|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
TELAAH ATAS KISAH THALUT
Oleh Vivaldi (Faithfreedom)
TELAAH
ATAS KISAH THALUT (SAUL) - QS 2 : 246 – 252
I. PENDAHULUAN
Al-Qur’an QS 2 : 246 – 252 menceritakan tentang kisah Thalut (Saul),
Dawud dan Jalut (Goliat). Kisah ini mempunyai paralaelnya dengan kisah
yang ada dalam Alkitab yaitu 1 Samuel 8, 10 dan 17. Namun seperti
biasanya, penuturan dalam al-Qur’an, buku yang dikaim ditulis langsung
oleh Aulloh ternyata lagi-lagi sangat tidak komprehensif karena tidak
menjelaskan : kapan terjadinya peristiwa, dimana terjadinya peristiwa
dan siapa yang terlibat. Problema klasik dalam Al-Qur’an yang katanya
rapi, terperinci dan diturunkan dari sisi Aulloh.
QS 11 : 1 :
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan
rapi serta dijelaskan secara terperinci [707], yang diturunkan dari sisi
(Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
II. LATAR BELAKANG SURA 2
Surah 2 adalah sura yang diturunkan di awal periode Medinah.
Sumber :
Al-Qur’an dan Terjemahannya
CV. Toha Putra, Semarang, 1989,
Muqaddimah Sura Al-Baqarah
Surat Al-Baqarah yang 286
ayat ini turun di Madinah yang sebagian besar diturunkan pada
permulaan tahun hijrah, kecuali
ayat 281 yang diturunkan di Mina pada haji wadda (haji Muhammad SAW yang
terakhir)
Jadi sura ini diturunkan pada waktu posisi Muhammad SAW dan sebagian
pengikutnya adalah :
1. Baru saja meninggalkan kota kelahiran mereka yaitu Mekah
2. Baru mempersiapkan ekspedisi peperangan dalam rangka perompakan.
3. Baru melakukan perekrutan tenaga-tenaga kaum perompak
Kondisi ini tampaknya akan berhubungan erat dalam penuturan Al-Qur’an QS
2 : 246 – 252 yang akan dibahas di bab IV.
III. KESESUAIAN DENGAN ALKITAB DAN
SEJARAH
III.1. Siapa Nabi Yang Berbicara
Kutipan dari ayat Al-qur’an yang diklaim rapi, terperinci dan dari
Aulloh yang Maha Tahu ternyata hanya menuliskan “seorang
nabi mereka”.
QS 2 : 246 :
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi
Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada
seorang Nabi mereka
Dan akhirnya Aulloh SWT harus menggantungkan diri dari penjelasan
manusia melalui tafsir.
Sumber :
Tafsir Ibn Kathir
http://www.theholybook.org/en/a.45809.html
The Story of the Jews Who
sought a King to be appointed over Them
Mujahid said that the Prophet (mentioned in the Ayah 2:246 above) is
Shamwil (Samuel).
Mujahid berkata bahwa nabi (yang dimaksud di ayat 2 : 246 diatas) adalah
Shamwil (Samuel)
Padahal nama Samuel ini sudah dituliskan dalam kitab 1 Samuel, kitab
yang dinisbatkan kepadanya. Buku 1 dan 2 Samuel sendiri sekalipun tidak
dapat dipastikan tahun penulisannya namun pasti sudah ada sebelum abad
ke 1 SM karena sudah masuk dalam Septuaginta yang adalah merupakan
terjemahan kitab suci Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani.
Sumber :
Encyclopedia Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Septuagint
The Septuagint (or the
"LXX") is the name commonly given in the West to the ancient, Koine
Greek version of the Old Testament translated in stages between the 3rd
to 1st century BC in Alexandria. It is the oldest of several ancient
translations from the Hebrew Bible into Greek. … Some books are
differently named. For example the Books of Samuel and the Books of
Kings are in the LXX one book in four parts called Kingdoms
Septuaginta adalah nama umum yang diberikan oleh pihak barat terhadap
versi kuno Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan
bertahap antara abad ke 3 SM hingga abaD
ke 1 SM di kota Alexandria. Ini adalah terjemahan tertua dari
kitab suci dalam bahasa Ibrani ke bahasa Yunani…. Beberapa kitab
dinamakan berbeda. Sebagai contoh kitab
Samuel (1 dan 2) dan Raja-Raja (1 dan 2) dalam Septuaginta
dijadikan satu buku dengan 4 bagian yang dinamakan Kerajaan.
Jadi jika di abad ke 1 SM saja atau 700 tahun sebelum sura 2
(Al-Baqarah) diturunkan, orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani sudah
mengetahui nama sang nabi adalah Samuel, ternyata Aulloh yang katanya
Maha Tahu dalam buku yang rapi dan terperinci hanya dapat menuliskan
“salah seorang nabi mereka” di abad ke 7 M. Apa sulitnya bagi Aulloh
menuliskan nama Samuel?. Kecuali Aulloh SWT memang tidak tahu nama sang
nabi.
III.2. Alasan Memohon Raja
Al-Qur’an menuliskan bahwa alasan orang Israel memohon raja adalah agar
mereka dapat berperang dibawah pimpinannya.
QS 2 : 246 :
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi
Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah
untuk kami seorang raja supaya kami
berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah".
Alasan ini berkontradiksi dengan catatan sejarah. Bangsa Israel setelah
era nabi Musa telah berperang antara lain :
a) dibawah pimpinan Yosua
Salah satunya adalah menaklukkan kota
Yeriko sebagaimana dikisahkan dalam Yosua 6. Kejadian ini terjadi
sekitar tahun 1300an SM mengingat peristiwa Keluaran terjadi sekitar
tahun 1420 SM menurut sumber berikut :
Sumber :
Encyclopedia Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Moses
it occurred about 1420 BCE,
since records exist of "Habiru" invasions of Canaan forty years later -
this theory fits well the modern idea that the historical persona of
Moses was the early 15th century BCE Crown Prince of Egypt called
Ramose, who also disappeared from Egyptian records around the time of
Queen Hatshepsut's death
itu (keluaran) terjadi sekitar 1420 SM, karena adanya catatan tentang
“Habiru” yang menyerang Kanaan 40 tahun kemudian – teori ini cocok
dengan ide modern bahwa sejarah Musa adalah diawal abad ke 15 SM ….
Catatan arkeologis juga membenarkan hal tersebut sekalipun tidak semua
ahli sependapat.
Sumber :
Arkeologi dan Sejarah Alkitab
Joseph P Free dan Howard F Vos
Gandum Mas, Malang, 1997, halaman167 – 168
Temuan-temuan Garstang
dalam berbagai penggalian di Yerikho
(1930 – 1936) menunjukkan bahwa kota tersebut jatuh sekitar tahun 1400
SM, yang ditunjukkan sebagian oleh kenyataan bahwa sama sekali
tidak terdapat barang tembikar dari Mycenea. ….. penggalian Kathleen
Kenyon di Yerikho untuk British School of Archeology di Yerusalem (1952
– 1958) … ia menyimpulkan bahwa kota tersebut
jatuh ketangan Yosua sekitar 1350 SM dan
1325 SM.
b) Dibawah pimpinan para Hakim
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah tentang Simson yang
memimpin orang-orang Israel berperang dengan orang-orang Filistin
(Palestina). Kisahnya dapat dibaca di Hakim-Hakim 15 dan 16. Keberadaan
orang-orang Filistin dijaman Hakim-Hakim ini dibuktikan dengan
penggalian arkeologi.
Sumber:
Arkeologi dan Sejarah Alkitab
Joseph P Free dan Howard F Vos
Gandum Mas, Malang, 1997, halaman 182 – 183
… Kajian yang paling pasti
mengenai orang-orang Filistin dan berbagai lokasi Filistin adalah
karangan Trude Dothan, The Philistines and Their Material Culture (New
Heaven ; Yale Univeristy Press, 1982). Buku ini menggambarkan reruntuhan
(kota) orang Filistine di 28 lokasi di Palestina. …. Satu-satunya pusat
pemujaan Filistine yang telah digali sekarang telah muncul di Tel Qasile
….. Setiap tahun makin meningkatlah pengetahuan kita tentang bangsa
Filistin selama masa hakim-hakim….
Masa hakim-hakim ini berkisar sekitar tahun 1300 SM – 1020 SM. Jadi
sudah sekitar 250 tahun lebih bangsa Israel telah berperang tidak
dibawah raja melainkan dibawah pimpinan hakim-hakim. Bangsa Israel tidak
memerlukan raja hanya karena untuk berperang.
Jika kita bandingkan dengan Alkitab, maka disebutkan alasan sebenarnya
bangsa Israel memohon raja adalah :
1 Sam 8 : 1 – 5 :
‘Setelah Samuel menjadi tua, diangkatnyalah anaknya menjadi hakim
……tetapi anak-anaknya tidak hidup seperti ayahnya, mereka mengejar laba,
menerima suap dan memutar balikkan keadilan…………. Sebab itu berkumpullah
tua-tua Israel dan menghadap Samuel di Rama dan berkata, “Engkau sudah
tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau, maka angkatlah sekarang
seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala
bangsa-bangsa yang lain.”
Jadi alasannya karena :
1) hakim penerus Samuel tidak layak
2) ingin seperti bangsa lain yang memiliki raja
Jadi bukannya seperti alasan dalam Al-Qur’an yaitu karena ingin
berperang.
III.3. Bangsa Israel Diusir dari Kampung
Halaman Mereka
Menurut al-Qur’an, bangsa Israel baru saja diusir dari kampung halaman
mereka.
Qs 2 : 246
Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan
berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami
tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah
diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami?". …
Lagi-lagi ayat ini berkontradiksi dengan Alkitab. Yang terjadi sesaat
sebelum naiknya Thalut (Saul) menjadi raja justru orang-orang Israel
dibawah pimpinan Samuel berhasil merebut
kembali kota-kota yang tadinya dikuasai oleh orang-orang Palestina
1 Samuel 7
[13] Demikianlah orang Filistin itu
ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN
melawan orang Filistin seumur hidup Samuel,
[14] dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel,
kembali pula kepada Israel, mulai
dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari
tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.
[15] Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.
Selain berkontradiksi dengan Alkitab, penuturan Al-Qur’an juga
berkontradiksi dengan sejarah. Tentang pengusiran memang pernah terjadi
3 kali namun itu terjadi ratusan tahun
setelah jaman Thalut (Saul), yaitu :
a) sekitar tahun 732 – 722 SM
dengan ditundukkannya kerajaan Israel Utara dan penduduknya dibuang ke
Asyur
Sumber :
Encyclopedia Britannica, edisi 2003
Topik : The History of Palestine
In 738 Israel and Judah
paid tribute to Assyria for the first time in decades; in 733 the
Assyrians devastated Gilead and Galilee, turning the entire land into
Assyrian provinces except for the territory of two tribes, western
Manasseh and Ephraim; …; in 725 the siege of Samaria began. Finally, in
the first months of 722, Samaria was taken and Israel became politically
extinct.
Di tahun 738 SM kerajaan Israel dan Yehuda membayar upeti kepada Asyur
untuk pertamakalinya dalam dekade ; ditahun 733 SM Asyur menghancurkan
Gilead dan Galilea, menjadikan seluruh wilayah dalam propinsi Asyur
kecuali wilayah 2 suku Manasye di barat dan Efraim,…, ditahun 725 SM
pengepungan Samaria dimulai. Akhirnya dibulan-bulan awal tahun 722 SM,
Samaria ditaklukkan dan kerajaan Israel secara politis musnah
b) sekitar tahun 587/586 SM
dengan ditundukkannya kerajaan Yehuda dan penduduknya dibuang ke Babel
Sumber :
Encyclopedia Britannica, edisi 2003
Topik : The History of Palestine
Finally, about 587/586, it
was stormed and destroyed. The prophet Jeremiah, who had foreseen the
tragic denouement and had repeatedly warned his people against their
suicidal policy, died in Egypt. Judah was devastated and almost
depopulated.
Akhirnya, sekitar 587/586 SM, diserbu dan dihancurkan. Nabi Yeremia,
yang telah menubuatkan akhir yang tragis dan telah berulang kali
mengingatkan penduduk kerajaan Yehuda terhadap politik bunuh diri
mereka, meninggal di Mesir. Kerajan Yehuda dihancurkan dan hampir
sepenuhnya dikosongkan
c) sekitar tahun 70 M dengan
ditaklukkannya kota Yerusalam dan bangsa Israel kemudian hidup dalam
diaspora (pembuangan) keseluruh penjuru dunia.
Sumber :
Encyclopedia Britannica, edisi 2003
Topik : The History of Palestine
….., which ended with the
fall of Jerusalem in AD 70. The Temple was destroyed,
…., yang berakhir dengan kejatuhan Yeruaslem di tahun 70 M. Bait Allah
dihancurkan, …
III.4. Penolakan Atas Raja Terpilih
Al-Qur’an mengisahkan bahwa Thalut (Saul) pada awalnya ditolak oleh
bangsa Israel.
QS 2 : 247 :
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah
mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab: "Bagaimana
Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan
pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup
banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih
rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." …
Uniknya setelah ngebet ingin punya raja, ternyata setelah diberikan
seorang raja oleh nabi Samuel ayat diatas justru mencatat bahwa
penunjukan Thalut sebagai raja tidak disukai oleh bangsa Israel karena
sang raja berasal dari kaum yang ‘tidak kaya’.
Tampaknya lagi-lagi Allah SWT lupa dan rancu dengan sejarah Israel.
Dalam Alkitab tercatat dalam dimana Saul
diterima dengan baik oleh mayoritas bangsa Israel.
1 Sam 10 : 24
Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: "Kamu lihatkah orang yang
dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorangpun yang sama seperti dia di
antara seluruh bangsa itu." Lalu
bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: "Hidup raja!"
Raja Saul bahkan terbukti dibela oleh bangsa Israel, terbukti dengan
pembelaan mereka sebagai berikut.
1 Samuel 11 : 12 :
Lalu berkatalah bangsa itu kepada Samuel: "Siapakah yang telah berkata:
Masakan Saul menjadi raja atas kita? Serahkanlah orang-orang itu, supaya
kami membunuhnya."
Jika kita mundur sedikit ke belakang, ternyata pemimpin (Hakim) yang
awalnya ditolak oleh bangsa Israel adalah
Gideon (Hak 6 : 29 – 30).
Hakim-Hakim 6
[29] Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Siapakah yang
melakukan hal itu?" Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata
orang: "Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu."
[30] Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: "Bawalah
anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan
mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di
dekatnya."
Dan ketidaksukaan orang Israel terhadap Gideon sangat mungkin karena
Gideon berasal dari kaum yang paling
kecil dari suku Manasye. Sebagai kaum paling kecil dapat
diasumsikan bahwa kaum Gideon adalah tidak memiliki uang cukup banyak
seperti yang dikisahkan oleh Al-Qur’an
Hakim-Hakim 6 : 15
Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan
orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah
yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang
paling muda di antara kaum keluargaku."
Begitupula gambaran tentang raja dengan tubuh yang gagah perkasa dalam
QS 2 : 247 diatas lebih mendekati gambaran Alkitab tentang Gideon.
Hakim-Hakim 6
[12] Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya,
demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang
gagah berani."
[14] Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan
kekuatanmu ini dan selamatkanlah
orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus
engkau!"
Lagi-lagi, tampaknya ada disorientasi waktu dan tokoh. Bahkan
kontroversi kisah Gideon akan muncul lagi diayat berikut dari Al-Qur’an.
III.5. Tanda Raja Tersebut
QS 2 : 248 menyebutkan bahwa tanda bahwa Thalut adalah raja yang
dikehendaki Allah SWT adalah kembalinya tabut, bahkan dibawa langsung
oleh malaikat ke rumah Thalut (Saul)
QS 2 : 248 :
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan
menjadi raja, ialah kembalinya tabut
kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan [156] dari Tuhanmu dan
sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun;
tabut itu dibawa malaikat. ...
Sumber :
Tafsir Ibn Kathir
http://www.theholybook.org/en/a.45809.html
(...carried by the angels.)
Ibn Jurayj stated that Ibn `Abbas said, "The angels came down while
carrying the Tabut between the sky and the earth, until they placed it
before Talut while the people were watching.'' As-Suddi said, "The Tabut
was brought to Talut's house, so the people believed in the prophethood
of Sham`un (Simeon) and obeyed Talut''
Ibn Jurayj menyatakan bahwa Ibn Abbas berkata, “Malaikat-malaikat
datang sambil membawa Tabut antara langit dan bumi, hingga mereka
meletakkan dihadapan Thalut saat orang-orang memperhatikan.” As Suddi
berkata, “Tabut dibawa kerumah Thalut
sehingga orang-orang percaya akan kenabian Samuel dan mematuhi
Thalut”
Ini berkontradiksi dengan cerita dalam Alkitab karena sebetulnya
tabut perjanjian ini sudah lama kembali
ke tangan bangsa Israel. Dikisahkan bagaimana
orang-orang Filistin mengambalikan
tabut kepada orang Israel di Bet Semes dan diterima oleh suku Lewi
1 Samuel 6 :
[1] Setelah tujuh bulan lamanya tabut TUHAN itu ada di daerah orang
Filistin,
[2] maka orang Filistin itu memanggil para imam dan para petenung, lalu
berkata kepada mereka: "Apakah yang harus kami lakukan dengan tabut
TUHAN itu? Beritahukanlah kepada kami,
bagaimana kami harus mengantarkannya kembali ke tempatnya."
[15] Orang-orang suku Lewi menurunkan
tabut TUHAN dengan peti yang ada di sebelahnya, yang di dalamnya
ada benda-benda emas itu, lalu menaruhnya di atas batu besar itu, dan
pada hari itu orang-orang Bet-Semes mempersembahkan korban bakaran dan
korban sembelihan kepada TUHAN.
[16] Ketika kelima raja kota orang Filistin melihat hal itu, pulanglah
mereka ke Ekron pada hari itu juga.
Jadi bukannya diantar oleh malaikat-malaikat hingga masuk ke rumahnya
Thalut (Saul) seperti kisah Al-qur’an. Setelah itu tabut dipindahkan ke
Kiryat Yearim
1 Samuel
6:20 Dan orang-orang Bet-Semes berkata: "Siapakah yang tahan berdiri di
hadapan TUHAN, Allah yang kudus ini? Kepada siapakah Ia akan berangkat
meninggalkan kita?"
6:21 Lalu mereka mengirim utusan kepada penduduk Kiryat-Yearim dengan
pesan: "Orang Filistin telah mengembalikan tabut TUHAN; datanglah dan
angkutlah itu kepadamu."
7:1. Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut
TUHAN itu
Dan masih berlalu lagi waktu setidaknya sekitar 20 tahun
1 Samuel 7:2
Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang
cukup lama, yakni dua puluh tahun,
dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN.
Dan waktu masih berlalu lagi dimana Samuel mencapai usia tua, baru Saul
dipilih menjadi raja. Jadi pengembalian tabut tersebut telah terjadi
setidak-tidaknya 40 hingga 50 tahun
sebelum raja Saul (Thalut) naik tahta. Bagaimana itu bisa
dianggap sebagai tanda.
III.6. Ujian Pasukan
Aulloh SWT kemudian mengungkapkan kisah dimana Thalut (Saul) menguji
pasukannya dengan meminum air sungai.
QS 2 : 249 :
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, “Sesungguhnya
Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa diantara kamu
meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada
meminumnya kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku”
……
Kisah ini mengandung 2 kontroversi yaitu :
a) Sungguh sangat janggal dan lucu,
kenapa cara pengujian dan kriteria lolosnya diberitahukan kepada
prajurit Israel sebelum mereka minum?. Kalau begitu buat apa
diuji, cukup ditanya saja siapa yang mau ikut dan siapa yang tidak mau
ikut. Sama seperti dosen yang berkata sebelum ujian “Siapa penemu mesin
uap?. Saya tidak akan memberitahu kalian kalau penemunya adalah James
Watt.” Benar-benar lucu. Ternyata kelucuan Al-Qur’an dapat disejajarkan
dengan kelucuan Srimulat.
b) Al-Qur’an menyebutkan pengujian dengan menceduk seceduk tangan
dilakukan oleh Thalut (Saul). Dalam Alkitab, kisah yang sama terdapat
dalam Hak 7 : 2 – 7 ternyata dilakukan oleh
Gideon, bukan Thalut (Saul)
Hak 7 : 2 – 7 : ……. Tetapi
Tuhan berfirman kepada Gideon, “Masih terlalu banyak rakyat, suruhlah
mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu disana
………Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya kemulutnya ada
tiga ratus orang …….
Disini terlihat bahwa cara pengujian dan kriteria diterima diberitahukan
hanya kepada Gideon saja. Ini baru masuk akal. Lagipula kejadiannya
bukan ditepi sungai seperti gambaran Al-Qur’an melainkan dimata air
Harod.
Hakim-Hakim 7 : 1
Adapun Yerubaal--itulah Gideon--bangun pagi-pagi dengan segala rakyat
yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod
Mungkin karena dihubungkan dengan minun makanya Aulloh SWT mengira pasti
di tepi sungai.
III.7. Jumlah Pasukan
Al-Qur’an tidak menuliskan jumlah pasukan yang lulus ujian. Informasi
diperoleh dari tafsir.
Sumber :
Tafsir Ibn Kathir
http://www.theholybook.org/en/a.45809.html
Ibn Jarir reported that
Al-Bara' bin `Azib said, "We used to say that the Companions of Muhammad
who accompanied him on the battle of Badr were more than three hundred
and ten, just as many as the soldiers who crossed the river with Talut.
Only those who believed crossed the river with him.''
Ibn Jarir melaporkan bahwa al Bara bin Azin berkata, “Kami biasa berkata
bahwa sahabat Rasulullah yang menemaninya dalam perang Badar adalah
sejumlah 310, jumlah yang sama banyak
dengan tentara yang melintasi sungai bersama dengan Talut. Hanya
mereka yang percaya yang melintasi sungai bersamanya
Ternyata jumlah tiga ratus orang sesuai tafsir Ibn Kathir diatas adalah
jumlah yang sama dengan pasukan yang
dibawa oleh Gideon, bukannya Thalut (Saul).
Hak 7 : 2 – 7 : ………Jumlah
orang yang menghirup dengan membawa tangannya kemulutnya ada
tiga ratus orang ……. Lalu
berfirmanlah Tuhan kepada Gideon, “Dengan
tiga ratus orang yang menghirup
itu akan Kuselamatkan kamu ….
Jadi jelaslah bahwa Aulloh SWT telah
mencampur adukkan kisah Gideon dengan Saul.
III.8. Bertempur Setelah Menyeberang
Sungai Yordan
Al-Qur’an kemudian mengisahkan bahwa pasukan Thalut menyeberangi sungai
dan bertemu dengan Jalut (Goliat)
QS 2 : 249 :
….. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah
menyeberangi sungai itu, …..
Namun lagi-lagi Al-Qur’an tidak menyebut nama sungai tersebut sehingga
Aulloh SWT harus mendapat bantuan ahli tafsir.
Sumber :
Tafsir Ibn Kathir
http://www.theholybook.org/en/a.45809.html
(Verily, Allah will try
you) meaning, He will test you with a river, which flowed between Jordan
and Palestine, i.e. , the Shari`ah river, according to Ibn `Abbas and
others.
….. Dia akan mengetes kamu dengan sebuah sungai, yang mengalir antara
Yordania dan Palestina, yaitu sungai Shari’ah, menurut Ibn Abbas dan
lainnya.
Jika kita lihat peta, sungai antara Palestina dengan Yordania adalah
sungai Yordan. Jadi raja Thalut dan pasukannya pasti menyeberang sungai
Yordan dari wilayah Israel dibarat menuju wilayah Yordania di timur. Hal
ini menimbulkan permasalahan sejarah karena
orang-orang Filistin (Palestina)
bukanlah penduduk wilayah Yordania.
Sumber :
Encyclopedia Britannica, edisi 2003
Topik : Palestine
The word Palestine derives
from Philistia, the name given by Greek writers to the land of the
Philistines, who in the 12th century BC occupied a small pocket of land
on the southern coast, between modern Tel Aviv–Yafo and Gaza……
Among the invaders from the Aegean basin were the Philistines, who were
to conquer much of the region within a century and a half after their
settlement in the southern coastal plain. …… Meanwhile, three other
peoples were settling east of the Jordan River: the Edomites in the
south, the Moabites east of the Dead Sea, and the Ammonites on the edge
of the Syrian Desert east of Gilead.
……. Yang diabad ke 12 SM menduduki wilayah tanah yang kecil dipantai
selatan, antara Tel Aviv modern – Yafa
dan Gaza…
Diantara mereka yang menyerang dari wilayah lembah Aegean adalah
orang-orang Palestina, yang akan menundukkan banyak wilayah di Palestina
dalam kurung satu setengah abad semenjak mereka menduduki wilayah
pesisir pantai selatan…. Sementara, tiga
bangsa lainnya menetap disebelah timur sungai Yordan ; kaum Edom di
selatan, kaum Moab di sebelah timur Laut Mati, dan kaum ammon ditepi
gurun Syria sebelah timur Gilead
Bangsa Palestina sendiri adalah bangsa yang berasal dari wilayah Aegean,
satu wilayah diantara Yunani dan Asia
Kecil.
Sumber :
Encyclopedia Britannica edisi 2003
Topik : Aegean Sea
Greek Aigaíon Pélagos,
Turkish Ege Deniz, an arm of the Mediterranean Sea, located between the
Greek peninsula on the west and Asia Minor on the east. About 380 miles
(611 km) long and 186 miles (299 km) wide, it has a total area of some
83,000 square miles (214,000 square km).
…. Lokasi diantara semenanjung Yunani disebelah barat dan Asia Kecil
disebelah timur. Sekitar 380 mil panjang dan 186 mil lebar, total area
adalah sekitar 83.000 mil persegi.
Jadi orang-orang Palestina bukanlah penghuni wilayah sebelah timur
sungai Yordan. Mereka adalah penghuni
wilayah tepi pesisir pantai selatan, tepatnya wilayah Gaza modern.
Sementara yang menguasai wilayah timur sungai Yordan adalah bangsa Edom,
Moab dan Amon. Jadi dari mana Aulloh mendapat ide bahwa peperangan
melawan Jalut (Goliat) adalah terjadi setelah menyeberang sungai Yordan.
Mudah ditebak. Pasti Aulloh SWT lagi-lagi
mencampuradukkan dengan kisah Gideon
yang memang menyeberang sungai Yordan untuk berperang dengan
bangsa Midian.
Hakim-hakim 8
[4]. Ketika Gideon sampai ke sungai
Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang
bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga. …
[11] Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di
sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika
tentara itu menyangka dirinya aman.
Jadi selain tidak cocok dengan sejarah, ternyata Al-Qur’an juga
mengacaukan diri sendiri dengan kisah Gideon. Jika menurut Al-kitab,
pertempuran antara Daud dan Goliat terjadi di
lembah Tarbantin.
1 Samuel
17:2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah
Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang
Filistin.
21:9 Kemudian berkatalah imam itu: "Pedang Goliat, orang Filistin, yang
kaupukul kalah di Lembah Tarbantin
Wilayah ini berada sekitar 15 km tenggara Yerusalem.
Sumber :
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, jilid 1
Yayasan Komunikasi bina Kasi, Jakarta, 1992, halaman 642
Lembah Tarbantin
Melalui tanah ini orang Filistin memasuki Palestina Tengah dan disitu
Daud mengalahkan Goliat ; umumnya disamakan dengan
Wadi es Sant modern, 15 km di tenggara
Yerusalem.
Raja Saul sendiri berkedudukan di
Gilgal, kota diantara Yerikho dan Yordan.
1 Samuel 11
[14] Dan Samuel berkata kepada bangsa itu: "Marilah kita pergi ke Gilgal
dan membaharui jabatan raja di sana."
[15] Lalu pergilah seluruh bangsa itu ke Gilgal dan menjadikan Saul raja
di sana di hadapan TUHAN di Gilgal,
Sumber :
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jilid 1
Yayasan Komunikasi bina Kasi, Jakarta, 1992, halaman 342
Gilgal disebelah timur
Yerikho, letaknya antara Yerikho dan Yordan…
Jadi baik Gilgal maupun Tarbantin letaknya disebelah sisi barat sungai
Yordan. Jadi jelas tidak ada perlunya bagi raja Saul untuk menyeberangi
sungai Yordan.
Informasi peta Israel yang memperlihatkan lokai Tel Aviv, Gaza,
Yerusalem, Yerikho dapat dilihat dipeta berikut :
http://www.lib.utexas.edu/maps/middle_east_and_asia/israel_rel01.jpg
III.9 Nama Thalut
Aneh, kenapa Al-Qur’an tidak menggunakan nama Saul atau setidaknya nama
Arab yang mendekati pengucapannya, malah memberi nama Thalut yang jelas
sangat berbeda.
Kemungkinannya adalah Allah SWT tidak ingat nama Saul dalam Alkitab
tetapi ingat bahwa Saul itu perawakannya
sangat tinggi.
1 Samuel 10 : 21
“…. dan ketika ia berdiri ditengah-tengah orang-orang sebangsanya,
ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang
sebangsanya” .
Oleh karena itu Allah SWT kemudian memberi nama Thalut yang sangat dekat
bunyinya dengan Taala (tinggi/panjang).
Sementara Goliath diberi nama Jalut, mungkin dengan tujuan
puitis, sama-sama berakhiran lut, agar bisa menyerupai puisi yang indah.
Mungkin kalau Aulloh SWT berbahasa Indonesia, nama Saul akan menjadi si
Jangkung, sementara Goliat dinamakan Jailangkung. Hi ... hi ...
IV. KENAPA KISAH BERBEDA
Hanya ada 2 kemungkinan kenapa kisah dalam Al-qur’an mengandung demikian
banyak kesalahan. Kemungkinan pertama adalah karena memang
Aulloh SWT tidak menguasai sejarah
Israel dan mungkin beliau juga cuma nguping sana sini dan
kemudian ditulis dengan asal-asalan, udah gitu catatannya kacau balau
lagi.
Kemungkinan kedua adalah mungkin saja
Muhammad SAW mendistorsi kisah demi kepentingan diri sendiri.
Seperti telah diuraikan diatas, sura 2 ini turun diawal periode Madinah,
saat dimana Muhammad SAW :
a) baru saja hijrah (terusir dari Mekah?)
b) dalam rangka mencari dukungan militer untuk mewujudkan cita-citanya
menjadi penguasa.
Jadi adalah kepentingan Muhammad SAW untuk berpropaganda mencari
dukungan dalam upaya merekrut pengikut untuk mau berperang, pertama-tama
untuk memerangi Quraish Mekah.
Beberapa indikasi dijelaskan berikut ini.
IV.1. Menyemangati Kaum Quraish Yang
Telah Berhijrah
Al-Qur’an dalam Qs 2 : 246 menyatakan
"Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya
kami telah diusir dari kampung halaman kami …". Ayat ini jelas
adalah sindiran kepada kaum Quraish yang sudah berhijrah. Muhammad SAW
menyatakan bahwa orang Yahudi saja mau berperang saat mereka terusir
dari kampung halamannya (sekalipun klaim Al-qur’an yang ini salah). Dan
langkah yang samapun harus diambil oleh orang-orang Quraish yang
sekarang berada di Madinah, karena jika tidak mereka akan termasuk
orang-orang zalim sesuai ayat 246 “Dan
Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim”.
Jadi pelajaran yang tersirat : orang
Quraish yang sudah terusir dari Mekah harus mau berperang, jika tidak
mau termasuk orang zalim.
IV.2. Untuk Menjadi Pimpinan Perang
Alasan yang diberikan oleh Al-Qur’an dalam QS 2 : 246 adalah "Angkatlah
untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di
jalan Allah". Jadi tampaknya Muhammad SAW juga menginginkan untuk
menjadi seorang war lord sehigga turunlah kisah bahwa konon orang Yahudi
setelah terusir dari kampung halamannya juga menginginkan hal yang sama.
Dengan demikian Muhammad SAW dapat sedikit menyamarkan nafsunya untuk
berkuasa.
Jadi pelajaran yang tersirat : angkatlah
Muhammad SAW untuk menjadi raja supaya kami berperang dijalan Allah
IV.3. Pimpinan Yang Dipilih Tuhan
Kisah Al-Qur’an berlanjut dimana sang raja itu ditolak karena dari
kalangan miskin sesuai ayat QS 2 : 247 : “
sedang diapun tidak diberi kekayaan yang
cukup banyak?"
Ini sesuai dengan kisah hidup Muhammad SAW dimana sekalipun dari klan
terhormat namun masa mudanya adalah orang miskin, seorang penggembala
kambing.
Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad
Muhammad Husain Haekal
Penerbit PUSTAKA JAYA
Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat, Cetakan Kelima, 1980
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html
III. MUHAMMAD: DARI
KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA
Menggembala kambing
Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah
pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia
menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah.
Mungkin karena mantan gembala kambing yang sangat mencintai
kambing-kambing sehingga pengikutnya tidak berani melarang saat seekor
kambing menyantap salinan al-Qur’an hingga sebagian Qur’an musnah.
Sumber :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=3787
[quote="Cucu Jusuf Estes"]KITAB
SUCI CAP KAMBING
Ali Sina pernah mengatakan spt ini : "Islam itu spt istana kertas...."
(maaf kalo salah), ternyata bener, "bahkan Islam itu spt rumput", coba
kita baca dari sumber yang soheh ...
During Umars farewell speech, he addresed different issues. The speech
is included in Sahih Bukhari, and in it there is a reference to an
alleged verse in the Qur'an named the Verse of Rajm. The alleged verse
is quoted as:
"O people! Do not
claim to be the offspring of other than your fathers, as it is disbelief
(unthankfulness) on your part that you claim to be the offspring of
other than your real father."
However, there is no such verse in the Qur'an. Other hadith explain that
the verse was included in the chapter of al-Ahzab, and that it was 287
verses long,
but that text was
eaten by a pet goat, explaining why the chapter is now 72
or 73 verses long.
The individual hadith are not regarded equally authentic, however, the
speech of Umar where he quoted the verse is regarded authenic by Sunnis.
TERNYATA AL QURAN
YANG KONONNYA DIJAGA ALLOH BISA DIMAKAN KAMBING...
Hi … hi … hi …..
Juga mengalami penolakan penduduk Mekah saat menyampaikan seruannya
untuk membuang ilah-ilah lain.
Namun sang raja yang miskin dan ditolak itu sudah diberi ilmu dan tubuh
yang perkasa dan ditetapkan sendiri Aulloh sesuai ayat 247 :
Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya
Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh
yang perkasa."
Jelas bahwa Muhammad SAW dianggap berilmu sehingga bisa menceritakan
kisah-kisah dan dongengan masa lalu sekalipun sering terjebak oleh
Yahudi seperti dalam kisah Dzulkarnain. Muhammad SAW juga mempunyai
tubuh yang perkasa, setara dengan
kekuatan 30 orang laki-laki, sehingga bisa menggilir 11 istrinya dalam
satu putaran.
Sumber :
Sahih Bukhari
Volume 1, Book 5, Number 268.
Narrated Qatada: Anas bin
Malik said, "The Prophet used to visit all his wives in a round, during
the day and night and they were eleven in number." I asked Anas, "Had
the Prophet the strength for it?" Anas replied, "We used to say that the
Prophet was given the strength of thirty (men)." And
Dikisahkan Qatada : Anas bin Malik berkata, “Rasulullah
biasa menggilir semua istrinya dalam
satu kesempatan, selama siang dan malam dan mereka ada 11 orang.”
Aku bertanya kepada Anas, “Apakah Rasulullah memiliki kekuatan sebesar
itu?” Anas menjawab, “Kami biasa berkata
bahwa Rasulullah diberi kekuatan 30 orang lelaki.”
Wow, sungguh perkasa.
Jadi pelajaran yang tersirat : sekalipun
sang Raja (Muhammad SAW) adalah awalnya orang miskin dan ditolak, namun
Muhammad SAW sudah dipilih oleh Aulloh, konsekuensinya harus diterima
sebagai pemimpin
IV.4. Pasukan Yang Kecil Berjaya
Al-Qur’an mengisahkan di ayat 249 bahwa pengikut Thalut menyatakan ; “golongan
yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
..”. Ayat ini jelas menyemangati orang-orang Quraish yang
berhijrah bahwa sekalipun jumlahnya sedikit tapi pasti akan dapat
mengalahkan mereka yang jumlahnya banyak. Ini dijelaskan dalam kutipan
di bab III.7 diatas yaitu : “Kami biasa
berkata bahwa sahabat Rasulullah yang menemaninya dalam perang Badar
adalah sejumlah 310, jumlah yang sama banyak dengan tentara yang
melintasi sungai bersama dengan Talut.
Jadi pelajaran yang tersirat : jangan
takut berperang melawan Quraish Mekah sekalipun jumlah lebih sedikit.
IV.5. Berperang Melawan Mereka Yang
Menolak Seruan
QS 2 : 250 menuliskan bahwa peperangan tampaknya disebabkan karena
orang-orang Filistin (Palestina) menolak seruan. Terjemahan bahasa
Indonesia tampaknya kurang tepat, berikut kutipannya
QS 2 : 250 :
Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut
dan tentaranya) berdo'a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri
kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap
orang-orang kafir."
Kita coba bandingkan dengan terjemahan Abdullah Yusuf Ali.
QS 2 : 250
When they advanced to meet Jalut and his forces, they prayed: "Our Lord!
Pour out constancy on us and make our steps firm: Help us
against those that reject faith."
Dikisahkan bahwa orang-orang dari kelompok Jalut (orang
Filistin/Palestina) menolak kepercayaan
atau dengan kata lain menolak untuk menyembah Aulloh SWT. Ini
jelas tidak sesuai dengan perspektif sejarah. Peperangan antara Israel
dengan Palestina adalah masalah
perebutan wilayah, bukannya peperangan dalam rangka penyebaran agama.
Terlihat ayat ini justru merefleksikan apa yang dialami oleh Muhammad
SWT dengan penduduk Mekah Quraish yang telah menolak seruannya untuk
membuang ilah-ilah lain selain Aulloh SWT.
Jadi pelajaran yang tersirat : Aulloh
akan membantu dalam peperangan melawan mereka yang menolak seruan
Muhammad SAW.
V. KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Kisah Thalut (Saul) jelas mengalami
distorsi waktu dengan mencampuradukkan dengan kisah Gideon, terbukti
dengan 5 hal yang mengindikasikan kehidupan Gideon yaitu :
a. Pemimpin yang awalnya ditolak
b. Pemimpin yang berasal dari kaum yang tidak punya uang
c. Ujian meminum air
d. Jumlah pasukan yang sebanyak 300 orang
e. Berperang menyeberang sungai Yordan
2. Kisah Thalut (Saul) jelas mengandung kesalahan sejarah dan geografi :
a. Bangsa Israel sudah sekitar 250 tahun berperang dibawah pimpinan para
Hakim, jadi tidak perlu seorang raja hanya untuk memimpin peperangan
b. Orang Palestina menduduki wilayah dipesisir pantai selatan, bukannya
disebelah timur sungai Yordan sehingga apa perlunya Thalut menyeberang
ke wilayah Yordania.
c. Bangsa Israel terusir dari kampung halamannya ratusan tahun setelah
era Thalut (Saul)
3. Ini membuktikan bahwa Aulloh SWT buta sejarah dan geografi
4. Kemungkinan lain adalah Muhammad SAW memang mendistorsi kisah-kisah
tersebut untuk keuntungan pribadinya dalam rangka mencari dukungan.
5. Akhirnya jaminan Aulloh dalam QS 11 : 1 bahwa Al-Qur’an terperinci
dan rapi terbuktilah hanya omong kosong belaka. Sama omong kosongnya
seperti jaminan bahwa Aulloh memelihara Al-Qur’an dalam QS 15 : 9 :
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya”, padahal tidak dapat memelihara saat disantap
sama kambingnya Muhammad SAW???.
Sekian
Peta berikut memperlihatkan lokasi lokasi :
Gaza, Yerusalem, Gilgal.
Jelas semuanya ada di sebelah barat sungai Yordan.

Salah satu pembelaan dari muslim adalah sebagaimana terekam dalam buku
berikut.
Sumber :
The Meaning of the Qur’an
Sayyid Abul A’La Maududi
vol. 1, halaman 181
As the same test was
applied by Gideon before Saul, Palmer and Rodwell [two earlier scholars
and translators] come to the strange conclusion that Gideon and Saul are
here (v. 249) confused . . . This objection is absurd on its face. If
two similar events had happened and only one of these is mentioned in
the Bible, it does not prove that the other did not happen just because
it was not mentioned in it. Moreover, it has never been claimed that the
Bible contains the complete history of the Israelites with its full
details. The very fact that the Talmud contains many incidents which are
not mentioned in the Bible is a proof thereof.
Test yang sama juga dikenakan pada Gideon yang hidup sebelum Saul,
Palmer dan Rodwel [dua orang pakar dan penterjemah yang lebih awal]
memberikan kesimpulan yang aneh bahwa ada kebingungan (vivaldi : dalam
Qur’an) tentang Gideon dan Saul ….. Keberatan ini tidak masuk akal dari
awalnya. Jika dua kejadian yang sama
terjadi dan hanya satu yang diceritakan dalam Alkitab, itu tidak berarti
bahwa kejadian yang satunya tidak pernah terjadi hanya karena tidak
diceritakan. Lebih dari itu, tidak pernah diklaim bahwa Alkitab
menceritakan sejarah yang lengkap dan mendetail tentang Israel.
Fakta bahwa Talmud menceritakan
kejadian-kejadian yang tidak disebutkan dalam Alkitab adalah buktinya.
Pembelaan Maududi diatas berantakan dengan sendirinya dengan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Maududi tidak memberikan satupun
sumber (baik itu Talmud atau apapun juga) yang menguatkan kisah dalam
Al-Qur’an bahwa Saul melakukan hal yang sama seperti yang
dilakukan oleh Gideon.
2. Kesalahan geografi yang
mengindikasikan bahwa bangsa Palestina berdiam di timur sungai Yordan
jelas tidak bisa ditutup-tutupi. Sesuai sumber sekuler, penduduk
Palestina mulai menetap di wilayah Gaza yang letaknya di barat sungai
Yordan. Jadi buat apa Saul harus menyeberang ke timur sungai Yordan
untuk menyerang orang Palestina. Lihat peta berikut (dari sdr Adadeh)
3. Al-Qur’an sendiri adalah sebuah
dokumen yang baru eksis sekitar 1600 – 1700 tahun setelah era Saul, dan
ditulis di jazirah Arab. Bagaimana mungkin bisa lebih dipercayai
saat menceritakan tentang sejarah Israel sekalipun diklaim sebagai buku
nomor wahid made in Tuhan.
Kesalahan-kesalahan diatas, seperti juga kesalahan yang lainnya :
Maryam sebagai saudara perempuan Harun
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4643
Legenda Seven Sleepers
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=6137
Alexander Agung
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4802
Jelas mengindikasikan bahwa Muhammad SAW
memperolehnya dari hasil dengar-dengaran.
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |