|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Muhammad, Seorang Teroris?
Disadur oleh: Robert
Kita lihat lebih jauh pada kehidupan pribadi Muhammad. Secara historis,
dapat kita lihat kecenderungan beliau dalam menyelesaikan suatu konflik
melalui kehendak nalurinya sendiri. Tak jarang, kekerasan dan pembunuhan
dijadikan tindakan akhir dalam menghabisi lawan-lawannya. Sangat ironis
memang, dengan konsekuensi beliau sebagai seorang "nabi" menurut
kepercayaan Islam (tentu, bila saja ini benar). Selain itu, tindakan
penghabisan terakhir yang banyak dilakukan Muhammad, cenderung
mengindikasikan adanya natur balas dendam yang sangat besar dalam
kepribadiannya.
Berikut beberapa quote yang terambil dari berbagai sumber Islam sendiri
yang berkaitan dengan masalah ini.
Sebagai awal, terlepas dari praduga dan hipotesa bahwa Muhammad seorang
teroris, beliau mengaku telah mendapat perintah dari Allah SWT untuk
mengumumkan perang terhadap siapa pun yang menolak menerima Islam :
"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir,
dan tidak mematuhi larangan Allah dan rasulNya, dan tidak beragama yang
benar, mereka itu dari kelompok penerima Kitab sampai mereka membayar
pajak secara sukarela dan tunduk" (surah 9 at-Taubah 29)
Perintah ini agaknya dipandang dan diinterpretasikan secara bias oleh
Muhammad untuk memberikan justifikasi bagi tindakan-tindakan kekerasan
dan pembunuhan yang dilakukannya.
Pembunuhan Atas Asma binti Marwan
Setelah hijrah ke Madinah, Muhammad melakukan pembunuhan terhadap
orang-orang tertentu yang tak disukainya, termasuk di dalamnya Asma,
seorang wanita setempat yang mengutuk perbuatan keji Muhammad dalam
pembunuhan yang telah terjadi sebelumnya, yaitu yang menimpa diri Abu
Afak (akan dipaparkan lebih lanjut dalam paper ini).
Pada awalnya, Asma melontarkan pernyataan dan tuduhan yang tak
menyenangkan kaum Muslimin perihal pembunuhan tersebut. Menurutnya,
adalah suatu kerendahan bila sukunya harus tunduk dan taat kepada
Muhammad dan pengikutnya, yang diseburnya sebagai ‘manusia lapar yang
menantikan kaldu masakan’ :
UMAYR B. `ADIYY'S JOURNEY TO KILL `ASMA' D. MARWAN She was of B. Umayyya
b. Zayd. When Abu `Afak had been killed she displayed disaffection.
`Abdullah b. al-Harith b. Al-Fudayl from his father said that she was
married to a man of B. Khatma called Yazid b. Zayd. Blaming Islam and
its followers she said:
I despise B. Malik and al-Nabit and `Auf and B. al-Khazraj. You obey a
stranger who is none of yours, One not of Murad or Madhhij. {1} Do you
expect good from him after the killing of your chiefs Like a hungry man
waiting for a cook's broth? Is there no man of pride who would attack
him by surprise And cut off the hopes of those who expect aught from
him? Hassan b. Thabit answered her: Banu Wa'il and B. Waqif and Khatma
Are inferior to B. al-Khazrahj. When she called for folly woe to her in
her weeping, For death is coming. She stirred up a man of glorious
origin, Noble in his going out and in his coming in. Before midnight he
dyed her in her blood And incurred no guilt thereby. (Sirat Rasul Allah,
A. Guilaume's translation "The Life of Muhammad" page 675, 676)
Atas protes tersebut, Asma lalu dibunuh. Abu Afak adalah seorang pria
lanjut usia yang dibunuh atas perintah Muhammad karena cercaan yang
dilontarkan kepadanya :
Abu Afak, a man of great age (reputedly 120 years) was killed because he
lampooned Mohammad. The deed was done by Salem b. 'Omayr at the behest
of the Prophet, who had asked, "Who will deal with this rascal for me?"
The killing of such an old man moved a poetess, Asma b. Marwan, to
compose disrespectful verses about the Prophet, and she too was
assassinated.("23 Years; A Study of the Prophetic Career of Mohammad",
by Ali Dashti, Mazda Press, 1994, p. 100)
Dengan cara apa Asma dibunuh?
Menurut Kitab-al-Tabaqat al-Kabir, pembunuhan dijalankan oleh Umayr Ibn
Adi, seorang Muslim tuna netra dengan cara menyelinap ke rumah Asma di
waktu malam ketika wanita itu tengah menyusui bayinya. Setelah berhasil
memisahkan bayi itu dari ibunya, Umayr menghunjamkan pedangnya ke dada
Asma hingga menembus punggungnya. Mendengar kematian Asma, Muhammad
memuji Umayr atas perbuatannya dan memanggilnya "yang melihat" (‘the
seeing’). Terhadap Asma yang telah meninggal, pun Muhammad masih
menghinanya dengan berkata, "dua ekor kambing akan mengarahkan pantat
membelakanginya". Artinya, takkan ada yang peduli terhadap kematiannya
(Asma) :
SARIYYAH OF `UMAYR IBN `ADI
Then (occurred) the sariyyah of `Umayr ibn `Adi Ibn Kharashah al-Khatmi
against `Asma' Bint Marwan, of Banu Umayyah Ibn Zayd, when five nights
had remained from the month of Ramadan, in the beginning of the
nineteenth month from the hijrah of the apostle of Allah. `Asma' was the
wife of Yazid Ibn Zayd Ibn Hisn al-Khatmi. She used to revile Islam,
offend the prophet and instigate the (people) against him. She composed
verses. Umayr Ibn Adi came to her in the night and entered her house.
Her children were sleeping around her. There was one whom she was
suckling. He searched her with his hand because he was blind, and
separated the child from her. He thrust his sword in her chest till it
pierced up to her back. Then he offered the morning prayers with the
prophet at al-Medina. The apostle of Allah said to him: "Have you slain
the daughter of Marwan?" He said: "Yes. Is there something more for me
to do?" He [Muhammad] said: "No. Two goats will butt together about her.
This was the word that was first heard from the apostle of Allah. The
apostle of Allah called him `Umayr, "basir" (the seeing). (Ibn Sa`d's
Kitab al-Tabaqat al-Kabir, translated by S. Moinul Haq, volume 2, page
31)
Ya, Umayr melakukan perbuatannya itu di tengah malam yang gelap, karena
perbuatan itu adalah perbuatan yang jahat, sehingga tidak nampak dalam
kegelapan. Ini mengingatkan kita pada apa yang pernah dikatakan Yesus
dalam Alkitab berikut ini :
"manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab
perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat,
membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya
perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak" (Yohanes 3:19-20)
Pembunuhan atas Shubaybah
Shubaybah adalah seorang pedagang Yahudi. Muhammad memerintahkan untuk
melakukan pembunuhan atas pria-pria Yahudi bila kaum Muslimin
memenangkan peperangan. Malang, ini terjadi pada diri Shubaybah.
Sunan Abu Dawud, Book 19, Number 2996:
Narrated Muhayyisah:
The Apostle of Allah (peace_be_upon_him) said: If you gain a victory
over the men of Jews, kill them. So Muhayyisah jumped over Shubaybah, a
man of the Jewish merchants. He had close relations with them. He then
killed him. At that time Huwayyisah (brother of Muhayyisah) had not
embraced Islam. He was older than Muhayyisah. When he killed him,
Huwayyisah beat him and said: O enemy of Allah, I swear by Allah, you
have a good deal of fat in your belly from his property.
Yang menyedihkan, Shubaybah sebenarnya memiliki hubungan dekat dengan
kerabat kaum Muslimin. Kedekatan hubungan ini harus dikesampingkan demi
fanatisme agama yang diakhiri dengan pembunuhan atas dirinya, hanya
karena ia seorang Yahudi. Suatu sikap intoleransi yang sungguh
memprihatinkan.
Pembunuhan atas Ibn Sunayna
Masih terhadap Yahudi. Ibn Sunayna juga adalah seorang pedagang Yahudi
yang menjadi korban akibat hubungan bisnisnya dengan Muhayyisa, seorang
Muslim. Berdasarkan perintah pembunuhan terbuka yang disampaikan
Muhammad, Muhayyisa menghabisi rekan dagangnya tersebut.
THE AFFAIR OF MUHAYYISA AND HUWAYYISA
The apostle said, 'Kill any Jew that falls into your power.' Thereupon
Muhayyisa b. Mas`ud leapt upon Ibn Sunayna, a Jewish merchant with whom
they had social and business relations, and killed him. Huwayyisa was
not a Muslim at the time though he was the elder brother. When Muhayyisa
killed him Huwayyisa began to beat him, saying, 'You enemy of God, did
you kill him when much of the fat on your belly comes from his wealth?'
Muhayyisa answered, 'Had the one who ordered me to kill him ordered me
to kill you I would have cut your head off.' He said that this was the
beginning of Huwayyisa's acceptance of Islam. The other replied, 'By
God, if Muhammad had ordered you to kill me would you have killed me?'
He said, 'Yes, by God, had he ordered me to cut off your head I would
have done so.' He exclaimed, 'By God, a religion which can bring you to
this is marvellous!' and he became a Muslim. I was told this story by a
client of B. Haritha from the daughter of Muhayyisa from Muhayyisa
himself. Muhayyisa composed the following lines on the subject:
My mother's son blames me because if I were ordered to kill him, I would
smite his nape with a sharp sword, A blade white as salt from polishing.
My downward stroke never misses its mark. It would not please me to kill
you voluntarily Though we owned all Arabia from north to south. (Sirat
Rasul Allah as translated by A. Guillaume, The Life of Muhammad, page
369)
Pembunuhan atas diri Ka’b bin al-Ashraf
Muhammad menuduh Ka’b telah menyakiti dirinya dan Islam. Ia lalu
menawarkan permintaan untuk menghabisi nyawanya. Maslama memenuhi
"panggilan berdarah" ini.
BUKHARI, VOLUME 5, #369
Narrated Jabir Abdullah:
Allah's messenger said "Who is willing to kill Ka`b bin al-Ashraf who
has hurt Allah and His apostle?" Thereupon Maslama got up saying, "O
Allah's messenger! Would you like that I kill him?" The prophet said,
"Yes". Maslama said, "Then allow me to say a (false) thing (i.e. to
deceive Ka`b). The prophet said, "You may say it."
Maslama went to Ka`b and said, "That man (i.e. Muhammad) demands Sadaqa
(i.e. Zakat) [taxes] from us, and he has troubled us, and I have come to
borrow something from you." On that, Ka`b said, "By Allah, you will get
tired of him!" Maslama said, "Now as we have followed him, we do not
want to leave him unless and until we see how his end is going to be.
Now we want you to lend us a camel load or two of food." Ka`b said,
"Yes, but you should mortgage something to me." Maslama and his
companion said, "What do you want?" Ka`b replied, "Mortgage your women
to me." They said, "How can we mortgage our women to you and you are the
most handsome of the Arabs?" Ka`b said, "Then mortgage your sons to me."
They said, "How can we mortgage our sons to you? Later they would be
abused by the people's saying that so and so has been mortgaged for a
camel load of food. That would cause us great disgrace, but we will
mortgage our arms to you." Maslama and his companion promised Ka`b that
Maslama would return to him. He came to Ka`b at night along with Ka`b's
foster brother, Abu Na'ila. Ka`b invited them to come into his fort and
then he went down to them. His wife asked him, "Where are you going at
this time?" Ka`b replied, None but Maslama and my (foster) brother Abu
Na'ila have come." His wife said, "I hear a voice as if blood is
dropping from him." Ka`b said, "They are none by my brother Maslama and
my foster brother Abu Na'ila. A generous man should respond to a call at
night even if invited to be killed."
Maslama went with two men. So Maslama went in together with two men, and
said to them, "When Ka`b comes, I will touch his hair and smell it, and
when you see that I have got hold of his head, strike him. I will let
you smell his head."
Ka`b bin al-Ashraf came down to them wrapped in his clothes, and
diffusing perfume. Maslama said, "I have never smelt a better scent than
this." Ka`b replied, "I have got the best Arab women who know how to use
the high class of perfume." Maslama requested Ka`b "Will you allow me to
smell your head?" Ka`b said "yes." Maslama smelt it and made his
companions smell it as well. Then he requested Ka`b again, "Will you let
me (smell your head)?" Ka`b said "Yes". When Maslama got a strong hold
of him, he said (to his companions) "Get at him!" So they killed him and
went to the prophet and informed him."
Pembantaian "Sepuluh Orang Mekkah"
Berhasil merebut Mekkah, Muhammad makin berkuasa dan bertindak apa pun
untuk untuk mencapai keinginannya. Memang, Mekkah tak dihancurkan atau
penduduknya dibinasakan, namun Muhammad agaknya menaruh kedendaman
terhadap sepuluh orang musuh pribadinya yang dinilai telah menyakiti
dirinya atas penghinaan yang mereka lontarkan kepadanya pada tahun-tahun
sebelumnya. Seperti biasa, Muhammad tak melakukan sendiri perbuatan keji
ini, melainkan memakai tangan oknum lain (Muslim) yang loyal kepadanya
untuk memenuhi "panggilan berdarah" ini.
Abdullah, pernah menentang kredibilitas Al Qur’an, sekalipun ia seorang
Muslim. Ia lalu dibunuh oleh golongan Ansar yang saat itu menyertai
Muhammad (terlalu banyak untuk menceritakan sepuluh warga Mekkah yang
sering disebut "The Meccan Ten" ini satu per satu, saya ambil kisah
Abdullah sebagai sampel) :
"The last man named [in the list of people to be killed] had been one of
the scribes employed at Medina to write down the 'revelations'. On a
number of occassions, with Muhammad's consent, he changed the closing
words of verses. For example, when Muhammad said "And God is mighty and
wise", Abdullah Sarh suggested 'knowing and wise', and the prophet
answered that there was no objection. Having observed a succession of
changes of this type, Abdullah renounced Islam on the ground that the
revelations, if from God, could not be changed at the prompting of a
scribe such as himself. After his apostasy, he went to Mecca and joined
the Qorayshites." (Ali Dashti', "23 Years, A study of the prophetic
career of Muhammad", page 98)
Sekalipun Muhammad telah memberikan grasi kepada Abdullah, dirinya masih
tetap terdiam dan menunggu hingga salah seorang pengikutnya menawarkan
diri untuk memenggal kepala Abdullah. Muhammad lalu berdalih, bahwa
dirinya sebagai rasul takkan pernah mengeluarkan perintah membunuh
dengan cara menunjuk (mengutus) orang secara langsung dan terbuka
(eksplisit).
"The apostle had instructed his commanders when they entered Mecca only
to fight those who resisted them, except a small number who were to be
killed even if they were found beneath the curtains of the Kaba. Among
them was Abdullah Sa'd, brother of the B. Amir Luayy. The reason he
ordered him to be killed was that he had been a Muslim and used to write
down revelation; then he apostatized and returned to Quraysh [Mecca] and
fled to Uthman Affan whose foster brother he was. The latter hid him
until he brought him to the apostle after the situation in Mecca was
tranquil, and asked that he might be granted immunity. They allege that
the apostle remained silent for a long time till finally he [Muhammad]
said yes [granting Abdullah immunity from the execution order].
When Uthman had left he [Muhammad] said to his companions who were
sitting around him, "I kept silent so that one of you might get up and
strike off his head!" One of the Ansar said, "Then why didn't you give
me a sign, O apostle of God?" He answered that a prophet does not kill
by pointing."
(Ibn Ishaq, Sirat Rasulullah, ed. by Ibn Hisham, tr. by A. Guillaume, p.
550)
Pembunuhan atas Umaiya bin Khalaf Abi Safwan
Volume 4, Book 56, Number 826:
Narrated 'Abdullah bin Mas'ud:
Sa'd bin Mu'adh came to Mecca with the intention of performing 'Umra,
and stayed at the house of Umaiya bin Khalaf Abi Safwan, for Umaiya
himself used to stay at Sa'd's house when he passed by Medina on his way
to Sham. Umaiya said to Sad, "Will you wait till midday when the people
are (at their homes), then you may go and perform the Tawaf round the
Ka'ba?" So, while Sad was going around the Ka'ba, Abu Jahl came and
asked, "Who is that who is performing Tawaf?" Sad replied, "I am Sad."
Abu Jahl said, "Are you circumambulating the Ka'ba safely although you
have given refuge to Muhammad and his companions?" Sad said, "Yes," and
they started quarreling. Umaiya said to Sad, "Don't shout at Abi-l-Hakam
(i.e. Abu Jahl), for he is chief of the valley (of Mecca)." Sad then
said (to Abu Jahl). 'By Allah, if you prevent me from performing the
Tawaf of the Ka'ba, I will spoil your trade with Sham." Umaiya kept on
saying to Sad, "Don't raise your voice." and kept on taking hold of him.
Sad became furious and said, (to Umaiya), "Be away from me, for I have
heard Muhammad saying that he will kill you." Umaiya said, "Will he kill
me?" Sad said, "Yes." Umaiya said, "By Allah! When Muhammad says a
thing, he never tells a lie." Umaiya went to his wife and said to her,
"Do you know what my brother from Yathrib (i.e. Medina) has said to me?"
She said, "What has he said?" He said, "He claims that he has heard
Muhammad claiming that he will kill me."
She said, By Allah! Muhammad never tells a lie." So when the infidels
started to proceed for Badr (Battle) and declared war (against the
Muslims), his wife said to him, "Don't you remember what your brother
from Yathrib told you?" Umaiya decided not to go but Abu Jahl said to
him, "You are from the nobles of the valley of Mecca), so you should
accompany us for a day or two." He went with them and thus Allah got him
killed.
Pembunuhan atas Kinana bin al-Rabi
Kinana adalah seorang kepala suku yang mendapat tugas menyimpan harta
kekayaan milik Yahudi al-Nadir di Khaibar. Dalam penjarahan terhadap
perkampungan warga Yahudi di Khaibar, Muhammad memaksa Kinana untuk
menyerahkan seluruh harta kekayaan milik sukunya yang ia simpan, dan
menyuruh mereka meninggalkan daerah itu. Namun Kinana tak bersedia
memenuhi permintaan tersebut. Bahkan diduga ia telah menyembunyikan
beberapa bagian darinya di sebuah puing-puing reruntuhan bangunan.
Setelah Muhammad memerintahkan memeriksanya, harta itu ditemukan di
sana, sementara Kinana tak mengakui sebagian yang lain yang telah
disimpannya di suatu tempat. Tragis, untuk membuatnya mengaku, Muhammad
lalu memerintahkan al-Zubayr untuk menyiksanya dengan besi panas pada
dada laki-laki itu hingga ia nyaris tewas. Kinana lalu dihabisi tak lama
kemudian dengan dipenggal kepalanya oleh Muhammad Maslama, seorang
pengikut Muhammad yang lain.
Kinana b. al-Rabi`, who had the custody of the treasure of B. al-Nadir,
was brought to the apostle who asked him about it. He denied that he
knew where it was. A Jew came (T. was brought) to the apostle and said
that he had seen Kinana going round a certain ruin every morning early.
When the apostle said to Kinana, "Do you know that if we find you have
it I shall kill you?" he said "Yes". The apostle gave orders that the
ruin was to be excavated and some of the treasure was found. When he
asked him about the rest he refused to produce it, so the apostle gave
orders to al-Zubayr b. `Al-Awwam, "Torture him until you extract what he
has," so he kindled a fire with flint and steel on his chest until he
was nearly dead. Then the apostle delivered him to Muhammad b. Maslama
and he struck off his head, in revenge for his brother Mahmud. (Ibn
Hisham, "Sirat Rasulallah", as translated by A. Guillaume under the
title "The Life of Muhammad", page 515. "T." refers to the reading
according to al-Tabari).
Perhatikan perintah Muhammad di atas, "Torture him until you extract
what he has" . Muncul suatu pertanyaan besar dalam nurani terdalam kita
sebagai manusia yang masih beradab, demi ambisi mendapatkan harta
kekayaan materi, seorang manusia harus disiksa sedemikian rupa. Kita
bertanya, "manusia macam apakah yang tega melakukan hal itu?". Pantaskah
dengan semua kebiadaban ini, Muhammad disebut sebagai ‘nabi’? Maka
benarlah apa yang dikatakan oleh Alkitab (Bible) berikut ini :
"Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju pada pengejaran untung, kepada
penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan, dan kepada
penganiayaan!" (Yeremia 22:17) Sampai disini, masih banyak musuh-musuh
pribadi Muhammad yang tewas di tangan beliau, dan tak akan cukup untuk
diceritakan dalam paper ini satu per satu. Apakah ini suatu teror? Ya,
rentetan pembunuhan berdarah ini tentu menimbulkan teror berantai yang
menghinggapi mereka yang tek sejalan dengan Muhammad pada waktu itu.
Menebar teror, terkadang menyenangkan bagi orang-orang tertentu seperti
Muhammad.
Kekufuran Membinasakan Sesama Muslim : Sebuah Ironi?
Muslim membunuh Muslim? Tampaknya janggal dan ironis. Namun agaknya
memang demikianlah yang terjadi terhadap beberapa orang musuh pribadi
Muhammad di atas. Beberapa di antaranya adalah Muslim, sekalipun tak
sejalan dengan dirinya. Padahal, Muhammad lupa, bahwa dirinya pernah
mengatakan bahwa menganiaya sesama Muslim adalah perbuatan kafir :
Narrated 'Abdullah:
Allah's Apostle said, "Abusing a Muslim is Fusuq (i.e., an evil-doing),
and killing him is Kufr (disbelief)." (Sahih Bukhari 8.70, Sahih Bukhari
9.197)
Sungguh ironis!
BENIH-BENIH TERORISME
Terorisme sebenarnya bukan barang baru di dunia ini. Banyak latar
belakang sejarah yang telah mendorong lahirnya aktivitas ini. Sejalan
dengan perkembangan paham-paham eksklusivitas, ideologi radikal
tertentu, politik aliran, primordialisme, dan bahkan fanatisme agama,
terorisme seringkali menjadi ekspresi perlawanan tertutup yang
menghindari konflik secara frontal. Tak mengherankan bila terorisme
seringkali dinilai sebagai suatu tindakan kepengecutan, mengingat
pelakunya tak pernah mengungkapkan identitasnya secara terbuka. Padahal,
korban tindakan semacam ini pada umumnya adalah warga sipil yang tak
berdosa.
Peter dan Yenny Salim mendefinisikan terorisme sebagai berikut :
Penggunaan kekerasan atau ancaman untuk menurunkan semangat,
menakut-nakuti, dan menaklukkan, terutama untuk tujuan politik
Dari definisi di atas, agaknya memang tujuan terorisme adalah
semata-mata politik. Namun dalam perkembangannya, terorisme telah banyak
dipakai sebagai alat untuk menakut-nakuti siapa pun juga yang dianggap
sebagai pihak yang berseberangan dengan peneror. Berikut beberapaaksi
terorisme dan kekerasan yang pernah dilakukan oleh komunitas Islam di
beberapa tempat di dunia dalam kurun waktu sejarah sepuluh tahun
terakhir :
1. Pada tahun 1983, presiden Mesir, Anwar Sadat, tewas dibunuh oleh
kelompok ekstrimis Muslim yang menamakan dirinya "Persaudaraan Muslim".
Sadat -bersama dengan PM Israel Menachem Begin- yang mendapat Nobel
Perdamaian tahun 1978 dinilai terlalu lunak dalam perjanjian Camp David.
2. Menurut Kantor Departemen Luar Negeri AS Bagian Kontra Terorisme,
selam tahun 1985 telah terjadi lebih dari 800 teror internasional dengan
2.223 korban. Fakta-fakta yang diperoleh menunjukkan kebanyakan
pelakunya ialah kelompok fundamentalis Islam.
3. Hingga 12 bulan (satu tahun) setelah kematian Muhammad, masih terjadi
penindasan terhadap suku-suku Arab untuk menerima Islam
4. Kurang lebih 1.000.000 umat Kristen Armenia dibantai secara brutal
oleh penguasa Islam Turki pada awal abad ke-20.
5. Ushari Muhammad dan Sulaeman Ali Baldo dari Universitas Khartoum,
Sudan melaporkan dalam laporan 23 halaman tertanggal 28 Maret 1987,
bahwa lebih dari 1.000 warga kota Dinka, termasuk perempuan dan
anak-anak dibunuh di kota Diem (Sudan Barat) tahun 1987.
6. Surat kabar "The Baptist Record" tanggal 5 November 1987 melaporkan
pembunuhan atas puluhan pendeta dan pengrusakan gereja di Sudan akibat
diberlakukannya syariat Islam di negara itu sejak tahun 1983.
7. Sejak Front Nasional Islam (NIF) merebut kekuasaan di Sudan tahun
1989, penganiayaan terhadap umat Kristen semakin menjadi-jadi. Sheik
Eltahin, kepala Sekolah Al Qur’an Om Duan menyatakan, bahwa Sudan akan
menjadi cahaya Islam bagi seluruh dunia. Sheik Hassan al-Turabi,
sekretaris NIF menyatakan dengan arogan, bahwa kekuatan Islam telah
mencapai kekuatan dan kebangunannya saat ini, dan tak seorang pun dapat
menghentikannya :
"I have no doubt that the Islamic movement now is a strong movement of
revival right across this world everywhere. And I am sure that those who
are in power, who would like to stop this movement, have no future
whatever.!
Islamisasi sekaligus kulturisasi Arab telah dijalankan. Pemerintah
mengumumkan jihad terhadap kekristenan di Sudan selatan. Ironisnya,
menurut Stephen Matuba, misionaris Kristen Sudan, gereja di negara itu
tumbuh 10 persen per tahun. Ini pertumbuhan gereja paling pesat di
wilayah Afrika dalam satu abad terakhir!
8. Sana’a, Yaman. Surat kabar Compass, Istanbul tertanggal 5 Juli 2000
melaporkan, bahwa Mohammed Omer Haji, 27 tahun, seorang mantan haji yang
adalah pengungsi Somalia, telah meninggalkan Islam dan memeluk agama
Kristen. Setelah dijebloskan ke penjara Mansoora, ia diberi ultimatum
selama satu minggu oleh pengadilan agama kota Tawahi (pengadilan Islam
setempat) untuk kembali kepada Islam. Menurut hakim Gamal Mohammad Omar,
bila tuntutan ini tak dipenuhi, Omar Haji akan dijatuhi hukuman mati.
Ketika diperiksa, Haji diketahui telah menjadi Kristen selama dua tahun,
dan mengganti namanya menjadi George.
9. Tanggal 7 Januari, 15 orang warga Filipina beragama Katolik ditangkap
oleh "muttawa", (polisi agama Arab Saudi) karena menjalankan misa kudus
di rumah seorang imigran bernama Sabalista Abreu. Lima orang di
antaranya adalah anak-anak, yaitu Paul, 6, John, 4, Kristel, 12, Aaron,
10, and Keilah, 2. Mereka tak diizinkan untuk dijenguk dan mendapatkan
akses diplomatik.
10. Pada malam tahun baru 2000, akibat perkara kecil antara seorang
pemilik toko dan pelanggannya, desa Al Kosheh di Mesir yang mayoritas
penghuninya adalah Kristen Koptik, dibakar massa dan 20 orang warganya
dibunuh. Dua di antaranya dibakar setelah dihabisi. Pastor Youanas yang
dikirim oleh Paus Shenouda III ke lokasi kejadian untuk memimpin upacara
pemakaman, justru dicegat oleh patroli polisi setempat dengan tuduhan
menyelundupkan senjata bagi warga Kristen setempat. Tak disangkal lagi,
motif kejadian ini dimotori juga oleh sentimen agama dan sikap
intoleransi yang begitu sengit. (Majalah Al Kiraza, 21 Januari 2000)
11. Tanggal 11 September 2001, aksi terorisme yang sangat tragis dalam
sejarah terjadi. Begitu memilukan dan lekat dalam ingatan kita, ketika
sekelompok teroris yang tak berani bertanggungjawab telah meruntuhkan
gedung kembar (menara) World Trade Center (WTC) di kota New York, dengan
cara menabrakkan dua pesawat komersial yang telah lebih dahulu mereka
bajak. Sementara itu, satu pesawat yang lain menabrak gedung pusat
pertahanan Pentagon di Washington D.C. Diperkirakan 4.000 orang tewas
dalam peristiwa paling berdarah itu. Tragedi ini merupakan serangan
terbesar kedua di Amerika Serikat setelah serbuan militer Jepang melanda
Pearl Harbor 56 tahun sebelumnya. Dari hasil penyelidikan, terungkap
bahwa para pelakunya adalah warga keturunan Arab yang diduga kuat
menjalankan aksinya atas dasar motif fundamentalisme dan semangat jihad
radikal. Pernyataan persatuan komunitas Muslim AS yang mengutuk tindakan
ini dinilai sebagai retorika belaka oleh sebagian besar warga AS.
dan masih banyak lagi aksi-aksi terorisme Islam yang diwarnai dengan
semangat jihad yang takkan cukup tertampung disini.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |