Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto

BAGAIMANA MUHAMMAD MERAMPOKI YAHUDI


I. PENDAHULUAN

Hubungan antara Muhammad SAW dengan Yahudi memang adalah salah satu titik yang sangat pelik untuk ditelaah.
Disatu sisi, Muhammad SAW memandang tinggi Taurat yang saat itu dimiliki oleh kaum Yahudi, bahkan Muhammad SAW harus menerimanya sebagaimana diperintahkan oleh Aullohnya.
QS 32 : 23 :
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al Qur’an) itu dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi bani Israel.

Perbandingan terjemahan Inggris dari Yusuf Ali :
QS 32 : 23 : We did indeed aforetime give the Book to Moses: be not then in doubt of its reaching (thee): and We made it a guide to the Children of Israel.

Ayat diatas memang menyulitkan muslim karena Muhammad SAW diinstruksikan harus menerima Alkitab (Taurat) dengan segenap hati.
Namun muslim tidak bisa menerima kenyataan ini. Dan oleh DEPAG terjemahan sengaja diplesetkan dengan penambahan kata dalam kurung (AL-QUR’AN) agar pembaca merasa ayat ini ditujukan kepada Islam, padahal sungguh ayat ini hanya berbicara tentang AL KITAB SAJA (Taurat)

Namun disisi lain, kebencian dan ketidaksukaan terhadap kaum Yahudi begitu tinggi dan itu tercermin dalam ayat-ayat Al-Qur’an berikut.
QS 5 : 82 :
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani".

QS5 : 62 :
Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram [425].Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

Tulisan berikut hanya akan membahas tentang penyerangan Muhammad SAW terhadap Yahudi Madinah dan Yahudi Khaybar. Dalam hal ini beberapa materi tulisan diperoleh dari terjemahan sdr. Adadeh yaitu :
Akar Terorisme Islam
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=789

Sementara sumber-sumber kutipan utama diambil dari buku :
1. Sejarah Hidup Muhammad – Sira Nabawiyah
Syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury
Robbani Press, Jakarta, 2002

2. Sirah Ibnu Ishaq – Kisah Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yassar bin Ishaq
Muhammadiyah University Press, Surakarta, 2002


II. MASA AWAL DI MADINAH

II.1. PERKIRAAN JUMLAH PENGIKUT

Saat baru datang di Madinah sekitar bulan September 622 M, Muhammad SAW hanya memiliki sedikit pengikut, sangat mungkin hanya sekitar 200 orang yang terbagi menjadi kaum Anshar (orang Madinah) dan muhajirin (orang Mekah yang berhijrah ke Madinah).
Setidaknya ada minimal 72 pengikut Muhammad SAW dari golongan Anshar.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad – Sira Nabawiyah
Syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury
Robbani Press, Jakarta, 2002, halaman 201
Ka’b berkata, “Pada malam itu kami tidur bersama rombongan kaum kami. Ketika sudah larut malam, kami keluar dengan sembunyi-sembunyi menemui Rasulullah SAW sampai kami berkumpul disebuah lembah dipinggir Aqabah. Kami waktu itu berjumlah tujuh puluh orang lelaki dan dua orang wanita……

Dan setidaknya minimal ada 80 kaum Muhajirin.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kisah Sejarah Nabi Tertua – Buku II
Muhammad bin Yassar bin Ishaq
Muhammadiyah University Press, Surakarta, 2002, halaman 87:
Selama bulan itu Rasulullah mengirim Ubaidah bin Harits bin Muttalib dengan enam puluh atau delapan puluh pasukan, seluruhnya dari golongan Muhajirin….

Ekspedisi ini terjadi sekitar bulan April 623 atau tujuh bulan setelah masuk Madinah.
Dengan hitungan sederhana berarti setidaknya ada minimal sekitar 72 + 80 = 152 orang pengikut Muhammad SAW diawal kedatangannya di Madinah. Jumlah yang tidak terlalu banyak.


II.2. MATA PENCAHARIAN DI MADINAH

Muhammad SAW tiba di Madinah bulan September 622
Sumber :
Mubarakfury, halaman 250
… kedatangan Rasulullah SAW di Madinah ditengah-tengan bani an-Najjar adalah pada hari Jum’at (12 Rabiul Awwal tahun 1 H / 27 September 622 M)

Sementara ekspedisi pertama yang dilakukan dalam rangka persiapan perampokan telah dilakukan oleh Muhammad SAW 6 bulan berikutnya dibulan Ramadhan.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 268 :
Ekspedisi Saiful Bahr, yaitu pada bulan Ramadhan tahun pertama hijriah. Rasulullah SAW mengangkat Hamzah bin Abdul Muthalib untuk memimpin ekspedisi ini.

Jadi hanya dibutuhkan waktu 6 bulan sejak awal kedatangan (Rabiul Awal / September 622) dengan ekspedisi pertama (Ramadhan / Maret 623) yang menjadikan Muhammad SAW melakukan kegiatan perampokan.
Jadi sedari awal Muhammad SAW pindah ke Madinah dia memang sudah bercita-cita menjadi seorang perampok di Madinah.
Berikut dikutipkan terjemahan dari sdr. Adadeh.
Sumber :
Akar Terorisme Islam
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=789

Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”.


Yah, memang begitulah. Muhammad, sang Rasul Allah, menafkahi dirinya dengan cara merampok, dan Hadis di atas dengan jelas menyatakannya. Juga patut diperhatikan bahwa Hadis ini telah dihilangkan dalam versi Internet Sahih Bukhari. Hadis yang sukar dipercaya ini hanya dapat ditemukan di terjemahan cetak asli “The Translation of Sahi Bukhari” oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan. [Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara]. Silakan periksa sendiri referensi itu kalau kau tak percaya. Menarik untuk diperhatikan catatan kaki oleh penerjemah yang menerangkan bahwa ‘tombak’ adalah ‘barang jarahan’, sungguh pintar.


II.3. PERJANJIAN PERDAMAIAN DENGAN KAUM YAHUDI MADINAH

Diawal kehidupannya di Madinah, Muhammad SAW menyadari bahwa kekuatannya masih terbatas, maka dikisahkan Muhammad SAW mengadakan perjanjian perdamaian dengan kaum Yahudi.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 17 – 19 :
Rasulullah membuat sebuah dokumen … yang merupakan sebuah perjanjian persahabatan dengan kaum Yahudi, …..… : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Ini adalah dokumen antara Muhammad sang nabi [yang mengatur hubungan] antara orang-orang yang beriman dan orang-orang Islam dari Quraish dan Yatsrib. ….. Siapapun yang melakukan pembunuhan terhadap orang-orang muslim tanpa alasan yang kuat akan menjadi sasaran pembalasan sampai keluarga korban mengikhlaskannya. Dan semua muslim harus bersatu untuk melawannya dan mengambil tindakan terhadapnya. …Kapanpun kalian mengalami perbedaan pendapat, carilah jawabannya dari Allah dan Rasulullah ….. Orang-orang Yahudi akan membantu biaya perang, mereka ikut serta berperang bersama kaum muslim. … Masing-masing harus saling membantu melawan setiap orang yang mengganggu pihak-pihak yang ikut dalam dokumen ini. …. Jika ada perselisihan yang dapat menimbulkan bencana, harus dicari penyelesaian di dalam jalan Allah dan Muhammad. … Kelompok-kelompok yang mengikat perjanjian, berkewajiban harus saling membantu dari segala serangan terhadap Yatsrib

Pembaca yang kritis akan segera melihat bahwa ada beberapa hal yang tidak masuk akal dalam dokumen perjanjian antara Muhammad SAW dengan kaum Yahudi diatas.
Kejanggalan itu adalah sebagai berikut :

1. Pengakuan bahwa Muhammad SAW adalah sang nabi
Sudah jelas bahwa kaum Yahudi tidak pernah mengakui Muhammad SAW sebagai nabi bagi mereka. Penolakan itu jelas terekam dalam Al-Qur’an.
QS 2 : 146 :
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri [97]. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

QS 6 : 20 :
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).

Jadi bagaimana mungkin pihak Yahudi akan menerima dokumen yang mengakui Muhammad SAW sebagai nabi.

2. Orang-orang Yahudi akan membantu biaya perang
Apa untungnya bagi kaum Yahudi untuk membantu biaya perang yang akan dilancarkan oleh Muhammad SAW?. Peperangan yang dilancarkan oleh Muhammad SAW adalah peperangan dengan tujuan perampokan. Kaum Yahudi Medinah pada waktu itu hidup sebagai pedagang-pedangan yang tidak ada urusannya dengan perampokan.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 244
Mereka mahir dalam hal mencari penghasilan. Mereka menguasai perdagangan biji-bijian, korma, khomer dan pakaian. Mereka mengimpor pakaian, biji-bijian dan khomer, dan mengekspor korma. Selain itu mereka memiliki pekerjaan-pekerjaan yang memiliki para pekerja.

Orang-orang Yahudi Madinah adalah pedagang. Dimana-mana-mana yang namanya pedagang tidak menyukai adanya peperangan karena itu berarti hilangnya pemasukan atau dengan kata lain perang menimbulkan kerugian perdagangan. Jadi buat apa kaum Yahudi menyetujui untuk membiayai operasi perampokannya Muhammad SAW.

3. Orang-orang Yahudi akan ikut berperang
Apa untungnya bagi kaum Yahudi untuk ikut berperang yang sebetulnya tidak lebih dari aksi perampokan.
Lucunya Mubarakfury sendiri menuliskan bahwa kaum Yahudi tidak mahir berperang.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 417
Telah kami kemukakan bahwa orang-orang Yahudi itu sangat memusuhi Islam, namun mereka bukanlah orang-orang yang ahli perang ……

4. Harus saling membantu jika ada serangan terhadap Yatsrib
Sungguh lucu, serangan terhadap Yatsrib yang dilakukan oleh Quraish Mekah adalah karena mereka sudah terlalu kesal dengan ulah Muhammad SAW yang berulang-ulang merampoki caravan Quraish. Perang ini dikenal sebagai perang Uhud yang terjadi sekitar bulan Maret 625 M.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 343
Kemarahan penduduk Makkah meluap terhadap kaum muslimin karena kekalahan mereka dalam perang Badr dan tewasnya para pemimpin mereka dalam perang tersebut. Sehingga mereka bertekad untuk melakukan tindak pembalasan.

Muhammad SAW sendirilah yang mencari masalah dengan merampoki kaum Quraish. Saat Quraish menuntut balas yang adalah hak mereka, buat apa kaum Yahudi harus membantu Muhammad SAW?

5. Penyelesaian dijalan Allah dan Muhammad SAW
Masyarakat Yahudi Medinah sekalipun bukan satu kesatuan namun saat itu mereka telah memiliki aliansi dengan suku Khazraj dan Aus.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 245
Di Yatsrib terdapat tiga kabilah Yahudi yang terkenal, yaitu :
1. Bani Qainuqa, mereka adalah sekutu Khazraj. Pemukiman mereka di dalam kota Madinah
2. Bani Nadhir
3. Bani Quraizah.
Bani Nadhir dan bani Quraizah adalah sekutu kabilah Aus dan pemukiman mereka berada disekitar Madinah.


Jadi buat apa mereka harus menggantungkan nasibnya ditangan keputusan Muhammad SAW yang waktu itu tidak lebih adalah pendatang baru kedalam komunitas Madinah.

Dengan pemikiran kritis dapat dilihat bahwa klausul no. 2, 3 dan 4 diatas sangat mungkin adalah rekayasa belakangan. Klausul-klausul yang dikemudian hari akan digunakan sebagai dasar tuduhan bahwa kaum Yahudi telah mengkhianati perjanjian karena tidak mau membantu Muhammad SAW dalam peperangannya. Dan karena Yahudi telah “menghianati” perjanjian, atau dengan kata lain telah timbul “perbedaan pendapat”, maka jawaban harus dicari dari Allah dan Muhammad SAW. Dan jawaban atas “perbedaan pendapat” yang diberikan oleh Muhammad SAW adalah merampas harta benda Yahudi Madinah dan mengusir mereka dari jazirah Arab.


III. BERHASILNYA PERAMPOKAN DAN BERKEMBANGNYA ISLAM

Perampokan pertama yang menghasilkan barang jarahan terjadi di Nikhlah yang terjadi di bulan Januari 624 M..
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 94 – 95 :
…. Kemudian sebuah kerete kaum Quraish yang membawa kismis kering, kulit dan barang dagangan lainnya melintasi mereka….. Akhirnya mereka memutuskan untuk untuk menyerang rombongan Quraish itu, dan untuk merampas harta mereka. …. Abdullah dan rombongannya mengambil alih kereta beserta dua tawanannya dan kembali ke Madinah….. Maka pada saat Sa’ad dan Utbah muncul, Rasulullah membebaskan kedua tahanan itu untuk ditebus.

Setelah melihat bahwa mencari uang dengan merampok adalah sangat mudah, maka bertambahlah pengikut Muhammad SAW. Jika diawal hijrah pengikutnya hanya sekitar 150 an orang, maka saat perang Badar II, mereka yang ikut berperang sudah menjadi sekitar 300 orang. Jumlah harta yang berhasil dirampok oleh Muhammad SAW bernilai sekitar 1000 onta dan 50.000 dinnar emas. (1 dinnar = 4,235 gram emas)

Sumber :
Mubarakfury, halaman 278 - 279
Kafilah tersebut membawa harta kekayaan yang besar nilainya. Seribu onta penuh muatan barang-barang berharga yang nilainya tidak kurang dari lima puluh ribu dinar emas. Kafilah itu hanya dikawal sekitar empat puluh orang. …. Rasulullah SAW bersiap-siap untuk berangkat bersama tiga ratus sekian belas orang (313, 314, 317 orang)… Setelah kaum muslimn memperoleh kemenangan, Rasulullah SAW mengirim dua orang untuk memberi khabar gembira kemenangan kepada penduduk Madinah …… Sebelum pergi meninggalkan lokasi perang, terjadi silang pendapat diantara pasukan tentang masalah ghanimah (rampasan perang) … Kemudian Rasulullah SAW membagi-bagikan rampasan perang itu kepada kaum muslimin….

Sekedar hitung-hitungan kasar, di Malaysia harga unta adalah sekitar 4500 ringgit atau sekitar 10 juta.
Sementara harga emas tiap gram adalah sekitar Rp. 100.000,-
Berarti nilai jarahan tersebut adalah :
• 1000 unta x Rp. 10.000.000 = Rp. 10.000.000.000 (10 miliar rupiah)
• 50.000 x 4,235 x Rp. 100.000 = Rp. 21.175.000.000 (21 miliar)
• Total = 31 miliar

Dari jumlah rampasan perang yang sekitar 31 miliar tersebut. Seperlimanya menjadi milik Muhammad SAW atau dengan kata lain = Rp. 6 miliar.
QS 8 : 41 :
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang [613], maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil [614], jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa [615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan [616], yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari sekitar 300 pengikut berarti masing-masing akan mendapatkan sisanya. Jika dibagi rata masing-masing orang akan mendapatkan 25 miliar / 317 = 78 juta.

Wow, siapa yang tidak tertarik masuk “Islam” dan mengakui “Muhammad adalah Rasul Aulloh” jika ganjarannya 78 juta rupiah dalam satu perampokan. Dan tanpa malu-malu, muslim mengabadikan kondisi “nasib baik” ini dengan hadis berikut :
Sumber :
Sahih Bukhari
Volumn 002, Book 024, Hadith Number 497.
Dikisahkan oleh Abu Masud Al-Ansar:
Apabila Rasul Allah memerintahkan kami untuk berderma, kami biasa pergi ke pasar dan bekerja sebagai buruh untuk bisa beli satu Mudd (takaran gandum) dan lalu mendermakannya. (Saat itu adalah saat penuh kemiskinan) dan sekarang beberapa dari kami punya seratus ribu.

Bisa dibayangkan akan terjadi perubahan pola hidup. Jika sebelum perampokan mereka adalah orang-orang miskin, bau domba,
Sumber :
Sunan Abu Dawud
Buku 027, Hadis nomor 4022.
Dikisahkan oleh AbuMusa al-Ash'ari:
Abu Burdah berkata: Ayahku berkata padaku: Anakku, jika kau melihat keadaan kami ketika bersama Rasul Allah dan hujan lalu turun ke atas kami, kamu pasti menduga bau badan kami seperti bau domba.

bahkan kepala Muhammad SAWpun berkutu.
Sumber :
Sahih Bukhari
Volume 4, Buku 52, Hadis no. 47
Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
Rasul Allah biasa mendatangi Um-Haram bint Milhan yang kemudian menawarkan makanan baginya. Um-Haram adalah istri Ubada bin As-Samit. Rasul Allah suatu waktu mengunjunginya dan dia menyediakan makanan baginya dan mulai mencari kutu di kepalanya.

Setelah mengantungi uang miliaran rupiah dari hasil merampok, Muhammad SAW dan muslimin pengikutnya akan bisa pergi ke salon untuk mandi lulur sekaligus creambath anti ketombe dan anti kutu setiap minggunya agar tubuh harum dan rambut tidak kutuan.

Setelah keberhasilah di Badar, pengikut Muhammad SAW menjadi bertambah. Jelas,siapa yang tidak ngiler melihat begitu mudahnya mendapatkan uang. Pada saat perang Uhud dibulan Maret 625, Muhammad SAW sudah berhasil menghimpun sekitar 1000 prajurit.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 350
Pasukan kaum muslimin terdiri dari seribu tentara. Diantara mereka terdapat seratus tentara yang menggunakan baju besi, dan lima puluh tentara yang menggunakan kuda.

Jadi perkembangan pengikut Muhammad SAW sejalan dengan keberhasilan perampokan adalah :
* sekitar 150 orang (April 623 M)
* menjadi sekitar 300 orang (Maret 624 M)
* dan menjadi sekitar 1000 orang (Maret 625 M)


IV. PENYERANGAN TERHADAP YAHUDI MADINAH

Setelah perang Badar II (Maret 624 M), pengikut Muhammad SAW menjadi bertambah. Namun selama beberapa saat mereka tidak melakukan perampokan dengan hasil yang sama seperti Badar II. Mereka melakukan satu kali lagi perampokan yaitu terhadap bani Sulaim yang terjadi di bulan Mei 624 M.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 324 – 325
Beliau sampai diwilayah mereka disuatu tempat yang bernama al-Kudr, kemudian bani Sulaim melarikan diri dan meninggalkan lima ratus ekor unta di suatu lembah yang dikuasai oleh pasukan muslim. Setelah diambil seperlimanya, Rasulullah SAW membagikannya kepada para sahabatnya.

Jadi kekayaan yang diperoleh dari unta adalah sekitar 500 x 10 juta = 5 miliar rupiah.

Setelah itu, pandangan mata Muhammad SAW diarahkan kepada kaum Yahudi bani Qainuqa.


IV.1. BANI QAINUQA

IV.1.1. ALASAN PENYERANGAN


Peristiwa perampokan terhadap bani Qainuqa terjadi sekitar bulan Juli 624 M.
Kita akan melihat bagaimana penulis modern memanfaatkan “perjanjian perdamaian” antara Muhammad SAW dengan kaum Yahudi Madinah untuk menjustifikasi perampokan oleh Muhammad SAW.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 328 – 333
Pada bagian terdahulu telah kami kemukakan isi perjanjian yang diadakan oleh Rasulullah SAW dengan orang-orang Yahudi. … Tetapi orang-orang Yahudi yang sejarah mereka dipenuhi oleh penghianatan, menghianati perjanjian.

Laporan tertua dari Ibn Ishaq hanya mencatat sedikit tentang hal ini.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 185 – 187 :
Sementara itu terjadilah masalah yang disebabkan oleh bani Qainuqa. Pada saat itu, Rasulullah mengumpulkan mereka dipasar milik bani Qainuqa danmenyampaikan kepada mereka sebaagi berikut, “Wahai orang-orang Yahudi, jangan biarkan Tuhan menimpakan pembalasankepada kalian sebagaimana yang telah Dia timpakan kepada orang-orang Quraish, dan masuklah kalian kedalam Islam dan menjadi muslim….. “ Mereka menjawab, “Ya, Muhammad, kamu berfikir seolah-olah kami adalah umatmu. Janganlah kamu menipu dirimu sendiri, sebab selama ini kamu hanya berhadapan dan bertempur dengan orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang perang dan kamu menang melawan mereka; demi Tuhan, jika kami berperang melawan kamu, kamu akan mendapati bahwasannya kami adalah prajurit-prajurit sejati”. …….. Asim bin Umar bin Qatada mengatakan bahwa bani Qainuqa adalah kelompok Yahudi pertama yang melanggar kesepakatan damai dengan Rasulullah dan memutuskan untuk melakukan perang, antara Badar dan Uhud (568) Kemudian Rasulullah mengepung mereka sampai kemudian mereka menyerah dan takluk tanpa syarat.

Peristiwa seperti ini tentu saja menempatkan Muhammad SAW sebagai aggressor yang menyerang kaum Qainuqa hanya karena mereka menolak Islam. Untuk itu diperlukan epilog dimana Yahudi menghina muslimah dipasar untuk menjustifikasi penyerangan tersebut. Kisahnya muncul belakangan oleh Ibn Hisham yang mengedit karya Ibn Ishaq. Ibn Hisham sendiri wafat sekitar 218 H, sementara Ibn Ishaq wafat sekitar 151 H. Jadi ada jeda sekitar 70 tahun antara keduanya.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku III, halaman 330 :
Catatan kaki Ibnu Hisham
568. Abdullah bin Jaffar …. Berkata, “… Seorang wanita Arab membawa beberapa barang dan menjualnya dipasar milik bani Qainuqa. Dia duduk disebelah seorang tukang emas, dan kemudian beberapa orang mulai mengganggunya dan menyuruhnya untuk membuka kerudung wajahnya tetapi dia menolak. Si tukang emas menarik bajunya sehingga terbukalah sebagian tubuh dari wanita tersebut dan merekapun menertawakannya. Wanita itu menjerit dengan keras dan seorang muslim mengetahuinya kemudian dia melompat dan menyerang si tukang emas hingga tewas. Ternyata tukang emas tersebut adalah seorang Yahudi, maka kemudian orang Yahudi yang lain datang mengeroyoknya hingga tewas. Maka kemudian keluarga si muslim meminta bantuan para muslim yang lain untuk melawan orang-orang Yahudi. Maka keteganganpun terjadi diantara kedua belah pihak.



IV.1.2. KEABSAHAN ALASAN PENYERANGAN

Jadi setelah sekitar 70 tahun dari masa Ibn Ishaq, muncullah kisah bagaimana “Yahudi menghina muslimah” dipasar. Tambahan kisah yang cukup untuk menjustifikasi penyerangan terhadap Yahudi Qainuqa.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 331 - 332
… seorang wanita Arab datang ke pasar bani Qainuqa …. Ketika wanita itu berdiri, terbukalah aurat bagian belakangnya. Orang-orang Yahudi yang melihatnya tertawa terbahak-bahak …. Orang-orang Yahudi yang berada ditempat itu kemudian mengeroyoknya dan membunuhnya ……
Ketika itu hilanglah kesabaran Rasulullah SAW. Beliau menyerahkan urusan Madinah kepada Abu Lubabah bin Abdil Mundzir … Kemudian kaum muslimin mengepung mereka secara ketat…. Pengepungan itu berlangsung selama lima belas hari … Akhirnya mereka menyerah … Rasulullah SAW menerima harta kekayaan mereka …..


Jadi menurut sumber Islam karena ada “beberapa” orang Yahudi yang menghina muslimah, maka seluruh orang Yahudi Qainuqa harus menanggung akibatnya. Sungguh lucu, karena dengan demikian berarti Muhammad SAW sudah melanggar ayat-ayat Al-Qur’an yang mengajarkan bahwa seseorang harus menanggung kesalahannya sendiri.

QS 30 : 44 :
Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),

QS 40 : 28 :
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu


IV.1.3. HASIL PERAMPOKAN

Berapa harta kekayaan yang dirampok oleh Muhammad SAW?
Kita akan coba membuat perhitungan sederhana.
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 186 :
… “Tidak, demi Tuhan, Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sampai kamu bersikap baik terhadap para sahabatku. Empat ratus orang tanpa seragam dan tiga ratus orang yang berseragam melindungiku dari musuh-musuhku ….”

Jadi suku Qainuqa memiliki sekitar 700 laki-laki yang dapat berperang.
Jika satu keluarga terdiri dari 4 laki-laki yang dapat berperang, maka berarti ada 700 / 4 = 175 kepala keluarga.
Jika satu kepala keluarga memiliki kekayaan rata-rata sekitar 500 juta rupiah uang sekarang maka total kekayaan bani Qainuqa = 175 x 500 juta = 87,5 miliar rupiah.

Jadi sejauh ini dari hasil 3 perampokan besar setidaknya Muhammad SAW dan muslimin telah meraup harta sekitar : 31 M + 5 M + 87,5 M = 123,5 M.


IV.2. BANI NADHIR

Setelah bani Qainuqa, sasaran berikut diarahkan kepada bani Nadhir. Peristiwa ini terjadi sekitar bulan Juli/Agustus 625 M jadi hanya berselang satu tahun dengan perampokan bani Qainuqa.

IV.2.1. ALASAN PENYERANGAN

Dikisahkan bahwa sat Muhammad SAW mengunjungi bani Nadhir untuk meminta bantuan ditalangi pembayaran uang darah akibat kesalahan pembunuhan oleh muslimin.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 418
Pada suatu hari, Rasulullah SAW bersama beberapa orang sahabat mendatangi mereka untuk meminta bantuan mereka membayar diyat dua orang dari bani Kilab yang telah dibunuh oleh Amru bin Umayyah adh Dhamiri, karena hal itu wajib bagi mereka sesuai perjanjain perdamaian antara mereka dan kaum muslimin.

Lucu yah, Muhammad SAW dan muslimin yang sudah memiliki kekayaan sekitar 123,5 M dari hasil merampok yang salah satu korbannya adalah Yahudi Qainuqa, ternyata masih minta tolong Yahudi Nadhir membayarkan uang diyat.
Tampaknya ini hanyalah alasan belaka, Muhammad SAW mengharapkan bahwa kaum Yahudi Nadhir akan menolak permohonannya sehingga Muhammad SAW jadi punya alasan menyerang Yahudi Nadir dengan alasan “tidak membantu Muhammad SAW” sesuai perjanjian “perdamaian” diatas. Namun apa lacur, Yahudi Nadhir ternyata mau membantu Muhammad SAW. Jelas bahwa bani Nadhir sudah melihat bagaimana nafsu Muhammad SAW akan harta benda, mereka juga sudah melihat bagaimana Muhammad SAW merampok saudara mereka bani Qainuga. Jadi tidak ada pilihan lain bagi bani Nadhir untuk membantu Muhammad SAW.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 417
Mereka menjawab, Kami akan memenuhinya, wahai Abul Qasim. Duduklah disini sampai kami dapat memenuhi kebutuhanmu.”

Karena respon bani Nadhir tidak sesuai dengan yang diharapkan, makanya harus ada “pertolongan” jibril untuk memberitahu Muhammad SAW tentang “rencana” rahasia bani Nadhir untuk membunuh Muhammad SAW.
Muncullah tuduhan bahwa seorang dari mereka yaitu Amir bin Jihasy bin Kaab bermaksud menjatuhkan batu keatas Muhammad SAW saat sedang duduk menunggu bani Nadhir mengupayakan uang diyat yang diminta Muhammad SAW.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 270
Rasulullah duduk disebelah dinding rumah salah seorang diantara mereka pada saat itu. Amir bin Jihasy bin Kaab mengajukan diri untuk melakukannya dan NAIK KE ATAS UNTUK MENJATUHKAN BATUNYA. Ketika rasulullah sedang berada bersama sejumlah pengikutnya yang diantaranya adalah Abu Bakar, Umar dan Ali, DATANGLAH KABAR UNTUKNYA DARI SURGA mengenai orang-orang yang dimaksud dan kemudian beliau berdiri dan berkata kepada rombongannya, “Jangan kemana-mana sampai aku kembali kesini lagi”. Dan beliau kembali ke Madinah.


IV.2.2. KEABSAHAN ALASAN PENYERANGAN

Jadi Muhammad SAW mendapatkan pemberitahuan dari langit bahwa Amir bin Jihasy akan membunuhnya. Tuduhan yang tidak pernah dibuktikan. Bahkan sahabat-sahabat Muhammad SAW sendiri tidak mengetahui alasan Muhammad SAW meninggalkan mereka di bani Nadhir.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 270 - 271
Ketika para sahabat itu merasa telah lama menunggu Rasulullah, maka BANGKITLAH MEREKA UNTUK MENCARINYA dan menjumpai seseorang yang baru tiba dari Medinah dan menanyakan kepadanya mengenai beliau. Dikatakannya bahwa dia telah melihat beliau masuk Madinah, dan berangkatlah mereka, dan ketika mereka menemukan beliau, oleh Rasulullah MEREKA DIBERITAHU tentang penghianatan orang-orang Yahudi (cat : bani Nadhir) yang ditujukan pada beliau. Rasulullah memerintahkan mereka untuk menyiapkan diri untuk berperang …. Untuk mendatangi mereka.

Alasan sesungguhnya tampaknya adalah motivasi untuk merampok harta dan kekuasaan. Muhammad SAW telah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa orang-orang Yahudi sebagai pedagang yang kaya raya tidaklah mahir berperang. Jelas bahwa kaum Yahudi adalah sasaran yang paling gampang untuk dirampok. Dan dengan hasil rampokan, Muhammad SAW akan mampu membiayai pasukan yang lebih besar lagi untuk mewujutkan ambisinya menjadi penguasa Arab. Ambisi yang sudah diucapkan saat Muhammad SAW masih berada di Mekah dan Abu Thalib masih hidup.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 148
Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada mereka, “Bagaimana pendapat kalian jika aku berikan kepada kalian satu kalimat yang apabila kalian mengucapkannya, kalian akan menguasai orang-orang Arab, dan orang-orang Asing akan tunduk kepada kalian …”


IV.2.3. PERAMPOKAN DAN HASIL RAMPOKAN

Bani Nadhir yang memang tidak memiliki kekuatan bersenjata, berlindung di benteng mereka. Dalam hal ini Muhammad SAW melakukan tindakan yang dia larang sendiri yaitu memotongi pohon-pohon kurma milik kaum Yahudi Nadhir.
Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq
Buku II, halaman 271
Orang-orang Yahudi berlindung dibenteng mereka dan Rasulullah memerintahkan untuk menebang dan membakar pohon-pohon kurma, dan orang Yahudi itu berteriak, “Muhammad, kamu telah melarang perusakan yang ceroboh, dan menyalahkan mereka yang melakukannya. Mengapa kamu kemudian menebang dan membakar pohon-pohon kami?

Dan mudah ditebak, setelah mendapat wahyu yang tidak pernah dibuktikan kebenarannya bahwa Yahudi Nadhir mau membunuhnya, maka kali inipun Muhammad SAW mendapat wahyu lagi yang membenarkan tindakan salahnya.
QS 59 : 5 :
Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya [1465], maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

Bani Nadhir yang memang adalah petani dan pedagang dan bukannya golongan perampok tentu saja tidak dapat menghadapi Muhammad SAW dan akhirnya menyerah serta harus merelakan hartanya dirampok oleh Muhammad SAW. Namun Muhammad SAW masih sedikit “berbaik hati” dengan mengijinkan mereka membawa kekayaan mereka yang dapat diangkut oleh 600 unta
Sumber :
Mubarakfury, halaman 421
Merekapun membawa semua miliknya kecuali senjata. …. Mereka juga mengangkut istri-istri dan anak-anak mereka. Semuanya diangkut dengan 600 onta…… Rasulullah SAW menyita senjata, tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka. Senjata yang didapatkan sebanyak lima puluh perisai, lima puluh topi baja dan tiga ratus empat puluh pedang. Harta benda bani Nadhir berikut tanah dan rumah-rumah mereka semuanya untuk Rasulullah SAW


Harta yang berhasil dijarah.
Bani Nadhir memiliki setidaknya 600 unta. Jika satu keluarga rata-rata memiliki 5 unta ini berarti terdapat sekitar 600 / 5 = 120 kepala keluarga.
Jika setiap KK memiliki kekayaan 500 juta, sementara yang bisa mereka bawa adalah setengahnya maka harta yang tersisa bagi Muhammad SAW adalah = 120 x 250 juta = 30 Miliar.
Jadi sejauh ini dari hasil 4 perampokan besar setidaknya Muhammad SAW dan muslimin telah meraup harta sekitar : 31 M + 5 M + 87,5 M + 30 M = 153,5 M.


IV.3. BANI QURAYZAH

Setelah selesainya perang Ahzab dimana pasukan Mekah gagal menyerang Madinah, mudah ditebak segera Muhammad SAW mendapatkan wahyu jibril untuk menyerang bani Qurayzah. Ini terjadi sekitar Februari / Maret 627, dan saat ini Muhammad SAW sudah berhasil menghimpun 3000 pasukan yang tentu saja bernafsu membayangkan harta jarahan dari bani Quraizah.
Sumber :
Mubarakfury, halaman 450
Pada hari kepulangan Rasulullah SAW ke Madinah, beliau didatangi jibril AS, pada waktu zhuhur. Ketika itu beliau sedang mandi di rumah Ummu Salamah. Jibril berkata, “Apakah engkau telah meletakkan senjata? Sesungguhnya para malaikat tidak meletakkan senjata mereka. Sekarang ini, mereka tidaklah kembali kecualisetelah mengejar suatu kaum. Pergilah ke bani Quraizah dengan orang-orang bersamamu. Sesungguhnya aku berjalan didepanmu, mengguncangkan benteng mereka dan menimpakan rasa takut didalam hati mereka.” Maka jibrilpun berangkat bersama rombongan malaikat. …. Mereka berjumlah tiga ribu orang …..


 

Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto

stats

Hosted by T35 Free Web Hosting. Asian Bridal Makeup - Online Casino - Porsche Los Angeles - Drug Rehab - Online Degree - Domain Names - Prada Shoes - SEO Services