|
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto
Syahwat, Harta dan Ambisi adalah Bagian
Terpenting dari Misi Muhammad
Tapi Muhammad sendiri melakukan perzinahan dengan Mariyah, budak Hafsah.
Lihat Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648. Selain itu juga tentara2
Islam diperbolehkan pesta seks/orgie dengan tawanan2 perang wanita
sebagai hadiah jarahan perang:
Hadis Sahih Bukhari, Vol.
5-#459
[Hadis ini serupa dengan Hadis Sahih Bukhari, Vol. 7-#137 , tapi yang
ini keterangannya lebih lengkap].
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di
sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus. Abu berkata,
“Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu
Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang
dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak
melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan
coitus interruptus (mengeluarkan sperma
di luar tubuh wanita). Maka ketika kami bermaksud melakukan
coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus
interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami
bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian
tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun
(sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa
itu pun akan ada.
Tentang membebaskan budak:
Ibn Qayyim al-Jawziyya, seorang ilmuwan dan ahli sejarah Islam yang
ternama mengatakan di bukunya "Zad al-Ma'ad", bagian 1, hal. 160:
“Muhammad punya banyak budak2 pria dan
wanita. Dia biasa membeli dan menjual
mereka, tapi dia membeli lebih banyak budak daripada menjualnya.
Suatu waktu dia menjual seorang budak kulit hitam untuk mendapatkan dua
budak. Dia membeli budak2 lebih banyak daripada dia menjualnya.”
“Muhammad punya beberapa budak2 kulit hitam. Satu diantaranya bernama
‘Mahran’. Muhammad memaksa dia untuk bekerja lebih berat daripada orang
biasa. Jika Muhammad pergi ke suatu tempat dan dia, atau orang2nya, jadi
lelah karena membawa barang2 mereka, dia menyuruh Mahran membawanya.
Mahran berkata: “Bahkan jika aku telah membawa barang2 untuk 6 atau 7
keledai ketika kami dalam sebuah perjalanan, siapapun yang merasa lelah
akan melemparkan baju2 atau perisai atau pedangnya padaku sehingga aku
harus memanggul semua beban berat itu”.
Tabari dan Jawziyya juga menulis akan hal ini, jadi Islam menerima ini
sebagai hal yang benar.
Muhammad mengesahkan perbudakan dalam Islam. Lihat di Muwatta, buku
hukum Islam tentang perbudakan:
Bagian 368 - "Siapa yang memiliki harta milik seorang budak jika budak
itu diberi kemerdekaan.”
Bagian 371 - "Budak2 tidak dapat dimerdekakan sebagai Kewajiban dalam
membebaskan seorang budak”
Bagian 383 - "Hidup bersama sebagai pasangan seksual dengan seorang
budak wanita setelah mengumumkan Mudabbir-nya (Mudabbir = bebas setelah
majikannya mati)
Bagian 387 - "Siapa yang berhak atas harta milik seorang budak atau
budak gadis remaja pada saat budak dijual.”
Bagian 388 - "Batasan tanggung jawab bagi pihak penjual dalam penjualan
seorang budak atau budak gadis remaja.”
Bagian 390 - "Aturan penjualan seorang budak gadis remaja.”
Ada bagian2 tambahan yang berhubungan dengan budak2. Daftar di atas
sudah cukup untuk menunjukkan bahwa sangat banyak hubungan dengan para
budak selama dan sesudah jaman Muhammad.
Dalam hal rampas merampas rampok merampok,
Allah dan Muhammad adalah ahlinya. Pertama-tama Muhammad melegalkan
harta rampasan dan rampokan baik dengan peperangan ataupun penaklukan
tanpa perang (gaya preman).
Quran
48:20
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan
yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan
ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu
(agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi
orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.
Sahih
Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah
(Khumus). Hadith 352.
Narrated By Abu Huraira :
Allah's Apostle said, "Allah guarantees him who strives in His Cause and
whose motivation for going out is nothing but Jihad in His Cause and
belief in His Word, that He will admit him into
Paradise (if martyred) or bring him back to his dwelling place, whence
he has come out, with what he gains of reward and booty."
Sahih
Bukhari. Vol 1, Book 7. Rubbing Hands And Feet With Dust (Tayammum).
Hadith 331.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/007.sbt.html#001.007.331
Narrated By Jabir bin 'Abdullah : The Prophet said, "I have been given
five things which were not given to any one else before me.
1. Allah made me victorious by awe, (by His frightening my enemies) for
a distance of one month's journey.
2. The earth has been made for me (and for my
followers) a place for praying and a thing to perform Tayammum,
therefore anyone of my followers can pray wherever the time of a prayer
is due.
3. The booty has been made Halal (lawful) for
me yet it was not lawful for anyone else before me.
4. I have been given the right of intercession (on the Day of
Resurrection).
5. Every Prophet used to be sent to his nation only but I have been sent
to all mankind.
Dan kemudian mem-brain wash umtanya dengan mengatakan bahwa hidup dari
rampasan adalah halal dan baik, maka makanlah sepuas-puasanya dari hasil
rampasan tsb. Kalo kurang yah merampas lagi tentunya sampai hari kiamat.
Quran
8:69
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang
yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik,
dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
Sahih
Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah
(Khumus). Hadith 351.
Narrated By Jabir bin Abdullah : Allah's
Apostle said, "Booty has been made legal for me."
Sahih
Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah
(Khumus). Hadith 348.
Narrated By 'Urwa-al-Bariqi :
The Prophet said, "Horses are always the source
of good, namely, rewards (in the Hereafter) and booty, till the Day of
Resurrection."
Kemudian Muhammad menekankan bahwa harta rampasan yang berlimpah dari
peperangan (ghanimah) dan penaklukkan tanpa peran (fa'i) adalah milik
Allah dan Rasulnya, Muhammad. Kalo mau kebagian, maka taatlah dan
takutlah kepada Muhammad dan Allah spt halnya anak buah preman takut dan
takluk pada kepala gengnya.
Quran
8:1
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang.
Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan
Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan
perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan
taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang
yang beriman."
Quran
59:6
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang
diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka
untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak
pula) seekor untapun, tetapi Allah yang
memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang
dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sahih
Bukhari. Vol 4, Book 52. Fighting For The Cause Of Allah (Jihaad).
Hadith 153.
Narrated By 'Umar : The properties of Bani An-Nadir which Allah had
transferred to His Apostle as Fai Booty were not gained by the Muslims
with their horses and camels. The properties
therefore, belonged especially to Allah's Apostle who used to give his
family their yearly expenditure and spend what remained thereof on arms
and horses to be used in Allah's Cause.
Kemudian diberikannlah "perlimaan" atau 20% dari hasil rampasan perang
(gharimah) kepada Muhammad. Jadi para pengikut Muhammad (muslim) yang
pergi perang dan merampas wajib menyumbangkan "perlimaan" kepada
atasannya, persis seperti para pejabat negara yang menyetor hasil
korupsi dan pemerasan kepada atasannya.
Quran
8:41
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat
kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk
Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan
ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang
kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di
hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sedangkan hasil dari rampasan ala premanisme (fai) seluruhnya menjadi
sepenuhnya hak Muhammad, apakah mau dibagikan atau tidak. Hasil rampasan
inilah yang akhirnya menjadi perebutan sengit antara Aisyah/Abu Bakr dan
Fatimah/Ali sampai2 berkobar perang onta yang memakan korban 20.000
jiwa.
Quran
59:7.
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan
Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk
kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan,
supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di
antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa
yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
Sahih
Bukhari. Vol 6, Book 60. Prophetic Commentary On The Qur'an (Tafseer Of
The Prophet (pbuh)). Hadith 407.
Narrated By Umar :
The properties of Bam An-Nadir were among the
booty that Allah gave to His Apostle such Booty were not obtained
by any expedition on the part of Muslims, neither with cavalry, nor with
camelry. So those properties were for Allah's
Apostle only, and he used to provide thereof the yearly expenditure for
his wives, and dedicate the rest of its revenues for purchasing arms and
horses as war material to be used in Allah's Cause.
Sahih
Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah
(Khumus). Hadith 325.
Narrated By 'Aisha :
(Mother of the believers) After the death of
Allah 's Apostle Fatima the daughter of Allah's Apostle asked Abu Bakr
As-Siddiq to give her, her share of inheritance from what Allah's
Apostle had left of the Fai (i.e. booty gained without fighting) which
Allah had given him. Abu Bakr said to her, "Allah's Apostle said,
'Our property will not be inherited, whatever we (i.e. prophets) leave
is Sadaqa (to be used for charity)." Fatima, the daughter of Allah's
Apostle got angry and stopped speaking to Abu Bakr, and continued
assuming that attitude till she died. Fatima remained alive for six
months after the death of Allah's Apostle.
She used to ask Abu Bakr for her share from the property of Allah's
Apostle which he left at Khaibar, and Fadak, and his property at Medina
(devoted for charity). Abu Bakr refused to give her that property and
said, "I will not leave anything Allah's Apostle used to do, because I
am afraid that if I left something from the Prophet's tradition, then I
would go astray." (Later on) Umar gave the Prophet's property (of
Sadaqa) at Medina to 'Ali and 'Abbas, but he withheld the properties of
Khaibar and Fadak in his custody and said, "These two properties are the
Sadaqa which Allah's Apostle used to use for his expenditures and urgent
needs. Now their management is to be entrusted to the ruler." (Az-Zuhrl
said, "They have been managed in this way till today.")
Dasar untuk menyakinkan pengikutnya mengenai pembagian perlimaan dari
hasil rampasan perang (gharimah) dan seluruhnya dari hasil rampasan
premanisme (fai) sepenuhnya ditentukan oleh Muhammad melalui Allah
dengan pernyataan kosong berikut spt halnya pejabat negara yang telah
disumpah untuk sepenuhnya mengabdi pada negara dan bangsa, tetapi tetap
saja merampas dan menghisap uang rakyat:
Quran
3:161.
Tidak mungkin seorang nabi
berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang
berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia
akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap
diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan
(pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.
Sahih
Bukhari. Vol 8, Book 75. Invocations. Hadith 348.
Narrated By 'Abdullah :
The Prophet divided something (among the Muslims) and distributed the
shares (of the booty). A man said, "This
division has not been made to please Allah." When I informed the Prophet
about it, he became so furious that I noticed the signs of anger on his
face and he then said, "May Allah bestow His Mercy on Moses, for
he was hurt with more than this, yet he remained patient."
Lihat juga Ambisi
dan Cita-cita Islam
Home | Halaman Dalam | Forum Diskusi | Album Foto |