|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
SIAPAKAH "KAMI" DALAM ALQURAN
Kata “KAMI” dalam Quran adalah
dimaksudkan untuk kata ganti ALLAH & MUHAMMAD.
KAMI = ALLAH/malaikat
Jibril + RASULNYA (MUHAMMAD)
Dan untuk ayat berikut :
QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika KAMI berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah
kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis
....................
Anda bisa membayangkan sendiri....
ALLAH dan MUHAMMAD berfirman kepada para malaikat?
Sebenarnya secara tersirat, Muhammad menyatakan kepada kita semua
bahwa dirinya adalah titisan Makhluk Surgawi.
Dia (Muhammad) dan Allah di surga pernah berfirman kepada para malaikat.
Begitulah menurut QS 2:34.
Muhammad dalam hati kecilnya memang
sungguh-sungguh telah meninggikan diri, telah menggabungkan dirinya
dengan "allah" kayalannya sendiri:
QS 70:40
Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan
terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar
Maha Kuasa.
Muhammad
menyatakan dirinya Maha
Kuasa!!!
Perhatikan QS 70:40 di atas, siapakah
kata "AKU" dalam kalimat pertama? Bukankah itu adalah Muhammad
yang sedang bersumpah dengan Tuhan? Kalau kata "AKU" ditafsirkan
sebagai "allah", apa pantas "tuhan" bersumpah dengan Tuhan? Tuhan yang
mana lagi?
Kita simak ayat kelanjutannya:
QS 70:41
Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan
kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.
Ini adalah sesumbar Muhammad yang
mengatakan dia dan "allah"-nya tidak dapat dikalahkan! Ketahuilah,
ayat-ayat ini diturunkan sewaktu Muhammad sedang memerangi suatu kaum di
tanah Arab. Muhammad membantai dan mengusir sebagian dari kaum
tersebut dari tanah Arab karena tidak mau masuk Islam. Itulah sebabnya
dalam ayat tersebut dikatakan Muhammad akan mengganti mereka dengan kaum
yang lebih baik, maksudnya digantikan oleh orang-orang Muslim.
Banyak dongeng-dongeng Islam yang terinspirasi dari
kegilaan Muhammad ini, di antaranya:
1) Muhammad sudah ada bersama Al-Illah
jutaan tahun yang lalu sebelum dunia ini diciptakan (bahkan sebelum
takhta Allah diciptakan Muhammad sudah ada)
2) Pada masa sebelum penciptaan dunia
itu, Muhammad ada bersama Al-Illah berbentuk Sinar/Cahaya
(Nur-e-Muhammad).
3) Kemudian Allah menciptakan seekor
burung merak dari Nur-e-Muhammad tersebut.
4)
Lalu saat Allah melihat Muhamad (saw) yg
berbentuk burung ini, Noor-e-Muhamad (cahaya Muhamad) menjadi sangat
gerah dan seluruh tubuhnya mulai berkeringat deras. Nah, dari
keringatnya itulah Allah menciptakan Takhtanya, Malaikat, Lauhe Mahfouz,
Pena, Bulan, Matahari, Planet2, Bintang2, Langit, Bumi dan semua Rasul,
Nabi, para Awlia, para pengikut dan gedung paling suci; Ka’ba Sharif.
Lalu Allah menciptakan Tanah bagi pembangunan mesjid di seluruh dunia.
5)
Setelah itu, Allah mengatakan kepada Noor-e-Muhamad yg berbentuk
burung merak itu, “Wahai temanKu yg paling Kusayangi, pandanglah sejenak
teman2mu yg kau paling sukai.”
Lalu Noor-e-Muhamad setelah memandangi bagian depan, belakang, sisi kiri
dan sisi kanannya melihat 4 garis cahaya (Noor) yg sangat terang.
Cahaya2 ini adalah Hazrat Abu Bakr, Hazrat Umar, Hazrat Uthman dan
Hazrat Ali, keempat sahabat dekat Muhamad.
Keempat Noor bersinar itu, bersama dgn Noor-e-Muhamadi, menghabiskan
waktu 70.000 tahun memuji Allah. Lalu dari Noor-e-Muhamadi, Allah
menciptakan Roh kesemua nabi. Lalu IA membuat semua nabi utk mengucapkan
Kalimat Syahadat —La Ilah Illa Allah Muhammadur Rasul Allah.
(Lengkapnya lihat di
Dongeng dari Buku-buku Islam)
Entah dongeng ini berasal dari mulut Muhammad
atau dibuat sesudah ia mati, dongeng-dongeng itu tidak terpaut jauh dari
ego Muhammad dan kesombongannya. Bukankah kepada orang-orang Mekah
Nasrani dan Yahudi Muhammad mengklaim dirinya sebagai Mesiah?
Umat Islam selalu menyangkal bahwa kata KAMI
dimaksudkan untuk menyatakan kesombongan Muhammad. Telah cukup jelas
buat kita, kalau Muhammad telah menganggap dirinya begitu agung, dan
menyebut dirinya sebagai Sahabat Allah yang paling dekat. Kita
simak dongeng berikut:
Setelah menyelesaikan
ciptaanNya, Allah memerintahkan penanya: “Wahai pena, mulailah menulis
Kalema Tayeb; La Ilah Illa Allah Muhammad-ar-Rasul Allah.” Lalu pena
menulislan selama 400 tahun (ada yg mengatakan 4000 tahun), “La Ilah,
Illa Allah” tetapi tidak pernah pena itu menulis bagian akhir, yi.
Muhammad-ar-Rasul Allah. Lalu Allah bertanya pada pena itu: “Pena, apa
yg kau tuliskan sejauh ini ?” Pena itu menunjukkan kpd Allah apa yg
ditulisnya. Allah kemudian marah dan mengatakan, “Mengapa kau tidak
menuliskan bagian terakhir ?” Jawab pena itu, ”Ya Allah, saya tidak
berani menyama-ratakan namaMu dgn siapapun.” Lalu Allah mengatakan,
“Memang kau telah melakukan kesalahan besar dgn tidak menuliskan
nama teman Saya. Segera tuliskan nama sahabat saya yg paling
dekat.” Melihat kemarahan Allah, pena itu menjadi ketakutan dan mulai
bergetar; sbg hasilnya, bagian depannya menjadi terbelah.
(Lengkapnya lihat di
Dongeng dari Buku-buku
Islam)
Dan untuk membuktikan bahwa kata ganti KAMI memang dimaksudkan untuk
ALLAH + RASULNYA (Muhammad) akan saya postingkan ayat-ayat Quran yang
menguatkan tafsiran saya ini.
Inilah ayat-ayat QURAN yang membuktikan
makna kata KAMI (=ALLAH+MUHAMMAD)
Muhammad mensejajarkan namanya dengan Allah.
Bacalah:
QS 3:32
Katakanlah (wahai Muhammad): Taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya.
Oleh itu jika kamu berpaling (menderhaka), maka sesungguhnya Allah tidak
suka kepada orang-orang yang kafir
QS 3:132
Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, supaya kamu diberi rahmat.
QS 4:13
Segala hukum yang tersebut adalah batas-batas (Syariat) Allah dan
sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan dimasukkan oleh Allah
ke dalam Syurga yang mengalir dari bawahnya beberapa sungai, mereka
kekal di dalamnya dan itulah kejayaan yang amat besar.
QS 4:14
Dan sesiapa yang derhaka kepada Allah dan RasulNya dan melampaui
batas-batas SyariatNya, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam api Neraka,
kekallah dia di dalamnya dan baginya azab seksa yang amat menghina.
QS 4:59
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya),
dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan
Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.
QS 4:69
Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah,
yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin [314], orang-orang yang mati syahid,
dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
QS 4:80
Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya dia telah taat
kepada Allah dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka (janganlah engkau
berdukacita wahai Muhammad), kerana Kami tidak mengutusmu untuk menjadi
pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).
QS 4:92
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasul Allah dan
awaslah (janganlah sampai menyalahi perintah Allah dan RasulNya). Oleh
itu, jika kamu berpaling (enggan menurut apa yang diperintahkan itu),
maka ketahuilah, bahawa sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah
menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.
QS 8:1
Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang harta rampasan perang.
Katakanlah: Harta rampasan perang itu (terserah) bagi Allah dan bagi
RasulNya (untuk menentukan pembahagiannya). Oleh itu, bertakwalah kamu
kepada Allah dan perbaikilah keadaan perhubungan di antara kamu, serta
taatlah kepada Allah dan RasulNya, jika betul kamu orang-orang yang
beriman.
QS 8:20
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan RasulNya dan
janganlah kamu berpaling daripadanya, sedang kamu mendengar (Al-Quran
yang mewajibkan taatnya).
QS 8:46
Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan
hilang kekuatan kamu dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan
cekal hati); sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar.
QS 9:71
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi
penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan
dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang
dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha
Bijaksana.
QS 24:47
Dan (di antara orang-orang yang tidak dikehendakiNya ke jalan yang lurus
ialah) mereka yang berkata: Kami beriman kepada Allah dan kepada
RasulNya serta kami taat; kemudian sepuak dari mereka berpaling
(membelakangkan perintah Allah dan Rasul) sesudah pengakuan itu dan
(kerana berpalingnya) tidaklah mereka itu menjadi orang-orang yang
sebenarnya beriman.
QS 24:51
Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman
ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, supaya
menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka
berkata: Kami dengar dan kami taat: dan mereka itulah orang-orang yang
beroleh kejayaan.
QS 24:52
Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut melanggar
perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah,
maka merekalah orang-orang yang beroleh kemenangan.
QS 24:54
Katakanlah lagi (kepada mereka): Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah
kepada Rasul Allah. Kemudian jika kamu berpaling ingkar maka ketahuilah
bahawa sesungguhnya Rasul Allah hanya bertanggungjawab akan apa yang
ditugaskan kepadanya dan kamu pula bertanggungjawab akan apa yang
ditugaskan kepada kamu dan jika kamu taat kepadanya nescaya kamu beroleh
hidayat petunjuk dan (sebenarnya) Rasul Allah hanyalah bertanggungjawab
menyampaikan perintah-perintah Allah dengan penjelasan yang terang
nyata.
QS 24:56
Dan dirikanlah kamu akan sembahyang serta berilah zakat dan taatlah kamu
kepada Rasul Allah; supaya kamu beroleh rahmat.
QS 33:33
Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu
mendedahkan diri seperti yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliah zaman
dahulu dan dirikanlah sembahyang serta berilah zakat dan taatlah kamu
kepada Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah (perintahkan kamu dengan
semuanya itu) hanyalah kerana hendak menghapuskan perkara-perkara yang
mencemarkan diri kamu wahai "AhlulBait" dan hendak membersihkan kamu
sebersih-bersihnya (dari segala perkara yang keji).
QS 33:36
Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan
apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara
(tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai
urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan
RasulNya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang jelas
nyata.
QS 33:71
Supaya Dia memberi taufik dengan menjayakan amal-amal kamu dan
mengampunkan dosa-dosa kamu dan (ingatlah) sesiapa yang taat kepada
Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah berjaya mencapai
sebesar-besar kejayaan.
QS 47:33
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah
kepada Rasul Allah dan janganlah kamu batalkan amal-amal kamu!
QS 48:17
Tidaklah menjadi salah kepada orang buta dan tidaklah menjadi salah
kepada orang tempang dan tidaklah menjadi salah kepada orang sakit
(tidak turut berperang, kerana masing-masing ada uzurnya) dan
(ingatlah), sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan
dimasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai
dan sesiapa yang berpaling ingkar, akan diseksanya dengan azab yang
tidak terperi sakitnya.
QS 49:14
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah:
"Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman
itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu ta'at kepada Allah dan
Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu;
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
QS 58:13
Adakah kamu takut (akan kemiskinan) kerana kerap kali kamu memberi
sedekah sebelum kamu mengadap? Kalau kamu tidak melakukan (perintah) itu
dan Allah pun memaafkan kamu (kerana kamu tidak mampu), maka dirikanlah
sembahyang dan berikanlah zakat (sebagaimana yang sewajibnya), serta
taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Dan (ingatlah), Allah Maha
Mendalam PengetahuanNya akan segala amalan yang kamu lakukan.
QS 64:12
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka
kalau kamu berpaling (enggan taat, kamulah yang akan menderita
balasannya yang buruk), kerana sesungguhnya kewajipan Rasul Kami
hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.
QS 72:23
Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan
risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka
sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya.
Hanya nabi sinting saja yang menjajarkan namanya sendiri dengan nama
Allah (tuhan).
Durhaka pada Muhammad = durhaka pada Allah
Tidak taat pada Muhammad = tidak taat pada Allah
Tidak hormat pada Muhammad = tidak hormat pada Allah
Menentang Muhammad = menentang Allah
Tidakkah kau lihat KEGANJILAN di sini? Siapakah Muhammad itu? Jika dia
hanya orang biasa penyampai berita saja, mengapa pula manusia harus
memperlakukannya sama seperti memperlakukan Tuhan agar bisa masuk surga?
Saya katakan sekali lagi: kau sudah ditipu oleh orang biasa yang mengaku
sebagai Rasul Allah.
ALLAH & RASUL sebagai DUET IDOLA
Untuk direnungkan:
Bila Muhammad memang benar-benar utusan Allah sesembahan Israel,
seharusnya Muhammad tdk memasukkan dirinya sebagai salah satu unsur
dalam “DUET IDOLA” (allah dan rasul.....allah dan rasul.....allah dan
rasul.....dst)
Saya ambil satu contoh tulisan Muhammad:
Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar
ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka
sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan. (QS 4:14)
Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari
seorang utusan Tuhan.
Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:
Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan melanggar
ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka
sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan. (Surat
Duladi ayat 1)
Saya ambil contoh tulisan Muhammad yg lain:
Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti Allah dan Rasul-Nya,
Allah
akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa
yg menghinakan. (QS 33:57)
Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari
seorang utusan Tuhan.
Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:
Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti hati Allah, Allah akan
melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg
menghinakan. (Surat Duladi ayat 2)
Saya ambil contoh tulisan yg lain:
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya
pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah
mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yg
nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (QS 58:5)
Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari
seorang utusan Tuhan.
Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah pasti mendapat kehinaan
sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan.
Sesungguhnya Allah telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi
orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 3)
Dgn adanya DUET IDOLA itu, maka secara nalar dapat dipastikan bahwa
perkataan-perkataan Muhammad memang bukan perkataan-perkataan Tuhan Sang
Pencipta.
Tulisan-tulisan Muhammad tersebut menjadi rendah mutunya dan tdk bisa
diyakini sebagai ucapan Tuhan karena kemasukan EGO.
Ayat-ayat itu sangat sarat dgn EGO seorang manusia yg ingin diakui,
dipatuhi dan ditakuti. Muhammad telah menyetarakan dirinya dgn allah
buatannya sendiri, yaitu allah taala Sang Dewa Bulan.
Dari ayat-ayat Quran, kita bisa membayangkan bagaimana Muhammad semasa
hidupnya mendakwai orang-orang Yahudi dan Arab Nasrani.
Kira-kira begini:
Muhammad sambil membawa lembaran-lembaran Quran, dia berseru kepada
orang-orang kafir: “Barangsiapa menentang Allah.... (sambil menunjuk
lembaran Quran yg dibawanya) ....... dan RasulNya (sambil menunjuk
dirinya sendiri)........ telah disediakan baginya siksa ...bla bla
bla....”
Jadi:
----> Kitab Quran = allahnya Muhammad, yg dijadikan landasan bagi
kerasulannya, agar orang mau patuh kepadanya
----> Muhammad = rasulnya allah yg firmannya telah ditulis pada
lembaran-lembaran Quran itu
Dgn adanya DUET IDOLA itu, akhirnya menjadi jelas juga makna dari kata
‘KAMI’. “Kami” = Duet Idola = allah dan rasul.
Coba kita simak ayat yg tadi:
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya
KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada
siksa yg menghinakan. (QS 58:5)
Muhammad selalu menuliskan dirinya berdampingan dgn allah, (allah dan
rasulnya), dan kemudian pada kalimat selanjutnya dia memakai kata ganti
KAMI. Coba simak ayat di atas. Allah dan Rasul-Nya ...=... KAMI
Jelas sudah Saudara-saudaraku, bahwa Muhammad adalah seorang BAJINGAN yg
telah menipu kita semua.
Seorang nabi haruslah rendah hati dan tdk menempatkan dirinya sejajar
dgn Allah yg telah mengutusnya.
Malaikat saja tdk berani menempatkan dirinya sejajar dgn nama Allah,
misal : Patuhlah pada Allah dan Malaikatnya; atau kalau malaikat itu
menyampaikan firman kepada manusia: Patuhlah kepada Allah dan aku
(=malaikat)......... Tdk ada model firman Allah seperti ini dalam
sejarah Israel.
Kita simak ayat berikut:
Dan berkatalah Musa kepadanya:
"Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada
TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tdk akan turun lagi, supaya
engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN.
Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum
takut kepada TUHAN Allah." (Keluaran 9:29-30)
Musa tdk menempatkan dirinya sejajar dgn Tuhan.
Sekiranya Musa adalah Muhammad, mungkin bunyi perkataannya akan menjadi
seperti ini:
“Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum
takut kepada Tuhan Allah dan nabinya.” (Surat Iblis ayat 1)
....Tuhan Allah dan nabinya..... Musa tdk mengucapkan perkataan seperti
ini, tetapi ....... “bahwa kamu belum takut kepada Tuhan Allah”. Musa
sama sekali tdk memasukkan namanya sejajar dgn Tuhan yg mengutusnya.
Karena Musa adalah NABI ASLI. Di dalam kitab-kitab yg ditulis oleh Musa,
sama sekali tdk menunjukkan adanya EGO dari seorang manusia Musa.
Semuanya hanyalah untuk Allah semata, dan bukan untuk kepentingan
dirinya.
Juga kita simak firman Tuhan yg ditulis oleh Nabi Yesaya:
Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan
mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan mereka menantang kemuliaan
hadirat-Nya. (Yesaya 3:8)
Yesaya tdk menempatkan dirinya sejajar dgn Allah. Seandainya Yesaya
adalah Muhammad, mungkin bunyi firmannya akan menjadi seperti ini:
Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan
mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan nabiNya (=Yesaya) dan
mereka menantang kemuliaan hadirat-Nya. (Surat Iblis ayat 2)
.....Tuhan dan nabiNya...... Yesaya tdk menggunakan model perkataan EGO
seperti itu. Tuhan-lah yg sedang dia beritakan, dan bukan memberitakan
dirinya agar sejajar dgn Tuhan yg mengutusnya.
Seorang nabi yg tahu bahwa bangsanya akan dihukum dan dilaknat oleh
Tuhan, dia malah mendoakan bangsa itu dan tdk peduli walaupun dirinya
dihujat dan dianiaya oleh bangsanya sendiri.
Bukannya malah mengutuki orang-orang kafir agar masuk neraka.
Kita simak ucapan Nabi Yeremia berikut ini, yg dgn tulus mendoakan
bangsanya walaupun Nabi Yeremia dicerca dan dilawan habis-habisan oleh
orang Israel. (Pada masanya, banyak sekali nabi palsu yg menubuatkan
kebaikan bagi Israel, dan kepada nabi-nabi palsu itulah orang Israel
berpihak dan malah memusuhi Nabi Yeremia, nabi asli utusan Allah).
"Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah
membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan
kami, kami telah berdosa kepada-Mu.
Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau
seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yg hanya
singgah untuk bermalam? (Yeremia 14:7-8)
Demikian harap Saudara-saudara Muslim mau menyimak penjelasan saya.
Berikutnya, saya akan mengulas makna kata : “SIKSA ALLAH DI DUNIA
terhadap ORANG KAFIR” seperti yg sering ditemukan di dalam tulisannya
Muhammad, di dalam Alquran.
Benarkah Allah yg sungguh-sungguh menyiksa manusia di dunia, ataukah
justru Muhammad-lah yg melakukan penyiksaan itu?
Artikel lain:
Siksa Muhammad kepada
orang-orang Yahudi dan Arab Nasrani
Alquran memberikan
gambaran cukup jelas tentang bagaimana Muhammad sebenarnya
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |