|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Paus Pius V
Sejarah Islam
Christianity and Islam
in History
By Walter Brandmüller
Chiesa | December 27, 2005
Saya akan membatasi pembahasan pada fakta2 sejarah.
Perayaan ke-500 tahun kelahiran Paus
Pius V tahun ini berlangsung secra sepi, apalagi di lingkungan
akademisi. Padahal ia adalah paus yg memenangkan
Pertempuran Lepanto th 1571 ini.
Paus ini memiliki keberanian dan energi utk membentuk aliansi para
kerajaan Kristen melawan kerajaan/empire
Ottoman yg menjajahi negara2 Balkan.
Kini, utk mengurangi permusuhan antara keduanya, jasa paus yg
menyelamatkan budaya Barat dari cengkraman Islam ini jarang disebut2.
Walaupun kedua agama tsb bersifat monotheis, ada perbedaan besar antara
agama Kristen dan Islam dan perbedaan ini adalah fundamental.
Sejak permulaan, ada perbedaan dlm cara2 konversi (mengajak orang lain
dlm agama Kristen/Islam) dan penggunaan kekerasan.
Menurut ajaran Kristen, konversi adalah suka rela dan individual. Sejak2
abad2 permulaannya, agama Kristen disebarkan tidak melalui paksaan,
malah mereka di-intimidasi dan dibunuh. Setelah mereka kuat, sejarah
memang menunjukkan bahwa pengikutnya sering tidak mempraktekkan
toleransi. Paus Johanes Paulus II sendiri mengakui bahwa anak2 Gereja
"harus kembali dlm semangat penyesalan akibat kelakuan tidak toleran dan
bahkan penggunaan kekerasan, khususnya dlm abad2 tertentu." (Tertio
Millennio Adveniente, 35).
Namun sejak permulaan, Muslim, bahkan
sejak Mohamad masih hidup, memaksakan konversi lewat kekerasan.
Expansi dan luasnya pengaruh Islam adalah melalui PERANG terhdp mereka
yg tidak menerima Islam, dan ini bukannya tidak cocok dgn ajaran Islam.
Islam, berbeda dgn Kristen, mengekspresikan strategi religius, budaya,
sosial dan politik. Kristen membedakan jelas antara dunia spiritual dan
politik. Sementara Islam diberlakukan lewat dominasi politik.
Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa penggunaan kekerasan merupakan
tempat utama dlm tradisi Islam, spt yg disaksikan kata yg sering kita
dengar akhir2 ini; "jihad". Walau
ada yg mengatakan bahwa jihad hanya berarti perang spiritual, ahli2
Islam spt Samir Khalil Samir kembali menegaskan bahwa
jihad adalah perang atas nama ALlah utk
membela Islam, yg merupakan kewajiban semua lelaki Muslim yg sehat
badan.
Mereka yg bersikeras bahwa jihad melenceng dari arti sebenarnya,
bukanlah orang2 jujur. Sejarah sudah membuktikan kekerasan khas Islam
dan BAHWA MUHAMAD SENDIRI SECARA
SISTIMATIS MENGORGANISASIKAN PENYERANGAN MELAWAN SUKU2 YG TIDAK MENERIMA
KEKUASAANNYA.
Interpretasi Muslim sekarang ttg Perang
Salib (yg dipinjam dr orang2 Barat anti-Kristen) juga tidak cocok
dgn realitas sejarah.
Menurut mereka, orang2 Kristen menginvasi kawasan damai--Tanah Suci (yg
dulunya adalah bagian dari Syria)--yg menghormati orang2 dr agama lain –
menggunakan motif2 religius utk menutup2i tujuan imperialis dan ekonomi.
Tetapi asal usul Perang Salib, terutama,
adalah akibat kekerasan2 yg dilakukan kalifah Fatimid milik Hakim bi-Amr
Allah terhdp kaum Kristen Mesir dan Syria. Th
1008, al-Hakim melarang perayaan
Paskah, Palm Sunday, dan tahun
kemudian ia memerintahkan penghukuman dan penyitaan harta kaum Kristen.
Thn itu juga, th 1009, ia merajah
dan menghancurkan katedral di Kairo, dan tidak menghalangi pegnhancuran
kapel2 disekitarnya, ataupun perajahan gereja2 lainnya di kota itu.
Tahun itu juga adalah periode yg paling parah:
DESTRUKSI BASILIKA KONSTANTIN di Yerusalem, atau dikenal dgn nama
the Holy Sepulcher. Dokumen2
sejarah jaman itu menunjukkan bahwa IA
MEMERINTAHKAN "DIHANCURKANNYA SETIAP LAMBANG AGAMA KRISTEN, DAN MENCABUT
SETIAP RELIK DAN OBYEK PEMUJAAN." Basilika itu kemudian diratakan
habis dan Ibnu Abi Zahir melakukan segala yg ada dlm kekuatannya utk
melenyapkan setiap bekas2 gereja tsb.
Bahkan sekarang di lingkungan intelektual, banyak disebut2 ttg toleransi
agama yg ditunjukkan otoritas Islam selama berabad2. Kenyataannya,
pengikut agama berhala ditawarkan "Islam atau mati". Kristen dan Yahudi
hanya berhasil selamat karena mereka menerima dominasi politik (menjadi
DHIMMI) dan situasi menghina dgn
menyetujui pembayaran pajak Jizyah yg sangat tinggi.
Jadi tidaklah aneh jika tekanan2 sosial dan ekonomi ini pd akhirnya
mengakibatkan orang memeluk Islam. Ini mengakibatkan kelenyapan total
kaum Kristen, penduduk asli iwilayah itu selama lebih dari 500 tahun,
jauh sebelum datangnya Islam. Bahkan juga di bagian2 Afrika yg dulunya
diperintah kerajaan Kristen Romawi, dan tempat2 kelahiran Santo Tyconius
dari Syria dan Santo Agustin.
Beda antara Kristen dan Islam yg paling besar adalah isu
individualitas manusia.
Ini nampak dari kenyataan bahwa negara2
Islam TIDAK MENERIMA DEKLARASI HAK AZASI MANUSIA oleh PBB th 1948. Ada
yg menerimanya dgn syarat dan mengecualikan norma2 yg bertentangan dgn
hukum Qur'an – yg praktisnya berarti menolak keseluruhan Deklarasi.
Dari sudut pandang sejarah, harus diakui bahwa deklarasi hak2 azasi
manusia ini adalah buah budaya dunia Kristen. Dlm tradisi Islam, konsep
PERSAMAAN DERAJAD MANUSIA TIDAK EKSIS. AKibatnya, PENGHORMATAN terhdp
NYAWA MANUSIA juga tidak eksis.
Shariah didasarkan atas 3 KETIDAKSAMAAN
DERAJAD: antara lelaki dan perempuan, antara Muslim dan non-Muslim, dan
antara orang bebas dan budak.
Esensinya, lelaki dianggap sbg pemegang penuh segala hak dan kewajiban
hanya lewat keanggotaannya dlm sebuah masy Islam: mereka yg mengkonversi
ke agama lain atau menjadi atheis dianggap pengkhianat, yg patut
dikenakan hukuman mati, atau paling tidak kehilangan segala hak mereka.
Kepincangan derajat yg tidak dapat ditawar2 adalah antara LELAKI &
PEREMPUAN. Yang lainnya masih bisa ditawar: budak dpt dibebaskan,
non-Muslim bisa masuk Islam – tetapi derajat rendah tidak dapat
ditawar2, KARENA INI DITENTUKAN OLEH ALLAH SENDIRI. Dlm tradisi Islam,
suami menikmati hak2 absolut atas isteri-isterinya:
poligami diijinkan bagi lelaki, tetapi wanita tidak boleh memiliki lebih
dari 1 suami, tidak boleh kawin dgn lelaki dr agama lain, bisa
diceraikan suaminya, tidak memiliki hak atas anak2, mendapatkan hak
waris kurang dari saudara lelaki, dan kesaksiannya di pengadilan
bernilai setengah dari
kesaksian lelaki.
Jadi Islam bukan saja berarti keanggotaan religius, tetapi seluruh cara
hidup yg menentukan hubungan dgn bangsa2 lain, bgm berlaku dlm suasana
damai atau perang, dsb dsb.
Oleh karena itu mudah dimengerti bgm kemenangan Lepanto menjamin
pengembangan budaya penghormatan bagi individu, terlepas dari agama,
jenis kelamin dan kekayaan.
Kalau karakter Islam ini tidak dpt berubah, satu2nya kemungkinan
ko-eksistensi Islam dgn mereka2 yg bukan anggota Ummah adalah:
dalam negara Islam, non-Muslim harus tunduk kpd sistim Islam, jika ia
tidak ingin mengalami diskriminasi.
Begitu juga, Muslim akan mengalami kesulitan dlm menyesuaikan diri dng
UU non-Islamiah, menganggapnya sbg UU asing yg bertentangan dgn
kepercayaan dan agamanya.
Kami juga harus mengakui hak alami setiap masyarakat utk membela
identitas politik, budaya dan agamanya. Ini nampaknya yg dilakukan Paus
Pius V.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |