Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto

Kisah-Kisah Murtad yang Dijadikan Favorit oleh Umat Islam sebagai Penguat Iman

(untuk kebanggaan mereka di hadapan umat Kristen seolah-olah agamanya Muhammad adalah yang benar)

 

Kisah seorang Pendeta dari Afrika Selatan (diragukan keasliannya)

Disalin oleh: Cak Oto (Al-Islah Online)


Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang
belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung
melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin
hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi
kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang
diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di
hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk
mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui
kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan
aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah
Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara
Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai
pimpinan cabang kantor Rabithah al-'Alam al-Islami di
sana.

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang
mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung,
diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang,
aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku.
Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk
menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku
tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan
erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia
seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama
Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat
bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris
kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di
mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta
ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan
perkara penting.

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta
tersebut datang bersama temannya yang bernama
Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah
sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas
bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal,
Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di
kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily
seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat
hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan
berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan,
"Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah
keislamanmu?" ia tersenyum dan berkata, "Ya, tentu
saja boleh."

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang
telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu,
silahkan beri penilaian.!

Sily berkata, "Dulu aku seorang pendeta yang sangat
militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala
kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga
salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika
Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan
memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang
mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai
kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku
mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku
melakukan berbagai kunjungan rutin ke
madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di
kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana
tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah
dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu
memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja
melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku
menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil
dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara
pendeta-pendeta lainnya.

Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku
untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah
bermula sebuah perubahan!

Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai
kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku
mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang
merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang
disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa
ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang
ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang
Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam.
Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan.
Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan
mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang
telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari
kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika
Selatan.

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, "Bukankah
anda seorang pendeta?" Aku jawab, "Benar." Lantas ia
bertanya kepadaku, "Siapa Tuhanmu?" Aku katakan,
"Al-Masih." Ia kembali berkata, "Aku menantangmu, coba
datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan
bahwa al-Masih AS berkata, 'Aku adalah Allah atau aku
anak Allah. Maka sembahlah aku'." Ucapan muslim
tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku
tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha
membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam
kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk
menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan
lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak
ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih
berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki
itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku
ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit.
Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah
terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu
sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa
aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha
mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun
rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah
kalah.

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para
anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya.
Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka
tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah
menyerangku dengan ucapan, "Kamu telah ditipu orang
Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu
ke dalam agama orang Arab." Aku katakan, "Kalau
begitu, coba beri jawabannya!" Mereka membantah
pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang
mampu memberikan jawaban.

Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan
pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang
banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak
sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa
aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa
mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke
dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia
menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang
sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas.
Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil.
Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke
langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa.
Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa
Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, "Ya Tuhanku...
Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku... sungguh telah
tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu...
Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran...
manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya
Tuhanku... jangan Engkau biarkan aku dalam
kebimbangan... tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan
bimbing aku ke jalan yang benar..." lantas akupun
tertidur.

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di
sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun
di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah
ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang
itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang
terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku
yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang
tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan
memanggil, "Wahai Ibrahim!" Aku menoleh ingin
mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai
siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, "Kamu
Ibrahim... kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah
engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?" Aku jawab,
"Benar." Ia berkata, "Lihat ke sebelah kananmu!" Maka
akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada
sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang
mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban
putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui
kebenaran!" Lanjut lelaki itu.

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan
sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga
memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di
mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam
mimipiku itu berada.

Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana
mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang
telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua
merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta
cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang
memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari
dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian
dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan
pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin,
mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga
akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.

Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik
Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya
kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut.
Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan
memberikan sejumlah uang. Aku katakan, "Bukan ini yang
aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah
yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang
terdekat." Lalu aku mengikuti arahannya dan aku
terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan
bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.

Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti
yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang
berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum
aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu
berkata, "Selamat datang ya Ibrahim!" Aku terperanjat
mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku
memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya,
"Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang
mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran?
Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk
hamba-Nya yaitu Islam." Aku katakan, "Benar. Aku
sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh
lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti
sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang
engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku
lihat dalam mimpiku itu?" Ia menjawab, "Dia adalah
Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar,
Rasulullah SAW." Sulit bagiku untuk mempercayai apa
yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku
peluk dia dan aku katakan kepadanya, "Benarkah lelaki
itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku
agama yang benar?" Ia berkata, "Benar."

Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan
selamat karena Allah telah memberiku hidayah
kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia
mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam
masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama
jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin
banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku
melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku
berkata dalam hati, "Demi Allah, inilah agama yang
benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa
para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah
sujud kepada Allah." Setelah mereka shalat, jiwaku
mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat.
Aku berucap dalam hati, "Demi Allah sesungguhnya Allah
SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar."
Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan
keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat
dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah
mendapat hidayah dari Allah SWT.

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari
Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan
safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka
mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada
agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka.
Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa,
kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar
dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk
menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang
muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta
berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban
dan berwajah ceria.

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke
kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang
mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali
memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan
Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang
darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena
aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang
kami. Mereka berkata kepadaku, "Sungguh kamu telah
tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab." Aku
katakan, "Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan
menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW
datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan
kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam.
Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian
katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar
dan memeluk Islam." Mereka semua terdiam.

Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku
dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka
berkata, "Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk
tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk
menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru
untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat
tertinggi di gereja."

Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan
kepada mereka, "Apakah kalian akan menyesatkanku
setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan
pernah melakukannya walaupun kalian memenggal
leherku." Kemudian aku menasehati mereka dan kembali
mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah
dua orang dari kalangan pendeta.

Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut,
mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa
senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar
penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku
mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka
dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri
kisahnya.

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan
sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul
Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang
lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i
Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan.
Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim
Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa
yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya,
kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi
ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu
tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan
seminar Ilmu Syar'i I yang akan diadakan di kota Cape
Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke
kota Cape Town.

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk
kami di Ma'had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku.
Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam
untuknya dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan disini
wahai Ibrahim.?" Ia menjawab, "Aku sedang mengunjungi
tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada
Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari
api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap
ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam
agama Islam."

Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa
perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah
kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu
daerah... medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan
di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan
pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta
bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta
sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku
yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini
seakan-akan berbicara kepadaku, "Kalian manusia yang
mempermainkan dakwah, ti-dakkah kalian perhatikan para
mujahid di jalan Allah!"

Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal... kami
berjalan lamban... kami telah tertipu dengan kehidupan
dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim
Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa'id berkorban,
berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya
Rabb rahmatilah kami.
 

Klik Tanggapan untuk artikel ini

 

Ireni (Ny. Han Hoo Lie): Calon Suster yang Membelot
Disalin oleh: Cak Oto (Al-Islah Online)

SAYA lahir dari keluarga Katolik yang taat, 45 tahun yang lalu di Surabaya, Jawa Timur. Nama asli saya Han Hoo Lie, tapi biasa dipanggil Ireni. Sejak kecil saya sudah mendalami agama. Ketika SD saya ikut privat agama di biara, dan itu berlangsung hingga saya SMP kelas dua. Mungkin, lantaran sering bergaul dengan para suster di biara itu, dalam diri saya timbul keinginan untuk menjadi seorang suster (biarawati).

Dalam pandangan saya, alangkah mulia dan sucinya seorang biarawati itu, karena dia telah mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Dengan kesederhanaan hati dan penuh kasih sayang mereka membimbing orang -orang ke arah iman Yesus Kristus. Sungguh, saya ingin sekali seperti mereka. Keluarga saya mendukung sepenuhnya cita-cita saya itu.

Maka, untuk mewujudkan cita-cita itu, sejak kecil saya sudah aktif dalam kegiatan gereja. Karena aktivitas saya itulah, sejak kelas satu SMA saya sudah terpilih sebagai Ketua Presidium Yunior Ligio Maria. Organisasi ini bergerak dalam bidang karya, kerasulan, dan doa. Begitu tamat SMA, saya langsung masuk ke sekolah susteran (biarawati) di Bandung.

Selama menempuh pendidikan di sekolah biarawati itu, selain mengikuti kuhah di biara seperti umumnya para calon suster maupun suster muda, saya bersama salah seorang teman diberi tugas khusus untuk kuliah di Institut Filsafat dan Teologia Bandung. Saya tidak tahu mengapa saya yang diberi tugas itu. Memang saya akui, bahwa di antara teman-teman di biara itu sayalah yang paling kritis. Kalau ada sesuatu yang nnenurut logika saya tidak nalar, selalu saya tanyakan. Itulah sifat saya sejak kecil.

Salah satu yang pernah saya tanyakan adalah konsep trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus). Juga status Yesus sebagai Tuhan-kalau memang Yesus itu Tuhan-mengapa tatkala disalib is memanggil-manggil, "Eloy... Eloy..., lama sabakhtani?" (Allah... Allah..., mengapa Engkau tinggalkan aku? (Markus 15 ayat 33)).

Dari jawaban jawaban yang diberikan, semuanya tidak memuaskan hati saya. Jika saya ingin bertanya lagi, mereka selalu memotong, "Jangan dipertanyakan lagi, yang penting kamu imam dan yakini dalam hati. Itu sudah cukup." Akhirnya saya diam, meskipun belum puas. Karena Institut Filsafat dan Teologia ada mata kuliah studi-perbandingan agama, maka saya pun mempelajari agama-agama yang ada, termasuk Islam. Sejak saat itulah saya mulai membanding-bandingkan, misalnya antara Islam dan agama saya.

Tidak terhitung jumlahnya buku-buku Islam yang saya baca. Cuma, semua buku itu karangan orang-orang di luar Islam. Entah mengapa, ada larangan buku-buku Islam yang ditulis orang Islam masuk ke perpustakaan kami. Untungnya, sejak berangkat dari Surabaya dulu saya sudah membawa AlQur'an dan terjemahannya dari rumah. Saya juga heran, kok dulu sempat membawa AI-Qur'an. Mungkin sudah takdir Allah.


Mempelajari Al Qur'an

Terjemahan Al-Qur'an itulah yang kemudian saga pelajari secara sembunyi-sembunyi di biara. Entah mengapa, saya begitu tertarik dengan Al-Qur'an itu. Mungkin karena besarnya keinginan saya untuk membandingkannya dengan Injil. Belum banyak yang saya pelajari, tiba-tiba saya menemukan surat al-Ikhlas. "Katakanlah (hai Muhammad) Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak, dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia "

Secara tidak sadar, setelah membaca surat al-Ikhlas itu hati saya mengakui, inilah kosep ketuhanan yang sempurna: sederhana tapi gamblang.

Meskipun demikian, bukan berarti kemudian saya bergegas masuk Islam. Pengakuan akan kesempurnaan konsep ketuhanan Islam itu hanya mengendap dalam pikiran. Saya pun terus mempelajari Al-Qur'an hingga ketemu surat Al-Hujurat ayat 13. "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang-orang yang bertakwa."

Apa yang tertangkap dalam pikiran saya pada waktu itu? Ah, Al-Qur'an ini mengada-ada. Mana mungkin orang seluruh dunia disuruh saling berkenalan? Tetapi anehnya, pikirani saya justru terangsang dengan ayat tersebut. Saya ingin tahu apa maksud Al-Qur'an mengatakan seperti itu. Sava berdialog dengan diri sendiri untuk mencari jawabannya. Saya renung-renungkan, bukankah avat itu menunjukan bahwa Islam itu universal. berlaku untuk semua bangsa dan suku?

Ialu berbagai pertanyaan timbul dalam benak saya, siapakah pengarang Al-Qur'an itu, dan sudah berapa kali mengalami penyempurnaan? Pertanyaan itu timbul karena kitab-kitab suci yang lain sudah mengalami penyempumaan demi penyempurnaan dari masa ke masa. Lalu, mengapa kitab suci ini diberi nama Al-Qur'an?

Betapa terkejutnya saga setelah tahu dari membaca buku bahwa Al-Qur'an itu tidak pernah mengalami penyempurnaan. Demikian pula namanya bukan hasil pemberian seseorang sebagaimana Injil yang nama-namanya diambil dari penulisnya. Al-Qur'an temyata wahyu langsung dari Allah, dan Allah pula yang memberi nama kitab itu Al-Qur'an.

Saya mulai yakin akan kebenaran Islam. bagi saya Islam bukan agama buatan manusia yang bernama Muhammad sebagai mana ditanamkan kepada saya sejak kecil. Islam adalah agama ciptaan Allah.


Masuk Islam

Namun sampai sejauh itu, saya masih belum mau berikrar untuk menjadi seorang muslim. Masih ada perasaan gengsi dalam diri saya. Sebab, image yang tumbuh di lingkungan saya adalah bahwa umat Islam itu bodoh, miskin, kumuh, dan suka amuk. Anggapan seperti itu tergurat kuat dalam benak saya.

Namun, agaknya Tuhan punya ketentuan lain. Dalam suatu perjalanan ke Bandung saya mengalami musibah kecelakaan. Karena kecelakaan itu, mau tidak mau saya mengambil cuti dari biara, pulang ke Surabaya. Setelah sembuh saya sempat kuliah di Jakarta mengambil jurusan sosial kemasvarakatan. Mungkin karena banyak bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa Islam, penilaian saya terhadap Islam menjadi lebih objektif. Dan, sejak itulah saya sudah tidak berniat lagi untuk kembali ke biara. Saya merasa biara bukan tempat yang cocok buat saya. Maka, pada saat pulang ke Surabaya saya segera memutuskan tidak akan kembali ke biara.

Secara kebetulan, saat itu sava bermimpi yang sama beberapa kali. Dalam mimpi saya itu, seolah-olah teman-teman di biara berbaris ke suatu arah, sedangkan saya sendiri berbaris ke arah yang berlawanan. Mimpi seperti itu berlangsung sampai beberapa hari. Ditambah lagi, di dalam mimpi itu ada suara yang seakan-akan membisikan bahwa umur saya tinggal 40 hari lagi.

Pada malam berikutnya suara itu membisikan umur saya tinggal 39 hari. Setiap hari selalu berkurang satu hari. Begitu seterusnya. Saya bertanya-tanya, apakah ini suatu kebetulan atau firasat tertentu? Orang tua saya bingung ketika saya ceritakan mimpi saya itu. Berbagai jalan mereka tempuh untuk mengusir mimpi "aneh" itu. sampai-sampai orang tua saya menyelenggarakan slametan bubur sengkolo. Maksudnya untuk menolak bala.

Akan tetapi, walaupun sudah dislametin, toh malamnya tetap saja datang hal yang sama seperti kemarin. Demikian pula hari-hari berikutnya , sampai waktu 40 hari itu habis. Akhirnya saya berpikir praktis saja, "Apalah artinya sebuah mimpi. Toh, saya masih hidup meski 'umur' saya telah berakhir menurut numipi itu."

Namun, satu hal yang tidak bisa saya ingkari adalah suara hati saya sendiri. Suara hati itu selalu membisikkan, "Kalau memang kamu mengakui kebenaran Islam, mengapa kamu tidak berahi dan tidak mampu memeluk agama Islam? Apakah selamanya kamu akan mendustai nuranimu sendiri? Apakah kamu akan terus berada di persimpangan jalan?" Itulah bisikan-bisikan suara hati saya.

Lama-lama saya tak kuat lagi membohongi nurani saya sendiri. Akhirnya, sehari menjelang puasa Ramadhan, tepatnya 11 tahun yang lalu saya pun berikrar menjadi seorang muslim di Masjid al-Falah, Surabaya. Kini, sampai mati pun saya ingin tetap sebagai muslim, meski rintangan menghadang jalan hidup saya. (Bambang S / Albaz - dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/)
 

Klik Tanggapan untuk artikel ini.

 

SHAIKH KHALID SHELDRAKE

Oleh: Shof (Pos Kota Online)

Dear Saudara-Saudara saya sesama turunan Nabi Adam,

Buat sementara saya tidak akan berkomentar mengenai pendapat-pendapat yang penuh kebencian dari saudara-saudara saya yang lain agama. Agar lebih objektif dan logis sebagaimana yang diinginkan sdr. pemerhati islam, saya lampirkan saja pendapat seorang mantan kristen ,Shaikh Khalid Sheldrake (Sheldrake nama baratnya yang orisinil) yang disadur dalam The Muslim Reader. Silah di simak dengan pikiran yang jernih:

SHAIKH KHALID SHELDRAKE :
"DOSA WARISAN SUATU PENGHINAAN TERHADAP TUHAN"

Aku dibesarkan dalam lingkungan Gereja Inggris yang ketat, dan selama 7 tahun menjadi penyanyi koor gereja. Pendeta kami merupakan orang yg sangat dihormati, ia penyabar dan pemurah, juga merupakan orang yang dapat dipegang kata-katanya.
Pada masa remaja aku tidak mendapat banyak kesulitan dalam hal beragama, hal ini disebabkan pelaksanaannya dikerjakan secara otomatis.

Tetapi setelah memasuki kancah pergaulan dunia dan mulai berhubungan dengan lingkungan di luar gereja, maka pada kesempatan pertama, aku mendapat dua teman, satu penganut Katholik Roma dan satu lagi seorang Agnostik, sehingga setiap hari sering terjadi diskusi agama. Dari sinilah untuk pertama kalinya dalam hidupku sering mendengar mereka menyerang agamaku, sehingga hal ini memaksaku agar kembali memperdalam keyakinanku, hal ini dilakukan supaya bisa membela diri dari argumentasi sahabat-sahabatku.

Setelah membaca pelbagai subyek literatur Kristen, aku menyadari benar-benar tidak mempercayai terhadap seluruh dalil Kristen. Kemudian akupun membaca sejumlah literatur anti Kristen, tapi lagi-lagi kepercayaanku menghadapi ancaman yg serius. Untuk menghadapi hal ini aku senantiasa hadir dalam setiap acara gereja, juga mempelajari sejarah pelajaran Kristen. Setelah lama belajar aku hanya tertarik pada satu sekte yaitu Gereja Unitas, tidak ada gereja yang berfaham Trinitas seperti yang dianut olehku selama ini.

Aku masih tetap membaca buku-buku Kristen, maksdunya agar masih tetap berada dalam Kristen, sebagai satu-satunya agama yang aku anggap benar. Aku memegang faham ini karena semua bacaanku adalah buku-buku aliran ortodoks yg menganggap kepercayaan diluar Kristen adalah palsu.

=======
Setelah mempelajari pelbagai literarut, pelajaran dan sejarah Kristen, akhirnya aku menyimpulkan, agama yang sudah lama mengakar dalam hatiku ternyata sudah jauh menyimpang dari ajaran gereja dan Kristen itu sendiri. Pertama, guruku mengajarkan tentang manusia yang digambarkan penuh dosa atau dilahirkan ke dunia dalam keadaan berdosa. Hal ini bagiku terasa aneh dan janggal dan ini merupakan penghinaan terhadap kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi. Mereka percaya dosa telah membawaku ke dunia ini.

Apakah aku patut dinamakan anak bila menyetujui konsep ini? Aku menyadari, dilahirkan dalam keadaan dosa. Meskipun aku menjadi pendosa besar, tapi tetap memuliakan Tuhan, sama seperti Tuhan yang telah memberiku dosa sebagai bagian dari penciptaan diriku. Apakah ini penghinaan alam ataukah penghinaan terhadap yang menciptakannya. Apakah ini bukan penghinaan Tuhan terhadap diri-Nya sendiri? Dari pelajaran Kristen, akupun tahu, seorang yang penuh dosa tempatnya di neraka, sebuah tempat dgn gambaran yang mengerikan, danau api dan belerang yang panas mendidih. Kalau aku mati dan belum sempat dibaptis (dipermandikan), tentu tak akan lolos dari siksaan itu meskipun masih anak-anak, dan roh akan binasa.
Hal ini berbeda sekali dengan ajaran Islam, aku mendengarnya bahwa ajaran Islam mengajarkan kepada pemeluknya bahwa semua anak manusia yang lahir ke dunia dalam keadaan suci (bersih), orang tuanyalah yang akan menjadikan anaknya menjadi Kristen, Yahudi, Majusi atau Islam. Sehingga bila ada anak-anak yang meninggal dunia mereka tidak menanggung dosa atau tidak akan disiksa.

======
Aku mengetahui, Tuhan yang digambarkan dengan berbagai fase dalam Bibel bukanlah jenis Pencipta, melainkan lebih menggambarkan sebagai monster yang ganas. Ia hanya menginginkan kehancuran semua ummat manusia dan hanya menyisakan satu bangsa dengan jumlah sedikit. Hal ini bagiku mengesankan Tuhan bekerja tidak karuan. Bagaimana tidak, setelah menciptakan pelbagai jenis, suku bangsa, kemudian Ia menghancurkan semuanya, kecuali bangsa Yahudi. Tuhanpun berfirman - dalam perintah yang tidak suci - kepada bangsa pilihannya : "Bunuhlah setiap orang dari mereka dan jangan biarkan seorangpun hidup".
Apakah aku dapat mempercayai kalimat ini firman Tuhan ? Tentu tidak !!
Aku tahu, meskipun Tuhan telah mengirim sejumlah Nabi agar manusia tunduk kepada-Nya, tetapi masih banyak manusia yang membangkang. Apakah dengan adanya pembangkangan ini mengakibatkan Tuhan marah lalu menghukum semua ummat manusia didalam neraka yang kekal?

Menurut doktrin kristen, pengampunannya mudah, dengan melahirkan konsep Putra Tuhan dan mengimaninya, masalah neraka tak ada lagi. Hal ini bisa terjadi sebab Putra Tuhan telah mengambil alih seluruh dosa ummat manusia ke pundaknya dan ia terbunuh di tiang salib sebagai bentuk pengorbanan dan penebus dosa manusia. Ternyata bapaknya menyetujuinya, kemudian orang harus percaya terhadap "darah Penyelamat".

Sebenarnya berdasarkan doktrin Kristen, aku dilarang Tuhan untuk mengungkapkan kebenaran ini. Tapi, apakah aku percaya kalau Tuhan bersalah dan bertanggung jawab terhadap pembunuhan anaknya sendiri?
Untuk apa? Untuk melampiaskan kemarahannya yang tidak berperasaan! Kalau begini kenyataannya, saya menganggap Tuhan itu seperti hantu pembunuh dan bertanggung jawab atas sejumlah caci maki dan penghinaan.

Selanjutnya faham "Kekuatan Agung" (Supreme Force) yagn menjelaskan, alam semesta melahirkan seorang anak dengan segala penderitaan umat manusia, kemudian diberikan kepada TUhan sebagai hadiah, ini juga sebuah penghinaan kepada Tuhan. Kalau seorang tidak mau menerima rekayasa ini, maka sangsinya adalah ia akan disiksa oleh Tuhan. Sebauh konsep Tuhan yang sangat mengerikan.

Menurut pendapatku, yang layak dan berhak menerima sebutan Putra Tuhan adalah Adam, karena ia adalah manusia yang pertama. Tetapi orang-orang Kristen menginginkan hanya mempercayai Yesus-lah satu-satunya keturunan Tuhan. Nah kalau Yesus satu-satu keturunan TUhan, lantas Adam dan ummat manusia yang sekarang ini keturunan siapa?

===
Aku mengetahui para teolog Kristen sendiri mengaku tidak bisa memberikan nama-nama asli para penyusun Bibel, mereka juga mengakui Musa tidak menulis lima buku yang pertama : Kitab King and Chronicle, Ruth, Isaiah, Malachi, dan lainya ditulis oleh orang yang tidak dikenal. Kemungkinan juga menimpa sejumlah karya para "Rasul" : Matius, Lukas, Markus dan Yohannes, mereka tidak menulis injil.

Para sarjana Kristenpun mengakui, diantara keempat Injil terdapat perbedaan dan mustahil untuk menyatukannya. Santo Paulus tidak menulis surat apapun, sehingga praktis semua orang yang tak dikenal, meskipun demikian tetap dipersembahkan kepada dunia sebagai Kitab Suci. Itulah yang dirubah-rubah dan disiapkan pada tahun-tahun terakhir, hal ini bisa dibuktikan. Komisi Revisi telah mengeluarkan 1 Yohaness v.7 : "Ada tiga yang tercatat di surga, yaitu : Bapak, anak dan Roh Kudus, dan ketiganya itu adalah satu".
Padahal ayat ini tidak pernah ditemukan dalam naskah-naskah kuno. Augustine Calment, seorang teolog Perancis mengakui ayat itu diperkenalkan pada akhir-akhir ini saja.

Dalam hal ini, termasuk Martin Luther - ia seorang pembaharu besar dan telah melakukan perubahan dalam penyalahgunaan ritual yang penuh takhyul- iapun gagal menggali akar persoalannya, sehingga ia harus meninggalkan sejarah bibel yang tak dapat disentuhnya. Ia tak pernah mencoba membuktikan keaslian Bibel, mungkin tak berani, sehingga ia harus menerima bibel seperti apa adanya.

Kenyataannya, orang-orang Kristen pada masa lalu telah diburu oleh Kaisar-kaisar Romawi yang tidak pernah ada toleran terhadap lain agama. Namun tidak lama setelah Constantine berkuasa ia menyatakan kesetiaannya kepada Kristen, kemudian diketahui kelompok Arius yang mempercayai Yesus sebagia Nabi, bukan sebagia anak Tuhan, telah diburu oleh kelompok Trinitas. Hal ini juga berlaku hingga sekarang, siapapun yang berbeda dengan Trinitas akan dimusuhi, juga sebaliknya. Seperti yang terjadi di Inggris hubungan Kristen Protestan dan Katholiq tetap tegang.

Sebelum membicarakan Yesus dengan ajarannya, coba temukan dulu naskah-naskah asli Kitab-kitab yang tidak disangsikan lagi hasil karya para "nabi dan rasul" pada zamannya. Kristen telah pada posisi yang salah dengan buku-buku yang tak dikenal sebagai bukti missi Yesus.

Lihat Tanggapan atas Sheldrake

 

Kisah Ketua Paderi Seluruh Sabah Masuk Islam
tanggal : 23/11/2006

al-islahonline.com : Menjelang Perhimpunan Agung UMNO Mei 11 - 13 dan dengan gejala murtad terus bergolak agak elok perwakilan UMNO merenung kembali temuramah ekslusif oleh Jamilah Aini Mohd. Rafiei bersama Ustaz Tajuddin Othman Abdullah (Reverend Thomas Laiden), bekas Paderi Besar Gereja-Gereja Seluruh Sabah. BEKAS Paderi Besar Sabah, TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, mengupas perbandingan yang cukup ilmiah di antara agama Islam dan Kristian berdasarkan pengkajian yang cukup mendalam lagi terperinci berasaskan pengalaman menjadi Paderi Besar Kristian selama 12 tahun. Apa yang dihuraikan beliau itu adalah iktibar buat mereka yang MURTAD DARI AGAMA ISLAM.

Kristian menurut kitab Injil yang asal jika dikaji sedalam-dalamnya, maka jawapan akhir yang akan ditemui adalah ISLAM. Hakikat ini telah dibuktikan oleh ramai orang Kristian yang akhirnya mendapat hidayah Allah dan kemudiannya memeluk agama Islam.

Tetapi apa yag paling menakjubkan kali ini, kita berpeluang berkongsi pengalaman hidup yang tiada tolok bandingannya bersama USTAZ TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, seorang bekas paderi besar di seluruh Sabah, yang dilahirkan sebagai seorang Kristian dan menghabiskan sebahagian besar dalam hidupnya untuk belajar menjadi paderi. Beliau yang selama ini berada di tahap paling tinggi dan mulia sekali di Sabah kerana berkedudukan untuk mengampunkan segala dosa yang dilakukan oleh orang-orang Kristian Sabah, contohnya orang yang paling berpengaruh ketika itu, Pairin Kitingan.

Pengalamannya sebagai Bekas Paderi di sekitar 80-an membuatkan beliau banyak mengetahui selok belok agama termasuk agama Islam. Setelah puas mengkaji, akhirnya Allah memberikan hidayah kepadanya dengan memilih Islam sebagai jalan hidup. Beliau kini bertugas di Majlis Agama Islam Melaka di bahagian Unit Kristianologi. Bersama seterusnya dengan JAMILAH AINI MOHD.

RAFIEI, turut hadir SUZILAWATI ROZAINOR ABBAS dengan jurufoto WAN ZAHARI WAN MOHD. SALLEH yang berdialog dengan beliau di Masjid Al-Azim (Negeri), Air Keroh, Melaka, baru-baru ini.

SEMASA KRISTIAN saya dikenali sebagai Paderi Thomas Laiden. Saya berasal dari Sabah dan berketurunan Solok. Agama asal saya ialah Roman Katholik. Saya mendapat pendidikan di Seminary Kepaderian Vatican Itali, iaitu institusi kepaderian terulung di Itali dan di dunia dengan dibiayai oleh Persatuan Kristian Sabah. Saya tamat pengajian pada tahun 1985 seterusnya bertugas sebagai paderi di Vatican. Seterusnya saya memohon untuk kembali ke negeri asal saya, iaitu Sabah.

Pada tahun 1988 saya ditukarkan ke Sabah dan berkhidmat sebagai paderi. Saya bertugas di Gereja St. Mary dan Persatuan Gereja Roman Katholik Sabah seluruh Sabah yang berpusat di Kota Kinabalu.

Keluarga saya terlalu kuat berpegang pada agama Kristian. Itulah sebabnya bapa menghantar saya ke Vatican, dengan harapan agar saya menjadi seorang paderi yang dikira jawatan yang terlalu mulia. Saya mempunyai ramai adik-beradik tetapi kesemuanya perempuan. Saya adalah anak lelaki tunggal dalam keluarga.

Semasa menjadi paderi, saya banyak membuat kajian mengenai agama Kristian, Buddha, Hindu dan Islam. Ketika itu saya tidak tahu langsung tentang keindahan dan kecantikan Islam dan tidak pernah terlintas di fikiran untuk ke situ. Tambahan pula saya dibesarkan di dalam keluarga yang kuat mengamalkan agama Kristian. Saya aktif bergiat dalam dakyah Kristianisasi yang cenderung kepada banyak buku-buku Islam.

Setelah banyak membuat kajian, saya terfikir apabila saya dilantik menjadi paderi, saya mendapat kesimpulan yang saya sudah mula meragui agama yang saya anuti. Konflik Diri Yang Tidak Terbendung, ianya ketara di sekitar 1988, apabila sebagai seorang paderi diberi tanggungjawab yang besar iaitu untuk mengampunkan dosa manusia. Timbul di fikiran saya bagaimana saya sebagai manusia biasa bisa mengampunkan dosa manusia lain sedangkan para Nabi dan Rasul yang diutuskan Allah, mereka ini tidak sanggup mengampun dosa manusia dan tidak mampu mengampunkan dosa manusia. Saya mula serius membuat kajian mengenai Islam.

Apabila saya diberi tanggungjawab mengampun dosa orang-orang Kristian seluruh Sabah, jadi masa itu saya rasakan
seolah-olah agama ini sengaja direka-reka oleh manusia. Seterusnya pada tahun 1989 saya kembali ke Vatican untuk membuat Kursus Kepaderian di sana selama tiga tahun.

Dialog Dengan Pope John Paul

Di sana saya telah berjumpa dengan ketua paderi tertinggi seluruh dunia iaitu Pope John Paul. Saya telah berdialog dengannya dan bertanya akan perkara yang memusykilkan saya sepanjang saya menjadi paderi.

Saya berkata kepadanya, "Paul, saya sekarang rasa ragu dengan agama yang kita ini". Dia terkejut dan bertanya, "Apa yang kamu ragukan?" Saya berkata, "Cuba John Paul fikirkan sendiri, kita ini seorang manusia biasa. Di negeri saya Sabah, di negeri saya sendiri setiap malam Ahad saya mengampunkan dosa orang Kristian yang beratus-ratus orang yang datang mengaku buat dosa. Mereka harap saya yang mengampunkan dosa mereka sedangkan para Nabi pun tidak pernah melakukannya." Beliau berkata, "Wahai Paderi Thomas, kamu ini dilantik menjadi seorang paderi, maka kamu ini seorang yang suci dan tidak mempunyai sebarang dosa," Saya katakan yang saya merasakan diri saya mempunyai dosa. Beliau seterusnya menyambung, "Memang kita manusia ini mempunyai dosa. Nabi Adam sendiri mempunyai dosa. Apabila seseorang yang telah dilantik menjadi paderi bermakna kamu ini telah dilantik oleh Jesus Christ. Jesus Christ tidak ada dosa maka kita sebagai paderi ini tidak mempunyai dosa."

Di situlah saya mula tidak percaya pada agama Kristian yang mengatakan ulamak-ulamak Kristian tidak mempunyai dosa. Saya katakan pada Paul yang ulamak Kristian itu pembohong. Dia terkejut lalu berkata, "Thomas, kamu telah dihantar hingga ke peringkat tertinggi untuk menjadi paderi, kenapa kamu berkata demikian. Cuba kamu jelaskan kenapa kamu kata agama Kristian pembohong".

Saya menyoalnya, "Jesus Christ itu Tuhan atau Nabi?" Beliau menjawab, "Dia Tuhan." "Saya bertanya kembali, Pernahkah orang nampak Tuhan? Bagaimana wujudnya Tuhan? Siapa Tuhan kita sebenarnya, Jesus Christ (Nabi Isa) atau Allah bapa? (Allah)." Beliau mengatakan Jesus itu Tuhan. Saya menyoal kembali, "Apa matlamat utama Jesus Christ diutus ke dunia?" Beliau menjawab, "Untuk menebus dosa bangsa manusia, semua bangsa dan agama."

Jadi saya katakan padanya kenapa perlu ada paderi tukang ampun dosa jika Jesus Christ sudah menebus dosa semua manusia. Di situ dia mula pening dan terpinga sambil berkata, "Paderi Thomas awak ini telah dimasuki iblis sehingga berani mempertikaikan Kristian." Saya katakan padanya,"Kita seorang paderi yang suci, bagaimana iblis boleh masuk?" Saya juga katakan padanya saya mempunyai ibu-bapa dan adik-beradik, apabila ibu-bapa saya membuat dosa mereka mengaku di hadapan anak, kerana kedudukan saya ketika itu sebagai seorang paderi. Jadi saya terfikir bagaimana saya seorang anak boleh mengampunkan dosa ibu-bapa. Sepatutnya seorang anak yang meminta ampun dari ibunya.


7 Rukun Kristian

Selepas perdebatan itu Pope John Paul meninggalkan saya, sebagai seorang paderi beliau tidak boleh marah kerana marah merupakan satu dosa. Di dalam Kristian mempunyai tujuh rukun iaitu:-

i). Ekaristi Pembaptisan - seseorang yang ingin memeluk Kristian, mereka mesti dibaptiskan air suci.
ii). Ekaristi Pengakuan - mengaku dosa di hadapan paderi
iii) Ekaristi Maha Kudus - memakan tubuh Tuhan (Khusti kudus)
iv) Ekaristi Minyak Suci - air suci
v). Ekaristi Krisma - penerima ekaristi Maha Kudus layak menerima Krisma
vi) Kristi Imaman - menjadi paderi
vii). Ekaristi Perkahwinan - hanya untuk penganut awam (Paderi tidak menerima ekaristi ini)

Air Suci (Holy Water)

Dalam Kristian air suci atau lebih dikenali sebagai Holy Water, adalah paling bernilai sekali. Untuk menjadi seorang Kristian, seseorang perlu menjalani Ekaristi Pembaptisan iaitu meminum air ini. Ia diperolehi dari proses uzlah yang dijalani sebelum menjadi paderi. Jika tidak mempunyai akidah yang benar-benar kuat, akidah boleh rosak disebabkan air ini. Contohnya ialah seperti apa yang berlaku ke atas seorang doktor perempuan Melayu di Selangor. Setelah minum, beliau langsung tidak boleh mengucap, hatinya telah tertutup. Menurutnya beliau sudah tidak yakin lagi dengan agama lain kecuali Kristian sahaja kerana melalui Kristian beliau boleh melihat Tuhan Jesus yang turun setiap malam. Itulah permainan iblis. Sesiapa yang meminum air tersebut dapat melihat apa sahaja. Sebaik sahaja doktor tersebut meminumnya, akhirnya beliau memeluk Kristian. Saya pergi menemuinya, dia katakan kepada saya Islam tidak benar, hanya Kristian agama yang benar kerana umatnya boleh melihat Tuhan. Apabila saya tunjukkan air itu kepadanya sambil bertanya pernahkah beliau meminumnya. Beliau menjawab memang pernah meminumnya semasa beliau belajar di Indonesia; apabila pergi ke gereja beliau akan diberi minum air tersebut.

Beliau menyatakan kepada saya beliau akan hidup dan mati dalam Kristian. Saya membacakan kepadanya surah Al-Kahfi di samping memintanya mengamalkan surah tersebut setiap masa. Alhamdulillah ama-kelamaan keadaannya semakin pulih.

Inilah permainan sihir sebenarnya. Tidak siapa dapat melawan ilmu Allah, hanya ilmu Allah sahaja yang berkesan menghapuskan permainan sihir. Tidak lama kemudian beliau kembali mengucap dan terus menangis. Saya katakan kepadanya saya sudah terlalu berpengalaman dengan taktik Kristian. Itulah, cara memikat orang untuk ke agama Kristian cukup mudah, tidak mengapa jika tidak percaya kepada agama Kristian, tetapi apabila minum air itu segala-galanya akan berubah. Setelah saya mempelajari Islam barulah saya tahu rupanya iblis ini boleh menyerupai bermacam rupa. Kekuatannya hanya pegangan akidah.. Tetapi Holy Water ini sekarang tidak boleh lagi diedarkan di Malaysia kerana orang yang pembuatnya di biara Vatican telah memeluk Islam dan membongkar rahsia ini. Ramai orang sudah tahu mengenai air ini dan mula berhati-hati dengan setiap apa yang meragukan.

Ekaristi Maha Kudus

Rukun yang kedua pula iaitu Ekaristi Maha Kudus bermaksud memakan tubuh Tuhan. Saya pernah berhujah dengan John Paul mengenainya. Saya katakan padanya sedangkan Firaun yang zalim itupun tidak pernah memakan tubuh tuhan kenapa pula kita sebagai ulamak Kristian boleh makan tubuh tuhan?.
Saya jelaskan kepadanya, apabila semua paderi memakan Khusti Kudus (sejenis makanan yang diimport khas dari Itali) bermakna itu satu penghinaan kerana tubuh tuhan boleh dimakan. Kata beliau, itu memang sudah menjadi rukun Kristian dan tidak boleh dipertikaikan lagi.

Apa yang paling merbahaya ialah Holy Water. Khusti Kudus tidak mempunyai rahsia apa-apa, ia seolah-olah seperti roti yang dicampur dengan bahan lain. Berlainan dengan Holy Water yang kesannya cukup kuat. Bayi-bayi yang baru dilahirkan pun dibaptiskan. Terdapat sesetengah klinik yang membaptiskan bayi walaupun bayi tersebut Islam. Bagi kepercayaan Kristian setiap bayi yang baru lahir wajib dibaptiskan kerana ia mempunyai dosa, ia menyimpan dosa pusaka yang ditinggalkan datuk-moyang mereka. Ia berlainan dengan Islam, Islam meletakkan bayi yang baru lahir itu adalah dalam keadaan fitrah (bersih).

Sebenarnya agama Kristian ini salah. Di dalam semua kitab tidak ada mengenai agama Kristian. Kristian ini baru sahaja berkembang oleh seorang Paul yang pertama di zaman Julius kemudian beliau mengembangkannya. Asal agama Kristian ialah dari agama Yahudi dan Nasara. Tetapi di Romawi ia dinamakan Kristianisasi. Jika kita meneliti didalam kitab Nabi Isa (Injil) tidak ada disebut Kristian.

Sebenarnya semua ulamak Kristian tahu mengenai kedudukan agama Islam. Pernah terjadi dalam tahun '78, semasa itu saya terjumpa kitab yang menyatakan kebenaran dan Nabi Muhammad. Tetapi semasa itu saya tidak begitu memperdulikannya. Di dalam kitab tersebut ada menyebut mengenai Ahmad iaitu Nabi Muhammad s.a.w
.
Ketika itu saya masih belajar di Vantikan, oleh kerana saya kurang sihat saya tidak dapat mengikut kelas pengajian. Saya diberi tugas oleh seorang paderi untuk menjaga sakristi perpustakaan yang terdapat di gereja untuk menjaga kitab-kitab di situ. Paderi tersebut mengatakan kepada saya,Thomas, kamu perlu menjaga kesemua kita-kitab di sakristi ini tetapi kamu tidak boleh membuka almari." Beliau menunjukkan kepada saya almari yang dimaksudkan. Saya hairan kerana beliau melarang saya membuka almari tersebut sedangkan kuncinya diserahkan kepada saya. Sifat manusia, apabila dilarang maka itulah yang ingin dibuatnya. Ketika itu semangat saya terlalu berkobar-kobar untuk mengetahui isi kandungan kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Saya mengambil kitab itu dan menyembunyikannya.

Kitab tersebut ditulis di dalam bahasa Hebron. Ia masih saya simpan hingga ke hari ini dan saya dalam proses untuk
menterjemahkannya ke dalam bahasa Melayu. Ia menjadi rujukan kepada saya, dan sebagai bukti untuk berdebat dengan orang-orang Kristian. Saya telah utarakan kepada Majlis Agama Islam Melaka, jika boleh saya ingin menterjemahkannya dan sebarkan kepada orang ramai. Pihak Majlis tidak berani melakukannya, menurut mereka ia akan mengancam nyawa saya kerana dengan pendedahan kitab tersebut rahsia Kristian akan tersebar.

Isi kitab tersebut sama dengan al-Quran. Rupa-rupanya barulah saya mengetahui semasa upacara mengangkat sumpah dalam proses beruzlah pada hari yang ke 39, setiap paderi akan meletakkan tangan mereka ke atas kitab yang dibalut dengan kain putih yang diletakkan di atas bantal. Tidak siapa dibenarkan membukanya dan lihat isi kandungannya. Berbalik kepada kisah saya mencuri kitab tersebut, selepas kehilangannya paderi yang menyerahkan kunci kepada saya dahulu memanggil saya dan bertanya apakah saya ada mengambilnya. Saya menafikan dengan mengatakan tidak pernah mengambil kitab tersebut. Hati saya nekad untuk tidak mengaku dan menyerahkannya kerana saya ingin mengkaji kitab tersebut.

Disebabkan seseorang bakal paderi tidak boleh berbohong, beliau mempercayai pengakuan saya. Akhirnya pada keesokannya iaitu pada hari mengangkat sumpah, disebabkan Injil tersebut telah hilang, mereka meletakkan kitab suci al-Quran (yang dibalut dan sentiasa tersimpan di almari) sebagai ganti kitab yang hilang.

Al-Quran digunakan di dalam upacara mengangkat sumpah? Semua paderi tidak tahu hal ini kecuali saya. Pada masa itu saya terfikir, apa gunanya jika kita bersumpah di atas kitab al-Quran tetapi masih tidak beriman dengannya? Bermakna semua paderi telah bersumpah di atas al-Quran tetapi kufur selepas itu.

Hidayah

Menyingkap saat saya didatangkan hidayah ialah ketika saya sudah tamat belajar dan bertugas di Gereja St. Mary, Sabah. Pada suatu malam Ahad pada tahun 1991, saya bersembahyang dengan cara Kristian di hadapan tuhan-tuhan saya iaitu. Tuhan Bapa, Ibu Tuhan (Mary) dan Anak Tuhan (Jesus Christ). Ketika itu saya terfikir di dalam hati, patung-patung ini diukir oleh manusia, saya menyembahnya setiap hari di dalam bilik.' Apabila saya selesai sembahyang saya meletakkannya di bawah tempat tidur. Hati saya berkata, alangkah hinanya Tuhanku.
Kenapa aku boleh meletakkannya di bawah tempat tidur yang boleh aku baringkan dan letak sesuka hatiku?

Turunnya Hidayah Malam itu, selesai sembahyang saya mengambil sehelai kertas dan saya tulis diatasnya, "Tuhan, diantara agama Islam, Kristian, Hindu dan Buddha aku telah mengetahui semua agama ini. Malam ini tolonglah tunjukkan kepadaku manakah di antara tiga agama ini yang benar bagiku". Setelah itu, tak tahulah saya katakan bagaimana mengantuknya mata saya yang tak pernah-pernah saya alami rasa mengantuk yang lain macam, mata saya langsung tidak boleh terangkat.

Akhirnya saya tertidur. Pada malam itu, pada saya mungkin bagi para Nabi boleh dianggap mimpi tetapi menurut saya mungkin Tuhan ingin memberikan hidayah kepada saya. Di dalam tidur, saya merasakan seolah-olah saya menaiki lif dari satu tingkat ke tingkat lain sehingga tingkat tujuh, ketika itu mata saya tidak boleh dibuka kerana di hadapan saya ada satu cahaya yang terang benderang menyuluh. Saya bertanya kepada seorang yang berdiri di hadapan saya, orangnya MasyaAllah terlalu tinggi. Jarak diantara kaki dan kepala umpama langit dan bumi.

Saya bertanya kepadanya, Negeri apakah ini?" Beliau berkata kepada saya, "Awak tidak layak masuk ke negeri ini, ini negeri umat Nabi Muhammad s.a.w." Saya meminta keizinannya sekali lagi untuk masuk tetapi beliau tetap tidak membenarkan. Dari luar saya dapat lihat di dalamnya ada satu jalan umpamanya titi yang halusnya seperti sehelai rambut. Saya tak berani katakan ia Titian Sirat atau apa-apa kerana tidak mengetahui apa-apa ketika itu. Saya hairan kenapa orang yang berjubah dan bertudung mereka melintas jalan itu dengan mudah sedangkan saya langsung tidak boleh mengangkat kaki. Penjaga itu berkata lagi, "Awak tidak boleh masuk, tetapi awak lihatlah bagaimana keadaan mereka yang beragama Yahudi dan Nasara (Kristian)."

Alangkah terkejutnya saya apabila melihat orang-orang Kristian yang kepalanya dimasukkan ke dalam api umpama dijadikan kayu api. Saya terkejut dan sedar hanya Islam agama yang benar. Akhirnya saya tersedar seelok sahaja azan subuh dilaungkan dari masjid berhampiran.

Saya bangun dan membersihkan badan saya. Saya menuju ke kereta. Pemandu telah bersedia membawa saya tetapi saya menolak pelawaannya dan katakan kepadanya saya ingin pergi ke satu tempat yang orang lain tidak boleh ikut serta. Saya memandu kereta menuju ke sebuah masjid di atas bukit. Ketika saya tiba, mereka sedang berjemaah menunaikan fardu Subuh, saya menanti seketika sebagai menghormati agama mereka. Setelah selesai, saya pergi menemui imam yang bertugas ketika itu. Saya katakan kepadanya yang saya ingin memeluk Islam hari itu juga.

Beliau terkejut dan berkata kepada saya, "Awak ini di bawah Pairin Kitingan, Ketua Menteri Sabah, susah kami hendak Islamkan awak, tambahan pula awak paderi besar seluruh Sabah." Saya katakan padanya," Awak jangan bimbang sebab dosanya saya yang ampun, hal dia tidak perlu dibincangkan. Apa yang saya mahu, hari ini saya mahu peluk Islam."

Peluk Islam

Seterusnya imam tersebut berkata lagi, "Awak tak boleh masuk Islam sekarang sebab awak perlu mengisi borang, tandatangan surat akuan sumpah dahulu, baru awak boleh masuk Islam." Dengan agak kasar saya katakan kepadanya, "Kalau beginilah caranya untuk memeluk Islam, lebih baik orang masuk Kristian. Kalau masuk Kristian, hari ini terus dibaptiskan dan menjadi Kristian. Untuk masuk Islam pun perlu isi borang ke? Baiklah, jika hari ini saya turun ke bawah dan ditakdirkan tiba-tiba saya dilanggar kereta dan mati, maka apa akan jadi kepada saya dan siapa yang akan bertanggungjawab?" Akhirnya imam tersebut menyuruh saya mengucap dua kalimah syahadah. Maka pada pagi Ahad itu saya telah sah sebagai Islam.

Dengan Kekuatan Diri setelah selesai mengucap, saya kembali ke rumah saya. Ketika saya melalui kawasan gereja, orang ramai sudah penuh menunggu saya untuk upacara pengampunan. Mereka melambai tangan ke arah saya. Saya membalas kembali lambaian mereka. Ketika itu seakan ada satu kekuatan dalam diri saya. Saya keluar dari kereta dan membuat pengumuman di hadapan mereka. Saya katakan kepada mereka, "Kamu ini jika sembahyang pun berdosa, kalau tak sembahyang lagi bagus." Kemudian saya meninggalkan mereka yang kelihatan seperti kehairanan. Saya meneruskan perjalanan menuju ke rumah.

Di dalam rumah semua ahli keluarga sudah bersedia menanti saya untuk ke gereja. Jubah saya sudah siap diseterika. Saya panggil semua ahli keluarga sambil bertanya apakah mereka sudah makan atau belum. Mereka katakan yang mereka sudah makan kecuali Khusti Kudus sahaja yang belum dimakan. Saya katakan itu tidak payah dimakan pun tidak mengapa kerana di kedai banyak roti untuk di makan. Saya membuat pengumuman kepada mereka, saya berkata sambil memandang ke arah bapa saya, "Saya hendak memberitahu kamu sesuatu perkara. Saya belajar di Vatican selama 12 tahun dan sudah terlalu banyak menghabiskan wang bapa. Selama 12 tahun saya belajar, saya tahu bahawa agama yang saya anut ini adalah agama yang salah, agama yang betul adalah Islam."

Diperangi Keluarga

Ketika itu saya lihat tidak ada apa-apa riak di wajah bapa dan ahli keluarga saya, tetapi mereka semua terdiam. Saya menyambung kembali, "Tadi saya telah memeluk Islam di masjid bandar sana dan menyuruh saya mengucap. Bermakna hari ini saya sudah menjadi orang Islam." Bapa saya berkata kepada saya, "Oh! kamu sudah Islam! Tidak mengapa!" Seterusnya beliau menuju turun ke dapur. Saya ingatkan tidak ada apa-apa ketika itu. Saya tidak sedar rupa-rupanya beliau pergi mengambil parang panjang dan cuba menyerang saya. Saya yang kebetulan duduk di tepi tingkap di tingkat satu terus terjun ke bawah. Saya melompat dari tingkat atas dengan berkaki ayam. Tuhan masih mahu memanjangkan umur saya. Saya turun dan terus meninggalkan rumah sehelai sepinggang hingga ke hari ini.

Dari segi pengamalan kedua ibu-bapa saya yang memang cukup kuat berpegang pada agama, apabila seorang anak murtad (keluar Kristian) mereka tidak lagi mengaku anak.

Selepas itu saya pergi ke Jabatan Agama Islam Sabah. Demi keselamatan diri saya, salah seorang pegawai di sana
menasihatkan saya agar pergi belajar dan keluar dari Sabah. Akhirnya saya merantau ke Semenanjung dan menyambung pengajian saya di Institut Dakwah Kelantan pada tahun 1992 dan seterusnya saya menyambung pula ke Nilam Puri sehingga tahun 1995. Ketika itu saya adalah pelajar yang paling tua sekali. Setelah tamat pengajian, saya menganggur sekejap. Tidak lama kemudian saya diterima bertugas di Majlis Agama Islam Melaka hingga ke hari ini. Kemungkinan juga selepas ini saya akan dipindahkan ke majlis Agama Islam Kelantan.

Di sini (Melaka) saya ingin menerbitkan buku mengenai kajian Kristian. Tetapi terlalu banyak banyak prosedur yang perlu dijalani. Kini setelah hampir sembilan tahun saya memeluk Islam dan meninggalkan Sabah, saya masih diugut dan dikecam. Namun saya tidak khuatir kerana yakin Allah tetap melindungi hamba-Nya dan yakin ajal maut itu tetap datang walaupun bersembunyi di ceruk mana sekalipun. Kini saya bahagia setelah mendirikan rumah tangga bersama isteri yang cukup memahami jiwa saya. Dalam usia 49 tahun, saya baru mempunyai seorang cahaya mata berusia satu tahun setengah. Islam tidak menyusahkan penganutnya. Jika menjadi paderi perkahwinan tidak dibenarkan tetapi setelah Islam, baru saya tahu betapa indahnya perkahwinan dan zuriat yang merupakan rezeki dari Allah (SWT).

Di Vatican, orang Kristian yang keluar agama kemudian masuk ke negara tersebut, mereka akan bunuh. Bagi mereka seseorang yang murtad dianggap kotor dan mencemarkan maruah agama. Tetapi adakalanya saya terfikir, jika di sana orang Kristian murtad kenapa ianya tidak terjadi di negara yang pemerintah dan majoriti penduduknya beragama Islam. Itulah yang susahnya.

Saya membuat kajian hampir empat tahun baru mendapat nikmat Islam. Terlalu sukar saya mengecapi nikmat Islam tetapi orang di sini yang memang lahirnya dalam Islam dengan mudah mahu membuang Islam. Di sini saya bertanggungjawab terhadap mereka yang murtad, jika yang tidak berpengetahuan tidak mengapa tetapi yang sedihnya yang murtad ini ialah mereka yang mempunyai pendidikan hingga ke peringkat tertinggi dan mempunyai pendapatan yang melebihi dari keperluan bulanan.

Pernah saya katakan kepada seorang doktor, "Doktor, suatu ketika dahulu saya menerima gaji bulanan sebanyak RM5,000 sebulan, dilengkapi dengan pembantu rumah, pemandu dan rumah serba lengkap. Kehidupan saya terlalu mewah di Sabah. Tetapi doktor, kenapa saya sanggup melepaskan itu semua semata-mata kerana Islam! Gaji doktor sekarang terlalu mencukupi tetapi mengapa perlu tinggalkan Islam?" Saya memang cukup marah dan terkilan apabila mendengar orang yang ingin murtad. Minta maaf jika saya katakan, mengapa terlalu bodoh sangat sehingga sanggup menanggung dosa besar? Umat Islam dari segi ekonomi sebenarnya terlalu mencukupi cuma cara pelaksanaannya yang agak longgar.

Kesatuan gereja

Kita lihat Kristian, dari segi kerjasama dan ukhuwah mereka begitu kuat. Semasa saya menjadi paderi dahulu, apabila saya masuk ke sesebuah kampung untuk berdakwah saya dibekalkan beberapa ribu wang. Ini kerana gereja di seluruh dunia bersatu padu. Meskipun dari segi politik berbeza dan bermusuh tetapi untuk menghancurkan Islam mereka mesti bersatu. Mereka berkata jika di negara Barat, penduduk penganut Kristian tidak bersembahyang pun tetapi mereka tetap Kristian. Gereja di sana setiap hari Ahad kosong kerana setiap hari Ahad diadakan acara perlawanan bola sepak di kalangan paderi. Orang ramai pergi menyaksikan acara tersebut. Itu yang mereka minat. Oleh sebab itu peruntukan untuk di sana sudah tidak ada lagi. Sebagai alternatifnya mereka akan mengalihkan peruntukan itu untuk disalurkan ke negara Asia terutamanya ke Indonesia dan Malaysia.

Begitulah kuatnya kerjasama di antara mereka. Bagi mereka tidak perlu berdakwah untuk orang Barat yang sudah sedia Kristian sebab untuk mereka memeluk Islam sukar. Yang lebih penting ialah misi mengkristiankan orang Islam.

Bagi pandangan saya, saya lihat orang Islam agak susah untuk bersatu. Masing-masing mempunyai fikrah yang berbeza dan hidup dalam kelompok sendiri. Kadangkala di kalangan orang Islam sendiri bergaduh. Ini berlainan dengan orang Kristian yang amat menitikberatkan soal kebajikan. Namun bukan semua orang Islam begitu, masih ramai di kalangan mereka yang bijak. Semasa saya menjadi paderi, saya memberikan tumpuan kepada orang miskin. Pernah terjadi di Perak, saya telah menghabiskan beratus ribu untuk mereka, mereka mengambil wang tersebut tetapi tidak memeluk Kristian. Selepas saya Islam, saya pergi menemui mereka, senarai nama mereka masih ada dalam simpanan saya. Setelah saya periksa rupa-rupanya mereka ini masih Islam walaupun pada awalnya mereka berjanji untuk memeluk Kristian.

Alhamdulillah mereka tidak berdendam pada saya sebaliknya mereka membelanja saya makan setelah mengetahui saya telah memeluk Islam.

Masalah Kelemahan Pendakwah Islam

Adakalanya saya terfikir kenapa ketika Barat menjajah kita, orang Melayu tidak murtad sedangkan pada hari ini negara yang pemerintahnya Islam tetapi orang Melayu boleh murtad dengan begitu mudah sekali. Kelemahan kita ialah pendakwah Islam kadang-kadang boleh kalah dengan pendakwah Kristian. Saya beri contoh seorang kawan saya yang pernah sama-sama belajar dengan saya semasa di Vatican dahulu. Beliau pernah menyatakan kepada saya, orang Yahudi sekarang sedang memberi tumpuan kepada kajian al-Quran dan Hadis.

Dia mengatakan pada saya; "Wahai Thomas, (dia tetap memanggil saya dengan nama Kristian walaupun saya telah Islam), Allah ada mengatakan di dalam salah sebuah ayatnya yang bermaksud; "Tidak akan masuk syurga melainkan orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasara." Sekarang kami pendakwah Kristian mahu pandai membaca al-Quran, terjemahan dan hadis. Kami mempunyai kursus khusus mengkaji al-Quran dan Hadis. Awak lihatlah apa yang telah dikatakan oleh Tuhan mu itu." Saya katakan kepadanya, "Betul apa yang awak baca ini. Kami membaca al-Quran bukanseperti apa yang awak faham. Memang benar awak membaca ayat itu tetapi al-Quran ini jika awak tafsir separuh-separuh itu tidak betul. Al-Quran bukan seperti Injil yang boleh ditafsir separuh-separuh. Saya dahulu apabila belajar al-Quran mengambil masa sehingga tiga tahun baru khatam. Saya ucapkan terima kasih pada awak kerana hanya enam bulan awak sudah boleh membaca al-Quran." Saya katakan lagi padanya, "Sebenarnya awak tidak tahu tafsir al-Quran. Maksud sebenar ayat tersebut ialah "Telah berkata mereka (orang-orang Yahudi dan Nasara), tidak akan masuk syurga melainkan orang Yahudi dan Nasara, sedangkan semua itu hanyalah merupakan angan-angan kamu yang kosong." Itu bukan firman Allah, kata-kata itu adalah keluar dari mulut orang-orang Yahudi sendiri. Paderi tersebut masih belum faham lalu bertanya, "Apakah angan-angan kosong itu?" Saya katakan,"Setiap hari Ahad kamu makan tuhan kamu. Apabila kau menghadap Khudsi Kudus sambil berdoa bermakna kamu telah memakan tuhan kamu. Untuk apa kamu berbuat demikian?" Beliau tidak boleh berkata apa-apa walaupun mukanya telah merah padam. Saya katakan kepadanya, "Kamu tidak boleh marah. Kalau kamu marah, siapakah yang akan mengampunkan dosa kamu?"

Hal itu tidak mengapa jika diutarakan di hadapan mereka yang faham, tetapi apa yang saya bimbangkan bagaimana jika ayat itu dibacakan di hadapan mereka yang tidak faham dan rendah pengetahuan agamanya?

Siapakah Sasaran Kristian?

Program mereka kini ialah berdakwah kepada orang Islam yang menghabiskan masa di kaki-kaki lima terutamanya golongan remaja yang bermain gitar. Mereka akan katakan, jika bermain di kaki lima tidak mendapat apa-apa bayaran, lebih baik bermain lagu di gereja setiap hari Ahad dengan pendapatan lumayan. Dari situ ramai yang tertarik.

Dari segi wanita Islam pula, yang saya perhatikan senarai namanya terlalu ramai orang Melayu yang memohon menukar nama di Jabatan Pendaftaran Negara (JPN). Itu yang menyedihkan saya. Di JPN, beratus nama sedang menunggu, apabila pihak JPN meluluskan nama- nama tersebut, maka akan murtadlah nama-nama itu. Itu kelemahan undang-udang negara, kami tidak boleh berbuat apa-apa kerana mereka ini berpegang pada peruntukan yang mengatakan apabila seseorang yang berumur 18 tahun ke atas bebas beragama.

Apa ikhtiar kita?

Ada seorang wanita berjumpa saya tetapi keadaannya meragukan. Beliau memakai tudung. Saya menggunakan isteri saya untuk memerhatikan wanita ini. Bila mereka tinggal berdua, barulah saya tahu di dalam tudungnya itu ada salib. Isteri saya memberitahu saya. Saya memanggilnya. Saya katakan kepadanya, "Kamu tidak sayangkan Islam ke? Tolong buang benda yang ada di dalam tudung kamu itu". Dia tidak mengaku, tetapi saya yakin beliau memakainya. Sejurus kemudian beliau mengeluarkan rantai salib di lehernya dan mengatakan beliau sengaja memakainya tanpa mempunyai niat apa-apa. Saya katakan padanya yang saya dahulu memakai rantai yang lebih besar daripadanya.

Akhirnya saya megambil rantai tersebut dan menyimpannya di pejabat saya untuk dibawa ke pihak atasan dan menerangkan bagaimana seriusnya penyakit ini di kalangan anak remaja kita. Wanita jika tidak kuat pegangan memang mudah dipengaruhi.

Ada juga taktik orang-orang Yahudi yang menjadikan perkahwinan sebagai langkah paling mudah untuk memurtadkan gadis Islam. Untuk berkahwin, mereka (lelaki Kristian) akan memeluk Islam, kemudian akan membawa isterinya ke negara asalnya dan memurtadkan isterinya itu. Kemenangan Islam, Keadilan Sejagat 'Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka beristiqamah, turun kepada mereka malaikat Allah berkata: jangan kamu takut dan jangan berdukacita, dan bergembiralah dengan syurga yang dijanjikan kepada kamu.'

Oleh JAMILAH AINI MOHD. RAFIEI,
turut hadir SUZILAWATI ROZAINOR ABBAS
dengan jurufoto WAN ZAHARI WAN MOHD. SALLEH
Terbitan : 24 Mei 2002

Klik Tanggapan untuk Paderi Palsu di atas

 

Kesaksian Mantan Gembala Gereja
 

Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa & sifat riya..Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net & Kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur & berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia & tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk umat Kristiani sendiri.

Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran & agar semakin banyak domba-domba maupun gembala-gembala Kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis & menuturkan kisah sejati ini. Saya berharap para domba & gembala Kristus yang membaca kisah ini memahami & menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang benar & tidak sesat.

Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani & umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Alkitab & Al-Qur'an. Kesaksian ini betul-betul ungkapan hati & jiwa saya.

Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.

Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan [eraser]- Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri di tengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.

Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: "Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen" dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur'an & Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu & foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur'an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah kami.
Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar).

Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat & canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.

Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur'an, Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya. Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.

Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji & mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji & hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.

Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif di sini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe.

Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkul pun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung & mafianya bekerja sama begitu rapi.

Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam!

Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya.

Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan & untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu & ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut.

Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami "dating" dengan mereka, "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!.

Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali & skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!.

Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang di luar skenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gembala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.

Mengapa Saya Masuk Islam?

Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali.

Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.
Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum'at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyum-Nya yang agung! saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: "Kalian ini siapa?"

Saya menjawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!"

Dia bertanya lagi : "Mana Tuhannya?"

Tuhan Yesus menyela : "Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau wahai pria asing?"

Pria Yahudi itu berkata : "Akulah Isa Al-Masih, & engkau bukanlah diriku!"

Saya menyela : "Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!"

Pria Yahudi itu berkata : "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!"

Tuhan Yesus berkata : "Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!"

Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!.

Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang.. dari mulutnya keluar gigi taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnya pun berubah mengerikan!... lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!... TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!.
Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit!... Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus.

Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: "Siapakah engkau sebenarnya?"

Pria itu menjawab : "Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus".

Saya berkata : "Bukankah engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?"

Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah terlihat wujud aslinya"..

Saya berkata : "Maksud tuan, Iblis tadi itu..., jadi selama ini?.."
Nabi Isa Al-Masih menukas : "Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?"

Saya menjawab : "Jika itu ada saya bersedia.."

Nabi Isa Al-Masih menjawab : "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?"

Saya menjawab : "..emmmmm" (tak bisa berkata-kata)

Nabi Isa Al-Masih berkata : "Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!"

Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi...sayapun lalu terbangun....hari telah pagi...saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum'at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum'at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..
Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca....betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum yakin betul...

Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan [eraser], Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah...Mesjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30.. mendekati jamnya shalat Jum'at, saya perhatikan sekitar saya...orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum'at..saya ini ada di mesjid.. mimpi saya... pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu....saya bingung lalu saya tak sadarkan diri....
Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan...saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin menangis..menjerit.."Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!"...Pak Tua itu kaget & bertanya: "ada apa nak?", lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan-perbuatan saya dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya.

Bapak Tua itu berkata: "Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik....sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang" Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk & berkata: "pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!".

Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke Mesjid tersebut & kamiberdiskusi Islam - Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan di buku-buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari.
Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-Qur'an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur'an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya & direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.

Penjelasan Pak Tua & jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya & akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus segera mengambil keputusan..setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya... Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam...

Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.

 

 

Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto

stats

Hosted by T35 Free Web Hosting. Indian Bridal Makeup - Online Casino - VW Los Angeles - Drug Rehab - Best Online Colleges - Cheap Domain - Prada Shoes - SEO Services