|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Pembunuhan
Ka'ab bin Asyraf
Oleh: Mohammad SAW
(Faithfreedom)

Sumber:
Jilid 2 ,hlm 15-18
PEMBUNUHAN KA'AB BIN ASYRAF
Jawaban Ka'ab bin Al-Asyraf terhadap Maimunah binti Abdullah
Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian syair-syair Maimunah binti Abdullah
dijawab lagi oleh Ka'ab bin Al-Asyraf,
'Tahanlah orang tidak waras dari kalian Agar kalian selamat dari
perkataannya yang tidak baik Apakah engkau mencelaku jika aku menangisi
dengan air mata ber-cucuran
Terhadap kaum yang mencintaiku dengan hati yang tulus? Aku pasti akan
menangis selagi aku masih hidup Dan selagi aku ingat amal mulia suatu
kaum yang mulia di Al-Jabajib.'
Setelah itu, Ka'ab bin Al-Asyraf pulang ke Madinah dan memuji-muji
istri-istri kaum Muslimin hingga mereka terganggu karenanya. Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda -seperti dikatakan kepadaku oleh
Abdullah bin Al-Mughits bin Abu Burdah-,
'Siapa yang siap bertindak terhadap Ka'ab bin Al-Asyraf mewakiliku?'
Muhammad bin Maslamah, saudara Bani Abdul Asyhal berkata,
'Wahai Rasulullah, saya siap membunuhnya.' Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Satiam bersabda, 'Silahkan engkau lakukan, jika engkau sanggup
melakukannya.' Muhammad bin Maslamah pulang ke rumah dan menetap di
rumah selama tiga hari tanpa makan-minum, kecuali seperlunya saja.
Hal tersebut dilaporkan ke-pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am,
kemudian beliau memanggilnya dan bersabda, 'Kenapa engkau tidak
makan-minum?' Muhammad bin Maslamah menjawab, 'Wahai Rasulullah, aku
telah mengucapkan perkataan kepadamu dan aku tidak tahu apakah aku bisa
menepatinya atau tidak?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda kepada Muhammad bin Maslamah, 'Engkau lemah (kalau tidak
makan-minum)?' Muhammad bin Maslamah berkata, 'Wahai Rasulullah, kita
harus berkata.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
'Silahkan katakan apa yang ingin kalian katakan, karena itu
diperbolehkan kepada kalian.'
Kemudian terkumpullah
sejumlah orang untuk membunuh Ka'ab bin Al-Asyraf. Mereka adalah
Muhammad bin Maslamah, Silkan bin Salamah bin Waqasy -yang tidak lain
adalah Abu Nailah, salah seorang dari Bani Abdul Asyhal dan saudara
sesusuan dengan Ka'ab bin Al-Asyraf-, Abbad bin Bisyr bin Waqasy -salah
seorang dari Bani Abdul Asyhal-, Al-Harts bin Aus bin Muadz -salah
seorang dari Bani Abdul Asyhal-, dan Abu Abs bin Jabr -salah seorang
dari Bani Haritsah-. Sebelum mereka mendatangi musuh Allah, Ka'ab bin
Al-Asyraf, mereka mengutus Silkan bin Salamah menemui Ka'ab bin
Al-Asyraf. Silkan bin Salamah pun menemuinya. Silkan bin Salamah
berbicara sesaat dengan Ka'ab bin Al-Asyraf, melantunkan syair-syair,
dan berkata kepada Ka'ab bin Al-Asyraf, 'Celakalah engkau wahai Ka'ab
bin Al-Asyraf, aku datang kepadamu karena keperluan yang ingin aku
utarakan kepadamu dan aku ber-harap engkau merahasiakannya.' Ka'ab bin
Al-Asyraf berkata, 'Ya, akan saya rahasiakan.'
Silkan bin Salamah berkata, 'Sungguh kedatangan orang ini (Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallairt) kepada kita adalah malapetaka, perang
menyerang kita, kabilah-kabilah bersatu untuk memusuhi kita, dan
jalan-jalan terputus dari kita hingga orang-orang yang kita tanggung
menjadi sengsara, setiap jiwa menjadi menderita, kita dan orang-orang
yang kita tanggung juga dibuat repot.'
Ka'ab bin Al-Asyraf berkata, 'Aku anak Al-Asyraf, demi Allah, aku telah
menginformasikan kepadamu bahwa permasalahan ini akan ber-kesudahan
kepada apa yang telah aku katakan.' Silkan bin Salamah berkata kepada
Ka'ab bin Al-Asyraf, 'Aku ingin engkau menjual makanan kepada kami dan
untuk itu kami gadaikan sesuatu kepadamu, buat penguat untukmu, dan
sebagai gantinya engkau berbuat baik dalam hal ini.' Ka'ab bin Al-Asyraf
berkata, 'Apakah engkau mau menggadaikan anak-anak kalian kepadaku?'
Silkan bin Salamah berkata, 'Kalau begitu, engkau ingin
menjelek-jelekkan kita. Sung-guh aku mempunyai teman-teman yang seide
denganku dan aku ingin datang lagi kepadamu dengan mereka kemudian
engkau jual makanan kepada mereka, berbuat baik, dan kami gadaikan
kepadamu senjata, serta kami tidak akan me-langgar janji.' Silkan bin
Salamah ingin agar Ka'ab bin Al-Asyraf tidak menolak jika teman-temannya
datang dengan membawa senjata."
Kemudian Silkan bin Salamah keluar dari rumah Ka'ab bin Al-Asyraf untuk
menemui sahabat-sahabafnya, menceritakan kondisi Ka'ab bin Al-Asyraf
kepada mereka, memerintahkan mereka mengambil senjatanya masing-masing,
dan berangkat untuk membunuh Ka'ab bin Al-Asyraf, namun sebelumnya
mereka berkumpul di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."
Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan bahwa Ka'ab bin Al-Asyraf
berkata, 'Apakah kalian siap menggadaikan istri-istri kalian kepadaku?'
Silkan bin Salamah berkata, 'Bagaimana kami harus menggadaikan
istri-istri kami, padahal engkau warga Yatsrib yang jago memuji wanita
dan paling doyan menggunakan parfum?' Ka'ab bin Al-Asyraf berkata,
'Apakah kalian siap menggadaikan anak-anak kalian?'"
Ibnu Ishaq berkata bahwa Tsaur bin Zaid berkata kepadaku dari Ikrimah,
dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma yang berkata, "Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan bersama sahabat-sahabat tersebut
ke Baqi' Al-Ghar-qad dan memberi pengarahan kepada mereka. Beliau
bersabda, 'Berangkatlah kalian dengan nama Allah. Ya Allah, kepada Baqi'
Al-Gharqad.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kembali memberi
pengarahan kepada mereka dengan bersabda, 'Berangkatlah kalian dengan
nama Allah. Ya Allah, tolonglah mereka.' Usai berkata seperti itu,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pulang ke rumah dan ketika itu
malam sangat gelap.
Sedang sahabat-sahabat tersebut berjalan hingga tiba di benteng Ka'ab
bin Al-Asyraf. Silkan bin Salamah berteriak memanggil Ka'ab bin
Al-Asyraf yang baru menikah. Ka'ab bin Al-Asyraf melompat dari
selimutnya, namun istrinya memegang ujung selimutnya sambil berkata,
'Engkau orang yang terbiasa perang dan orang yang terbiasa perang itu
tidak terjun ke perang pada jam-jam seperti ini.' Ka'ab bin Al-Asyraf
berkata, 'Orang yang memanggilku adalah Abu Nailah (Silkan bin Salamah).
Jika ia melihatku tidur, ia pasti membangun-kanku.' Istri Ka'ab bin
Al-Asyraf berkata, 'Sungguh aku dengar keburukan di ucapan Silkan bin
Salamah.' Ka'ab bin Al-Asyraf berkata, 'Jika seorang pemuda diajak
kepada tikaman, ia pasti memenuhinya.'
Ka'ab bin Al-Asyraf menemui Silkan bin Salamah dan sahabat-saha-batnya,
berbicara dengan mereka sesaat, dan mereka pun berbicara dengannya.
Sahabat-sahabat Silkan bin Salamah berkata, 'Hai anak Al-Asyraf, maukah
engkau berjalan ke luar Madinah kemudian kita ngobrol di sana di sisa
malam kita ini?' Ka'ab bin Al-Asyraf berkata, 'Kalau kalian menghendaki,
maka tidak ada salahnya.' Mereka pun keluar dari Madinah, berjalan
sesaat, kemudian Silkan bin Salamah memasukkan tangannya ke rambut
samping Ka'ab bin Al-Asyraf dan mencium tangannya hingga ia merasa
tenang. Silkan bin Salamah berkata kepada Ka'ab bin Al-Asyraf, 'Aku
tidak pernah melihatmu seperti pa-da malam ini dimana engkau menggunakan
parfum yang sangat wangi!' Silkan bin Salamah berjalan sesaat dan
berbuat seperti sebelumnya, kemudian berkata,
'Pukullah musuh Allah ini!'
Para sahabat pun memukuli Ka'ab bin Al-Asyraf dan pedang mereka
menyerangnya secara bertubi-tubi, namun tidak menimbul-kan bekas
apa pun di Ka'ab bin Al-Asyraf. Muhammad bin Maslamah berkata, 'Ketika
aku lihat pedang-pedang para sahabat tidak berpengaruh sedikit pun pada
Ka'ab bin Al-Asyraf, aku ingat tombak kecil di pedangku dan aku
meng-ambilnya. Musuh Allah, Ka'ab bin Al-Asyraf, berteriak dengan
teriakan yang membuat benteng di sekitar
kami menyalakan api kemarahan kepadanya, kemudian aku menusukkan tombak
kecilku ke bagian bawah pusarnya dan menancapkannya hingga mengenai
kemaluannya. Musuh Allah, Ka'ab bin Al-Asyraf, jatuh tersungkur.
Al-Harits bin Aus bin Muadz terluka di kepala atau kakinya karena
terkena tebasan pedang kita sendiri. Setelah itu, kami pulang melewati
perkampungan Bani Umaiyyah bin Zaid, kemudian melewati perkampungan Bani
Quraidhah, kemudian melewati Bu'ats hingga kemudian mendaki tanah hitam
berbatu Al-Uraidh. Sahabat Al-Harts bin Aus tertinggal oleh kami karena
darah di lukanya masih mengucur. Kami berhenti sejenak menunggunya dan
tidak lama berselang, ia datang menyusuri jejak-jejak kami.
Kami menggendong Al-Harts bin Aus dan membawanya kepada Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam di akhir malam yang ketika itu sedang
qiyamul lail. Kami ucapkan salam kepada beliau, kemudian beliau keluar
menemui kami. Kami jelaskan tentang terbunuhnya musuh Allah, Ka'ab bin
Al-Asyraf, dan terlukanya salah seorang dari kami, yaitu Al-Harts bin
Aus. Allah menyembuhkan luka Al-Harts bin Aus saat itu juga, kemudian
masing-masing dari kami pulang ke rumah. Esok paginya, orang-orang
Yahudi ketakutan karena pembunuhan kami terhadap musuh Allah, Ka'ab bin
Al-Asyraf, dan semua orang-orang Yahudi mengkhawatirkan keselamatan
dirinya'."
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |