|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Surat Al-Maidah: Gambaran Mental Muhammad Secara Utuh
Oleh Duladi
MEMBAHAS SURAT AL-MAIDAH (QS 5)
PENDAHULUAN
Sungguh bagus surat ini untuk dibaca oleh kalian, karena kondisi
mentalitas Muhammad seluruhnya dapat terungkap. Kita tidak perlu membaca
keseluruhan surat dalam Alquran, cukup dengan 1 surat ini, kita bisa
memperoleh gambaran lengkap dari sisi mentalnya Muhammad.
Surat Al-Maidah berisi 120 ayat.
Ia masuk kategori surat Madaniyah
(surat Medinah) walaupun sebenarnya disampaikan di Mekkah sewaktu
Muhammad baru menaklukkan kota itu (630M).
Masuk dalam kategori surat Medinah dikarenakan surat ini disampaikan
sesudah Muhammad hijrah ke Madinah (9 Rabiulawal atau 22 September
622M). Semua surat yang keluar dari mulut Muhammad sesudah periode
hijrah, dinamakan surat Medinah (Madaniyah).
Al-Maidah diberi nomor urut 5 (menurut mushafnya) dan jatuh pada urutan
ke-112.
Sebagai kelanjutan dari Surat Al-Maidah adalah Surat At-Taubah. Surat
At-Taubah (terutama ayat Pedangnya) sudah diulas oleh Ali Sina dan Sdr
Adadeh. (baca di
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=99264#9926 4
atau
http://www.faithfreedom.org/debates/Waqasp3.htm)
IKHTISAR DARI SURAT AL-MAIDAH
Surat Al-Maidah ini akan saya bagi menjadi
2 bagian utama:
1) Ayat-ayat yg mengungkapkan kegirangan
hati Muhammad karena berhasil menguasai Mekkah
(ayat 1 s.d. ayat 11)
2) Ayat-ayat yg mengungkapkan kegundahan
dan strategi awal Muhammad untuk melancarkan sakit hatinya karena
dirinya gagal meyakinkan Yahudi dan Kristen agar percaya kepadanya.
(ayat 12 s.d. ayat 120)
Dan sub-sub bagian dari 2 bagian utama di atas:
1) Ayat-ayat yg mengungkapkan kegirangan
hati Muhammad karena berhasil menguasai Mekkah (ayat 1 s.d. ayat
11)
....a) Muhammad yg bijaksana melarang pengikutnya bermain buru-berburu,
mempermainkan nyawa orang kafir dengan permainan panah-memanah
(1-4)
....b) Muhammd mengijinkan pengikutnya yang tidak bisa mengendalikan
nafsu seksnya untuk menikahi gadis-gadis Mekkah secara baik-baik dan
melarang menjadikan mereka sebagai gundik.
(5)
....c) Memberi instruksi cara wudlu, mandi dan tayamum
(6-7)
....d) Muhammad melarang pengikutnya benci terhadap kafir & harus
berbuat adil kepada mereka (8 )
....e) Muhammad menjanjikan ampunan bagi yang mau terima Islam, dan
ancaman siksa buat yg menyangkal dirinya
(9-11)
2) Ayat-ayat yg mengungkapkan kegundahan
dan strategi awal Muhammad untuk melancarkan sakit hatinya karena
dirinya gagal meyakinkan Yahudi dan Kristen agar percaya kepadanya.
(ayat 12 s.d. ayat 120)
....a) Alasan-alasan yg dipakai Muhammad untuk mengingkari janjinya
terhadap kafir (12-32, 41-63, 72-86, 110-120)
....b) Hukuman bagi para pembangkang di Mekkah
(33-40)
....c) Muhammad masih mencoba merayu di saat kecut hatinya
(64-71)
....d) Muhammad berlagak bijaksana (meniru Musa) dg memberikan beberapa
ketentuan lagi kepada Muslim (87-109)
....e) Muhammad yg sakit hati karena umat Nasrani melecehkan dirinya,
mencoba mengkritik kepercayaan mereka walau dg pemahaman yang amburadul
(72-77, 110-120).
PEMBAHASAN
Berikut ini adalah ringkasan dari setiap ayat Surat Al-Maidah:
(Lengkapnya bisa baca sendiri di Alquran)
1) MUHAMMAD KEGIRANGAN SEWAKTU BERHASIL
MENUNDUKKAN MEKKAH DG CARA YG SUPER MUDAH
Untuk itu, ia mengucapkan ayat-ayat yg menunjukkan ungkapan hatinya itu:
(Dasar orang sinting, kalau pas lagi seneng dia jadi baik juga)
Ayat 1
- Melarang pengikutnya main lomba berburu binatang-binatang ternak,
sebelum selesai masa berhaji. (Maklum, di Mekkah itu memang kaya akan
hewan ternak. Orang barbar Madinah seolah menemukan harta karun di kota
itu).
Ayat 2
- Melarang pengikutnya balas dendam atau menganiaya penduduk Mekah.
- Tolong-menolonglah dan banyaklah berbuat kebajikan, demikian pesan
Momed.
Ayat 3
- Umat Muslim tak perlu takut kepada kafir, sebab mereka sudah berhasil
ditundukkan.
- Menegaskan mana binatang haram dan mana binatang yg halal, dan kalau
ada pengikutnya yang telanjur makan binatang haram dikarenakan mereka
kelaparan, tidak apa-apa karena Awloh maha pengampun.
- Salah satu yg diharamkan itu adalah binatang yang mati diterkam
binatang buas.
Ayat 4
- Muslim boleh makan bangkai hewan yang mati diterkam oleh binatang
buas. (kontradiksi dengan ayat 3)
Ayat 5
- Terimalah makanan yang diberikan oleh kafir (Kristen/Yahudi), sebab
makanan ahli kitab itu halal.
- Dihalalkan mengawini perempuan-perempuan kafir dan menikahinya secara
terhormat dan jangan lupa bayar mas kawinnya.
- Melarang berzinah atau dilarang memperlakukan wanita-wanita kafir
sebagai gundik.
Ayat 6-7
- Ajaran tentang bagaimana caranya wudlu (boleh pakai air atau tanah)
- Menyentuh perempuan disetarakan dengan habis buang air dari kakus
(kasihan, sungguh hina kaum hawa di mata Momed: Masa perempuan = kakus?)
Ayat 8
- Anjuran untuk berlaku adil kepada penduduk Mekkah
- Melarang pengikutnya mengumbar benci terhadap mereka
Ayat 9
- Muhammad menjanjikan pengampunan bagi mereka yang mau beriman dan
ber-sedekah kepada para pengikutnya.
Ayat 10
- Muhammad memberi ancaman kepada orang yg tidak mau percaya pada semua
kata-katanya. Sebab ucapan yang dia sampaikan adalah AYAT-AYAT TUHAN.
Ayat 11
- Mengingatkan penduduk Mekkah bahwa mereka berutang budi pada Islam.
2) MUHAMMAD YG KONDISI EMOSIONALNYA
BEGITU LABIL, MENUNTUT EMPATI DARI PENDUDUK MEKKAH YG MENGEJEKNYA
Ayat 12
- Muhammad mengutil secuil kisah Taurat, tapi dimodifikasinya dengan
tambahan sholat dan zakat (upeti). Intinya, rupa-rupanya ketika ayat ini
diucapkan Muhammad sedang meminta sesuatu kepada penduduk Mekkah dan ia
mengumpamakannya sebagai zakat (sedekah). Ia mengarang ayat tentang
perintah Tuhan agar orang Israel patuh pada utusan-utusanNya. Dan
barangsiapa mau menginfaqkan barangnya yang berkualitas baik,
dosa-dosanya akan diampuni Tuhan dan akan dimasukkan ke dalam surga yang
di dalamnya ada sungai-sungainya. (Mirip rengekan anak TK).
- Tuhan mengangkat 12 pemimpin di Israel? (lihat Yosua 4)
Ayat 13
- Tuhan pernah mengutuk orang Israel karena melanggar perjanjian.
- Tuhan membuat hati orang Israel keras seperti batu.
- Mengarang cerita fitnah bahwa orang Israel telah mengubah firman
Tuhan.
- Muhammad merasa dikhianati oleh orang Yahudi
- Muhammad tetap berbesar hati dan berusaha memaafkan mereka, sebab
Allah suka pada orang yang pemaaf. (Menghibur diri? atau sedang
menyimpan dendam?)
Ayat 14
- Kini giliran orang Nasrani. Muhammad juga merasa ada orang Nasrani
yang melanggar perjanjian.
Ayat 15
- Hai Ahli Kitab, sebenarnya kitabmu sudah banyak bercerita tentang aku,
tapi kenapa kamu menyembunyikannya? (Jangan membual, sok tahu kau!)
Ayat 16
- Taurat dan Injil adalah kitab yg membimbing orang ke jalan yang lurus,
memberikan penerangan dan jalan keselamatan.
Ayat 17
- Muhammad mulai kumat: “Orang Kristen itu kafir karena telah menganggap
Yesus sebagai Allah”
- Yesus (Isa Almasih) bukanlah apa-apa, seandainya Allah ingin mencabut
nyawanya atau bahkan ibunya, atau bahkan semua orang yg ada di bumi ini,
maka tak ada yang bisa menghalangi.
Ayat 18
- Kini gantian orang Yahudi lagi plus orang Kristen. Muhammad bilang:
“Kalau orang Yahudi dan orang Kristen itu benar anak-anak Allah, kenapa
mereka hidupnya teraniaya dan disiksa oleh Tuhan?”
Ayat 19
- Hai Yahudi & Kristen, sesungguhnya aku ini lho Utusan Tuhan. Aku
datang untuk membawa kabar gembira buat kalian semua.
Ayat 20
- Muhammad yg GOBLOK menyatakan kalau sebelum nabi Musa Allah pernah
menurunkan nabi-nabi kepada umat Israel. (Benarkah?)
Ayat 21
- Musa bilang: “Hai umat Israel, masuklah ke Tanah Palestina yg telah
ditentukan Allah buat kamu, jangan mundur ke belakang, nanti kamu
kualat.”
Ayat 22
- Mengarang cerita kalau umat Israel takut tidak berani masuk Tanah
Perjanjian karena di dalamnya ada orang-orang perkasa.
Ayat 23
- Menceritakan ada 2 orang yang gagah berani dari kaum Israel. (lihat
Yosua 2)
Ayat 24-26
- Umat Israel pengecut, takut berperang, takut mati, mereka tidak berani
memasuki Tanah Suci. Kemudian nabi Musa mendoakan mereka kepada Tuhan
agar mereka dikutuk. Dan Tuhan mengabulkan doa nabi Musa sehingga umat
Israel berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun (Cerita dari mana
ini? Kenapa kisah Yosua tertukar dengan kisah Musa di padang gurun?)
Ayat 27-31
- Muhammad bercerita tentang Kain & Habil. (Ceritanya lucu, silahkan
baca sendiri)
Ayat 32
- Muhammad mengarang firman, katanya: “Barangsiapa membunuh seorang
manusia yang tidak bersalah, ia sama saja dengan membunuh seluruh umat
manusia di bumi.” Kenapa Muhammad bilang begini? Karena Muhammad
menyangka Adam dan Hawa sudah tak punya anak lain selain dari Kain dan
Habil. Ia membayangkan: karena Habil mati, maka jutaan keturunan Habil
menjadi tak pernah ada. Mungkin ia menyamakan Ibrahim dari satu orang
bisa menghasilkan banyak bangsa di kemudian hari.
Ayat 33-34
- Mungkin karena ada pemberontakan kecil-kecilan dari dalam kota Mekkah,
Muhammad mengucapkan ayat kutukan ini: “Barangsiapa yang memerangi
dirinya (dan Awloh) akan disalib atau dipotong anggota-anggota badannya
atau diusir. Ini menjadi penghinaan baginya di dunia, dan di akhirat
mereka akan dimasukkan ke neraka. Mereka bisa bebas dari hukuman ini
apabila mereka bertobat lebih dulu sebelum tertangkap oleh Muslim.”
Ayat 35
- Memerintahkan JIHAD.
Ayat 36-37
- Orang yang berkhianat dan memerangi nabi, tidak dapat ditebus dengan
apapun walau seluruh hartanya diserahkan kepada nabi. Sudah telanjur
berbuat salah, maka tak ada lagi ampunan baginya.
Ayat 38
- Penduduk Mekkah yang “mencuri” (baca: mengambil kembali barangnya yg
dirampas Muslim) harus dipotong tangannya. (Sungguh miris nasib penduduk
Mekkah, nabi sinting ini memang pantas dihujat)
Ayat 39-40
- Tetapi di antara para “pencuri” itu bila mau bertobat (baca: masuk
Islam), ia akan diampuni sebab Awloh maha pengampun dan pemilik kerajaan
langit dan bumi.
Ayat 41
- Mengungkap kekecutan hati Momed karena tahu dirinya dipermainkan oleh
orang Yahudi Mekkah.
- Melontarkan tuduhan-tuduhan tak berdasar, mengatakan Yahudi telah
mengubah kitab Taurat yg menubuatkan tentang dirinya.
- Umat Yahudi akan mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat. (si
bangsat Muhammad sedang mengutuk)
Ayat 42-43
- Muhammad membela diri, dengan mengatakan tuduhan nabi palsu
terhadapnya sebagai berita bohong. (Ini ada hubungannya dengan kesaksian
Abdullah bin Sa'ad yang lari dari Madinah kembali ke Mekkah, dia adalah
salah satu sekretaris Muhammad yg mengetahui kelicikan Muhammad dalam
mengarang ayat-ayat).
- Muhammad gondok karena sebagian Yahudi menganggapnya nabi palsu,
sehingga kalau ada orang Yahudi yg mengajukan perkara mereka kepada
Muhammad sebagai hakim, acuhkan saja atau putuskan perkara mereka ala
kadarnya, tidak usah terlalu serius. Karena Muhammad pernah diminta
pendapatnya tentang suatu perkara di antara mereka, tapi putusan
Muhammad dianggap angin lalu oleh orang Yahudi atau diprotes. Yahudi
sudah punya kitab sendiri (Taurat), jadi biarlah mereka putuskan sendiri
sesuai Taurat mereka. (Bisa saja ini ada hubungannya dengan ayat 38,
tentang hukum potong tangan terhadap ‘pencuri’). Muhammad dlm hal ini
merasa punya dasar hukum dari kitabnya Yahudi.
Ayat 44-45
- Muhammad sangat senang dengan perintah Taurat tentang hukuman mata
ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa. Muhammad sangat
terpesona oleh hukum ini sehingga dia ingin sekali menerapkannya (lihat
ayat 38 ). Tetapi orang Yahudi memprotesnya, sehingga Muhammad marah dan
mengatakan orang Yahudi telah menukar ayat-ayat Tuhan.
Ayat 46
- Beberapa orang Mekkah mengatakan kalau Kitab Taurat sudah dibatalkan
oleh Kitab Injil, lalu Muhammad mengarang ayat tentang Nabi Isa yang
mengatakan kalau Kitab Taurat tetap berlaku untuk menjadi petunjuk dan
pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Kenapa Muhammad sangat getol
mempertahankan Taurat? Sebab ia ingin menerapkan hukum potong tangan
seperti ayat 38, 44-45)
Ayat 47
- Muhammad menasihati: kalau pengikut Taurat ya harus nurut sama Taurat;
kalau pengikut Injil ya harus nurut sama Injil.
Ayat 48-49
- Muhammad mulai menunjukkan belangnya. Setelah dia mengakui Taurat dan
Injil, kemudian dia menyodorkan kitabnya sendiri sebagai kitab terakhir
kelanjutan dari kitab-kitab sebelumnya.
- Alquran juga berasal dari Tuhan yang sama. Sekiranya Tuhan
menghendaki, bisa saja Dia menjadikan manusia hanya satu agama saja,
tetapi Dia hendak menguji manusia supaya manusia berlomba-lomba dalam
berbuat kebajikan.
(Secara implisit, Muhammad hendak bilang kalau kitabnya tidak kalah
dengan kitab-kitab yg dimiliki oleh umat Yahudi dan Nasrani).
Ayat 50
- Hukum Allah lebih tinggi tingkatannya daripada hukum jahiliyah.
(Maksudnya: Taurat, Injil, dan Quran kedudukannya di atas hukum-hukum
tradisi Arab).
Ayat 51
- Muhammad dengki kepada umat Yahudi dan umat Kristen; dia bilang agar
pengikutnya jangan mau dipimpin oleh mereka.
- Siapapun yang mau dipimpin Yahudi atau Kristen, berarti murtad.
(Dari ayat ini terbersit cerita yg cukup jelas, bahwa Muhammad yg
menjadikan dirinya sebagai pemimpin kota Mekkah, mulai diragukan
kepemimpinannya oleh penduduk kota itu. Tampaknya dirinya mulai jadi
bahan ejekan oleh sebagian orang-orang Mekkah – lihat ayat 57).
Ayat 52
- Awloh sendiri tidak yakin apakah dia dan rasulnya akan menang melawan
penduduk Mekkah seandainya mereka berontak.
- Muhammad menyindir beberapa orang Mekkah yang ingin balik lagi kepada
para pemimpin mereka (Yahudi dan Nasrani). Muhammad menyebut mereka
sebagai orang yang di hatinya ada “penyakit”. (Dasar si bangsat ini
memang anak setan, tidak tahu kalau yg ber-penyakit adalah dirinya
sendiri malah menuduh orang lain.)
Ayat 53
- Muhammad mengungkapkan kekesalannya atas orang-orang Mekkah yang mulai
tidak percaya pada dirinya.
Ayat 54-56
- Momed mulai mengancam, dan darah tingginya mulai kumat.
- Jika tidak berpihak kepada Muhammad, berarti ia akan menjadi musuhnya
dan tak akan selamat.
- Siapa ingin selamat, dia harus bisa membaca situasi.
Ayat 57
- Muhammad mengingatkan kembali, supaya para pengikutnya tidak mengambil
orang non-muslim sebagai pemimpin, agar agama baru mereka (Islam) tidak
menjadi bahan ejekan. (Rupanya Muhammad sudah menyadari kalau dirinya
memalukan dan tidak layak mengangkat diri jadi nabi, terlebih kitab
sucinya. Tapi karena sudah telanjur terperosok, ia tidak bisa mundur,
kecuali terus menerjang maju ke depan walau memalukan).
Ayat 58
- Muhammad pun tahu kalau tata cara ibadah sholat yg dia ajarkan sungguh
menggelikan, sehingga orang Mekkah menertawai sembahyangan Muslim.
Ayat 59
- Muhammad yg bermuka tebal masih saja berusaha membela diri.
Ayat 60
- Muhammad yg goblok ini begitu mempercayai dongeng-dongeng kafir,
sehingga dia mengingatkan orang Yahudi dan orang Kristen Mekkah bahwa
dahulu kala Allah pernah mengutuk manusia durhaka menjadi kera dan babi.
(hua ha ha ha ha ha ha). Maksudnya, apabila mereka tetap saja tidak mau
percaya pada dirinya, Allah pun suatu ketika akan mengutuk umat Yahudi
dan Kristen jadi babi dan monyet.
Ayat 61
- Muhammad menyadari kalau dirinya telah dipermainkan oleh Yahudi dan
Kristen. Kasihan kau.
Ayat 62-63
- Muhammad geram lagi, dan mencari-cari kesalahan untuk bisa membenci
mereka.
Ayat 64-66
- Muhammad memberikan kutukan-kutukan kepada Yahudi dan Kristen karena
tak mempercayai Alquran (baca: kitab suci baru hasil karya Momed).
- Muhammad berusaha mengiming-imingi surga yg di dalamnya penuh
kenikmatan kepada mereka yang menerima kitabnya.
Ayat 67-71
- Muhammad menghibur diri dengan membuat ayat-ayat yg seolah Awloh
sedang menghiburnya karena ketidakpercayaan orang Yahudi dan Kristen.
- Muhammad membayangkan dirinya ibarat nabi-nabi zaman dahulu yg juga
sebagian di antara mereka ditolak dan dibunuh oleh bani Israel.
Ayat 72
- Momed kini membahas keimanannya umat Nasrani. Momed mempersalahkan
keyakinan Kristen yang percaya bahwa Yesus sebagai Allah.
Ayat 73
- Momed bilang Tuhannya umat Kristen ada tiga. (Kalau nggak ngerti
jangan ngebacot, dasar gila!)
Ayat 74
- Momed minta agar kaum Nasrani mau tobat atas kepercayaannya yg salah
itu.
Ayat 75
- Muhammad mencoba menalar logika Ketuhanan Yesus. Dia bilang, Yesus dan
Maria adalah manusia biasa karena mereka juga butuh makan seperti
makhluk hidup pada umumnya.
(Apakah Momed si buta huruf ini lebih pinter daripada Bapa-bapa Kudus di
abad pertama? Memangnya mereka tidak tahu kalau Yesus memang butuh makan
dan butuh minum sebab Yesus memang manusia sejati? Menurut pikiran
Momed, kalau Tuhan mestinya SUPER kaya SUPERMAN. Dia buta terhadap
urusan teologi, yg Momed tahu hanya masalah keduniawian saja – seks,
harta, perang.)
Ayat 76-81
- Muhammad mempertanyakan kepercayaan umat Kristen yang menyembah selain
Awloh, justru makin memamerkan kebodohannya dalam urusan teologi.
Ibaratnya, seorang anak TK mengajari kakaknya yang sudah sarjana.
- Alasan-alasan inilah yang kemudian dikemukakan oleh Muhammad sebagai
senjata untuk memerangi umat Kristen.
Ayat 82
- Emosi Muhammad kelihatan mereda, karena beberapa pendeta dan rahib
Nasrani menunjukkan sikap bersahabat dengan Muhammad (apa ini ada
hubungannya dengan pamannya Waraqah bin Naufal?)
- Karena Muhammad mendapat empati dari kalangan Nasrani, kini Muhammad
mengatakan kalau umat yang paling besar perlawanannya adalah kaum
Yahudi.
Ayat 83
- Muhammad mengira umat Nasrani yang menangis itu sebagai bentuk
takjubnya kepada ucapan-ucapan Setan (baca: ayat-ayat Quran) yg
dikumandangkan Muhammad. Bisa jadi, mereka mencucurkan air mata karena
Yesus telah dihina habis-habisan oleh Muhammad (lihat ayat 72-81) atau
karena aniaya yang dilakukannya terhadap mereka seiring dengan
diucapkannya ayat-ayat setan ini.
Ayat 84-85
- Ayat-ayat bualan Muhammad tentang pahala surgawinya.
Ayat 86
- Ancaman neraka buat orang yang tidak mau percaya kepada ayat-ayat
setannya.
Ayat 87-88
- Muhammad bak seorang nabi beneran, memberikan ajaran tentang makanan
halal dan haram. Bisa jadi penduduk Mekkah menganggap haram harta
rampasan yang Muslim ambil, tapi Muhammad mengatakan kalau itu
dihalalkan Awloh (dasar raja garong, si anak setan, manusia bejat tak
bermoral).
Ayat 89
- Muhammad bilang, orang yang melanggar sumpah yg sumpahnya hanya
main-main saja tidak apa-apa. Tapi bagi pelanggar sumpah yg memang
sumpahnya dimaksudkan untuk serius, maka hukumannya adalah memberi makan
10 orang miskin, atau memberi pakaian, atau membebaskan 1 orang budak.
Apabila mereka tak sanggup melaksanakan hukuman ini, maka hukumannya
adalah berpuasa selama 3 hari. (Lagaknya kayak orang suci beneran, cih,
jijik aku!)
Ayat 90-100
- Muhammad memberikan pengajaran-pengajaran lainnya, mis: ttg judi,
mabuk, berkorban untuk berhala, main panah-panahan sehingga dapat
menimbulkan korban jiwa, serta berbuat amalan-amalan.
(Coba pikir, kenapa Muhammad dari mengumpat dan mengutuki orang Nasrani
tiba-tiba menjadi orang bak nabi yang bijaksana? Ya, karena emosinya
telah berhasil diredakan oleh para pendeta Nasrani. – kayak anak kecil
aja, setelah sebelumnya ngamuk-ngamuk kemudian dielus-elus balik jadi
anak sopan - ).
Ayat 101
- Muhammad mengajarkan agar Muslim tidak boleh bertanya tentang
ayat-ayat yang dia sampaikan bila hal itu dapat menyusahkan hati mereka.
Dengan kata lain: Menurut sajalah kamu padaku, biar imanmu tidak goyah.
(Doktrinasi yang menyesatkan!)
Ayat 102
- Muhammad mengisahkan, kalau di zaman dahulu ada orang yang mencoba
menanyakan hal-hal ganjil dari ayat-ayat Tuhan kemudian mereka berubah
setia (murtad). (Aneh, orang kok disuruh nurut aja gak boleh menanyakan.
Katanya harus pakai akal, tapi kenapa akal malah dilarang?)
Ayat 103-105
- Muhammad dengan bijaksana tidak mempercayai tradisi takhyul Arab kuno
tentang tata cara memperlakukan hewan unta dan domba. (Bisa jadi,
pengajaran ini atas nasihat dari para pendeta Nasrani yang berhasil
mendekatinya).
Ayat 106-108
- Muhammad memberikan pengajaran tentang tata cara pemberian wasiat.
(Yang diomongin pasti masalah dunia – “Harta”).
Ayat 109
- Muhammad bilang, kalau dirinya tidak tahu dan tidak yakin apakah semua
bualannya akan dipercaya oleh para pengikutnya.
Ayat 110
- Muhammad balik lagi bercerita tentang kisah Yesus. Mungkin karena di
sekelilingnya waktu itu dipenuhi oleh orang-orang Nasrani yg ingin
mengambil hatinya setelah Muhammad mengobok-obok keimanan mereka.
- Muhammad bercerita tentang kelahiran Yesus yg berasal dari Roh Allah,
Yesus bisa berbicara sewaktu masih dalam buaian, Yesus pernah membuat
burung dari tanah, serta mujizat-mujizat lainnya dan tentang
ketidakpercayaan bani Israel kepada Yesus. (Tampaknya dengan ini,
Muhammad hendak memamerkan pengetahuannya tentang Yesus kepada para
pendeta dan rahib Nasrani).
Ayat 111
- Muhammad mengisahkan keberimanan orang Nasrani kepada Yesus.
Ayat 112-115
- Muhammad bilang: murid-murid Yesus pernah meminta hidangan dari langit
dan Allah mengabulkannya. Ini adalah cerita yang tertukar antara kisah
“manna” di padang gurun di masa nabi Musa dengan kisah Yesus.
Ayat 116
- Muhammad mengarang percakapan antara Awloh dengan nabi Isa,
seolah-olah di zaman nabi Isa orang-orang Nasrani menjadikan Maria
sebagai Tuhan pula. (Kelihatan begonya!)
Ayat 117
- Point pentingnya, Muhammad mengatakan kalau Yesus diwafatkan oleh
Awloh (tidak langsung terangkat ke langit seperti yg diimani oleh
Muslim).
Ayat 118
- Muhammad mengakui adanya penyiksaan keji yg pernah dialami oleh umat
Nasrani di abad-abad awal. (Muhammad tidak berani mengatakan dengan
jelas kalau penyiksaan itu terjadi lantaran umat Nasrani dihukum Awloh
gara-gara mempertuhankan Yesus, bisa jadi karena Muhammad mengerti juga
bagaimana cara berbicara yang baik dan menarik simpati para pendeta
Nasrani itu).
Ayat 119-120
- Muhammad agak reda dan memperlihatkan sikap senangnya karena ada
beberapa pendeta Nasrani yang sepertinya berhasil mengambil hati sang
nabi gila ini.
Kelanjutan dari Surat Al-Maidah, adalah Surat At-Taubah. Di Surat ini,
Muhammad kembali kumat dan mengobarkan perang besar-besaran terhadap
penduduk Mekkah dengan maksud untuk memaksa mereka masuk Islam. Mereka
diberi 2 pilihan: Masuk Islam atau Diperangi. Muhammad memberi waktu
mereka 4 bulan lamanya untuk berpikir.
KESIMPULAN
Surat Al-Maidah adalah merupakan cerminan dari keseluruhan isi otak
Muhammad, dan dapat dikatakan bahwa surat ini meringkas keseluruhan
surat mulai dari surat-surat Makiyah kemudian surat-surat Madaniyah.
Mengapa saya katakan ia cerminan dari seluruh isi otak Muhammad?
Strategi pertama adalah berusaha mempengaruhi secara halus agar orang
Yahudi dan Kristen mau mengangkatnya menjadi nabi. Dan strategi
berikutnya, karena mengalami kegagalan, ia mulai menunjukkan sifat
aslinya.
Dengan membaca surat Al-Maidah saja kita dapat mengetahui suasana hati
Muhammad sewaktu dia berusaha mengambil hati orang Yahudi dan Kristen di
Arab (khususnya di Mekkah), di mana ia berusaha menunjukkan sisi-sisi
kebaikannya dan dengan susah payah dia berusaha menampilkan dirinya
semirip mungkin dengan gaya “nabi” terdahulu. Dengan gaya
“kenabi-nabian” dia mengutip beberapa ajaran Taurat tentang binatang
haram dan halal, tentang makanan yang haram dan halal, tentang apa yang
boleh dan tidak boleh dilakukan. Dengan gaya yg diusahakan mirip Musa
(walau tak mirip), dia mencoba memberikan beberapa aturan hukum di
bagian terakhir surat ini (ayat 87-109).
Muhammad berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan ketidakmampuannya
dalam bersikap bijaksana, dia telah berjuang keras untuk bisa
“membuktikan” kepada orang-orang Yahudi dan Kristen Mekkah agar mau
berpaling kepadanya dan dengan ikhlas menerima dia sebagai nabi
terakhir. Tetapi, semuanya NOL. Muhammad gagal tak mampu meyakinkan
penduduk Mekkah yang beragama Yahudi maupun Kristen untuk percaya
kepadanya.
Keputusasaan ini diwujudkan dalam bentuk geram dan dengkinya yang luar
biasa. Muhammad kemudian mengundat-undat perihal kesalahan-kesalahan
orang Yahudi di zaman dahulu berdasarkan apa yang dia ketahui dari dalam
Kitab Taurat, mencari-cari celah untuk bisa memusuhi dan menjatuhkan
mereka. Dan hebatnya, dari surat ini kita jadi tahu bahwa target
kebencian Muhammad tidak hanya pada satu kelompok umat saja, bahkan
hampir di saat yang bersamaan, dia juga menyerang keimanan umat Kristen
yang semula disanjung-sanjungnya sebagai pewaris Kitab terdahulu yang
mesti dihormati dan diperteman (QS 29:45; QS 2:62). Dengan mencoba
mempersalahkan keimanan Kristen, Muhammad hendak memakai itu sebagai
alasan untuk memusuhi dan memerangi mereka.
Muhammad dalam hal ini terbilang cerdik. Sebab apabila Muhammad hanya
bertopang pada masalah beriman atau tidak beriman, dan menjadikan hal
itu saja sebagai alasannya, maka akan kelihatan ego aslinya. Dia
mengaburkan ego sintingnya itu dengan mencari-cari alasan lain, yaitu
dengan mengangkat kembali kesalahan-kesalahan umat Yahudi di masa lampau
seperti yang tertulis dalam Kitab Taurat dan mempermasalahkan perihal
keyakinan umat Kristen yg dianggap keliru telah mempertuhankan Yesus.
Alasan-alasan ini dipakai oleh Muhammad sebagai senjata kuat untuk
membenarkan permusuhannya kepada Yahudi dan Kristen. Bahkan sampai hari
ini pun, para Muslim kerap menjadikan alasan-alasan konyol ini untuk
menyakiti dan memerangi umat yg mereka anggap sebagai “kafir”. Mereka
telah termakan oleh egosentris Muhammad yang di luar akal sehat. Yang
semula semata-mata karena keinginan untuk diakui sebagai rasul, berubah
menjadi “Pembela Kebenaran”, seolah ia lebih tahu soal mana yang benar
dari ajaran-ajaran Yahudi dan Kristen tersebut. Contoh kasus: perihal
ajaran Trinitasnya umat Kristen, yang sebenarnya tidak dimengerti oleh
dia sendiri. Lagaknya yang sok tahu itu justru sangat menggemaskan hati.
Mulai dari ayat 12 sampai akhir, kita melihat bahwa pokok-pokok serangan
Muhammad ditujukan hampir bersamaan dan secara bergantian terhadap umat
Yahudi maupun umat Kristen. Kita tidak perlu merasa heran kenapa yang di
ayat-ayat awal (di surat yg sama) dia begitu menunjukkan sikap yg baik
dan bersahabat, tetapi tiba-tiba berubah total dan mengambil sikap
memusuhi umat Kristen dan Yahudi, kedua-duanya secara beruntun dan tak
pilih-pilih, hal itu disebabkan karena Muhammad putus asa karena gagal
meyakinkan mereka.
Gambaran ketidakpercayaan umat Kristen dan Yahudi kepada Muhammad
terbaca dari ayat 41. Mereka bahkan mempermainkan Muhammad dengan
berolok-olok padanya, menyatakan beriman tapi sebenarnya mereka tidak
serius dan tahu bahwa Muhammad adalah seorang yang tidak waras. Di
kemudian hari banyak orang Kristen dan Yahudi (penduduk Mekkah) yang
masuk Islam bukan karena mereka tahu Muhammad “nabi”, tapi karena “TAKUT
DIBUNUH”.
Sebagai kelanjutan dari Surat Al-Maidah adalah Surat At-Taubah (QS 9,
urutan ke-113).
KESIMPULAN BERDASARKAN GAYA BAHASA SURAT INI:
Ditinjau dari gaya bahasanya, seluruh kata-kata dalam surat Al-Maidah
tidak layak dipercayai sebagai kata-kata Tuhan. Ia tidak lebih dari
sebuah kumpulan ungkapan/curahan hati perasaan Muhammad ketika ia sedang
berada di Mekkah di awal-awal pendudukannya.
Surat Al-Maidah sungguh surat yang luar biasa, seluruh ungkapan hati
Muhammad dapat kita baca dari sini.
Firman Allah dalam pengertian umum adalah Ungkapan hati Allah.
Tapi surat Al-Maidah adalah Ungkapan hati orang yang mengucapkannya,
yaitu Muhammad. Kita bisa turut merasakan naik turunnya keadaan emosi
Muhammad, suasana batinnya saat girang, saat mendongkol, saat kecewa,
saat mulai ragu-ragu dan kurang percaya diri, dan saat ia mulai naik
pitam.
Sungguh bagus surat ini untuk dibaca oleh kalian, karena kondisi
mentalitas Muhammad seluruhnya dapat terungkap. Kita tidak perlu membaca
keseluruhan surat dalam Alquran, cukup dengan 1 surat ini, kita bisa
memperoleh gambaran lengkap dari sisi mentalnya Muhammad.
Diposting juga di:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=14050
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |