “ciptaan terbaik”? Bukankah tindakan berbicara lebih
kencang dari perkataan? Disatu pihak dia hidup seperti binatang buas dan
dilain pihak dia begitu sombong hingga menaruh kalimat2 sanjungan utknya
sendiri dan diakuinya sebagai kalimat2 tuhan. Ingat ketika dia masih di
Mekah, hidup mengisap kekayaan istrinya, Muhammad tidak berani membawa
wanita lain kerumah Khadijah. Semua tingkah laku seksualnya dimulai
ketika dia mulai berkuasa. Apa kita harus percaya bahwa sebagai seorang
yg muda dan kuat dia tidak punya kesulitan meniduri wanita yg lebih tua
dan kesulitannya muncul pada 10 tahun terakhir dari kehidupannya ketika
dia sudah tua dan ditimpa banyak penyakit? Atau haruskah kita tafsirkan
ini sebagai tanda lain dari seorang berumur yg jadi liar setelah
menemukan kebebasannya setelah Khadijah meninggal dan seperti anak kecil
yg dibiarkan bebas ditoko permen, tidak mampu menentukan batas2?
Satu hari Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, anak perempuan dari Umar
dan ketika bertemu pembantu Hafsa, Mariyah, dia dilanda birahi
terhadapnya (Mariyah). Dia suruh pergi Hafsa dg membohonginya bahwa
ayahnya ingin bicara. Ketika Hafsa sudah pergi, dia bawa Mariyah
ketempat tidur dan ditindih dan disetubuhi olehnya. Hafsa kembali karena
ayahnya bilang tidak minta bertemu dgnya dan mengetahui apa yg sedang
terjadi, sadar kenapa Muhammad menipunya agar pergi. Hafsa jadi marah
dan mulai mengamuk menarik perhatian orang2 (Ah! Wanita akan tetap
selalu seperti wanita!) Untuk menenangkannya, Muhammad berjanji utk
melarang Mariyah bagi dirinya. (Dari sinilah penamaan Surat Tahrim Quran
bab 6 diambil). Tapi, dia tetap menginginkan Mariyah. Bagaimana caranya
orang melanggar sumpahnya sendiri? Well, tidak sulit jika anda punya
Allah dikantungmu. Jadi Allah menurunkan surat Tahrim dan bilang bahwa
oke-oke saja utk melanggar sumpah dan menyetubuhi budak perempuan yg
jadi haknya. Malahan sebenarnya sang Allah pembuat jagat raya ini marah
pada Muhammad dan bahkan menegurnya dg pedas karena mengingkari
kenikmatan jasmani bagi dirinya sendiri dan karena telah berjanji utk
tidak berlaku seperti itu lagi sepanjang hidupnya hanya untuk
menyenangkan istrinya.
Al-Tahrim 66.1-5
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya
bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
[66.2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian
membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[66.3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah
seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala
(Hafshah)
menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal
itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad
lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya)
dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala
(Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu
Hafshah bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?"
Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal".
[66.4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati
kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu
berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah
Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik;
dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
[66.5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi
ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang
patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah,
yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
Allah telah mewajibkan kepada kamu
sekalian membebaskan diri dari sumpahmu. Enak sekaleee!!
Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa rasul (PBUH) melakukan
persetubuhan dg Mariyah dirumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa
duduk digerbang (dibelakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O
rasul, apa anda melakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Nabi
berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah
membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, Aku tidak terima
kecuali kamu bersumpah bagiku. Hazrat (yg mulia) itu berkata,
Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.”
(Tabaqat volume 8, halaman 223).
Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad karena melanggar
sumpahnya. Tidak jadi masalah apa yg Muhammad lakukan. Para muslim akan
selalu membenarkan tindakannya. Mereka telah menyerahkan intelegensia
mereka padanya dan telah berhenti berpikir. Ibn Sa’d melanjutkan: “Qasim
ibn Muhammad berkata bahwa janji nabi ini yg melarang Mariyah baginya
adalah tidak sah – jadi tidak menjadi sebuah pelanggaran. (Tabaqat
volume 8, halaman 223).
Pertanyaannya adalah jika sumpah ini tidak sah, kenapa dia melakukan
sumpah itu dan jika sumpah itu sah kenapa dia langgar? Terdapat banyak
sekali contoh2 bahwa Muhammad melanggar sumpahnya sendiri. Disini, dia
bersumpah pada tuhannya dan bahkan itupun tidak jadi halangan baginya.
Tuhannya adalah hasil isapan jempoknya, imajinasinya dan dia tidaklah
begitu bodoh utk membiarkan sumpah demi hasil imajinasinya
menghentikannya menyetubuhi Mariyah yg cantik. Ide utamanya adalah
menciptakan tuhan yg menyetujui apapun yg dia inginkan dan bukan utk
membuat halangan2 untuknya.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |