Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto

Membahas Surah Al-Insyiqaq (QS 84) ayat 16-25


Oleh Duladi


Q.S AL Insyiqaq:16-25:

"Maka Sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja. Dan dengan bulan apabila jadi purnama. Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat kehidupan. Mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila Al quran dibacakan, mereka tidak bersujud. Bahkan orang-orang kafir itu mendustakanya. Padahal 4JJI mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). Maka berilah kabar gembira dengan "AZAB YG PEDIH". Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.

Tanggapan:
--------------------------
"Maka Sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja. Dan dengan bulan apabila jadi purnama."
--------------------------
Ini bukti kalau "allah swt" adalah tuhan yang berbeda dengan TUHAN YG DISEMBAH BANI ISRAEL. Carilah dalam kitab Taurat ataupun kitab para nabi adakah sumpah semacam itu?

Ucapan itu sangat "bodoh" bukan? Setara dengan ide "membunuh setan dengan melempar batu". Banyak ajaran-ajaran nyeleneh yang diajarkan oleh nabi Anda. Coba pikir dengan hati yang dingin.

--------------------------
"Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat kehidupan. Mengapa mereka tidak mau beriman?"
--------------------------

Perkataan itu dimaksudkan Muhammad agar "beriman" kepada dirinya sebagai rasul. Seorang yang PENUH EGO & NARSISIS.

Ini jelas tampak di kisah Abu Sufyan:
Ketika Muhammad dan pengikutnya hendak menyerang Mekah untuk menundukkan tempat itu di bawah kekuasaan Islam, beberapa prajuritnya menangkap Abu Sufyan, salah satu tokoh masyarakat kota Mekah.

Mereka membawa Abu Sufyan ke hadapan Muhammad. Muhammad berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan. bukankan ini saatnya bagimu untuk percaya bahwa tiada Tuhan selain Awloh?”

Abu Sufyan menjawab: “Aku percaya akan hal itu.”

Muhammad lalu berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan, bukankah ini saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah?”

Abu Sufyan menjawab: “Demi Tuhan, wahai Muhammad, hatiku ragu akan hal ini.”

‘Abbas yang hadir di situ bersama Muhammad memberitahu Abu Sufyan: “Waspadalah kau ini! Terimalah Islam dan mengaku bahwa Muhammad adalah Rasul Awloh sebelum LEHERMU DIPENGGAL DENGAN PEDANG.”

Lalu Abu Sufyan pun menyatakan beriman pada Islam dan menjadi seorang Muslim.

Referensi2 tentang kisah ini bisa kau baca sendiri di:
° Ibn Hisham, part 4, p. 11 ("Biography of the Prophet’)
° "The Chronicle of the Tabari", part 2, p. 157
° Ibn Kathir, "The Prophetic Biography", part 3, p. 549, and "The Beginning and the End"
° Ibn Khaldun, the rest of part 2, p. 43 and on
° Al-Sira al-Halabiyya, Vol. 3. p. 18
° Al Road Al Anf, part 4, p. 90, by Al Sohaily


--------------------------
“Dan apabila Al quran dibacakan, mereka tidak bersujud.
--------------------------

Pada saat Muhammad melantunkan ayat-ayat karangannya sambil bola matanya bergerak-gerak ke atas (sehingga kelihatan bagian putihnya saja) kayak orang lagi kesurupan, semua pengikutnya diharuskan sujud menghadap Muhammad. Sungguh lihai dia, bagaikan juru bicara Tuhan. Dengan mengatasnamakan “allah”, dia mendapatkan keagungan yang dia idam-idamkan sejak berada di Mekah. Tidak ada diceritakan seorang nabi di Israel yang menyampaikan firman Tuhan dengan gaya orang kerasukan begitu!


--------------------------
Bahkan orang-orang kafir itu mendustakanya. Padahal 4JJI mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
--------------------------

Muhammad bejat mencap orang-orang yang tidak mau jadi pengikutnya sebagai “KAFIR”. Padahal dirinyalah yang kafir karena telah menjadi PENIPU LAKNAT!


--------------------------
Maka berilah kabar gembira dengan "AZAB YG PEDIH". Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.
--------------------------

Tahukah kamu apa itu “AZAB YG PEDIH”???
Yaitu siksa yang dilakukan oleh perantaraan tangan-tangan Muslim. Bila di zaman Muhammad, yaitu siksa yang dilakukan oleh para pengikutnya baik di Madinah maupun Mekkah.

Inilah uniknya Islam. Bukan Allah sendiri yang turun tangan di hari kiamat, melainkan para Muslim yang melakukan “azab pedih” itu. Mereka bagaikan “ALLAH” bagi manusia lainnya. Sungguh kasihan sekali mereka, telah dijadikan abdi-abdi setan tapi mereka tidak menyadarinya. Untuk contoh: pembantaian kyai yang dituduh “NINJA” di Banyuwangi, atau pembantaian terhadap orang-orang PKI di era ‘65. Kalau kita pikir, apa beda mereka dengan PKI sendiri?

Wassalam,

DULADI

 

Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto

stats

Hosted by T35 Free Web Hosting. Radio Controlled Car - Online Casino - VW Los Angeles - Drug Rehab - Best Online Colleges - Domain Names - Prada Sneakers - SEO Services